1,723,102 research outputs found

    Pak Din Teega / Fakhrul Izzuddin Mahidin

    Full text link
    Pak Din Teega is a small company founded by Fakhrul Izzuddin Bin Mahidin, student of UiTM Puncak Alam. Even that, all the products are not produced by himself. He acts as dropship/agent for Teega Food, which the producer for all product on Pak Din Teega. He manages the business by himself alone including packaging for delivery, marketing, and promotion. Pak Din Teega operates through online only due to lack of budget and Covid-19 crisis. Currently, business based on online platform are more relevant and effective because of restriction to travel and movement across the city due to Covid-19 crisis. Mr. Fakhrul manages the business from home based on Facebook platform. He used Facebook as platform to run his business because it is do not charge even a cent to market any business, able to share picture and video especially for long duration video and help to market the products to people nearby and page’s follower. For the delivery of goods, he uses courier service like JnT Express and PosLaju to deliver across all states in Malaysia, which cost RM 8 - RM 12. Beside that, he also provides cash on delivery (COD) services for customers located around the district of Kuala Selangor with charged RM 5 - RM 8, based on COD location. Pak Din Teega only selling 2 type of products which named Mama Teega Crispy Snack and Baby Teega Crispy Snack. The ingredients for those products are same, the different of them are on the size and packaging only. The ingredients are corn flour, premium cheese, chili, and sugar, the producer does not used artificial coloring and artificial flavoring to make a healthier snack. The products should be healthier because the target market for Pak Din Teega is kid until elders. Nowadays, parents are more aware about the food eaten by their kids, they always want their kids eat something good for health, that why the producer produce that product because there a demand on healthier snack for kids

    Pemikiran Ahmad Izzuddin tentang penentuan arah kiblat

    Full text link
    Akurasi arah kiblat telah menjadi kebutuhan umat Islam sejak awal pertumbuhan dan perkembangan Islam. Hal ini terkait dengan persoalan peribadatan dan merupakan syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan ibadah salat. Perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan untuk mengetahui guna menetapkan ke arah mana Ka’bah dapat dilihat dari suatu tempat dipermukaan bumi ini sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan salat, baik ketika berdiri, ruku’, maupun sujud selalu berhimpit dengan arah menuju Ka’bah. Skripsi dengan judul “Pemikiran Ahmad Izzuddin Tentang Klasifikasi Penentuan Arah Kiblat” ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman klasifikasi penentuan arah kiblat menurut Ahmad Izzuddin serta apa kelebihan dan kekurangan dari klasifikasi tersebut. Penenlitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), objek dari penelitian ini adalah pendapat dari Ahmad Izzuddin. Sumber data primer berupa buku karya Ahmad Izzuddin yang berjudul “Kajian Terhadap Metode-Metode Penentuan Arah Kiblat dan Akurasinya”. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai macam referensi buku. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis yang merupakan metode untuk menggambarkan suatu peristiwa atau keadaan yang ada, selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : pertama, Ahmad Izzuddin mengklasifikasikan penentuan arah kiblat berdasarkan tipologi aplikasinya sebagai berikut : (a) Alamiah (Natural) dikatakan alamiah karena penentuan arah kiblatnya menggunakan benda-benda langit sebagai pedomannya, (b) Alamiah Ilmiah merupakan suatu metode yang didasarkan pada kejadian atau fenomena yang kemudian dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat dengan perhitungan dan (c) Ilmiah Alamiah ialah suatu metode yang dimulai dengan perhitungan kemudian dibuktikan secara alamiah dilapangan, contohnya penentuan arah kiblat menggunakan rashdul kiblat. Kedua :Dari pengklasifikasian yang dilakukan Ahmad Izzuddin ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari pengklasifikasian ini diantaranya berusaha mencari perhitungan yang akurat dengan pertimbangan keberadaan bentuk bumi sebenarnya dan dengan metode yang relevan yakni dengan bentuk bumi yang elipsoid dengan pendekatan geodesi. Sedangkan kekurangan dari pemikiran tersebut adaXlah menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan data akurat, padahal pada prinsipnya pengklasifikasian ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatan data yang akurat

    Strategi Dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin (LDMI) Dalam Menyebarkan Ajaran Agama Islam Melalui Akun Facebook

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Strategi Dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin) dalam Menyebarkan Ajaran Agama Islam Melalui Akun facebook”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dan strategi dakwah yang diterapkan oleh Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dalam menyebarkan ajaran agama Islam melalui akun facebook.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari sumber primer yaitu Ketua Yayasan Ma’had Izzuddin, Manager Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin, dan IT Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disimpulkan agar lebih jelas dan terperinci menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan siklus mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi objektif dakwah sesuai fakta yang ada dilapangan Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin telah melaksanakan beberapa program dakwah, yaitu: dirosah Islamiah, ber-bqu (berantas buta Al-Qur’an), LDMI Peduli, ngobras (ngobrol santai), percis (paket racikan Islami), PSBA (Program Solusi Belajar Al-Qur’an Untuk Anak-Anak), safari dakwah, fikroh keislaman, rekaman Al-Qur’an 30 juz dan quotes Islami.  Sedangkan strategi dakwah yang dilakukan Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin menggunakan tiga tahapan. Pertama, tahap perencanaan yang meliputi perencanaan program dakwah, menetapkan media dakwah yang optimal dalam penyampaian pesan dakwah, sasaran dakwah, perencanaan peralatan dan studio sebagai tempat produksi program dakwah. Kedua, pelaksanaan program, isi konten, kualitas gambar dan suara, menghadirkan narasumber yang berkompeten, peningkatan penonton dan ketiga melakukan evaluasi strategi dakwah Lembaga Dakwah Ma’had Izzuddin dalam menyebarkan ajaran agama Islam

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK JASA PENDIDIKAN (Studi Kasus SDIT Izzuddin Palembang)(2015)

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini berupaya menjawab beberapa permasalahan yang terkait dengan bagaimana Strategi Pemasaran Produk Jasa Pendidikan (studi kasus di SDIT Izzuddin Palembang). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah upaya untuk menemukan implementasi strategi pemasaran produk jasa pendidikan yang dilakukan oleh SDIT Izzuddin. Dalam pemilihan ini yang dipilih adalah SDIT Izzuddin dilatarbelakangi tingginya minat orang tua menyekolahkan anaknya di SDIT Izzuddin khususnya bagi orang kelas menengah ke atas di kota Palembang Sumatera Selatan. Adapun permasalahan yang diteliti, pertama bagaimana strategi pemasaran produk jasa pendidikan yang dilakukan oleh SDIT Izzuddin Palembang? Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran produk jasa pendidikan di SDIT Izzuddin Palembang? Ketiga, bagaimana efektifitas strategi pemasaran produk jasa pendidikan pada SDIT Izzuddin Palembang? Tujuan yang ingin dicapai pertama, untuk menggali strategi pemasaran produk jasa pendidikan yang dilakukan SDIT Izzuddin Palembang kaitanya dengan mutu produk jasa pendidikan. Kedua, untuk menggali faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi strategi pemasaran produk jasa pendidikan di SDIT Izzuddin Palembang. Ketiga,untuk menggali keefektifan strategi pemasaran produk jasa pendidikan yang di lakukan oleh SDIT Izzuddin Palembang. Pendekatan dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, sedangkan sasaran penelitian ini adalah pelaksanaan strategi pemasaran produk jasa pendidikan di SDIT Izzuddin dengan meng-croscek berdasarkan program kegiatan dan pengembangan strategi produk jasa pendidikan, dan sampel sumber data yang diambil adalah kepala sekolah, guru, staf, orang tua. Dalam pengumpulan datanya mengunakan metode observasi, metode interview, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisi deskriftif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi secara mendalam, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa. Pertama, strategi pemasaran produk jasa pendidikan dengan menerapkan strategi diferensiasi diantaranya; keunggulan kerja, inovasi produk, pelayanan yang baik, citra merek (brand image), kemudian strategi keunggulan biaya yaitu; biaya tinggi dengan produk dan layanan yang baik dan strategi fokus yaitu; fokus pada pembentukan generasi yang cinta Allah dan Rasulnya, dengan memperkenalkan, mengajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Kedua, faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran produk jasa pendidikan yaitu kualitas produk, fasilitas dan layanan, serta harga. Ketiga, untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran produk jasa pendidikan, dilihat dari sejauh mana target yang telah dicapai oleh manajemen SDIT Izzuddin. Efektifitas strategi pemasaran targetnya diukur dari tingkat kepuasan pelangan terhadap produk jasa pendidikan SDIT Izzuddin dan tingkat ketercapaian dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah siswa yang masuk di SDIT Izzuddin yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya walaupun diantara kedua tahunnya memiliki jumlah siswa yang sama

    PEMIKIRAN 'IZZUDDIN BIN 'ABD AS-SALAM TENTANG MASLAHAH

    Full text link
    Disertasi ini mengkaji pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Sal am tentang maslahah dengan menggunakan pendekatan filsafat. Melalui pendekatan tersebut, disertasi ini memiliki beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Apa hakekat maslahah dalam pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Salam? 2. Bagaimana implementasi pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Salam tentang maslahah dalam ajaran Islam ? 3. Bagaimana relevansi pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Salam tentang maslahah dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman? Disertasi ini bertujuan menjelaskan dan memahami pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Salam tentang maslahah berikut konteks pemikirannya dan implementasi pemikirannya tentang maslahah tersebut dalam ajaran Islam serta relevansinya dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman. Untuk tujuan tersebut, disertasi ini menggunakan teori interpretasi Pau Ricoeur sebagai kerangka teorinya. Dalam tahap penganalisisan data dan sumber penelitian, disertasi ini menggunakan analisis kualitatif dengan berpijak pada met ode hermeneutika. Disertasi ini memperoleh beberapa temuan. Pertama, maslahah dalam pemikiran 'Izzuddin bin 'Abd as-Salam pada hakekatnya adalah nilai fundamental (fundamental value) yang mendasari seluruh ajaran (syariat) Islam. Pemikiran tentang maslahah semacam ini berbeda dengan pemikiran tentang maslahah para pemikir yang lain. Jika pemikir lain, seperti al-Gazali, at-Tufi, dan as-Syatibi, melihat maslahah dalam konteks ajaran 'amaliyyah (praktis), fiqihusul fiqih, maka dia berbicara tentang maslahah dalam wilayah ajaran Islam secara menyeluruh, baik ajaran keyakinan (al-i'tiqiidiyyah), ajaran moral (alkhuluqiyyah), maupun ajaran praktis ('amaliyyah). Kedua, pemikiran 'Izzuddin Ibn 'Abd as-Salam tentang maslahah diimplementasi dalam seluruh ajaran Islam melalui pemenuhan hak, baik hak Allah, hak manusia, maupun hak hewan, dalam perilaku keagamaan, perilaku sosial, dan perilaku ekologis. Dalam perilaku keagamaan, maslahah terealisasi melalui penyesuaian diri dengan karakteristik kehambaan, melaui pelaksanaan prinsip ketaatan dan pemeliharaan hak-hak Allah. Sedangkan dalam perilaku sosial dan ekologis, maslahah terwujud melalui peneladanan terhadap sifat-sifat Allah, pendasaran pada prinsip kebajikan, dan pemeliharaan terhadap hak-hak sesama manusia, bahkan terhadap hak-hak hewan dan alam lingkungan sekitamya. Ketiga, pemikiran 'Izzuddin Ibn 'Abd as-Salam tentang maslahah memiliki relevansi sebagai pendekatan dalam pengembangkan ilmu-ilmu Keislaman, baik ilmu aqidah, ilmu akhlaq, maupun ilmu fikih. Pengembangan ilmu-ilmu keislaman dengan pendekatan maslahah didasarkan pada tiga prinsip. 1 ). Pengembangan ilmu-ilmu keislaman didasarkan pada objek material yang mengacu kepada kemaslahatan manusia. 2). Pengembangan ilmuilmu keislaman berorientasi ke masa depan melalui riset yang berkelanjutan. 3). Pengembangan ilmu-ilmu keislaman harus dapat menghadirkan moralitas tinggi untuk menggapai kelezataan dan kegembiraan sejati dan abadi

    Validation of simplified tying force method for robustness assessment of RC framed structures

    No full text
    The robustness of reinforced concrete (RC) structures is an important ongoing research topic in the civil engineering community. Especially in the last decades, the need for structural robustness assessment methods has become urgent, and several design methods have been proposed in codes and guidelines to mitigate the progressive collapse risk of reinforced concrete structures. The most used approaches are the Tying Force and Alternate Load Path methods. The first is typically applied as an indirect and prescriptive method where the building is considered mechanically tied together and able to enhance continuity and the resistance to progressive collapse. The second is a direct method, where the capacity of the structure to sustain the applied loads is evaluated after the loss of a load-bearing element, most effectively using advanced nonlinear structural analysis methods. In the context of the Tying Force method, the Eurocode is recognised to underestimate the tie force demands required by building structures subject to the loss of a load bearing member, which are better reflected in the USA UFC Guidelines. A new Tying Force method has been proposed by Izzuddin & Sio (2021) for the next generation of the Eurocodes, which addresses the shortcomings of the present Eurocode guidance, and provides a more comprehensive treatment than considered in the UFC code. The present paper is aimed specifically at the validation of the new Simplified Tying Force method (Izzuddin & Sio, 2021) for reinforced concrete structures, considering grillage and combined beam/slab floor systems, and considering the rotational ductility of such structures, which is explicitly considered in the new method

    TAFSIR AHKAM TERHADAP KISAH AL-QUR’AN DALAM KITAB SYAJARATU AL-MA’ARIF KARYA ‘IZZUDDIN ABDUSSALAM

    Full text link
    This article aims to analyze the tafsir ahkam (jurisprudential exegesis) of Qur'anic stories in the book Syajaratu al-Ma’arif by Izzuddin Abdussalam. The study seeks to uncover how Izzuddin Abdussalam, as a scholar of fiqhand tafsir, employs a legal approach in interpreting the stories of the Qur’an and the relevance of his interpretations in the context of Islamic law. The research method used is library research, gathering primary data from the book Syajaratu al-Ma’arif and secondary data from related literature. The analysis is conducted using Gadamer’s historical influence approach, which allows for a deeper understanding of the historical context and legal interpretation undertaken by Izzuddin Abdussalam. The research findings demonstrate that Izzuddin Abdussalam effectively combines legal knowledge with Qur’anic narratives, using these stories as a basis for formulating applicable legal principles in everyday life.  Keywords: Tafsir ahkam, Qur’anic stories, Syajaratu al-Ma’arif, Izzuddin AbdussalamArtikel ini bertujuan untuk menganalisis tafsir ahkam terhadap kisah-kisah Al-Qur’an dalam kitab Syajaratu al-Ma’arif karya Izzuddin Abdussalam. Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana Izzuddin Abdussalam, sebagai seorang ahli fiqih dan tafsir, menggunakan pendekatan hukum dalam menafsirkan kisah-kisah Al-Qur’an, serta relevansi penafsirannya dalam konteks hukum Islam.Metode penelitian yang digunakan adalah library research atau penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data primer berupa kitabSyajaratu al-Ma’arif dan data sekunder dari literatur-literatur terkait. Analisis dilakukan dengan pendekatan keterpengaruhan sejarahmenurut Gadamer, yang memungkinkan pemahaman lebih dalam tentang konteks historis dan interpretasi hukum yang dilakukan oleh Izzuddin Abdussalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Izzuddin Abdussalam secara efektif menggabungkan pengetahuan hukum dengan narasi-narasi Al-Qur’an, menggunakan kisah-kisah ini sebagai dasar untuk merumuskan prinsip-prinsip hukum yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Tafsir ahkam, Kisah-kisah Al-Qur’an, Syajaratu al-Ma’arif, Izzuddin Abdussala

    Muhammad Izzuddin dipilih YDP MPP sesi 2018/2019

    Full text link
    SERDANG, 10 Dis – Pelajar Fakulti Pertanian, Universiti Putra Malaysia (UPM), Muhammad Izzuddin Rosli dipilih sebagai Yang Dipertua (YDP) Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) Sesi 2018/201

    Logitech / Izzuddin Shahril

    Full text link
    The purpose of this assignment is to identify the problem in the product. Logitech International S.A. is the company I've chosen. From their extensive product selection, I chose the Logitech G Pro Superlight wireless mouse speakers for my inquiry. I used a SWOT analysis in this case study to determine the G Pro Superlight's strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The first problem I encountered with these wireless mice was the charging port

    POLA PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP ISLAM TERPADU IZZUDDIN PALEMBANG

    Full text link
    Meningkatnya demoralisasi anak dan remaja semakin meningkat menjadi kegelisahan oleh berbagai pihak. Banyak prilaku anak dan remaja telah melanggar norma-norma agama, seperti: berkurangnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, menurunya semangat belajar dan lain-lain. Hal ini menggugah keprihatinan dari banyak kalangan, termasuk SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang telah berupaya pembentukan karakter siswa yang baik untuk mengantisipasi agar demoralisasi remaja tersebut tidak terjadi pada anak-anak didikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pola pembentukan karakter yang diterapkan di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang, dengan sub fokus penelitian: (1) Karakteristik Pembentukan Karakter Keagamaan/Religiusitas di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang, (2) Karakteristik Pembentukan Karakter Personaliti/diri sendiri di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang, (3) Karakteristik Pembentukan Karakter Sosial/sesama di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang, (4) Karakteristik Pembentukan Karakter Nasionalis/Kebangsaan di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, pengamatan berpartisipasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Informan penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru kelas, siswa dan orang tua/wali. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakter siswa yang dikembangkan di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang bersumber dari nilai- nilai yang meliputi: Nilai karakter dalam hubungannya dengan Keagamaan/Religiusitas, Nilai karakter dalam hubungannya dengan personality/diri sendiri, Nilai karakter dalam hubungannya dengan sosial/sesama dan lingkungan, dan Nilai nasionalis/kebangsaan. (2) pola pembentukan karakter siswa di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang diselenggarakan dengan pendekatan terpadu yang bertumpu pada tiga pilar/komponen, yaitu Pengembangan program dan kebijakan sekolah, Program pembelajaran, Kemitraan dengan wali siswa. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang berupa proposisi, (1) apabila pendidikan karakter didasarkan pada visi dan misi yang jelas, rumusan karakter dasar yang detail, prinsip-prinsip yang kuat dan metode-metode yang tepat, maka akan berjalan secara efektif dan efisien. (2) bahwa apabila pola pembentukan karakter di dasarkan pada pendekatan terpadu, dengan melibatkan peran dan tanggung jawab semua komponen pendidikan di sekolah dan peran sera orang tua di rumah, maka akan berjalan efektif dan efisien. Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Peserta Didi
    corecore