18,284 research outputs found

    Transkrip temubual: tokoh bola sepak Kg. Tebing Tinggi bersama Encik Muhammad Zamri bin Hassan / Muhammad Arif Affindi and Rhafdan Ismail

    No full text
    Rhafdan bin Ismail dan Muhammad Arif bin Affindi telah menemubual Encik Muhammad Zamri bin Hasan pada 27 Jun 2015. Temubual ini telah di buat di rumah bapanya beliau iaitu di No1. Jalan Imam Kg. Tebing Tinggi, 85000, Segamat, Johor Darul Takzim. Encik Muhammad Zamri telah dilahirkan pada tahun 7 April 1981 di Hospital Besar Segamat. Beliau merupakan anak yang ke tujuh dari 8 adik beradik dan beliau kini sudah berkahwin dan mempunyai 3 orang anak. Beliau telah mendapat pendidikan awal di Sekolah Kebangsaan Tebing Tinggi dan melanjutkan sekolah menengah tingkatan 1 hingga 3 di Sekolah Menengah Jementah dan berpindah pula ke Sekolah Menengah Gemerih untuk tingkatan 4 dan 5. Sejak di bangku sekolah rendah lagi beliau telah menceburi bidang sukan bola sepak ketika berumur 8 tahun lagi. Sejak dari itu beliau mula bergiat aktif pula di sekolah menengah pula dengan mewakili sukan bola sepak wakil sekolahnya dan setelah tamat SPM pada usia 19 tahun beliau mewakili Johor untuk kejohanan sukan Sukma di Pulau Pinang pada tahun 2000. Pelbagai rintangan dan pengalaman yang dialami oleh Encik Muhammad Zamri di sepanjang menceburi sukan bola sepak Tidak sedikit pun minat beliau di dalam bidang bola sepak dibantah oleh ibu dan bapanya, malah disokong penuh minatnya itu. Beliau merupakan inspirasi anak muda di Kg. Tebing Tinggi yang berminat bermain sukan bola sepak, keberadaannya di Kg Tebing Tinggi mendapat sambutan kerana kehebatannya bermain bola sepak lebih-lebih lagi setelah beliau telah mendapat pingat kasut emas kerana menjadi penjaring gol terbanyak untuk Liga Perdana pada tahun 2010

    ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL DALAM MEMAHAMI HADIS

    No full text
    Muhammad Syuhudi Ismail in understanding the hadith took several steps: First, conducting text analysis; Second, to identify the historical context for the appearance of hadith; and Third, to contextualize hadith. Through these three steps, the structure of the thought of Muhammad Syuhudi Ismail in understanding hadith is so strong especially in analyzing text-context. Therefore, it is appropriate if the thought of Muhammad Syuhudi Ismail actually revealed the existence of modern forms of hermeneutic surgery. This is a result of the intense activity of Muhammad Syuhudi Ismail in various existing discourses so that his thoughts in the study of hadith were influenced by intellectual figures and hadith scholars such as Fazlurrahman, Imam al-Qarafi, and Shah Waliyyullah ad-Dahlawi

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF ISLAMISASI DAN INTEGRASI ILMU (ISMAIL RAJI AL FARUQI, SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS, AMIN ABDULLAH)

    No full text
    The breadth of science in various kinds of studies, both those that develop in the Islamic world or those that develop in the western world, gave birth to two different sides of thought, western scholarship with all its achievements in progress which stems from the development of Greek philosophy that leads to modern thinking models. Meanwhile, Islamic scholarship which refers to the holy book of the Qur'an and Hadith leads to the purification of thought. So that from these two scientific sides, there are several scientific principles that are contradictory and even contradictory. So far, Islamic thought is fragmentary and has no connection with contemporary issues. Therefore, efforts are needed to build an integrative-interconnective scientific epistemology. The purpose of this paper is to look at some of the thoughts of Islamization and scientific integration of Ismail Raji Al Faruqi, Syed Muhammad Naquib Al Attas and Amin. This writing method is in the form of a literature review (Library Research). Data analysis was carried out using the technique of deepening Islamic thought from Ismail Raji Al Faruqi, Syed Muhammad Naquib Al Attas and Amin Abdullah. The results of the paper describe that the Islamization and Integration of Science in Islamic Religious Education is Amin Abdullah's scientific spider web model, the integration of western science with the Ismail Raji model and the Islamization of science with the Syed Naquib Al Attas model

    Studi analisis pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail tentang hadis maudhu’

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail mengenai hadis maudhu’ (hadis palsu). Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana metode yang digunakan oleh Muhammad Syuhudi Ismail dalam mengidentifikasi hadis maudhu’ serta pandangannya terhadap hadis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kriteria dan metode identifikasi yang digunakan oleh Ismail, serta mengevaluasi kontribusi dan kelemahan karyanya dalam kajian hadis maudhu’. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis kritis terhadap karya-karya Muhammad Syuhudi Ismail. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup buku-buku, artikel, dan tulisan lain yang relevan dengan topik kajian, terutama yang berkaitan dengan metodologi kritik hadis yang dikembangkan oleh Muhammad Syuhudi Ismail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Syuhudi Ismail menggunakan pendekatan yang sistematis dalam mengidentifikasi hadis maudhu’. Ia mengkategorikan ciri-ciri hadis maudhu’ berdasarkan dua aspek utama: rawi (perawi) dan matan (teks hadis). Dari segi rawi, ciri-ciri utama termasuk pengakuan langsung perawi tentang pemalsuan hadis dan ketidaksesuaian dengan fakta sejarah yang dapat diverifikasi. Dari segi matan, hadis maudhu’ sering menunjukkan kerancuan dalam redaksi atau makna serta bertentangan dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadis yang mutawatir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun hadis maudhu’ kadang mengandung materi yang sejalan dengan ajaran Islam, dampak negatifnya lebih besar karena dapat menyebabkan kesalahpahaman dan merusak citra kesempurnaan Islam. Oleh karena itu, penelitian kritis dan cermat terhadap hadis sangat penting untuk menjaga kemurnian ajaran Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi studi hadis, khususnya dalam memperkuat metodologi kritik hadis dan menambah wawasan tentang pentingnya verifikasi kesahihan hadis. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi agama dalam memahami dan membedakan hadis yang sahih dari yang palsu

    Evaluation on Innovations of The Prophet Muhammad Used in Ruhü’l-Mathnaw? of Ismail Hakkı Bursaw?

    No full text
    İsmail Hakkı Bursevî (1652–1725), devrinin önemli mutasavvıflarından olduğu gibi aynı zamanda yaklaşık yüz otuzu aşkın eseriyle, öldükten sonra da etkisini sürdürmüş velut bir müelliftir. Onun önemli eserleri arasında sayılan Rûhü’l-Mesnevî, Mevlâna’nın meşhur Mesnevî’sinin birinci cildinin ilk 748 beytine yapılmış şerhtir. Bursevî, Mesnevî’yi şerh ederken, diğer eserlerinde de olduğu gibi hadislerden çokça istifade etmiştir. Mutasavvıfların kullandığı hadisler tarih boyunca tartışma konusu olmuş, hadis âlimlerinin bir kısmı tarafından şiddetle tenkit edilmiştir. Eserlerinde sufîlerin rağbet ve itibar ettiği hadisleri kullanmaktan çekinmeyen Bursevî de bu tenkitlerden nasibini almıştır. Bu yazıda, onun hadis eğitimi ve şerh esnasında kullandığı hadisler, kaynaklarıyla birlikte sıralanarak, araştırmacıların istifadelerine sunulmaya çalışılacaktır.Ismail Hakkı Bursaw? (1652–1725), as being an important sufi of his period, at the same time, was a productive author, with more than approximately hundred and thirty works and carried his influence even after his death. Ruhü’l-Mathnaw?, which is respected as one of his main works is commentary to Mawl?n?’s well known Mathnaw?’s first 748 couplets in Volume 1. Bursaw?, while commenting Mathnaw?, abunduntly used, like he did in his other works, the innovations of Prophet Muhammad. Innovations of Prophet Muhammad used by Sufis have been the subject of argument throughout the history and violently critisized by some of the scientists of Islamic Theology. Bursaw?, who did not hesitate to use the Innovations of Prophet Muhammad, which are approwed and respected by Sufis, had his share of this critisizm. In this article, his education and uses of the innovations of Prophed Muhammad in his commentaries, will be listed with their sources and presented to the benefit of the researchers

    Identification and new records of tick species on livestock from district Dera Ismail Khan, Pakistan

    No full text
    Ullah, Naimat, Jamil, Muhammad, Ramzan, Muhammad, Arshad, Aisha, Zeeshan, Muhammad, Haq (2022): Identification and new records of tick species on livestock from district Dera Ismail Khan, Pakistan. Persian Journal of Acarology 11 (1): 159-162, DOI: 10.22073/pja.v11i1.7097

    Interview with Muhammad Hafez Ismail

    No full text
    مقابلة مع وزير الخارجية المصري الأسبق ومستشار الأمن القومي السابق للرئيس محمد أنور السادات، ورئيس مركز دراسات الشرق الأوسط، محمد حافظ اسماعيل، يناقش فيها النظام الناشئ بين البلاد العربية بسبب أزمة الخليج والوضع الإسرائيلي داخل المنطقة العربية، ورؤيتة التي يحلل بها الموقف القومي العربي لما بعد الأزمة من الناحية السياسية والإقتصادية. قامت بالمقابلة عائشة رافع.An interview with the former Egyptian Foreign Minister and former national security advisor to President Muhammad Anwar Sadat, and the head of the Middle East Studies Center, Muhammad Hafez Ismail, in which he discusses the political and economic changes in the Arab region following the Gulf War, including Israel's role within the Arab region, and the emergence of a regional alliance. The interview was conducted by Aisha Rafi

    Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual (Analisis Pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail)

    No full text
    Artikel ini menjelaskan tentang pemahaman terhadap hadis tekstual dan kontekstual. Tokoh yang diteliti adalah Muhammad Syuhudi Ismail yaitu salah satu tokoh hadis di Indonesia dengan buku yang ditulis yaitu, Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual. Dalam memahami sebuah hadis, Muhammad Syuhudi Ismail melakukannya dengan beberapa cara yaitu: Pertama, menganalisis teks. Kedua, Mengidentifikasikan konteks historis munculnya hadis. Ketiga, Kontekstualisasi hadis. Jenis penelitian ini adalah normative dengan melakukan pendekatan kepustakaan. Adapun sumber yang digunakan dalam penulisan ini adalah buku Hadis Yang Tekstual dan Kontekstual serta buku-buku lain atau jurnal yang berhubungan dengan penulisan. Adapun cara menganalisisnya yaitu dengan menggunakan metode content analysis atau metode analisis isi. Dalam artikel ini menjelaskan pemikiran dari Muhammad Syuhudi Ismail, pemikirannya dalam memahami hadis menunjukkan bentuk hermeneutik dijelaskan dengan adanya analisis teks-konteks. Dalam menganalisis konteks hadis, Syuhudi Ismail juga terpengaruh oleh pemikiran tokoh hadis sebelumnya, yaitu Imam Syihabuddin al-Qarafi dan Syah Waliyullah al-Dahlawi. Keterpengaruhan tersebut diperkuat dengan adanya penelitian berupa karya ilmiah dari Muhammad Syuhudi Ismail yang menganalisis pemikiran dua tokoh tersebut

    WACANA STUDI HADIS DI INDONESIA: STUDI ATAS HERMENEUTIKA HADIS MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL

    No full text
    Muhammad Syuhudi Ismail is one of the most influential hadith figures in Indonesia. His thinking in terms of understanding the hadith which is popular with the "Contextualization of hadith" is a typical hermeneutic of the traditions of Muhammad Syuhudi Ismail, because it involved the aspect of ijtihÄd in understanding it. The idea of understanding the hadith is classified as contextual because besides involving linguistic analysis in it, it also carries out historical analysis of hadith. Therefore the pattern of analysis of text, context, and contextualization can be seen in the understanding of this tradition of Muhammad Syuhudi Ismail. The three hermeneutic circles appear to be applied by looking at the hadith that are the object of their study
    corecore