55 research outputs found

    Kualitas hadis-hadis dalam channel Dilwa Media : Studi ceramah Habib Muhammad bin Alwi Al Haddad

    No full text
    Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam menyampaikan hadisnya disampaikan secara kontekstual tanpa lafadz hadis dan juga tanpa sanadnya. Hal tersebut menimbulkan keraguan terhadap kualitas hadis yang disampaikan. Sedangkan para penonton ceramah tersebut kebanyakan dari kaum muda, yang nyaman mendengarkan dengan isi ceramah sederhana dan ringkas tanpa tabbayun terlebih dahulu terhadap hadis-hadis yang disampaikan penceramah. Fenomena tersebut yang menjadikan channel Dilwa Media sebagai objek penelitian. Sehingga ketika para pendengar ceramah channel Dilwa Media ingin melihat kualitas hadis yang disampaikan penceramah, penelitian ini bisa digunakan sebagai rujukan atau referensi. Penelitian ini dilakukan untuk membahas Kualitas Hadis-Hadis Dalam Channel Dilwa Media: Studi Ceramah Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad. Maka peneliti telah merumuskan masalah: Bagaimana kualitas dan sumber hadis-hadis yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam channel Youtube Dilwa Media? Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hadis-hadis serta sumber hadis-hadis yang disampaikan Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam channel Dilwa Media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analistis. Sumber primer pada penelitian ini adalah video-video pada channel Youtube Dilwa Media dan kitab-kitab hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat delapan hadis yang ditemukan dan dijadikan objek pada penelitian ini. Diantaranya adalah: Enam hadis yang berstatus Shahih, satu hadis yang berstatus Hasan, dan satu hadis yang berstatus Daif. Dengan demikian hadis-hadis yang disampaikan Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam ceramahnya pada channel Youtube Dilwa Media mayoritas berkualitas Shahih

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    No full text
    Di dalam sejarah Islam, cukup banyak kaum perempuan yang memainkan peranan penting di dalam sejarah. Walaupun para Muslimah di masa lalu umumnya tidak berperan di sektor publik, sejarah Islam tidak kekurangan pahlawan perempuan yang memberi kontribusi penting di berbagai bidang. Tulisan kali ini akan mengangkat sosok Muslimah yang menonjol dalam hal ilmu dan kesolehan, yang pengaruhnya membekas hingga jauh selepas wafatnya. Muslimah ini adalah Sayyidah Nafisah binti alHasan al-Alawiyah al-Hasaniyah, seorang perempuan alim ahli ibadah keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang wafat di Mesir. Nama dan nasab beliau adalah Nafisah binti Abu Muhammad al-Hasan bin Zaid bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib (al-Dhahabi, 1985: 279; Ibn Kathir, 1998: 170; Ibn Khallikan, 1868: 574). Dengan kata lain, beliau adalah cicit kepada al-Hasan, putera Fatimah binti Rasulillah shallallahu alaihi wasallam. Al-Hasan, ayah Sayyidah Nafisah, merupakan seorang yang memiliki keutamaan dan pernah diangkat oleh Khalifah al-Mansur sebagai gubernur di Madinah (al-Zubayri, tt: 56)

    Islamic Philanthropy: The Idea of Economis Empowerment of the Ummah of K.H. Ma’ruf Amin

    No full text
    This article describes the portrait of the Islamic Philanthropy idea of KH. Ma'ruf Amin in the context of the economic empowerment of the Ummah. This paper rests on the basic premise that religion cannot be separated from the social dynamics of society. Methodologically, this article is library research using analytical descriptive method and normative, historical, and sociological approaches as a reading instrument for various literatures. In the context of Islamic philanthropy, the idea of economic empowerment of K.H. Ma'ruf Amin pivots on strengthening regional economic infrastructure and equitable development. Inequality of the economy of Indonesia is the result of past economic policies that adopted the conglomeration model of the trickle-down effect theory. To respond to this model, K.H. Ma'ruf Amin offers a pattern of economic development that adopts the ketupat model, which describes an increase in the economy in the weak economic sector so that there is a gradual increase in the middle economic secto

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB ALĀLĀ KARYA MUHAMMAD ABU BASYIR DAN KONTEKSTUALISASINYA DALAM PEMBELAJARAN DARING

    No full text
    Alwi, Idris, Hasan. 2022. Nilai- Nilai pendidikan Karakter dalam Kitab Alālā karya Muhammad Abu Basyir dan Kontekstualisasinya dalam Pembelajaran Daring. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegururan (FATIK) Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN). Pembimbing, Drs. Kasnun, M.A Kata kunci: Nilai Pendidikan Karakter, Nadzam Alālā, Pembelajaran Daring. Pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri baik bagi siswa, wali, maupun guru sejak pandemi terjadi. Di sisi lain, banyak pelajar yang bersikap latah dalam mengoperasikan perangkat teknologi pembelajaran berbasis digital dan cenderung kurang beretika saat pembelajaran berlangsung di kelas virtual. Kitab Alālā yang merupakan ringkasan dari kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Al-Zarnuji berisikan motivasi dan tuntunan bagi seorang pembelajar menurut hemat peneliti masih relevan dalam konteks pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan nilai- nilai pendidikan karakter dalam kitab Alālā karya Syaikh Muhammad Abu Basyir Ar Romawi. (2) Mengetahui bagaimana kontesktualisasinya nilai nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau penelitian telaah pustaka. Sumber data primer yang digunakan adalah Kitab Alālā karya Syaikh Muhammad Abu Basyir Ar Romawi., sedangkan data sekundernya diambil dari buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan tema penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesesuian nilai pendidikan karakter dengan nilai pendidikan karakter dalam kitab Alālā. Diantaranya adalah: 1) Cerdas kesesuaian dengan nilai karakter kreatif, mandiri, dan tanggung jawab; 2) Sabar kesesuian dengan nilai karakter bersahabat/ komunikatif, peduli lingkungan, cinta damai, dan cinta tanah air; 3) Petunjuk guru kesesuian dengan nilai karakter religious dan menghargai prestasi; 4) Semangat kesesuaian dengan nilai karakter rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, dan gemar membaca; 5) Biaya kesesuian dengan nilai karakter peduli social, kreatif, dan kerja keras; 6) Waktu yang lama memiliki kesesuaian dengan nilai karakter semangat kebangsaan, dan demokratis. Dan juga terdapat keterkaitan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam nadzam Alālā dengan konteks Pembelajaran daring. Diantaranya adalah: 1) Nilai karakter terampil, disiplin, bijaksana, dan beretika terhadap penggunaan media komunikasi pembelajaran daring 2) Nilai karakter mawas diri, optimis dan adaptif terhadap hambatan- hambatan baik non formal ataupun formal dalam pembelajaran daring, 3) Nilai karakter patuh, memuliakan guru, dan tanggung jawab terhadap perintah dan kebijakan guru ataupun orang tua, 4) Nilai karakter ambisius, dan selektif dalam semangat menuntut ilmu dalam pendidikan daring, 5) Nilai karakter mandiri, kreatif, dan hemat terhadap situasi ekonomi selama pendidikan daring, 6) Nilai Karakter efektif dan efisiensi terhadap durasi pembelajaran daring

    ...(LENGKAPI TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, SESUAIKAN FORM DENGAN TEMPLATE YANG TERSEDIA DI WEB PERPUS, UPLOAD ULANG)...NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB ALĀLĀ KARYA MUHAMMAD ABU BASYIR DAN KONTEKSTUALISASINYA DALAM PEMBELAJARAN DARING

    No full text
    Alwi, Idris, Hasan. 2022. Nilai- Nilai pendidikan Karakter dalam Kitab Alālā karya Muhammad Abu Basyir dan Kontekstualisasinya dalam Pembelajaran Daring. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegururan (FATIK) Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN). Pembimbing, Drs. Kasnun, M.A Kata kunci: Nilai Pendidikan Karakter, Nadzam Alālā, Pembelajaran Daring. Pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri baik bagi siswa, wali, maupun guru sejak pandemi terjadi. Di sisi lain, banyak pelajar yang bersikap latah dalam mengoperasikan perangkat teknologi pembelajaran berbasis digital dan cenderung kurang beretika saat pembelajaran berlangsung di kelas virtual. Kitab Alālā yang merupakan ringkasan dari kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Al-Zarnuji berisikan motivasi dan tuntunan bagi seorang pembelajar menurut hemat peneliti masih relevan dalam konteks pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan nilai- nilai pendidikan karakter dalam kitab Alālā karya Syaikh Muhammad Abu Basyir Ar Romawi. (2) Mengetahui bagaimana kontesktualisasinya nilai nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau penelitian telaah pustaka. Sumber data primer yang digunakan adalah Kitab Alālā karya Syaikh Muhammad Abu Basyir Ar Romawi., sedangkan data sekundernya diambil dari buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan tema penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesesuian nilai pendidikan karakter dengan nilai pendidikan karakter dalam kitab Alālā. Diantaranya adalah: 1) Cerdas kesesuaian dengan nilai karakter kreatif, mandiri, dan tanggung jawab; 2) Sabar kesesuian dengan nilai karakter bersahabat/ komunikatif, peduli lingkungan, cinta damai, dan cinta tanah air; 3) Petunjuk guru kesesuian dengan nilai karakter religious dan menghargai prestasi; 4) Semangat kesesuaian dengan nilai karakter rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, dan gemar membaca; 5) Biaya kesesuian dengan nilai karakter peduli social, kreatif, dan kerja keras; 6) Waktu yang lama memiliki kesesuaian dengan nilai karakter semangat kebangsaan, dan demokratis. Dan juga terdapat keterkaitan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam nadzam Alālā dengan konteks Pembelajaran daring. Diantaranya adalah: 1) Nilai karakter terampil, disiplin, bijaksana, dan beretika terhadap penggunaan media komunikasi pembelajaran daring 2) Nilai karakter mawas diri, optimis dan adaptif terhadap hambatan- hambatan baik non formal ataupun formal dalam pembelajaran daring, 3) Nilai karakter patuh, memuliakan guru, dan tanggung jawab terhadap perintah dan kebijakan guru ataupun orang tua, 4) Nilai karakter ambisius, dan selektif dalam semangat menuntut ilmu dalam pendidikan daring, 5) Nilai karakter mandiri, kreatif, dan hemat terhadap situasi ekonomi selama pendidikan daring, 6) Nilai Karakter efektif dan efisiensi terhadap durasi pembelajaran daring

    Sejarah pondok pesantren Tegalsari Ponorogo pasca Kiai Hasan Besari Tahun 1862-1964 M

    No full text
    Penelitian ini merupakan library research dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang menerapkan empat tahap yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan sosiologi. Pendekatan sejarah digunakan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan dari pondok pesantren Tegalsari, sedangkan pendekatan sosiologi digunakan untuk mengetahui kehidupan sosial dari Kiai Hasan Besari dan kiai penerusnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori continuity and change dan teori peran. Kedua teori tersebut berguna untuk mengetahui perkembangan Pondok Pesantren Tegalsari serta peran yang dilakukan kiai-kiai pasca Kiai Hasan Besari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa (1) Pondok Pesantren Tegalsari didirikan oleh Kiai Muhammad Besari sekitar tahun 1742 M dan mengalami kemajuan saat masa Kiai Hasan Besari, (2) Pondok Pesantren Tegalsari pasca Kiai Hasan Besari pada tahun 1862 mengalami banyak perkembangan sampai kiai terakhir Kiai Alyunani tahun 1964 M, (3) Kondisi Pondok Pesantren Tegalsari pasca Kiai Hasan Besari mengalami kemunduran dengan berbagai faktor, aspek, serta dampak terhadap lingkungan Tegalsari sendiri, masyarakat, maupun adanya lembaga kepesantrenan

    Tafsir Ahkam di Indonesia: Analisis Tafsir Al-Ahkam Abdul Halim Hasan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metodologi Tafsir Al-Ahkam yang ditulis oleh Abdul Halim Hasan Binjai dalam menafsirkan ayat-ayat hukum dalam al- Qur?an. Kajian ini merumuskan metodologi dalam memahami ayat-ayat hukum baik itu dalam bidang ibadah maupun mu?amalah, agar ke depannya ayat-ayat hukum tidak ditafsirkan secara tendensius dan parsial. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis, yaitu sebuah metode yang berupaya menggambarkan apa yang menjadi objek penelitian yaitu tafsir al-ahkam. Selanjutnya, tafsir al-ahkam dianalisis melalui pengumpulan data dan sampel yang sudah ada. Dengan kata lain, penelitian ini fokus kepada masalah-masalah yang ada ketika penelitian berlangsung. Keseluruhan data-data dalam penelitian ini merupakan bahan kepustakaan yang tertulis atau dikenal dengan library research (penelian kepustakaan), baik itu berupa buku, laporan hasil penelitian, makalah-makalah, jurnal ilmiah dan yang berkenaan dengan penelitian. Selanjutnya untuk meneliti penafsiran Abdul Halim, maka digunakan pendekatan tafsir maudhu?i, yaitu dengan mengklasifikasikan terlebih dahulu ayat-ayat sesuai tema, untuk melihat pendekatan yang dipakai ketika menafsirkan ayat-ayat hukum tersebut. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa, penafsiran Syekh Abdul Halim Hasan Binjai terhadap ayat-ayat hukum menggunakan metode tafsir dengan pendekatan tafsir bil ma?tsur, sehingga menghasilkan penafsiran yang cenderung tekstual. Penafsiran ini hanya bergerak dari refleksi (teks) ke praksis (konteks), yang bergerak hanya pada teks saja, dan mengabaikan sisi konteksnya. Namun penafsiran ayat-ayat hukum Abdul Halim bukanlah bagian dari penafsiran yang fanatik kepada mazhab tertentu, seperti mufasir ayat hukum lainnya yaitu, Al-Qurthubi yang cenderung pada mazhab Maliki, Al-Jashash bermazhab Hanafi, dan al-Kayaharasi bermazhab Syafi?i, sehingga terlihat adanya unsur subjektivitas dalam penafsiran mereka. Maka dari itu kesimpulan dari penelitian ini adalah, penafsiran ayat hukum yang cenderung tekstual, dengan menggunakan perbandingan mazhab dalam tafsirnya, akan menghasilkan penafsiran ayat hukum yang luwes, tidak rigid dan eksklusif, serta kordial terhadap berbagai mazhab. Hasil penelitian ini, tidak sepakat dengan Abdullah Saeed (2005, 2006, 2006a, 2014), Nasr Hamid Abu Zayd (1994, 1994a), Hasan Hanafi (1994, 1995, 2005), Yang mengemukakan bahwa, penafsiran yang cenderung tekstual akan menghasilkan sebuah penafsiran yang rigid, eksklusif dan sektarian, kontradiktif serta diskriminatif terhadap satu kelompok. Penelitian ini sepakat dengan, Ibn Uthaymin (2001), al- Albani (2007), dan Ayyub al-Kibsi (2009), yang mengatakan bahwa penafsiran secara tekstual adalah penafsiran yang paling otoritatif dan baik dalam menjelaskan ayat al- Qur?an

    PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA WARUNG NASI UDUK RIRIN UTAMA DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    TAMLICHA ALWI, 2018 Pengaruh Biaya Promosi dan Harga Terhadap Volume Penjualan Pada Warung Nasi Uduk Ririn Utama di kelurahan mamajang dalam, kecamatan mamajang, makassar. Skripsi. Dibimbing oleh pembimbing I Bapak Prof. Dr. H. Salamun Pasda, M.Si dan pembimbing II Bapak Muhammad Hasan S.Pd., M.Pd. Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh biaya promosi dan harga secara parsial dan simultan terhadap volume penjualan nasi uduk pada Warung Nasi Uduk Ririn Utama. Pendekatan penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu dengan mengumpulkan data yang ada kaitannya dengan variabel yang akan diteliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 bulan dari laporan promosi, harga dan volume penjualan pada Warung Nasi Uduk Ririn Utama. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang berupa data biaya promosi, harga, dan volume penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh secara simultan pada variabel biaya promosi dan harga terhadap volume penjualan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara parsial, biaya promosi memiliki pengaruh hubungan yang positif terhadap volume penjualan nasi uduk dan harga mempunyai hubungan yang negatif terhadap volume penjualan nasi uduk

    MODEL TOLERANSI PROPHETIK DI MADINAH PASCA HIJRAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP PLURALITAS SOSIAL BUDAYA INDONESIA

    No full text
    Tolerance between religious communities is an important issue to be discussed. This is because in recent years various acts of radicalism and tolerance in the name of religion have increasingly occurred in various parts of the world. This study aims to analyze the inter-religious tolerance model practiced by the Prophet Muhammad in Medina. Using a qualitative method with a literature review approach, this research found that the tolerance built by the Prophet in Medina was dominant with the positive-active tolerance model. This study also found that the reality of tolerance in Medina is basically relevant to the plurality of religions in Indonesia. Therefore, the tolerance model developed by the Prophet in Medina is relevant to be implemented in Indonesia. Of course, the implementation of the tolerance model is by adjusting the sociocultural construction of today's society

    Design of Water Flow Utilization as Power Plant Using Pico Hydro Power in Aisyah Maksum Integrated Islamic Education Foundation

    No full text
    Utilization of waste energy must continue to be developed as a popular power plant. Heat, flow, vibration, pressure, and light are wasted energy. One of the uses of this energy is the flow of water pipes. The flow of water pipes potentially for electric power, water turbines and pico hydro generators are connected to the water flow pipes which are usually inches in size. The water turbine is placed at the beginning of the water source both from the tap, after the wellbore pump and after the water reservoir. This can overcome energy savings and electricity costs. The laying of this water can be placed in front of the water faucet. Therefore, in this study, the magnitude of the potential electrical energy released by the flow of water for 6 faucets, 12, 18, and 23 by designing and testing tools placed in the water pipe flow entering the reservoir and after the reservoir for a capacity of 1000 L. From the results of designing and testing the PLTPH of the water flow at the Foundation Aisyah Maksum's education included testing of 6 faucets producing 4.88 V, 1.356 Watts, for 12 faucets producing 8.5 V, 2.862 Watts, for 18 faucets producing 13.05 V, 7.02 Watts, and finally 23 faucets producing 17.65 V, 15.497 Watts. Load simulation in the form of a 220V, 460 Watt transfer pump with 3-50 L/min. Electrical energy is obtained from the Solar Charge Controller (SCC) which has a DC booster and stored in the battery. The load has supplied via the inverter to the transfer pump as alternative energy if the PLN goes out87 PagesSkripsi Sarjan
    corecore