158 research outputs found
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN MANAJEMEN KOLEKSI TERHADAP MINAT KUNJUNG SISWA DI PERPUSTAKAAN MAN 3 YOGYAKARTA
Ida Lusi Parwati, Pengaruh Kualitas Layanan dan Manajemen Koleksi
Terhadap Minat Kunjung Siswa di Perpustakaan MAN 3 Yogyakarta. Skripsi.
Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017.
Latar belakang penelitian ini bermula dari ketertarikan peneliti mengenai
minat kunjung siswa di perpustakaan MAN 3 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan
untuk membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara kulitas layanan dan
manajemen koleksi terhadap minat kunjung siswa di perpustakaan MAN 3
Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya
pengaruh yang diberikan antara kualitas layanan dan manajemen koleksi terhadap
minat kunjung siswa di perpustakaan MAN 3 Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui penyebaran angket, dan dokumentasi. Variabel dalam
penelitian ini meliputi variabel kualitas layanan (variabel independen), variabel
manajemen koleksi (variabel independen) dan variabel minat kunjung (variabel
dependen). Populasi dalam penelitian ini ialah siswa yang berkunjung di
perpustakaan MAN 3 Yogyakarta dengan sampel sebanyak 132 siswa.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: (1) Hasil korelasi ganda
(multivariant) nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh
antara kualitas layanan (X1) dan manajemen koleksi (X2) terhadap minat kunjung
(Y) secara stimultan, dengan koefisien korelasi kualitas layanan < koefisien
korelasi manajemen koleksi (X2) atau 0,698 < 0,758 yang menunjukan adanya
arah hubungan positif dan tingkat hubungan yang kuat. (2) hasil regresi linier
tabel model summary diperoleh R2 (koefisien determinisme) sebesar 0,488,
artinya variabilitas minat kunjung (Y) mampu diprediksi oleh variabilitas kualitas
layanan (X1) sebesar 48,8% dan sisanya 51,2% (100%-48,8%) diprediksi oleh
variabilitas selain kualitas layanan (X1). Sedangkan R2 (koefisien determinisme)
pada manajemen koleksi sebesar 0,574, artinya variabilitas minat kunjung (Y)
mampu diprediksi oleh variabilitas manajemen koleksi (X2) sebesar 57,4% dan
sisanya 42,6% (100%-57,4%) diprediksi oleh variabilitas selain manajemen
koleksi (X2). (3) Hasil regresi koefisien ganda diperoleh β1 sebesar 0,380 dan β2
sebesar 0,497 yang berarti manajemen koleksi (X2) memiliki kontribusi lebih
besar terhadap minat kunjung (Y) dari pada kualitas layanan (X1) atau sebesar
49,7% > 38%
Comparison of Interpretation between Pyrosequencing and Xpert MTB/RIF Assay in Multidrug-Resistant Tuberculosis
Indonesia is one of the countries with the highest multidrug-resistant tuberculosis cases in the world. Rapid molecular test using the Xpert MTB/RIF assay is one of the detection methods for MDR-TB. Early detection of MDR-TB is crucial for early initiation of treatment. However, Xpert MTB/RIF assay only detects the rpoB gene mutations associated with Rifampicin resistance. Recently, WHO recommends the use of Pyrosequencing, a DNA sequencing method that can detect not only the rpoB gene but also katG and/or inhA gene mutations associated with Isoniazid resistance. The aims of this study were to compare the interpretation between the two methods and to determine the differences in codon mutation position detection of the rpoB gene and mutation detection of the katG and/or inhA gene. This was a cross-sectional comparative observational study on patients ≥18 years old interpreted as RR-TB patients based on Xpert MTB/RIF assay results who had not received MDR-TB drugs at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, Indonesia. Results showed there were 40 Rifampicin-resistant TB subjects interpreted by Xpert MTB/RIF assay while Pyrosequencing interpreted 30 MDR-TB, 9 RR-TB and one Isoniazid-resistant TB subjects in January - February 2020. The detection of rpoB gene codon mutation position between Xpert MTB/RIF assay and Pyrosequencing methods was not significantly different (p=0.389). Pyrosequencing had detected 27 katG gene mutations, 3 inhA gene mutations, one katG and inhA gene mutation. To conclude, Pyrosequencing can be used for accurate detection of Rifampicin and Isoniazid resistance in MDR-TB. Perbandingan Hasil Interpretasi antara Pyrosequencing dengan Xpert MTB/RIF Assay pada Multidrug-Resistant TuberculosisIndonesia merupakan salah satu negara dengan kasus multidrug-resistant tuberculosis terbanyak. Penegakan diagnosis MDR-TB saat ini menggunakan tes cepat molekular Xpert MTB/RIF assay sehingga pasien segera mendapatkan pengobatan. Namun Xpert MTB/RIF assay hanya mendeteksi mutasi gen rpoB penyandi resistansi Rifampisin. World Health Organization merekomendasikan Pyrosequencing, metode sequencing nukleotida yang dapat mendeteksi mutasi gen rpoB, gen katG dan/atau inhA penyandi resistansi Isoniazid. Tujuan penelitian ini adalah menentukan apakah kedua alat ini memberikan hasil interpretasi yang sama, apakah ada perbedaan deteksi posisi mutasi kodon gen rpoB dan apakah ditemukan mutasi gen katG dan/atau inhA. Penelitian ini merupakan studi observasional komparatif dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien usia ≥18 tahun yang diinterpretasi RR-TB berdasarkan Xpert MTB/RIF assay di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dan belum mendapat pengobatan. Xpert MTB/RIF assay menginterpretasi 40 subjek Rifampicin-resistant TB sedangkan Pyrosequencing menginterpretasi 30 subjek MDR-TB, 9 subjek RR-TB dan satu subjek Isoniazid-resistant TB pada bulan Januari-Februari 2020. Deteksi posisi mutasi kodon gen rpoB antara Xpert MTB/RIF assay dan Pyrosequencing tidak berbeda bermakna (p=0,389). Pyrosequencing mendeteksi 27 mutasi gen katG, 3 mutasi gen inhA, satu mutasi gen katG dan inhA. Kesimpulan, Pyrosequencing dapat digunakan untuk deteksi resistansi Rifampisin dan Isoniazid pada MDR-TB secara lebih akurat
ANALISIS ALGORITMA BACKPROPAGATION TERMODIFIKASI DENGAN CONJUGATE GRADIENT POWELL BEALE UNTUK DETEKSI ANOMALI PADA INTRUSION DETECTION SYSTEM
Di era globalisasi ini teknologi beserta infrastrukturnya berkembang semakin pesat. Adanya fasilitas teknologi yang semakin terbuka ternyata menimbulkan masalah-masalah baru. Untuk menjaga sistem keamanan tersebut perlu adanya batasan-batasan akses informasi bagi para pengguna untuk menjaga integritas data. Oleh sebab itu diperlukannya sistem keamanan dalam jaringan komputer yang dapat mendeteksi acaman secara cepat serta akurat. Salah satu sistem yang dapat menjaga keamanan jaringan komputer adalah Intrusion Detection System (IDS). Dalam penelitian ini untuk mendeteksi anomali pada IDS akan digunakan Backpropagation Termodifikasi dengan Conjugte Gradient (CG) Powell Beale. Conjugate Gradient merupakan salah satu metode optimasi yang arah pencariannya di dasarkan pada arah konjugasi yang nilainya orthogonal. Penggunan CG dalam memodifikasi Backpropagation diharapkan dapat membantu mendeteksi anomali pada IDS menjadi lebih cepat karena epoch yang digunakan jauh lebih sedikit dan hasil performasi sistem yang lebih baik. Hal tersebut terlihat dari hasil performansi sistem berdasarkan parameter F-Measure yaitu 92.33% untuk kelas normal, 62.38% untuk kelas Probe, 42.06% untuk kelas Dos dan 9.14% untuk kelas R2L. Terbukti bahwa sistem mampu mengklasifikasikan lebih baik dengan jumlah epoch yang sedikit dibandingkan dengan backpropagation standar.
Kata kunci: deteksi anomali, IDS, backpropagation, conjugate gradient powell beal
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMPN 9 TANGERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
Problem Based Instruction (PBI) dengan media audiovisual terhadap
keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Tangerang.
Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015-2016 pada bulan
Februari-Maret. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen,
yakni pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dengan teknik
random atau acak, didapat jumlah sampel sebanyak 60 siswa, yakni kelas
eksperimen 29 siswa dan kelas kontrol 31 siswa.
Berdasarkan penghitungan data, diperoleh nilai rata-rata posttest kelas
eksperimen sebesar 79,59. Hasil tesebut lebih tinggi dibandingkan dengan nilai
rata-rata posttest pada kelas kontrol yaitu 58,85. Hasil perhitungan uji normalitas
(uji Liliefors) diperoleh Lhitung sebesar 0,0099 pada pretest kelas eksperimen dan
0,0635 pada posttest kelas eksperimen, sedangkan pada pretest kelas kontrol
sebesar 0,0038 dan 0,0291 pada posttest kelas kontrol. Ltabel pada taraf signifikasi
0,05 untuk kelas eksperimen adalah sebesar 0,161 dan kelas kontrol sebesar 0,159,
maka data dinyatakan normal. Hasil uji homogenitas (uji Fisher) diperoleh Fhitung
sebesar 1,011 dan Ftabel pada taraf signifikasi 0,05 sebesar 1,868. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel, maka data dinyatakan homogen. Teknik
analisis data dengan menggunakan uji-t menghasilkan thitung sebesar 8,79 dan ttabel
sebesar 2,002 dengan taraf signifikasi sebesar 0,05. Hasil uji-t menunjukkan
bahwa thitung > ttabel. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based
Instruction (PBI) dengan media audiovisual berpengaruh terhadap keterampilan
menulis teks eksposisi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Tangerang
Implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, model
pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan media audiovisual juga
dapat diterapkan pada keterampilan menulis teks eksplanasi. Model ini membantu
siswa untuk mengembangkan ide dan gagasan yang disertai dengan bukti berupa
fakta dan data. Apabila guru dan peneliti lain ingin melanjutkan atau
menggunakan model ini hendaknya memperhatikan kondisi belajar siswa dan
masalah yang sedang hangat terjadi di lingkungan sekitar agar siswa lebih peka
terhadap permasalahan di lingkungannya
FAKTOR-FAKTOR MAHASISWI MENIKAH PADA MASA KULIAH DI FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
Retraction: Reproductive Health Education Improves Students' Knowledge on Reproductive Health: A Case Study at Universitas Respati Yogyakarta, Indonesia
This paper is retracted by YAYASAN ALIANSI CENDEKIAWAN INDONESIA THAILAND. The publisher has discovered that the lead author, Ni Wayan Eti Parwati, violates the caution of copyright and allegedly infringed work and copying the work of Universitas Respati Yogyakarta without permission. In YAYASAN ALIANSI CENDEKIAWAN INDONESIA THAILAND, we take seriously the value of intellectual property, thus, as the consequences of her allegations, we retract the participation of Ni Wayan Eti Parwati at the 2nd International Conference on Applied Science and Health, and all benefits appeared from the conference including recognition and publication
Feasibility the Using of Coffee Waste for Bali Cattle Fattening in Bangli
In Bali, one of the important issues related to livestock development is the issue of feed. The farmers often complain because of high prices of feed that often do not correspond to price of product increase. One of the alternatives for the provision of feed that are cheap and competitive is through the utilization of plantation waste. To view the financial feasibility of livestock farmers is introducting of coffee waste research in the Belantih Village, District of Kintamani, Bangli Regency. The eligible criteria used is Net Present Value (NPV), B/C ratio and the Internal Rate of Return (IRR), followed by the sensitivity test. From the analysis it was founded that the addition of coffee bran into the feed (forage + biocas) of fattening cattle to include net income (year 0 up to 10th) against level discount factor (df) 12% obtained NPV of Rp. 15,079,587.91; IRR of 21% and B/C ratio of 2.62. In farm of fattening who were given forage just acquired a negative NPV of Rp. 14,547,191.50; 1% IRR and B/C ratio of 1.04. From the economic analysis, it was concluded that the using coffee bran is feasible to be introduced due to B/C1 compared to the usual management by the farmers. The sensitivity test showed that the beef cattle fattening are very sensitive to changes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE PADA MATERI GELOMBANG DI SMA (Research and Development)
del 4D yang dimodifikasi menjadi 3D dengan tahapan-tahapan yaitu define,
design dan development. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang
layak digunakan yaitu perangkat pembelajaran dengan model SSCS (Search,
Solve, Create, Share) berbasis multiple intelligences pada materi gelombang di
SMA. Data hasil penelitian diperoleh dari penilaian validator terhadap perangkat
pembelajaran (RPP, LKPD, dan Instrumen tes atau soal), validasi produk
dilakukan oleh 3 ahli yang ditinjau dari 4 aspek yaitu aspek isi, aspek bahasa,
aspek penyajian dan aspek kegrafisan. Berdasarkan hasil uji validasi didapatkan
hasil akhir uji validasi RPP dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori
sangat layak, lalu untuk LKPD dengan hasil akhir uji validasi dengan persentase
sebesar 79,2% dengan kategori layak dan untuk hasil akhir instrumen tes (soal)
didapatkan hasil akhir validasi dengan persentase sebesar 84,9% dengan kategori
sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat
pembelajaran dengan model SSCS berbasis multiple intelligences menunjukkan
bahwa perangkat pembelajaran telah layak digunakan.
Kata kunci : Perangkat Pembelajaran, SSCS, Multiple Intelligence
Pelaksanaan Kursus Calon Pengantin di Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar Dalam Rangka Menekan Potensi Problematika Rumah Tangga Untuk Mewujudkan Tujuan Perkawinan
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG “MOTHER- BABY CARE (M-BC)” TERHADAP PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DALAM PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
Merawat bayi baru lahir merupakan hal yang terpenting
dilakukan setelah bayi lahir dan harus dilakukan oleh ibu agar terjalin ikatan.
Pengetahuan ibu dalam merawat bayi sangat dibutuhkan agar perawatan bayi
dapat dilakukan secara baik dan maksimal. Merawat bayi Metode yang diberikan
adalah model Mother Baby Care (MBC).
Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahuai efektivitas pemberian penkes tentang
model Mother Baby Care (M-BC) terhadap tingkat pengetahuan pada ibu
postpartum dalam perawatan bayi baru lahir.
Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan
pre post test Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan
Accidental sampling. Didapatkan 42 responden dibagi menjadi 2 kelompok,
kelompok intervensi yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video
sebanyak 21 responden dan kelompok kontrol yang diberikan ceramah sesuai SPO
sebanyak 21 responden. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner dan di analisa
menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil : Berdasarkan analisis dengan hasil uji Wilcoxon pada pemberian
pendidikan kesehatan tentang model Mother Baby Care (M-BC) pada ibu post
partum dalam perawatan bayi baru lahir, didapatkan nilai ρ value sebesar 0,000 <
α (0,05). Selanjutnya menggunakan uji Mann Whitney didapatkan nilai ρ value
sebesar 0,000 < α (0,05).
Saran : Dari hasil penelitian diatas ibu post partum diberikan pendidikan
kesehatan tentang model Mother Baby Care (M-BC) pada ibu postpartum dalam
perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Hermina Banyumanik dengan media
video secara efektif dapat meningkatkan pengetahuannya terkait perawatan bayi
baru lahir
- …
