1,720,963 research outputs found
Rukyat qabl al-ghurub: telaah kritis terhadap pandangan para astronom muslim Indonesia tentang penentuan awal bulan kamariah sebelum matahari terbenam
Secara substansial, kajian dalam Disertasi ini dilatar belakangi oleh munculnya pemikiran yang mengklaim bahwa metode rukyat qabl al-ghurub sebagai pemersatu dan sekaligus win win solution terhadap dua kutub ekstrimitas, yakni observasi empirik (rukyat) dan hisab astronomis, kaitannya dengan acuan penentuan awal bulan kamariah. Hal ini ditandai dengan maraknya kegiatan pengamatan hilal di siang hari (qabl al-ghurub) setelah diadakannya festival dan workshop astrofotografi yang diselenggarakan pada tanggal 26-28 April 2014 di Surabaya. Penelitian ini bertolak dari pertanyaan 1) Bagaimana pandangan para astronom muslim Indonesia tentang rukyat qabl al-ghurub? 2) Bagaimana pandangan para astronom muslim Indonesia tentang rukyat shar‘iyyah? 3) Bagaimana pandangan para astronom muslim Indonesia tentang implikasi hukum rukyat qabl al-ghurub terhadap penentuan awal bulan kamariah?. Dalam rangka untuk menjawab pertanyaan seperti yang tercantum dalam rumusan masalah, maka kajian dalam Disertasi ini menggunakan model atau pola deskiptif-analitis. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam (deep interview), seputar tema rukyat qabl al-ghurub. Disamping itu, Penulis melakukan telaah terhadap sumber-sumber lainnya dengan merujuk kepada literatur fikih dan tafsir yang selaras dengan bahasan dalam kajian ini. Demi kepentingan analisis terhadap pandangan para astronom muslim Indonesia, Penulis menggunakan teori fenominologi sebagai instrument analisisnya. Dalam kajian Disertasi ini, telah didapatkan beberapa temuan studi, yaitu 1) Para astronom muslim Indonesia yang menjadi subyek dalam penelitian ini sepakat bahwa rukyat qabl al-ghurub bukan observasi empirik, melainkan pemotretan dan perekaman 2) Mayoritas astronom muslim Indonesia yang menjadi subyek dalam penelitian ini berpendapat bahwa rukyat qabl al-ghuru>b tidak termasuk dalam kategori rukyat shar‘iyyah 3) Terdapat qawl (pendapat) yang rajih (unggul) dan mu‘tamad (kuat) serta lebih dominan, yaitu pandangan yang menyatakan bahwa metode rukyat qabl al-ghurub tidak bisa dijadikan sebagai h}ujjah shar‘iyyah kaitannya dengan penentuan awal bulan kamariah. Selain itu, dengan merujuk kepada varian pandangan para astronom muslim Indonesia, Penulis mengklasifikasinya dengan empat kategori teoritik, yakni: astronom konservatif-tradisonalis, astronom integratif-progressif, astronom integratif-formalis, dan astronom subtantif-scientist. Metode rukyat qabl al-ghurub dengan teknik yang lebih modern telah hadir dengan membawa pesan penting, yakni manusia mampu mengamati posisi hilal secara lebih cermat dan akurat, sekalipun di siang hari. Fakta ini membawa implikasi teoritik pada sebagian pandangan fukaha yang menempatkan “rukyat hilal” bersifat qat‘i, dan ilmu hisab astronomi bersifat zanni
Pandangan Ulama terhadap Transaksi Penyimpanan darah Tali Pusat bayi di Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Darmo Satelit - Surabaya: studi analisis Maslahah
Skripsi ini berjudul "Pandangan Ulama' Terhadap Transaksi Penyimpanan Darah Tali Pusat Bayi di Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Dam10 Satelit-Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui aplikasi transaksi penyimpanan darah pusat bayi, pandangan fuqahi' Syifi'iyah kaitannya dengan aplikasi transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi, dan untuk mengetahui status hukum transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi jika dianalisis dengan menggunakan salah satu dasar pertimbangan dalam penetapan hukum Islam yaitu ma Ja}Jah. Disamping itu, penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh adanya asumsi masyarakat yang beranggapan bahwa dalam transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi mengandung unsur garar, dan menjadi pemicu utama timbulnya penyakit anemia yang dapat membahayakan bagi pihak bayi dan ibu setelah terjadinya pengambilan darah tali pusat bayi. Dalam rangka untuk menjawab pertanyaan di atas penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan metode interview(wawancara) dan telaah terhadap sumber primer yaitu buku yang membahas tentang darah tali pusat bayi, kitab-kitab yang disusun oleh fuqahi' Syifi'iyah yang membahas tentang ijirah dan wadi'ah, dan kitab kitab u ul fiqh yang disusun oleh tokoh u uliyyin yang berma?]iab kepada Imam al Syafi'i. Dalam penelitian ini telah ditentukan beberapa temuan studi yaitu (1) Transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi tidak mengandung ma<farrah (bahaya). (2) Penyimpanan darah tali pusat bayi ditinjau dari teori fuqahi' Syifi'iyah termasuk transaksi yang mengandung dua akad yaitu ijirah dan wadi'ah. (3) Model transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi dengan mensyaratkan adanya sejumlah biaya sebesar enam juta lima ratus ribu rupiah yang harus di bayar di muka dan dinyatakan hangus apabila darah tali pusat bayi tersebut berdasarkan uji laboratorium dinyatakan tidak layak untuk di simpan, tidak bertentangan dan dapat dibenarkan dalam perspektif maslahah. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi di Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Darmo Satelit Surabaya, termasuk transaksi yang mengandung dua akad dalam perspektif fuqahi' Syifi'iyah yaitu ijirah dan wadi'ah, dan tidak mengandung madarrah (bahaya) sehingga dapat dibenarkan dalam perspektif maslahah. Mengingat manfaat yang sangat besar yang terdapat di dalam darah tali pusat bayi yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, sebaiknya setiap ibu yang melahirkan melakukan transaksi penyimpanan darah tali pusat bayi di Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Darmo Satelit-Surabaya. Hal ini dimaksudkan untuk investasi kesehatan demi kebahagiaan dan keselamatan bayi, ibu, dan anggota keluarga yang lain, maupun orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan tetapi membutuhkannya
تقويم برنامج دورة اللغة العربية على أساس نموذج تقويم دانيال ستافلبيم في مدرسة المتوسطة الاسلامية سياميس جاوى غربية
مستخلص البحث
تعتبر تقييم برنامج تعليم اللغة العربية ضروريًا لضمان جودة نظام التعلم، وذلك لمعرفة نتائج تحقيقه والمساهمة في دعم تحقيق رؤية مؤسسة التعليم. يجب أن يتم التقييم بشكل شامل من خلال مراجعة كاملة للأهداف، التخطيط، التنفيذ، ومنتجات البرنامج، بما في ذلك العوامل المعوقة مثل الخلفية التعليمية للمدخلات ووقت تنفيذ البرنامج. تهدف هذه الدراسة إلى التحقيق في جميع الأنشطة في برنامج معسكر اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية eL-BAS في سياميس، وذلك من خلال نموذج التقييم لدانيال ستافلبيم، وهو السياق، المدخلات، العمليات، والمنتجات. (CIPP) تُجرى هذه الدراسة التقييمية للإجابة على السؤال: كيف يتم تقييم السياق، المدخلات، العمليات، والمنتجات في برنامج معسكر اللغة العربية في المدرسة المتوسطة الإسلامية eL-BAS في سياميس؟
هذه الدراسة هي دراسة وصفية تقييمية مع نهج يركز على القرار (The Decision Focused Approach). أما نموذج التقييم المستخدم فهو نموذج CIPP الذي يشمل أربعة مكونات: السياق، المدخلات، العمليات، والمنتجات. تم جمع البيانات من خلال الملاحظة، المقابلات، والتوثيق. تم تحليل البيانات النوعية باستخدام نموذج مايلز وهوبيرمان، بينما تم تحليل البيانات الكمية باستخدام تقنيات الإحصاء الوصفي
نتائج هذه الدراسة هي كما يلي:(1) في تقييم السياق، تم التخطيط لأساس البرنامج بشكل جيد مما أدى إلى تحقيق أهداف واضحة. تم تقديم الدعم في شكل مرافق وبنية تحتية، بما في ذلك بيئة تدعم تطوير اللغة العربية. (2) في تقييم المدخلات، فإن غالبية المعلمين يستوفون المعايير كمدرسي البرنامج. معظم الطلاب لا يمتلكون القدرة الأساسية في اللغة العربية مثل القراءة والكتابة باللغة العربية. يمكن اعتبار المرافق والبنية التحتية جيدة، ولكن هناك حاجة إلى إضافة مختبر خاص. المواد التعليمية ليست متناسبة مع القدرات الأولية للطلاب. (3) في تقييم العملية، لم ينفذ المعلمون أهداف التعلم في المنهج بشكل جيد، حيث يغيب المعلمون في كثير من الأحيان دون تنسيق، ونادرًا ما يستخدم الطلاب اللغة العربية في البيئة المخصصة لذلك. (4) في تقييم المنتج، فقط فصلان من أصل أربعة فصول يمكن اعتبارهما ناجحين بناءً على الهدف المحدد وهو الحصول على درجة 60، حيث كان متوسط درجات الامتحان النهائي 67.5، مما يستنتج أن نتائج برنامج دورة اللغة العربية في مدرسة eL-BAS المتوسطة الاسلامية سياميس لم تحقق الهدف المنشود. وبالتالي، يتطلب الاستمرار في البرنامج إجراء بعض التحسينات على بعض مكونات البرنا
ABSTRACT
The evaluation of Arabic language learning programs is essential for ensuring the quality of an educational system, aiming to assess its outcomes and contribution towards achieving the vision of an educational institution. Evaluation implementation needs to be comprehensive, involving a thorough review of the program's objectives, planning, implementation, and outcomes, including inhibiting factors such as the educational background of inputs and during program execution. This study intends to investigate all activities within the Arabic Language Camp program at MTs eL-BAS Ciamis, understood through Daniel Stufflebeam's evaluation model known as Context Input Process Product (CIPP). This evaluative study is conducted to address the question: How is the evaluation of the context, input, process, and product of the Arabic Language Camp program at MTs eL-BAS Ciamis?
This research is a descriptive evaluative study with a decision-focused approach. The evaluation model used is CIPP, which comprises four components: context, input, process, and product. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model, while quantitative data were analyzed using descriptive statistical techniques.
The results of this research are as follows: (1) In the context evaluation, the program foundation has been well-planned, thus achieving clear objectives. Support is provided in the form of facilities and infrastructure, including an environment supportive of Arabic language development. (2) In the input evaluation, the majority of teachers meet the criteria as program instructors. However, the majority of students lack basic Arabic language skills such as reading and writing Arabic script. Facilities and infrastructure are considered adequate, although there is a need for additional specialized laboratories. Teaching materials are not adequately tailored to the students' initial abilities. (3) In the process evaluation, the learning objectives outlined in the curriculum are not effectively implemented by the teachers. Teachers often absent themselves without coordination, and students rarely use Arabic language in the provided environment. (4) In the product evaluation, out of the 4 classes, only 2 can be considered to have passed based on the target achievement score of 60. With an average final exam score of 67.5, it can be concluded that the overall outcome of the Arabic language camp program at MTs el-BAS Ciamis has not met the targeted results. Therefore, to proceed, several improvements are needed in various program components.
ABSTRAK
Evaluasi program pembelajaran bahasa Arab diperlukan untuk penjaminan mutu suatu sistem pembelajaran, guna mengetahui capaian hasilnya serta kontribusi dalam mendukung pencapaian visi suatu Lembaga pendidikan. Pelaksanaan evaluasi perlu dilakukan secara komprehensif dengan mengadakan tinjauan secara menyeluruh terhadap tujuan, perencanaan, implementasi, dan produk program, termasuk faktor-faktor yang penghambat seperti: latar belakang pendidikan input dan saat pelaksanaan program. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki seluruh aktivitas dalam program camp Bahasa arab MTs eL-BAS Ciamis, dipahami melalui model evaluasi Daniel Staffelbeam yaitu Context Input Process Product (CIPP). Studi evaluatif ini dilakukan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana evaluasi konteks, input, proses dan produk program camp Bahasa arab MTs eL-BAS Ciamis?
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan yang terfokus pada keputusan (The Decision Focused Approach). Adapun model evaluasi yang digunakan yaitu CIPP yang meliputi empat komponen konteks, input, proses, produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) pada evaluasi konteks yaitu, landasan program telah di rencanakan dengan baik sehingga memperoleh tujuan yang jelas. Dukungan di berikan dalam bentuk sarana dan prasarana termasuk lingkungan yang mendukung terhadap perkembangan Bahasa arab. (2) pada evaluasi input yaitu, Mayoritas guru sudah memenuhi kriteria sebagai pengajar program. Mayoritas siswa belum memiliki kemampuan dasar Bahasa arab seperti membaca dan menulis tulisan Arab. Sarana dan prasarana sudah dapat dikatakan baik. Namun, perlu adanya penambahan labolatorium khusus. Materi ajar kurang di sesuaikan dengan kemampuan awal siswa. (3) pada evaluasi proses yaitu, tujuan pembelajaran pada kurikulum tidak di laksanakan dengan baik oleh guru, guru sering absen tanpa kordinasi, siswa jarang menggunakan Bahasa arab pada lingkungan yang telah disediakan. (4) pada evaluasi produk yaitu, 2 dari 4 kelas yang dapat dikatakan lulus berdasarkan pada target nilai capaian 60, dengan perolehan rata-rata nilai ujian akhir yaitu 67,5 memberi kesimpulan bahwa keseluruhan produk program camp bahasa Arab di MTs el-BAS Ciamis belum memberikan hasil yang di targetkan. Sehingga untuk melanjutkannya diperlukan beberapa perbaikan terhadap beberapa komponen program
Analisis Ijārah, Wadī’ah dan Maslahah terhadap Transaksi Penyimpanan Darah Tali Pusat Bayi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Darmo Satelit Surabaya
This research is field research that discusses the transaction of storing a baby's umbilical cord blood that occurs at the Darmo Satelit-Surabaya "Mitra Keluarga" Hospital in the theoretical perspective of maslahah (benefits), Ijārah (lease) and Wadī'ah (savings). This study proposes two problem formulations, namely: first, a description of the baby's umbilical cord blood storage transactions that occurred at the Darmo Satelit-Surabaya "Mitra Keluarga" Hospital. Two, analysis of maslahah, Ijārah, and Wadī'ah on transactions for storing baby's umbilical cord blood at the Darmo Satelit-Surabaya "Mitra Keluarga" Hospital. The results of the study concluded that the hospital stores umbilical cord blood that has been cut and stored through stem cell transplantation and cell therapy. From the perspective of Ijārah, Wadī'ah, and maslahah, the practice is permissible because there is no element of garār and gives maslahah for human life.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Implementasi Metode Focus Group Discussion (FGD) Pada Pembelajaran Bahasa Arab di Institut Nahdlatul Ulama Ciamis
The importance of FGD (Focus Group Discussion) in Arabic language learning
cannot be underestimated. Without FGDs, communication skills and Arabic
vocabulary
acquisition will stagnate. FGD is not just a method, but a vital
bridge that connects students with a deep understanding of culture, context,
and linguistic nuances that cannot be achieved through conventional
methods. Therefore, this study aims to examin
e and ap
ply the Focus Group
Discussion
method to Arabic language learning in the Islamic Counseling
Guidance Study Program of Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis and identify
the challenges and successes in applying the FGD method to Arabic language
lear
ning. The research method used involves qualitative analysis of data from
classroom observations and document analysis. The data analysis technique
used in this research is the Miles and Huberman data analysis model, namely
data reduction, data presentatio
n and conclusion drawing. The results of the
study explain the implementation of the Fo
cus Group Discussion
method
comprehensively from the opening of the FGD to the closing. The challenge
found in the implementation of the FGD method is the limited time t
hat is
already tight according to the lecture schedule. The success is the active
participation of students in equalizing perceptions together with a deeper
understanding
Implementasi metode Focus Group Discussion (FGD) pada pembelajaran bahasa Arab di Institut Nahdlatul Ulama Ciamis
The importance of FGD (Focus Group Discussion) in Arabic language learning cannot be underestimated. Without FGDs, communication skills and Arabic vocabulary acquisition will stagnate. FGD is not just a method, but a vital bridge that connects students with a deep understanding of culture, context, and linguistic nuances that cannot be achieved through conventional methods. Therefore, this study aims to examine and apply the Focus Group Discussion method to Arabic language learning in the Islamic Counseling Guidance Study Program of Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis and identify the challenges and successes in applying the FGD method to Arabic language learning. The research method used involves qualitative analysis of data from classroom observations and document analysis. The data analysis technique used in this research is the Miles and Huberman data analysis model, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study explain the implementation of the Focus Group Discussion method comprehensively from the opening of the FGD to the closing. The challenge found in the implementation of the FGD method is the limited time that is already tight according to the lecture schedule. The success is the active participation of students in equalizing perceptions together with a deeper understanding
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
