1,116 research outputs found

    ”Pengaruh Sistem Alih Daya Terhadap Kinerja Tenaga Pengamanan Kantor PT PLN (Persero) Wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar”.

    No full text
    ABSTRAK ISWANDI. 2014. ”Pengaruh Sistem Alih Daya Terhadap Kinerja Tenaga Pengamanan Kantor PT PLN (Persero) Wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar”. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar. Sistem alih daya atau yang bisa kita kenal dengan sebutan outsourcing merupakan sistem pengangkatan tenaga kerja yang bisa dibilang baru diterapkan di Indonesia. Di PT PLN (Persero) Wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar ini baru menerpakan sistem ini sekitar pada tahun 2004 yang lalu, dan tidak dapat dipungkiri bahwa sistem penerapan alih daya menimbulkan berbagai masalah di perusahaan BUMN ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem alih daya yang merupakan variabel independen yang akan menjelaskan pengaruhnya terhadap kinerja tenaga pengamanan sebagai variabel dependen. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana dengan pengolahan data menggunakan SPSS 19. Dari hasil pengujian statistik nilai t didapatkan nilai t-hitung : 9,677 dan nilai t-tabel : 2,035. Adapun keputusan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan adalah jika t-hitung lebih besar atau sama dengan t-tabel dan nilai probabilitas lebih kecil dari taraf nyata a= 0.05, maka dapat dikatakan bahwa sistem alih daya berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pengamanan pada PT PLN (Persero) wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar. Sebaliknya jika t-hitung lebih kecil dari t-tabel atau probabilitas lebih besar dari pada taraf nyata a = 0.05, maka dapat dikatakan bahwa sistem alih daya tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pengamanan pada PT PLN (Persero) Wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar. Berdasarkan persyaratan tersebut di atas maka jawaban terhadap hipotesis yang diajukan sebelumnya bahwa “Sistem alih daya mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pengamanan kantor PT PLN (Persero) wilayah SULSEL, SULTRA dan SULBAR di Makassar, telah terbukti atau dengan kata lain hipotesis diterima

    Multipurpose table using knockdown concept / Che Zulkhairi Iswandi Che Hamid

    No full text
    This study was conducted to investigate the importance of multipurpose furniture using knockdown concept. The data was analysed based on the questionnaire that had been distributed to 60 correspondences. Most of correspondent give positive feedback to the material used, space saving multifunction concept, suitability of product to everyone and marketable of the product. Overall, the multifunction table using knockdown concept is well accepted by most of the correspondence since it provides benefits to the consumers

    PENGGUNAAN COMPUTERBASED TEST PADA PENILAIAN AKHIR SEMESTER DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AS-SAJADAH KUBANG RAYA PEKANBARU

    No full text
    ABSTRAK Iswandi, (2024) : Penggunaan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu As-Sajadah Kubang Raya Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan Computer Based Test (CBT) dalam Penilaian Akhir Semester di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu As-Sajadah Kubang Raya Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 16 orang. Sedangkan sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, yang terdiri dari data kuantitatif yang dihitung persentasenya dan data kualitatif, kemudian disajikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CBT oleh guru dinilai sangat baik dengan skor 92,7%, berada dalam rentang 81-100%, yang masuk dalam kategori sangat baik. Ada sembilan faktor yang mempengaruhi penggunaan CBT di sekolah ini, yaitu ketersediaan komputer, jaringan internet, perangkat lunak ujian, penguasaan teknologi oleh guru, pengawasan ujian, fasilitas laboratorium komputer, bandwidth dan koneksi internet, kebijakan lembaga, serta ketersediaan anggaran. Kata Kunci: Penggunaan, Computer Based Test, Penilaian Akhir Semeste

    Is soil degradation unrelated to deforestation? Examining soil parameters of land use systems in upland Central Sulawesi, Indonesia

    No full text
    It is generally assumed that declining soil fertility during cultivation forces farmers to clear forest.We wanted to test this for a rainforest margin area in Central Sulawesi, Indonesia.We compared soil characteristics in different landuse systems and after different length of cultivation. 66 sites with four major land-use systems (maize, agroforestry, forest fallow and natural forest) were sampled. Soils were generally fertile, with high base cation saturation, high cation exchange capacity, moderate pH-values and moderate to high stocks of total nitrogen. Organicmatter stocks were highest in natural forest, intermediate in forest fallow and lowest in maize and agroforestry sites. In maize fields soil organic matter decreased during continuous cultivation, whereas in agroforestry it was stable or had the tendency to increase in time. The effective cation exchange capacity (ECEC) was highest in natural forest and lowest in maize fields. Base cations saturation of ECEC did not change significantly during cultivation both maize and agroforestry, whereas the contribution of K cations decreased in maize and showed no changes in agroforestry sites. Our results indicate that maize cultivation tends to reduce soil fertility but agroforestry systems are able to stop this decline of soil fertility or even improve it. As most areas in this rain forest margin are converted into agroforestry systems it is unlikely that soil degradation causes deforestation in this case. On the contrary, the relatively high soil fertility may actually attract new immigrants who contribute to deforestation and start agriculture as smallholders

    . Perang Badar Tahun 624 M/ 2 H. Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh H. M. Shaleh Madjid dan Ahmadin

    No full text
    ABSTRAK Wawan Iswandi, 2015. Perang Badar Tahun 624 M/ 2 H. Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh H. M. Shaleh Madjid dan Ahmadin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kisah perang Badar dan hal-hal yang ada dibalik perang Badar itu sendiri, mulai dari apa yang melatar belakangi terjadinya perang tersebut, bagaimana proses dan dampak yang kemudian ditimbulkan oleh perang tersebut di dalam masyarakat Arab Makkah pada saat itu. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka dan pembacaan terhadap buku-buku yang relevan dengan peristiwa Perang Badar, dengan menggunakan metode historis, melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi Dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang badar merupakan perang yang pertama dilakukan oleh kaum muslimin yang dalam kapasitas besar. Di beberapa artikel ataupun karya tulis berupa buku, secara khusus disebutkan bahwa penyebab terjadinya perang badar adalah karena adanya usaha kaum Muslimin melakukan penyergapan terhadap kafilah dagang kaum Quraisy yang dipimpin oleh abu sofyan. Namun sebenarnya lebih dari itu. Penyergapan terhadap kafilah dagang tersebut bisa digolongkan dalam penyebab khusus dan penyebab umumnya adalah karena memang kaum Quraisy sudah sangat membenci islam itu sendiri. Mulai dari ketakutan akan kehilangan kekuasaan, kekayaan dan wibawa sebagai bangsawan yang memang saat itu mayoritas penduduk Makkah yang menentang islam adalah para golongan bangsawan. Perang ini terjadi di wilayah Badar, dimana komposisi dari kedua pasukan secara perhitungan kaum muslim kalah jumlah dari kaum Quraisy dengan perbandingan 300 pasukan dari pihak islam dan 1000 dari pihak Quraisy. Perang ini pada akhirnya berhasil dimenangkan oleh kaum muslim ditandai dengan terbunuhnya beberapa pemimpin mereka, diantaranya adalah Amr bin Hisyam atau Abu Jahal. Akhir penelitian ini, disimpulkan bahwa perang Badar mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan Islam di Arab. Yang seandainya pasukan kaum Muslim mengalami kekalahan maka keyakinan terhadap agama Islam akan berkurang bahkan cenderung hilang

    Analisis Pengaruh Quick Ratio (QR), Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return on Equity (ROE) Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2011 - 2015

    No full text
    Ahmad Iswandi (2018). Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang. Program Studi Akuntansi.ANALISIS PENGARUH QUICK RATIO (QR) DAN DEPT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Pada Tahun 2011-2015.Pembibimg I : Prof. Setyaningsih. Pembimbing II : Drs. H. Kukuh Budianto, MM.,Ak.,CA.,CPA.rnTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI pada Tahun 2011-2015. Variable indipenden yang digunakan pada penelitian ini adalah Quick Ratio (QR) dan Dept to Equity Ratio(DER), sedangkan variable dependennya adalah Return On Equity (ROE)rnPenelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana jumlah sampel sebanyak 12 perusahaan dengan pengamatan 5 tahun dan jumlah penelitian 60 laporan keuangan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda.rnRasio Quick Ratio (QR), secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return On Equity. Debt to Equity Ratio (DER), secara parsial berpengaruh terhadap Return On Equity. Quick Ratio (QR) dan Debt to Equity Ratio (DER), secara simultan berpengaruh terhadap Return On Equity (ROE). Selain itu koefisien determinasi R2 sebesar 0,237 menandakan bahwa besar pengaruh variabel terhadap ROE yang dapat diterangkan oleh model persamaan ini adalah 23,7% dan sisanya sebesar 76,3% dipengaruhi faktor-faktor lain.66 hl

    PELAKSANAAN PENCORETAN HAK TANGGUNGAN (ROYA) PADA SERTIPIKAT DI KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKANBARU DALAM MEMBERIKAN KEPASTIAN HUKUM

    No full text
    PELAKSANAAN PENCORETAN HAK TANGGUNGAN (ROYA) PADA SERTIPIKAT DI KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKANBARU DALAM MEMBERIKAN KEPASTIAN HUKUM Tesis, S2, ISWANDI, 1920123004 Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Andalas ABSTRAK Hak Tanggungan adalah jaminan pelunasan hutang. Pencoretan Hak Tanggungan (Roya) sertipikat tanah merupakan tahapan yang paling penting karena membebaskan hak tanggungan pada sertipikat dan buku tanah (arsip) yang berada di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena hutangnya telah lunas. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan pencoretan hak tanggungan (roya) pada sertipikat di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru dalam memberikan kepastian hukum dan bagaimanakah kendala-kendala akibat keterlambatan pengurusan hak tanggungan (roya) dalam hal proses pencoretan (roya) melebihi batas waktu yang ditentukan. Penelitian hukum ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu suatu penelitian yang menggunakan metode pendekatan terhadap masalah dengan melihat norma-norma hukum yang berlaku kemudian dihubungkan dengan fakta-fakta hukum yang terdapat dilapangan. Sedangkan jenis penelitian bersifat deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi dokumen. Hasil penelitian Pelaksanaan pencoretan hak tanggungan (roya) pada sertipikat di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru dalam memberikan kepastian hukum yaitu terdapat disharmonisasi pada setiap peraturan-peraturan yang mengatur mengenai jangka waktu pengurusan roya hak tanggungan terdapat perbedaan hari kerja. Dalam ketentuan terbaru jenis pelayanan pengurusan roya yaitu 3 hari kerja untuk manual dan 1 hari kerja untuk elektronik hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 440/SK-HR.02/III/2023. Hapusnya Hak Tanggungan harus diikuti dengan pencoretan hapusnya Hak Tanggungan dari Buku Tanah hak atas tanah yang dibebani dengan Hak Tanggungan, diperlukan adanya bukti berupa pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Kreditur pemegang Hak Tanggungan, bahwa utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan tersebut sudah dilunasi oleh pihak Debitur atau telah hapus demi hukum, dengan demikian Hak Tanggungan tersebut dapat dicoret untuk pendaftaran pencoretannya pada Kantor Pertanahan. Setelah di Roya, sertipikat hak atas tanah dikembalikan pada Debitur, sedangkan sertipikat Hak Tanggungan ditarik oleh Kantor Pertanahan dan dinyatakan tidak berlaku lagi, demikian juga buku tanah Hak Tanggungan dinyatakan tidak berlaku lagi. Kendala-kendala akibat keterlambatan pengurusan hak tanggungan (roya) dalam hal proses pencoretan (roya) melebihi batas waktu yang ditentukan yaitu adanya kekurangan dalam berkas permohonan roya, adanya kesalahan/error dalam sistem komputerisasi Kantor Pertanahan, buku tanah tidak ditemukan, adanya blokir terhadap sertipikat, SDM dan pejabat tidak berada di tempat. Faktor lainnya yaitu keterlambatan penyelesaian Roya Hak Tanggungan akan mempengaruhi Nilai Kinerja Kantor Pertanahan. Kepala Kantor Pertanahan dapat menegur bawahan akibat terjadinya kelalaian dalam proses penyelesaian dan diberikan sanksi yang tegas kepada pihak yang melalaikan tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini mengakibatkan ketertiban dan kedisiplinan dalam proses pelayanan pertanahan pada Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru sangat minim. Kata Kunci : Hak Tanggungan, Sertipikat Hak Tanggungan, Roy
    corecore