465 research outputs found

    Analisis Penyebab Pembatalan dan Penggantian Faktur Pajak (Studi Kasus Klien KJA Candra Irawan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya pembatalan dan penggantian faktur pajak pada klien Kantor Jasa Akuntansi Candra Irawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan teknik analisis Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan faktur pajak dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang dikelompokkan menjadi empat kategori utama yaitu, kondisi gudang, kondisi force majeure, penolakan pesanan dan kesalahan administratif/human error

    Pengantar Kimia Organik

    No full text
    Buku Kimia ini merupakan karya Candra Irawan dan Andita Utami. Buku ini menyajikan materi dalam lingkup kimia organik. Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang

    PREDIKSI JUMLAH NARAPIDANA KELAS II A PEKANBARU MENGGUNAKAN MODEL ARIMA

    Full text link
    PREDIKSI JUMLAH NARAPIDANA KELAS IIA PEKANBARU MENGGUNAKAN MODEL ARIMA CANDRA IRAWAN 11554101657 Tanggal Sidang : 20 Desember 2019 Tanggal Wisuda: Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas No.155 Pekanbaru ABSTRAK Model ARIMA merupakan salah satu model dalam metode Box-Jenkins yang digunakan untuk memprediksi data pada waktu yang akan datang berdasarkan data pada waktu sebelumnya. Dalam pengolahan data dengan menggunakan metode Box-Jenkins melalui 4 tahap yaitu, identifikasi model, estimasi parameter, verifikasi model dan peramalan. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi data jumlah narapidana di lapas kelas II A Pekanbaru. Dengan adanya hasil prediksi jumlah jumlah narapidana di lapas kelas II A Pekanbaru, maka dapat memberikan gambaran pada Pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam mengambil keputusan, agar angka tindak kejahatan semakin mengecil. Data yang digunakan adalah data jumlah narapidana dalam bulanan pada periode Januari 2013 sampai Desember 2018. Hasil pembahasan dengan metode Box-Jenkins menunjukkan bahwa model yang sesuai untuk data jumlah narapidana di lapas kelas II A Kota Pekanbaru adalah model ARIMA(0,1,1). Hasil prediksi dengan model ARIMA(0,1,1) menunjukkan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, dengan nilai MAPE sebesar 2,83%. Kata kunci: ARIMA, Box-Jenkins, Narapidana, Prediksi

    GAYA BAHASA RETORIS PADA TEKS ANEKDOT SISWA X MIPA 1 SMAN 1 CAMPURDARAT

    No full text
    ABSTRAK Yoga Candra Irawan, 17210163074, Gaya Bahasa Retoris pada Teks Anekdot Siswa X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat. Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung 2021. Pembimbing: Titik Dwi Ramthi Hakim, M.Pd. Kata Kunci: gaya bahasa retoris, teks anekdot, kelas X Penelitian skripsi ini berpijak pada gaya bahasa retoris pada teks anekdot yang diterapkan di SMAN 1 Campurdarat untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam membuat teks anekdot yang bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian yang memiliki kesan humor dan lucu serta menggambarkan karakter cerita secara singkat dan langsung pada intinya yang mengandung amanat atau pesan moral dari isi cerita. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana bentuk retorika dalam teks anekdot karangan siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat? 2) Bagaimana tipe-tipe gaya bahasa retoris dalam teks anekdot karangan siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan retorika dalam teks anekdot karangan siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat. 2) Mendeskripsikan tipe-tipe gaya bahasa retoris dalam teks anekdot karangan siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif termasuk jenis penelitian deskriptif. Adapun sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari kumpulan lembaran-lembaran kertas yang berisi karangan teks anekdot siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Campurdarat. Pengumpulan data penelitian ini dengan cara mendokumentasikan dokumen pribadi milik siswa, yakni teks anekdot hasil karya siswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa retoris dalam karangan teks anekdot siswa berdasarkan pengolahan data ditemukan 16 tipe gaya bahasa retoris. Dari 16 tipe gaya retoris yang ditemukan pada karangan teks anekdot siswa, ada dua bentuk retorika yang digunakan dalam teori keraf, yakni retorika yang sering digunakan dan retorika yang jarang digunakan. Retorika yang sering digunakan, yakni litotes sedangkan retorika yang jarang digunakan, yakni polisindeton, perifrasis, tautologi, dan apostrof

    A CORRELATIONAL STUDY BETWEEN SELF-EFFICACY, WORD MEANING MASTERY AND SPEAKING SKILL OF SECOND GRADE STUDENT OF SMK N 1 SUMBER IN ACADEMIC YEAR 2014/2015

    Full text link
    ABSTRACT Arif Candra Irawan. K2209010. A Correlational Study between Self-Efficacy, Word Meaning Mastery and Speaking Skill of the Second Grade Students of SMK Negeri 1 Sumber in the Academic Year of 2014/2015. Thesis, Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University Surakarta. June 2016. This thesis is aimed to find out the correlation between (1) students’ self-efficacy and speaking skill; (2) students’ word meaning mastery and speaking skill; (3) students’ self-efficacy and word meaning mastery toward speaking skill. The method that is used in this study is correlational study. The study was conducted in December 2015 at SMK Negeri 1 Sumber. The population of this study is all the second grade students of SMK Negeri 1 Sumber in the Academic Year of 2014/2015 which consists of two classes. The total of the population is 62 students. By using simple random sampling technique, the writer takes class XI.TKJ A as the sample which consists of 32 students. The instruments to collect the data are in the form of questionnaire and test. The questionnaire is used to collect the data of students’ Self-efficacy while the test is used to collect the data of word meaning mastery and speaking skill. The techniques which are used in analyzing the data are Simple Correlation and Multiple Regression Correlation. The result of the study shows that in the level of significance α = 0.05 it is found that (1) there is a positive correlation between Self-efficacy and speaking skill (rx1y = 0.671, to = 4.959 > tt = 1.694); (2) there is positive correlation between word meaning mastery and speaking skill (rx2y = 0.642, to = 5.979 > tt = 1.694), and (3) there is a positive correlation between Self-efficacy and word meaning mastery simultaneously and speaking skill (Ry12 = 0.728 and Fo = 16.352 > Ft = 3.328). From the results of the study it is also known that self-efficacy and word meaning mastery are important factors that give contribution to speaking skill. The students’ self-efficacy gives 45 % contribution to the students’ speaking skill, and the students’ word meaning mastery has 41.2 % contribution to the students’ speaking skill. While simultaneously the students’ self-efficacy and word meaning mastery give 52.98 % contribution to the students’ speaking skill. It means the increasing of students’ self-efficacy and word meaning mastery, either separately or simultaneously will be followed by the increasing of the students’ speaking skill. From the result of the study, it is known that self-efficacy and word meaning mastery are important factors that can improve students’ speaking skill. Those two factors cannot be ignored and should be improve in increasing students’ speaking skill

    ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL TRAUMA KARYA BOY CANDRA

    Full text link
    AbstrackThis study aims to describe the analysis of characters and characterizations in the novel Trauma by Boy Candra with a behavioristic psychology which means that changes in behavior as a result of the interaction between stimulus and response. This research uses descriptive method, qualitative research form, and behavioristic psychology approach. The data source in this research is the novel Trauma by Boy Candra. The data in the study are in the form of quotations, words, phrases, and sentences. The data collection technique in this research is a documentary study. Based on the results of data analysis, it can be concluded that. 1) the author describes the main character, namely directly and indirectly. The main characters in the novel Trauma by Boy Candra are Kimara who has a friendly, vindictive, and caring character, 2) the author describes the additional characters in the novel Trauma by Boy Candra, either directly or indirectly. Mother has a caring character, Ardi Sabil has a humble character, Kori Marsandi has a bad- tempered character, Dent Sasindra has a selfish and liar character, Raditio Rahadi has a caring character, Mona has a friendly character, Grandpa has a caring character, and finally the additional character is Putra Marnanda. has a deceitful character. The results of this study can be implemented in learning Indonesian in high school, especially in class XII students in even semesters.Keywords: Behavioristic, Character and Characterizatio

    Konflik batin tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra

    No full text
    Literary work is a creative or innovative world created by the author after contemplating the social environment of his life. The purpose of this study is to describe the form of inner conflict in Boy Candra\u27s novel Trauma. This research is aqualitative research with content analysis method. The data collection technique uses literature study techniques, namely reading repeatedly and carefully in order to fully understand the meaning. The results of this study describe the forms of conflict in Boy Candra\u27s novel Trauma, showing several kinds of inner conflict which include sadness, worry, fear, and disappointment

    KAJIAN PSIKOLOGI ANAK DALAM NOVEL SINAR KARYA AGUK IRAWAN MN

    No full text
    PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kajian Psikologi Anak dalam Novel Sinar Karya Aguk Irawan MN”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Drs. Syamsul Anam, M.A. selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember; 2. Dr. Agus Sariono, M.Hum selaku Ketua Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember; 3. Dra. B.M. Sri Suwarni Rahayu. selaku Dosen Pembimbing I, Drs. Heru S.P. Saputra, M.Hum selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian untuk membimbing penulisan skripsi ini; 4. Dra. Asrumi, M.Hum selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing selama penulis menjadi mahasiswa; 5. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Sastra Universitas Jember; 6. teman-teman Sastra Indonesia angkatan 2007, Agus, Sahid, Nita, Silvie, Rani, Candra, Mega, Lia, Retno, Rohman, Irham, Ahmad, Verdiana, Tita, dan Tika yang telah membantu analisis dan memberi dorongan semangat; 7. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Jember, September 2011 Penuli

    AJIAN PSIKOLOGI ANAK DALAM NOVEL SINAR KARYA AGUK IRAWAN MN

    Full text link
    Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kajian Psikologi Anak dalam Novel Sinar Karya Aguk Irawan MN”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Drs. Syamsul Anam, M.A. selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember; 2. Dr. Agus Sariono, M.Hum selaku Ketua Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember; 3. Dra. B.M. Sri Suwarni Rahayu. selaku Dosen Pembimbing I, Drs. Heru S.P. Saputra, M.Hum selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian untuk membimbing penulisan skripsi ini; 4. Dra. Asrumi, M.Hum selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing selama penulis menjadi mahasiswa; 5. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Sastra Universitas Jember; 6. teman-teman Sastra Indonesia angkatan 2007, Agus, Sahid, Nita, Silvie, Rani, Candra, Mega, Lia, Retno, Rohman, Irham, Ahmad, Verdiana, Tita, dan Tika yang telah membantu analisis dan memberi dorongan semangat; 7. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat

    Pengaruh Business Model Sistem Inkubasi Terhadap Kinerja Inkubator Bisnis

    Full text link
    CANDRA IRAWAN SABAN, 2011. Pengaruh Business Model Sistem Inkubasi Terhadap Kinerja Inkubator Bisnis. Di bawah bimbingan HADI K. PURWADARIA dan IDQAN FAHMI. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, sebagian besar perekonomiannya ditopang oleh sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Usaha Besar. Jumlah UKM Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan Usaha Besar. Demikian pula tenaga kerja yang terlibat juga jauh lebih besar, sehingga peran UMKM sangat penting dalam menggerakkan ekonomi bangsa. UKM seringkali mengalami kendala didalam memulai suatu usaha atau mengembangkan usahanya terkait dengan kendala permodalan, akses pemasaran, teknologi. Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) merupakan salah satu model alternatif pengembangan usaha melalui sistem inkubasi yang dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha dalam rangka menciptakan dan menumbuhkan dunia usaha yang kuat, efisien, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah. Setiap inkubator bisnis dan teknologi di Indonesia memiliki business model sistem inkubasi yang berbeda-beda, dimana pengertian dari business model sistem inkubasi yaitu tahapan-tahapan yang dilakukan oleh pihak inkubator dalam merekrut kliennya, kemudian dilanjutkan proses pendampingan terhadap kliennya, hingga proses kelulusan terhadap kliennya. Sebagai contoh business model yang diterapkan pada Inkubator A dalam merekrut kliennya, dimana pihak klien yang menentukan programnya terlebih dahulu baru setelah itu pihak inkubator melihat keadaan pasarnya. Selain itu, Inkubator A juga menyediakan program pasca inkubasi yaitu layanan-layanan yang diberikan oleh pihak inkubator kepada klien yang telah lulus. Sedangkan Inkubator E menentukan programnya terlebih dahulu baru setelah itu mengundang klien untuk masuk ke dalam inkubator. Dari dua business model sistem inkubasi yang ada menunjukan tingkat keberhasilannya pun berbeda-beda, ada program yang bagus untuk diterapkan tapi tidak dilaksanakan di tempat lain. Berdasarkan hal tersebut, untuk menentukan business model sistem inkubasi ideal perlu diketahui business model sistem inkubasi yang digunakan inkubator dalam mengembangkan UKM klien inkubator. Selain itu perlu diketahui bagaimana kinerja setiap business model sistem inkubasi yang diterapkan inkubator dalam mengembangkan UKM klien inkubator. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengidentifikasi dan mengelompokkan business model sistem inkubasi yang digunakan inkubator dalam mengembangkan UKM Klien inkubator. 2) Menganalisis kinerja tiap business model sistem inkubasi dalam mengembangkan UKM klien inkubator. 3) Merumuskan rekomendasi business model sistem inkubasi yang dapat menjadi acuan bagi Inkubator di Indonesia. Sedangkan ruang lingkup dari penelitian ini adalah: 1) Penelitian dilakukan terhadap manajemen IBT dan UKM yang menjadi klien inkubator. 2) Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. 3) Pengelompokkan inkubator hanya didasarkan pada kemiripan business model sistem inkubasi. 4) Hasil penelitian berupa kajian, sedangkan penerapannya dapat menjadi masukan bagi manajemen IBT untuk pengembangan IBT selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survei, yang dilakukan menggunakan kuesioner dan melakukan wawancara. Tahap pertama penelitian dimulai dengan identifikasi business model sistem inkubasi untuk membuat kerangka dan alur business model pada tiap inkubator yang dimulai dari pra inkubasi, inkubasi, sampai dengan pasca inkubasi, tahap selanjutnya dilakukan pengelompokkan business model sistem inkubasi yang hampir serupa. Kemudian dilakukan analisis kinerja untuk mengetahui kinerja setiap business model sistem inkubasi. Hasil dari kinerja dijadikan perumusan business model sistem inkubasi ideal yang dapat menjadi acuan bagi Inkubator di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Business Model Sistem Inkubasi 1 di Inkubator A dapat dibagi menjadi tiga tahap inkubasi yaitu tahap pra inkubasi bisnis, inkubasi bisnis, dan pasca inkubasi. Business model Sistem Inkubasi 2 di Inkubator B dapat dibagi menjadi tiga tahap inkubasi yaitu tahap pra inkubasi bisnis, inkubasi bisnis, dan pasca inkubasi. Business model Sistem Inkubasi 3 di Inkubator C dapat dibagi menjadi tiga tahap inkubasi yaitu tahap pra inkubasi bisnis, inkubasi bisnis, dan pasca inkubasi. Business Model Sistem Inkubasi 4 di Inkubator D dapat dibagi menjadi dua tahap inkubasi yaitu tahap pra inkubasi bisnis dan inkubasi bisnis. Business Model Sistem Inkubasi 5 di Inkubator E dapat dibagi menjadi dua tahap inkubasi yaitu tahap pra inkubasi bisnis dan inkubasi bisnis. Pada tahap pra inkubasi bisnis selain terdapat perekutan klien dan talent serta juga terdapat program mentoring. Parameter persentase keberhasilan inkubasi yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan persentase jumlah klien yang lulus dibandingkan dengan jumlah klien yang mengikuti inkubasi yang mendekati 100 %. Dari analisis kinerja yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 mempunyai nilai keberhasilan inkubasi terbesar yaitu sebesar 50%, Business Model Sistem Inkubasi Tipe 2 memiliki nilai keberhasilan inkubasi terkecil yaitu sebesar 31,3 %. Sedangkan Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1 memiliki nilai keberhasilan inkubasi yaitu sebesar 46,5 % per tahun. Perhitungan parameter kedua yaitu persentase survival rate diketahui bahwa Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1 mempunyai nilai survival rate terbesar yaitu sebesar 43,3 %. Business Model Sistem Inkubasi Tipe 2 memiliki nilai survival rate terkecil yaitu sebesar 20 %. Sedangkan Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 belum memiliki klien yang telah lulus setelah 3 tahun. Pada parameter ketiga yaitu peningkatan omset, didapatkan hasil bahwa Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 memiliki nilai peningkatan omset terbesar yaitu sebesar 146,5 % pertahun. Business Model Sistem Inkubasi Tipe 2 memiliki nilai peningkatan omset terkecil yaitu sebesar 20,2 % per tahun. Sedangkan Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1 memiliki nilai peningkatan omset yaitu sebesar 30,9 % per tahun. Untuk menentukan business model sistem inkubasi ideal maka disusun berdasarkan tahapan business model sistem inkubasi. Agar memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi sebaiknya setiap business model menerapkan program mentoring hal ini dibuktikan oleh besarnya persentase tingkat keberhasilan inkubasi business model sistem inkubasi tipe 3 yang menggunakan program mentoring. Dengan diterapkannya program mentoring maka pada saat klien memasuki tahapan inkubasi dapat lebih fokus untuk penjualan maupun pengembangan produknya. Untuk mendapatkan nilai survival rate yang tinggi sebaiknya business model juga memiliki layanan pasca inkubasi bagi klien yang telah lulus dari inkubator. Hal ini dibuktikan oleh besarnya persentase tingkat survival rate Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1 yang memiliki layanan pasca inkubasi. Business Model Sistem Inkubasi Ideal yaitu yang memiliki program mentoring pada tahap pra inkubasi dan memiliki layanan pasca inkubasi. Secara umum business model sistem inkubasi di Indonesia terbagi menjadi tiga tahap. Perbedaan mendasar dari business model tersebut berupa ada tidaknya program mentoring pada tahapan pra inkubasi dan ada tidaknya layanan pasca inkubasi. Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 baru berjalan selama 2 tahun sedangkan Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1 dan 2 sudah berjalan sekitar 15 tahun. Persentase survival rate klien inkubator yang terbesar dihasilkan oleh Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1. Persentase keberhasilan inkubasi dan persentase peningkatan omset klien inkubator yang terbesar dihasilkan oleh Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3. Business Model Sistem Inkubasi Tipe 2 memperlihatkan persentase keberhasilan layanan inkubasi, persentase survival rate klien inkubator, dan persentase nilai peningkatan omset yang rendah. Business Model Sistem Inkubasi Ideal yaitu yang memiliki program mentoring pada tahap pra inkubasi, adanya tahapan inkubasi dan memiliki layanan pasca inkubasi. Business Model Sistem Inkubasi Ideal yang memiliki program mentoring dan layanan pasca inkubasi dapat dicoba oleh inkubator bisnis dan teknologi di Indonesia. Masih diperlukan evaluasi Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 karena baru berjalan selama 2 tahun. Business Model Sistem Inkubasi Tipe 3 memiliki potensi untuk menjadi Business Model Sistem Inkubasi Ideal jika terbukti kinerja survival rate nya lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja survival rate Business Model Sistem Inkubasi Tipe 1
    corecore