447 research outputs found

    PROSA DAN PUISI RAKYAT SUKU REJANG KECAMATAN MUARA KEMUMU KABUPATEN KEPAHIANG

    Get PDF
    ABSTRAK Hartono Rudi, 2018. Prosa dan Puisi Rakyat Suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing: (I) Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum., (II) Drs. Agus Joko Purwadi, M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengelompokkan prosa rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang, dan mengelompokkan puisi rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode etnografi. Data dalam penelitian ini berupa prosa dan puisi rakyat suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini antara lain: Inventarisasi, wawancara, dan rekaman. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti, terdapat tujuh prosa rakyat dan 13 puisi rakyat di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Prosa rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu yaitu: (1) Asal Mula Batu Kalung, (2) Hantu Wak Wir, (3) Benuang Sakti, (4) Bloloi, (5) Asal Usul Rejang Pat Petulai, (6) Asal Usul Buah Jagung, (7) Kancil Ingkar Janji. Puisi rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu adalah berupa: pantun, ungkapan tradisional (peribahasa), dan mantera. Kata kunci: Prosa, puisi rakyat, Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahian

    Figurative Language of Cinema World in Joko Widodo Speech

    Get PDF
    This research titled Figurative Language in Joko Widodo Speech. The purpose of this research is to analyze and describe the figure of speech in Joko Widodo speech, the types of figurative language and its meaning of his speech. A qualitative method was used to classify and analyze the data. The technique used in collecting the data was searching videos of Joko Widodo speech. The data used Perrine (1963) and Taylors theories (1981: 167) that many types of figurative language that divide into three classifications namely comparison and substitution, representation by substitution, and contrast by the discrepancy. The data was taken from Joko Widodo Speech in Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in Bali, World Economic ASEAN Forum in Hanoi and US-ASEAN Forum. The author found 9 figurative languages in Joko Widodo speech in the international event; there were 7 allusions, 1 metaphor, and 1 assonance. The conclusion of this research, the using of figurative language is an alternative to implied the literal meaning which can attract the readers or listeners attention and evoke their imagination

    ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA

    No full text
    Poetry still exists today, through poetry the author can express his feelings and thoughts. In addition to being written, poetry can also be read, made into musicals, inserted in short stories, novels, and films. There are various studies that can be used to analize poetry, one of which is stylistics studies. Tyhrough this study, it can be seen the style of language used by the author in making poetry. The purpose of this study is to find the style of language in the collection of poems My Firl by Joko Pinurbo. This study uses a qualitative method. Data analysis was carried out using Miles and Huberman analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the research on the use of language styles in the collection of poems My Girl by Joko Pinurbo, namely parable language style, metaphor language style, personification language style, cynicism style, and anaphoric language style.Keywords: literary works; poetry; stylistic

    Fig. S1 in Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species

    No full text
    Fig. S1. The Museum Zoologicum Bogoriense (MZB; left) showing the entire polychaete collection after being tidied up by the author (JP; right).Published as part of Pamungkas, Joko & Glasby, Christopher J., 2019, Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species, pp. 595-639 in Raffles Bulletin of Zoology 67 on page 637, DOI: 10.26107/RBZ-2019-0045, http://zenodo.org/record/534371

    Kebijakan Pertahanan Indonesia terhadap Pulau-Pulau Kecil Terluar sebagai Beranda Depan Kedaulatan Negara: Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo

    Get PDF
    Dari 17.506 lebih pulau, 92 di antaranya adalah pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan laut langsung dengan 10 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Timor Leste, Papua New Guinea, Republik Palau, Australia, dan India. Dari 92 pulau tersebut, menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), ada 12 pulau-pulau kecil terluar yang rawan secara pertahanan dan keamanan karena merupakan titik koordinat terluar. Kekalahan Indonesia dalam memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan juga menjadi salah satu titik terhadap kesadaran negara tentang pentingnya pulau-pulau kecil terluar. Dengan kehadiran Joko Widodo bersama Doktrin Poros Maritim Dunia, menjadikan pulau-pulau kecil terluar sebagai kajian strategis bagi penyusunan kebijakan pertahanan Indonesia. Penelitian ini merupakan upaya untuk menggambarkan kebijakan pertahanan yang diterapkan Indonesia terhadap pulau-pulau kecil terluar sebagai beranda kedaulatan negara. Dengan menggunakan konstruktivisme, penulis melihat adanya kekuatan ide yang dituangkan Joko Widodo melalui Doktrin Poros Maritim Dunia, yang kemudian membentuk wajah baru Indonesia dalam memperlakukan pulau-pulau kecil terluar yang merupakan salah satu komponen penting pada sektor maritim. Konsep maritime security juga digunakan penulis dalam menganalisa kebijakan pertahanan karena mengingat militer tetap menjadi satu bagian penting dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya di wilayah perbatasan. Dengan menggunakan metode wawancara dan telaah pustaka, penulis menyajikan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan, ditemui bahwa Joko Widodo berhasil menuangkan idenya ke dalam kebijakan pertahanan Indonesia, bahkan hingga melahirkan berbagai peraturan nasional yang berpatok pada UNCLOS 1982. Joko Widodo juga berhasil menggerakkan Kementerian/Lembaga terkait yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk menjalankan perannya di pulau-pulau kecil terluar. Namun demikian, pemerintahan Joko Widodo masih jauh dari kata aktif dalam keterlibatannya di forum internasional untuk membawa isu pulau-pulau kecil terluar.From more than 17.506 islands, 92 among them are the outermost small islands which have sea border with ten neighbor states including Malaysia, Singapura, Phillippines, Vietnam, Thailand, Timor-Leste, Papua New Guinea, Republic of Palau, Australia and India. According to The National Agency for Border Management (BNPP), from 92 of the outermost small islands above, 12 are having the vulnerability in security and defense because they were in the outermost coordinate point. After The International Court of Justice decided that sovereignty over Sipadan and Ligitan Island belongs to Malaysia, Indonesia puts the outermost small islands as one of the most important issues. Joko Widodo with his Global Maritime Axis Doctrine puts the outermost small islands as strategic studies in defense policy. This research aims to describe Indonesian defense policy of Joko Widodo's era toward the outermost small islands as state sovereign verandah. By using constructivism, the author saw that Joko Widodo’s ideas of Global Maritime Axis Doctrine have shaped Indonesian new forms toward how it treat the outermost small islands which one of the most important components in maritime. The author also using maritime security concept to analyze Indonesia defense policy because military existence still plays an important role in protecting Indonesian sovereignty, especially in the border region. By using research methods of interviews and literature review, this research presented in a qualitative approach. Through this research, the author found that Joko Widodo transfers his idea in Indonesian defense policy successfully, and moreover can make some national constitutions which are based on UNCLOS 1982. The Ministry and/or Institution under Joko Widodo's era, such as Ministry of Defense, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, and The National Agency for Border Management also played their roles into the outermost small islands. Even though, Indonesian defense policy in Joko Widodo's era still far from involvement into the international forum to bring the outermost small islands issues

    Evaluasi Seratus Hari Periode Kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo Melalui Peristiwa Penobatan Saul sebagai Raja

    Get PDF
    Abstract. Saul as the first king of Israel is often regarded as a king who was rejected by God. According to 1 Samuel 13, he had acted against the will of God as Samuel had reminded. However, from a different perspective can be found the good values of King Saul’s leadership. The author used the narrative interpretation method of 1 Samuel 10-11 in order to explore the positive values of King Saul's leadership which were then used as an evaluation for 100 days of the second period of President Joko Widodo's reign. The result is President Joko Widodo's efforts in building peace should be appreciated, but in upholding justice and human rights leave an unsatisfactory record.Abstrak. Saul sebagai raja pertama Israel sering dianggap sebagai raja yang ditolak oleh Allah. Menurut 1 Samuel 13, dia telah bertindak melawan kehendak Tuhan yang telah diingatkan oleh Samuel. Namun demikian, dari perspektif yang berbeda dapat ditemukan nilai-nilai kepemimpinan yang baik dari Raja Saul. Penulis menggunakan metode tafsir naratif terhadap 1 Samuel 10-11 dalam rangka menggali nilai-nilai positif dari kepemimpinan Raja Saul tersebut yang kemudian digunakan sebagai evaluasi bagi 100 hari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya adalah dalam hal upaya Presiden Joko Widodo untuk menciptakan damai sejahtera patut diapresiasi, namun dalam hal tanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan HAM masih menjadi catatan yang belum memuaskan

    PENGARUH VOLUME FRAKSI SERAT ECENG GONDOK TERHADAP KARAKTERISTIK SERAPAN UAP AIR BIOPLASTIK

    Get PDF
    Bioplastik merupakan pengganti plastik konvensional yang berasal dari bahan alami dan biasa digunakan sebagai kemasan makanan. Bioplastik berbasis pati tapioka bersifat hidrofilik dan mudah menyerap air. Untuk memperbaiki sifat pati tersebut maka ditambahkan material yang memiliki sifat hidrofobik (tidak suka air) yaitu selulosa dari eceng gondok. Pengujian yang dilakukan yaitu pengamatan gugus fungsi serta karakteristik serapan uap air komposit bioplastik berdasarkan volume fraksi serat. Matriks berasal dari bioplastik berbasis pati tapioka dan penguat dari serat eceng gondok yang telah direbus dengan NaOH 25%. Volume fraksi serat yang digunakan yaitu 0%; 1%; 3%; 5% dan 10% dari berat kering pati. Setelah eceng gondok direbus dengan NaOH 25% membuat gugus fungsi C-O-C (aryl-alkyl ether) tidak ditemukan lagi dan gugus fungsi O-H, C-H, adsorbed water dan C-O berkurang. Gugus fungsi O-H terbanyak terdapat pada komposit bioplastik 0% serat sedangkan yang paling sedikit terdapat pada komposit bioplastik 5% serat. Semakin banyak gugus fungsi O-H (ikatan hidrogen) maka semakin mudah untuk berikatan dengan air. Serapan uap air terendah yaitu komposit bioplastik volume fraksi serat 5% sebesar 49,25% lebih baik dari serapan uap air komposit bioplastik volume fraksi serat 10% dengan serapan uap air sebesar 50.06 %. Serapan uap air tertinggi yaitu komposit bioplastik 0% serat sebesar 52.8%. Penambahan volume fraksi serat mampu menurunkan kemampuan serapan uap air komposit bioplastik jika distribusi serat merata. Kata kunci : Serat eceng gondok, Bioplastik, Fourier Transform Infrared, dan serapan uap ai

    Spread of population dynamics model of diabetes without and with complications of other diseases

    Get PDF
    The incidence and prevalence of diabetes increases in Indonesia.Complications of diabetes constitute a burden for the individuals and the whole society.. In this paper, ordinary defferential equations and numerical approach is used to monitor population size and the complications of diabetes without other diseases. The simulation results of this model explains the predictive number of diabetics without complications and the number patient diabetes with other complications after to determine the number of patients in overall.model to predict the number of diabetics without and with complications of other diseases.Diabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat ketidakcukupan fungsi insulin. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan atau produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (Dirjen Bina Farmasi & ALKES, 2005). DM merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif atau absolut. Bila hal ini dibiarkan tidak terkendali dapat terjadi komplikasi metabolik akut maupun komplikasi vaskuler jangka panjang, baik mikroangiopati maupun makroangiopati (Rini Tri Hastuti, 2008). Prevalensi DM di dunia mengalami peningkatan yang cukup besar, demikian juga di Indonesia. Data statistik organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 diperkirakan jumlah penderita diabetes di dunia sekitar 194 juta mewakili prevalensi global melebihi 3% dari populasi dunia dan diprediksikan akan mencapai 333 juta (6.3%) pada tahun 2025. Selain itu, untuk pertama kalinya, sebuah perkiraan 314 juta (8.2%) diberikan untuk orang-orang dalam tahap pradiabetes yang setidaknya sepertiga akan berkembang ke tahap diabetes setelah 10 tahun. Peningkatan dramatis terjadi di kedua prevalensi dan insiden diabetes secara global, terutama dengan batas baru yang diusulkan oleh komite ahli dalam diagnosis dan klasifikasi DM pada tahun 1997 dan diadopsi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

    ANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI PADA ANTOLOGI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI KARYA JOKO PINURBO

    Get PDF
    This research is a qualitative research which aims to 1) describe the building blocks of the poems "Tengah Malam", "Kebun Hujan", and "Kepada Uang" contained in Joko Pinurbo's Happy Performing Poetry Worship anthology. In addition, this study also aims to 2) use the results of the analysis of the building blocks of the poems Midnight, "Rain Gardens", and "To the Money" contained in Joko Pinurbo's Happy Performing Worship Poetry anthologies as materials for learning literature in schools, especially in learning poetry analysis in class X. To achieve this goal the research method that the author uses is descriptive analysis. Then, the data collection techniques that the authors do are observation, documentation and questionnaires. The results of this analysis can be used as teaching materials for class X students who still adjust to the curriculum and syllabus that have been set
    corecore