1,721,032 research outputs found
Tinjauan Yuridis Manfaat Penerapan Hukum Kebiri Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Di Tinjau Dari Aspek Hukum Pidana
Penerapan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual merupakan
respon darurat pemerintah R.I atas maraknya aksi pemerkosaan secara sadis si
Indonesia. Karenanya, pemerintah diperlukan instrumen hukum yang mampu
mengatasi persoalan kekerasan seksual tersebut, karena hukum yang ada
sebelumnya dianggap tidak mampu mencegah kejahatan seksual, serta dipandang
tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Dengan lahirnya perpu kebiri ini,
ekspektasi terhadap pelaku kekerasan seksual diharapkan dapat menjawab
masalah tersebut, meskipun hal ini masih kontroversia, tetapi kebiri selayaknya
dipandang sebagai bagian dari kebutuhan hukum dan atau reformasi hukum
pidana Indonesia.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Kajian
hukum pidana Indonesia terhadap penerapan hukum kebiri, bagaimana latar
belakang wacana penerapan hukum kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual; dan
dan untuk mengetahui manfaat penerapan hukum kebiri terhadap upaya
penanggulangan kejahatan seksual di Indonesia. Metode penelitian yang
digunakan penelitian ini adalah yuridis-normatif dengan menggunakan analisis
kualitatif, dengan sumber data skunder (library reseach) yang terdiri dari bahan
hukum primair, sekunder dan subsidair.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui hukum kebiri
dimungkinkan sebagai hukuman tambahan diluar hukum pemidanaan yang selama
ini dikenal oleh Indonesia sebagai bagian dari reformasi atau pembaharuan hukum
pidana di Indonesia. Latar belakang lahirnya hukum kebiri ini merupakan respon
darurat pemerintah R.I terhadap maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia
dewasa ini. Bahwa hukuman kebiri yang terdapat dalam Perppu No. 1 tahun 2016
setidaknya untuk saat ini telah efektif, meskipun Perppu masih terdapat berbagai
kelemahan dari aspek sosiologis, pilosofis dan historis
ISLAMIC ECONOMICS AND PARTIAL–TOTAL RELIGIOSITY: A Case Study of Majlis Taklim in Banjarmasin
In Banjarmasin, most of majlis taklim are dominated by the study of sufism. If there is a discussion of fiqh (Islamic jurisprudence), it is more inclined about fiqh al-‘ibâdah (fiqh of worship). Meanwhile fiqh al-mu‘âmalah (fiqh of social interaction) is not a study that is considered important, so that the majlis taklim by the study fiqh al-mu‘âmalah are few. Based on participant observation, there are two majlis taklims who carry out da’wa of islamic economics through the study fiqh al-mu‘âmalah, they are Darul Ma‘arif and Ar-Rahmat. Using interactive data analysis, this field research indicates that the two majlis taklims carry out da‘wa of islamic economics by presenting fiqh al-mu‘âmalah contemporary material through a discussion of mu‘âmalah which is associated by economic issues and modern financial. Considering that study fiqh al-mu‘âmalah is still few, it is necessary to initiate transformative da‘wa as an effort to build a comprehensive Islamic paradigm including worship and social interaction, so that the partial religiousity phenomenon in Banjarmasin become a total religiousity.[Majlis taklim di Kota Banjarmasin didominasi materi pengajian sufism. Jika ada pembahasan fikih, ia lebih cenderung kepada pembahasan fikih ibadah. Sedangkan fikih muamalah tidak menjadi kajian yang dianggap penting, sehingga majlis taklim dengan kajian fikih muamalah (fikih ekonomi syariah) terbatas. Berdasarkan observasi partisipan, ada dua majlis taklim yang melaksanakan dakwah ekonomi syariah melalui pengajian fikih muamalah, yaitu Majlis Taklim Darul Ma‘arif dan Majlis Taklim Ar-Rahmat. Penelitian lapangan yang menggunakan analisis data interaktif ini menunjukkan bahwa dua majlis taklim tersebut melaksanakan dakwah ekonomi syariah dengan penyajian materi fikih muamalah kontemporer melalui pembahasan muamalah yang dikaitkan dengan isu-isu ekonomi dan keuangan modern. Karena pengajian fikih muamalah masih sedikit, dakwah transformatif perlu digagas sebagai upaya membangun paradigma Islam komprehensif yang mencakup ibadah dan muamalah, sehingga fenomena religiusitas parsial di Banjarmasin berubah menjadi religiusitas total]
PENGARUH BAURAN PEMASARAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MEUBEL DI UD. SEKAWAN RIMBA WANGKAL GADING KABUPATEN PROBOLINGGO
Abstract: The present study was conducted to respond to the significant effect between the mixed marketing and quality of the products simultaneously in making decision for buying the products in UD. Sekawan Rimba Wangkal 1 Gading, Probolinggo. The sample of this study is 30 people as the respondent which took the population of UD. Sekawan Rimba Wangkal 1 Gading, Probolinggo. The analysis method used in collecting data is quantitative analysis which doubles linier regression. The result of this study shows that result of F (simultaneous regression) analysis test, show that mixed marketing and the quality of products have the same significant effects in making decision for buying the products in UD. Sekawan Rimba Wangkal 1 Gading, Probolinggo. Based on statistic result of F (simultaneous regression) test, shows that the highest score 14.253 which 0,000 significant scores. It shows that, if the significant scores (p value) ≤ 0,05, then Ha is received and Ho is rejected. The mixed marketing and the quality of products have the same significant effect in making decision for buying the products (furniture’s) in UD. Sekawan Rimba Wangkal Gading Kabupaten Probolinggo, partially. Based on the result of t partial test of mixed marketing has a significant effect in making decision. The result shows 0,374 of coefficient score are significant with 0,034. Meanwhile, the effect of the quality of products in making decision shows 0,262 coefficients score with 0,009. If the significant score (p value) ≤ 0,05, then Ha is received and Ho is rejected. Key words: mixed marketing, quality of the products, making decision (buying
POLA INTERAKSI SOSIAL DIPASAR TRADISIONAL PABAENG BAENG DI KACAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR
Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi siswa MI Darul Ulum, Wates, Ngaliyan
Kepala Madrasah sebagai leader yang baik harus dapat mengupayakan perkembangan dan kemajuan sekolah serta bertanggungjawab untuk meningkatkan akuntabilitas keberhasilan siswa dan programnya. Prestasi peserta didik merupakan hal yang penting karena produk suatu sekolah yang paling sering dan umum menjadi sorotan yakni prestasi yang didapatkan peserta didik baik dibidang akademik maupun non akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kebijakan Kepala Madrasah dan mendeskripsikan implikasi strategi kebijakan kepala Madrasah MI Darul Ulum dalam meningkatkan prestasi siswa-siswinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sumber primer berupa kepala madrasah dan sumber sekunder berupada data pendukung. Teknik pengumpulan data malalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan 1) Upaya kepala madrasah MI Darul Ulum dalam meningkatkan prestasi akademik siswa mencakup tiga point. 2) Implikasi strategi Kepala Madrasah dalam meningkatkan Prestasi Siswa di MI Darul Ulum, Wates, Ngaliyan menentukan keberhasilan peserta didik di bidang akademik dan non akademik
PARTISIPASI PERENCANAAN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD TERHADAP PENINGKATAN KOMITMEN TUJUAN
Karyawan yang memiliki komitmen tinggi sangat peduli dengan tujuan organisasi. Sebaliknya, karyawan yang berkomitmen tujuan rendah tidak peduli tujuan organisasi dapat tercapai atau tidak. Partisipasi mempengaruhi komitmen karyawan pada tujuan organisasi. Partisipasi memberikan peluang terjadinya pertukaran informasi dan negosiasi, menciptakan persepsi spesifik, realistis dan perasaan memiliki. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh partisipasi perencanaan strategis berbasis balanced scorecard (BSC) terhadap peningkatan komitmen tujuan dan menghasilkan rencana strategis berbasis BSC di sebuah yayasan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan 16 subjek di sebuah yayasan. Pengukuran komitmen tujuan menggunakan skala komitmen tujuan. Analisa data kuantitatif dengan Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan pada komitmen tujuan (F = 0,500 dan p = 0,611 setelah mengikuti perencanaan strategis partisipatif berbasis BSC. Kata kunci: Partisipasi, perencanaan strategis, balanced scorecard, komitmen tujuan Employees who have high goal commitment are very concerned with organizational goals. Otherwise, employees who have low goal commitment did not care organization goals can be achieved or not. Participation affect employee commitment to organizational goals. Participation provides opportunities for information exchange and negotiation, creating a perception that the goals has specific, realistic and a sense of belonging to the goals. This study aims to examine the effect of participation in strategic planning based on the balanced scorecard (BSC) to increase goal commitment and to generate strategic plan based on the BSC in a foundation. This study involved 16 subjects in a foundation. Measurement of goal commitment using goal commitment scale. Quantitative data analysis with Repeated Measures ANOVA. The result showed that there was no significant increase of goal commitment (F = .500 and p = .611) after attending a participatory strategic planning based on BSC. Keywords: Participation, strategic planning, balanced scorecard, goal commitmen
اللفظ المشرتك في سورة التوبة و علاقتها في التربية الإسلامية Al-Lafzhul Musytarak di dalam Surah At-Taubah dan Keterkaitannya dalam Pendidikan Islam
Penelitian ini membahas tentang al-lafzhul musytarak di dalam surah At-Taubah. Terdapat banyak al-lafzhul musytarak.
Rumusan Masalah : Apa saja al-lafzhul musytarak yang terdapat pada ayat di
dalam surah At-Taubah ? Apa saja aspek pendidikan yang terdapat pada ayat di
dalam surah At-Taubah ?
Tujuan Penelitian : Mengetahui al-lafzhul musytarak yang terdapat pada ayat
di dalam surah At-Taubah. Mengetahui aspek pendidikan yang terdapat pada ayat
di dalam surah At-Taubah.
Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan menganalisis isi dan
pendekatan semantik.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Al-lafzhul musytarak yang
berbentuk isim ada 16 kata. Diantaranya dari bentuk isim mufrad ada 12 kata. Dan
dari bentuk jama’ mudzakkar salim ada 1 kata. Dan dari bentuk jama’ taksir ada 3
kata. Adapun al-lafzhul musytarak yang berbentuk fi’il ada 5 kata. Diantaranya dari
bentuk fi’il madhi ada 1 kata. Dan dari bentuk fi’il mudhari ada 1 kata. Dan dari
bentuk fi’il amr ada 1 kata. Dan dari bentuk fi’il nahi ada 2 kata. 2) Aspek
pendidikan yang terdapat pada ayat di dalam surah At-Taubah ialah: toleransi,
tolong-menolong, tanggungjawab dan pendidika
FORMULASI RECHTSVINDING DENGAN PENALARAN ANALOGIS DALAM EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM (Telaah Metodologis Qiyas sebagai RaÔÇÖy terhadap Mash├ódir al-Ahk├óm asy-SyarÔÇÖiyyah)
The background of this study is rechtvinding (legal discovery efforts) must be carried out to describe contemporary cases and then establish the law so that there is a legal status.. The qiyas method is a rechtvinding tool with analogical reasoning in the study of the epistemology of Islamic law. Qiyas is the use of ra'y against mashâdir al-Ahkâm asy-Syar'iyyah (al-Qur'an and sunnah) and is one of the secondary legal arguments agreed upon by jumhur scholars. This paper aims to study methodologically the flow of thinking and work patterns of rechtvinding through qiyas. Rechtvinding formulation with the qiyas method is carried out by equating the law of something that has no legal provisions with something that already has legal provisions in the text of the al-Qur'an and sunnah because of the equality of 'illat between the two. In the application of qiyas, there are pillars that must exist, namely ashl, far ', hukm al-ashl and' illat, each pillar has conditions that must be met as legality. With the similarity of 'illat, it can be applied qiyas between ashl to far'. 'Illat is divided into' illat manshushah and 'illat mustanbathah and methodologically there is a method of investigation to find out' illat which is called masâlik al-'Illat
- …
