14 research outputs found

    PENGAWASAN TERHADAP PENGEDARAN MINUMAN BERALKOHOL (TUAK) DI KECAMATAN TAPUNG OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPARNOMOR 8 TAHUN 2017 ENTANGKETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

    Full text link
    ABSTRAK Hardi Harfandi (2021): Pengawasan terhadap Pengedaran Minuman Beralkohol (Tuak) di Kecamatan Tapung oleh Satuan Polisi Pamong Praja Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2017 Tentang ketentraman Dan Ketertiban Umum Dalam pelaksanaan pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Kampar Kecamatan Tapung dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Ketentraman Dan Ketertiban Umum mengingat pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) masih belum optimal dan peraturan daerah sebagai pelaksanaan pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) tidak terimplementasi sepenuhnya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar nomor 8 Tahun 2017 tentang ketentraman dan ketertiban umum di Kecamatan Tapung dan faktor penghambat pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar nomor 8 Tahun 2017 tentang ketentraman dan ketertiban umum. Penelitian ini ialah penelitian hukum sosiologis. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Desa Sari Galuh dan Pancuran Gading, penjual minuman beralkohol (tuak) dan masyarakat di Desa Sari Galuh dan Pancuran Gading. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar nomor 8 Tahun 2017 tentang ketentraman dan ketertiban umum yang terdapat di dalam pasal 38 ayat (1) berbunyi Bupati berwenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaran ketentraman dan ketertiban umum, yang dilaksankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Dengan demikian Satuan Polisi Pamong Praja jarang sekali turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap pengedaran minuman beralkohol (tuak) sehingga maraknya penjualan minuman beralkohol (tuak), adapun faktor penghambat Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan yaitu tidak adanya laporan dari masyarakat, kurang nya personil anggota dan tidak adanya transportasi untuk turun kelapangan. Kata kunci: Pengawasan, Pengedaran Minuman Beralkohol (Tuak

    Sinergisitas Sikap dan Pengetahuan dalam Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Febi IAIN Bukittinggi

    Full text link
     The objective of this research to analysis deeply examine the synergy of attitude and knowledge to develop entrepreneurship spirit of the students of Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI) IAIN Bukittinggi. After analyzed qualitatively using; SWOT analysis, SWOT Matrix, and Charge Table Score, it can be pointed out that the synergy of attitude and knowledge in the development of entrepreneurship of students namely; 1) To grow values: honesty, tolerance,  ideas and creativity, awareness of the norms and rules, a strong spirit in learning, a strong drive to excel, confidence, and independence, interest, perseverance, and motivation, the desire to explore and produce economic resources, entrepreneurial spirit and entrepreneurship, And, 2). Realizing knowledge about; entrepreneurship ideas that suits the needs of the market, the development of business prospects, and business management. This research contributed to prepare the graduates who can compete in both academic and non-academic fields

    MENGGALI POTENSI JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PTAIN DI SUMATERA BARAT

    Full text link
    AbstrakPotensi interprenership mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumatera Baratmenunjukkan bahwa potensi tersebut mencapai kategori menengah bahkan cenderungnaik. Sebagian karakter enterprenership yang kuat (berdasarkan persepsi mahasiswa)merupakan karakter kerja keras, penampilan baik, keimanan, kemampuan mengambilkeputusan, kemauan meningkatkan pengetahuan, ambisi maju, komunikatif, berkomitmenkerja, bertanggung jawab, ketertarikan terhadap enterprenership, kesempatan meraih citacitamasa depan, semangat, motivasi menjadi unggul, memiliki orientasi masa depan, danmau belajar dari kegagalan. Namun sebagian karakter yang tidak kuat adalah kemampuanbekerja sama dalam tim, mau cepat menerima hasil, kreatif, leluasa, kemampuanmemimpin, dan toleransi.Kata kunci: potensi, entrepreneurship, mahasiswa, PTAIN, Sumatera Bara

    PENGARUH HEDONIC SHOPPING VALUE DAN SHOPPING LIFESTYLE TERHADAP IMPULSE BUYING PELANGGAN BELANJA ONLINE (STUDI PADA MASYARAKAT NAGARI BATUHAMPAR KECAMATAN AKABILURU)

    No full text
    This research is based on problems that occur in the Nagari Batuhampar Community, Akabiluru District who do online shopping, where there is the behavior of people who make sudden purchases, but the goods purchased are not necessarily needed, there are people who make purchases without thinking about the benefits of the products purchased and the public regrets after making a purchase. This research method uses quantitative research where the data in this research is collected through questionnaires. The population in this research is the people of Nagari Batuhampar who have made purchases while shopping online at the marketplace/online shop, the exact number of which is not known. The sampling technique used the lemeshow formula, totaling 96 respondents. Data processing uses statistical tests which are processed using SPSS version 27. A substantial effect of hedonic shopping value on impulse buying is observed in the Nagari Batuhampar community, Akabiluru sub-district, according to research findings (thitun 13.311>ttable 1.661 and a significance value of 0.000 indicates that shopping lifestyle significantly affects impulse buying.3) The influences of hedonic shopping value and shopping lifestyle on impulse buying are statistically significant (ttable 1.661, p < 0.05, fcount 104.396).the 3.09 ftabl

    The Role of Religiosity in Moderating the Relationship Between Gender and Tax Evasion

    Full text link
    Tax evasion committed by taxpayers will reduce state revenues thereby hampering development activities. This tax evasion must be prevented so that the country's economy continues to grow and develop. This study examines the effect of gender on tax evasion. The religiosity variable is used as a moderating variable on the relationship between gender and tax evasion. This study used student respondents from the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) IAIN Bukittinggi. The use of FEBI IAIN Bukittinggi students in this research is because they will later join the business world as either owners or workers and at that time they will automatically have an obligation to pay taxes. To see the effect of the gender variable on tax evasion and the moderating effect of the religiosity variable, the researcher used Moderated Regression Analysis (MRA. The results of this study found that (1) gender did not have a negative impact on tax evasion, (2) the religiosity variable was proven to moderate the relationship between gender and tax evasion. Gender with a high level of religiosity tends to avoid tax evasion because tax evasion is contrary to religious values

    Perencanaan Pengembangan Landasan Pacu (Runway) dan Landasan Hubung (Taxiway) Pada Bandara Sultan Syarif Kasim II

    Full text link
    Bandara Sultan Syarif Kasim II merupakan satu-satunya bandar udara internasional yang berada di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Jumlah pergerakan penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II pada tahun 2016 mencapai 3.943.351 orang. Jumlah tersebut akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan semakin terbukanya akses ke Kota Pekanbaru. Bandara Sultan Syarif Kasim II saat ini memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2240 meter dan lebar 45 meter, dengan dimensi tersebut tentu sangat mempengaruhi jenis pesawat yang akan beroperasi di Bandara Sultan Syarif Kasim II mengingat jumlah penumpang yang akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan panjang landasan pacu (runway) dan landasan hubung (taxiway) untuk operasional pesawat rencana yang akan digunakan pada 20 tahun mendatang serta melakukan evaluasi terhadap kondisi landasan pacu (runway) dan landasan hubung (taxiway) saat ini. Untuk meramalkan pergerakan pesawat terbang pada 20 tahun mendatang dilakukan dengan metode analisa regresi linear berganda. Dari hasil perhitungan, maka didapatkan kebutuhan panjang runway yang ideal di Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan kondisi pergerakan pesawat terbang saat ini adalah sebesar 3.005 m dengan lebar runway minimum 45 m. Pada 20 tahun mendatang, didapatkam kebutuhan panjang runway sebesar 3.815 m dengan lebar minimum 45 m serta direncanakan 2 buah exit taxiway dengan sudut 45° yang terletak sejauh 2051 m dan 2963 m dari masing-masing ujung runway. ========================================================= Sultan Syarif Kasim II Airport is the only one international airport located in Pekanbaru City, Riau Province. The number of passenger movements at Sultan Syarif Kasim II Airport in 2016 reached 3,943,351 people. This amount will increase every year along with economic growth and more access to the City of Pekanbaru. Sultan Syarif Kasim II Airport currently has a runway of 2240 meters and a width of 45 meters. Remembering these dimensions, certainly it totally affects the type of aircraft which will operate at Sultan Syarif Kasim II Airport considering the number of passengers that will increase from year to year. The aim of this Final Project Preparation is to calculate the necessity of runway and taxiway requirements for aircraft operations which will be obtained in the next 20 years and to evaluate the current condition of runways and taxiways. To predict the movement of airplanes in the next 20 years, method which is used is multiple linear regression analysis. The aforementioned evidence above reveals that the ideal runway needs at Sultan Syarif Kasim II Airport with the current aircraft movement condition is 3,005 m with a minimum runway width of 45 m. In the next 20 years, it will become 3,815 m of runway length with a minimum width of 45 m and it will be planned 2 exit taxiways with a 45 ° angle located 2051 m and 2963 m from the end of runway

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN SYARIAH PADA BIMBINGAN MANASIK HAJI DAN UMRAH DI TRAVEL SELATOUR CABANG BUKITTINGGI

    Full text link
    This research is based on the travel agency Travel Selatour Bukittinggi branch which has received permission from (Kemenang), Sharia Management in managing the Hajj and Umrah Manasik Guidance, as well as the number of pilgrims departing at Travel Selatour Bukittinggi branch. The research method used is a qualitative method in the form of a descriptive method regarding analyzing the potential of sharia management in the guidance of Hajj and Umrah rituals at Travel Selatour Bukittinggi branch. The data collection technique is an interview with the manager of Travel Selatour Bukittinggi branch. From the results of research conducted on the guidance of Hajj and Umrah rituals at the Bukittinggi branch of Selatour Travel, the implementation of Sharia Management, namely Sidik, Amanah, Tablig and Fatanah

    ANALISIS PENGARUH TlNGKAT INFLASI, TlNGKAT BUNGA, HARGA EMAS DAN NILAI TUKAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 1992-1996

    Full text link
    Berdasarkan atas analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab IV, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan basil analisis yang telah dilakukan, dapat dinyatakan bahwa variabel tingkat bunga dan harga emas merupakan variabel-variabel yang mempunyai pengaruh bermakna terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta. 2. Variabel tingkat inflasi dan nilai tukar Dollar AS temyata tidak mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap indeks harga saham gabungan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh masih kurang profesionalnya para pelaku di bursa sehingga suatu Pasar Modal yang efisien masih belum dapat diwujudkan. 3. Kontribusi dari varia bel bebas secara simultan terhadap naik turunnya indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta mulai periode Januari 1992 sampai Desember 1996 dapat dilihat dari koefisien determinasi sebesar 31,60% (0,3160). Ini berarti 31,60% perubahan indeks harga saham gabungan disebabkan oleh perubahan variabel bebas secara bersama-sama, sisanya yang 68,40% disebabkan oleh variabellain yang tidak masuk dalam model

    Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada UMKM Apotek Nadia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan keuangan pada Apotek Nadia di Bukittinggi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Apotek Nadia merupakan salah satu usaha mikro yang masih menggunakan pencatatan keuangan secara manual dan sederhana, serta belum menerapkan standar akuntansi secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan dapat disusun sesuai dengan pedoman SAK EMKM. Penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar membantu pelaku UMKM dalam mengevaluasi kondisi usaha, meningkatkan transparansi keuangan, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi

    Implikasi Keberadaan Goodwill Pada Laporan Keuangan (Manfaat dan Distorsi)

    Full text link
    Artikel ini membahas implikasi goodwill terhadap laporan keuangan, dengan fokus pada manfaat dan distorsi. Goodwill, aset tidak berwujud yang timbul dari akuisisi di mana harga belinya melebihi nilai wajar aset yang dapat diidentifikasi, dapat memberikan dampak positif terhadap laporan keuangan perusahaan dengan meningkatkan kekayaan bersih atau ekuitas pemegang saham. Namun, di samping manfaatnya, goodwill juga menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keakuratan nilai yang dicatat. Penilaian goodwill sering kali bergantung pada estimasi dan asumsi, sehingga meningkatkan risiko ketidakakuratan dalam pengukurannya. Melalui tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun penyusutan goodwill dapat mendorong investor dan pemangku kepentingan untuk merevisi ekspektasi mereka terkait pendapatan dan arus kas di masa depan, namun hal ini juga dapat menyebabkan oportunisme manajerial, sehingga mengurangi keandalannya. Untuk memitigasi risiko tersebut, perusahaan dapat meningkatkan kualitas audit dan menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang efektif. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai implikasi goodwill pada praktik pelaporan keuangan.This article discusses the impact of goodwill on financial statements, focusing on its benefits and distortions. Goodwill, an intangible asset arising from acquisitions where the purchase price exceeds the fair value of identifiable assets, can have a positive impact on a company's financial statements by increasing its net assets or equity. However, despite its benefits, goodwill also raises concerns, particularly about the accuracy of the recorded value. The valuation of goodwill is often based on estimates and assumptions, which increases the risk of inaccuracies in its measurement. Through a qualitative literature review, this study finds that while goodwill impairment may cause investors and stakeholders to revise their expectations of future earnings and cash flows, it may also lead to managerial opportunism, thereby reducing its reliability. To mitigate such risks, companies can improve audit quality and implement effective corporate governance practices. Finally, this study provides valuable insights into the impact of goodwill on financial reporting practices
    corecore