40 research outputs found

    Nilai Religius Dalam Novel Tuhan, Aku Kembali Karya Haidar Musyafa

    No full text
    This research motivated by the existence of Islamic religious values in novel God\u27s I Back by Haidar Musyafa. The value of Islamic religion in terms of the value of aqidah, sharia values and moral values by Haidar Musyafa. The purpose of this research to describe the values of aqidah, shari\u27a and morals in novel by Haidar Musyafa. The type of research is qualitative research. The method used in this research descriptive method of analysis. The data of this research are religious data about the value of creed, morals and characters contained in the novel by Haidar Musyafa. Based on the analysis of research data can be concluded that the value of aqid contained in the novel Haidar Musyafa\u27s, namely (a) faith to Allah SWT (belief in Allah) seen on the character Umi stating that God\u27s promise that His pleasure depends on the pleasure of both parents. (b) faith in the books of Allah swt reflected on the character of Jefry who likes to read the holy verses of the Qur\u27an in the race. Sharia value is depicted on Apih figures who ordered their children to perform congregational prayers and chips in order not to leave the prayer. Furthermore, the moral values are (a) morals towards Allah (khalik) is depicted on the character of Jefry who initially have habbit not good then repent to be good people. (b) morals towards humans depicted on the character Jefry who like do something not good, being rude and not obeying the words of parents

    Kajian Fenomenologi dalam Novel Dahlan Karya Haidar Musyafa

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena-fenomena dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa yang mampu mengispirasi para pembaca untuk mengikuti jejak sang pembaharuan yang amal-amalanya menerangi dan menggerakkan umat untuk mencapai kemajuan. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana fenomenologi eidetik dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa?”. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi oleh Endraswara (2013). Sumber data penelitian adalah novel Dahlan karya Haidar Musyafa yang terdiri atas 26 Bab, 414 halaman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan metode yang digunakan adalah content analysis dengan menggunakan teknik hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya fenomenologi eidetik sebanyak 39 data dalam novel Dahlan karya Haidar Musyafa. K.H Ahmad Dahlan diceritakan sebagai Kiai yang mendirikan sekaligus mengembangkan organisasi Muhammadiyah. Dalam sejarah tercatat bahwa organisasi Muhammadiyah berdiri pada tanggal 12 November 1912. Selanjutnya pembaharuan pertama yang dilakukan oleh K.H Ahmad Dahlan adalah mengubah arah kiblat yang dinilai tidak mengarah ke Kakbah. Kemudian dengan adanya organisasi Muhammadiyah ini dapat mengubah pola pikir masyarakat mengenai tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, banyak hal nyata yang disampaikan secara langsung untuk menghindari pemaknaan ganda terhadap fakta yang ada, dan dengan adanya fenomenologi eidetik yang muncul dalam novel biografi dan novel sejarah dapat memudahkan pembaca memahami isi novel serta mengetahui kisah hidup tokoh tanpa harus membaca buku sejarah

    Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Ki Hadjar Sebuah Memoar Karya Haidar Musyafa: Perspektif Diane Tillman

    No full text
    Novel Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Ki Hadjar Sebuah Memoar merupakan novel yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Novel ini mengisahkan tentang kehidupan bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. Perjuangan Ki Hadjar dan pemuda Indonesia diceritakan dalam novel ini mulai dari terbentuknya Boedi Oetomo, tamansiswa hingga kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk nilai-nilai pendidikan dalam novel Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa Perspektif Diane Tillman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data yang diperoleh melalui novel Ki Hadjar Sebuah Memoar. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan membaca dan mencatat. Dalam menganalisis data pada novel  Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa, peneliti melakukan beberapa tahapan, yaitu: mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel Ki Hadjar Sebuah Memoar karya Haidar Musyafa, sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan/keajengan pengamatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel ini kaya akan nilai pendidikan

    Telaah Historiografi Terhadap Buku Hadji Agus Salim: Diplomat Nyentrik Penjaga Martabat Republik Karya Haidar Musyafa

    No full text
    Haidar Musyafa merupakan penulis kenamaan dan dikenal melalui karya-karyanya yang berbentuk sejarah, meskipun ia bukan seorang sejarawan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menelaah terkait aspek historiografi yang terkandung dalam buku Hadji Agus Salim karangan Haidar Musyafa. Peneliti menggunakan teori historiografi dari perspektif Sartono Kartodirdjo serta pendekatan biografi sebagai alat analisis dalam mengkaji topik ini. Adapun penelitian ini tergolong sebagai penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang memiliki empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Haidar Musyafa dalam hal penulisannya, Ia menyajikan pembahasan terkait fakta sejarah secara komprehensif yang dibalut dalam bahasa novel. Di mana pembaca seolah olah terbawa suasana bahwa tokoh tersebut adalah Haji Agus Salim sendiri, sehingga fakta sejarah yang disajikan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca

    ANALISIS NILAI MORAL PADA BUKU BUYA HAMKA SEBUAH NOVEL BIOGRAFI KARYA HAIDAR MUSYAFA

    No full text
    Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra. Novel ditulis oleh seorang pengarang biasanya bertujuan untuk memperbaiki perilaku pembacanya. Seiring dengan perkembangan zaman, cerita dalam novel tidak hanya berisi tentang khayalan melainkan berkembang menjadi novel yang berisi cerita tentang fakta. Jenis novel yang berisi tentang fakta disebut novel biografi. Tujuan penelitian ini adakah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas, sosialitas, mandiri dan bekerja keras yang terdapat dalam buku Buya Hamka Sebuah Novel Biografi Karya Haidar Musyafa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada buku Buya Hamka Sebuah Novel Biografi Karya Haidar Musyafa terdapat nilai-nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas. Nilai moral yang berhubungan dengan religiusitas yaitu berkaitan dengan kepedulian terhadap ajaran agama yang dianut.. Nilai moral yang berhubungan dengan sosialitas antara lain kebermanfaatan diri untuk menolong sesama. Nilai moral mandiri berkaitan dengan sikap tidak mudah bergantung kepada orang lain. Nilai moral bekerja adalah sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tugas

    Character Education in Novels “Dahlan” by Haidar Musyafa: Religious Value and Curiosity Value

    No full text
    Character education is undoubtedly found in many things. They are included in the family and language. Individuals can understand character education by looking at current conditions that shape personalities. Character education can also be found in literary works. In this study, researchers focused only on two character education values, namely religious values and curiosity values in the novel Dahlan by Haidar Musyafa. The research aims to reveal the spiritual and curiosity values of the Darwis character that represent daily behaviors with the quotations obtained. The research approach used by the researcher is literary psychology. The literary psychology approach is a scholarly work created by the author related to the character's character, the character's psychology, and the emotions he writes about. The data collection technique in this study uses heuristics and hermeneutics. It can be concluded that Dahlan's novel by Haidar Musyafa contains positive things that can shape good characters for readers. Character education values include religion and curiosity. The results of the research show and represent that humans always obey their beliefs so that they are always grateful for all the certainties that God gives. The results show and represent humans to always obey their beliefs to be continually thankful for all the certainties God gives. Then, the value of character education in the form of the value of curiosity seeks to reveal the unknown with the meaning of language

    Aspek Religi dan Kepribadian dalam Novel Tuhan, Aku Kembali Karya Haidar Musyafa

    No full text
    This research is motivated by aspects of Islamic religious values with the personality contained in the novel by Haidar Musyafa, namely God I Return. The value aspects reviewed include the values of aqidah, sharia values and moral and personality values. This research aims to describe the values of aqidah, sharia and morals as well as the personalities of the characters in the Haidar Musyafa novel. This study uses a qualitative type with descriptive analysis method. Analysis of the data taken is based on religious and psychological data so that it can be concluded that the value of aqidah in the Haidar Musyafa novel includes (a) having faith in Allah SWT which is seen in Umi\u27s character who is flat in his statement that Allah\u27s pleasure depends on the pleasure of parents. (b) having faith in the book of Allah SWT which can be seen in the character of Jefrrey who always reads the Koran in every step. (c) have faith on the Day of Judgment which is seen when Uje dreams of death and repents. The value of sharia is reflected in the character of Apih who always reminds her children to always pray in congregation and not to leave prayers. The moral values contained in the novel include (a) morals towards the creator, namely Allah SWT, which is reflected in the character of Jefrrey who initially behaved badly then repented to become a good person. (b) morals towards fellow human beings which is reflected in the character of Jefrrey who likes to do bad things, behaves rudely and is disobedient to his parents. Who finally got the guidance to be a good person. (c) Moral towards oneself is reflected in the character of Uje who realizes his mistakes and does not torture himself any longer from disobedience. The personality aspect is reflected in the behavior of Uje who really does Allah\u27s orders after receiving guidance, And habits that often give charity

    Values of Islamic Leadership in the Book "Pak A.R. & Jejak-Jejak Bijaknya" By Haidar Musyafa and its Relevance to Islamic Education

    No full text
    In recent years, many cases have shown that Indonesia is experiencing a phenomenon of leadership crisis that reflects Islamic sharia values. This condition makes it difficult to find an ideal leader who has a high commitment to his duties and responsibilities. This research aims to describe the values of Islamic leadership in the book "Pak A.R & Traces of His Wise Footprint" by Haidar Musyafa, and its relevance to Islamic education. Literature research with this descriptive qualitative research approach, using the biography book "Pak A.R & Jejak-Jejak Bijaknya" by Haidar Musyafa as a primary data source, equipped with secondary data sources in the form of literature relevant to the theme discussed. The data collection method used in this study is documentation. The data analysis technique used in this study is content analysis. The results showed that: 1) the book entitled "Pak A.R & Traces of His Wise Traces" by Haidar Musyafa, contains the values of siddiq, amanah, tabligh, and fathonah, 2) the values of Islamic leadership in the book "Pak A.R & Jejak-Jejak Bijaknya" by Haidar Musyafa has relevance to Islamic education, and can be internalized through Islamic education using the processes and components of learning, transparency, extracurricular, as well as leadership training

    VARIASI BAHASA DALAM NASKAH DRAMA SANG GURU, KI HADJAR DEWANTARA ADAPTASI NOVEL KARYA HAIDAR MUSYAFA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan variasi bahasa dalam naskah drama Sang Guru, Ki Hadjar Dewantara adaptasi novel karya Haidar Musyafa dan mendeskripsikan faktor penyebab penggunaan variasi bahasa dalam naskah drama tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan penelitian sendiri (human instrument) menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat, artinya mencatat penggunaan variasi bahasa dalam naskah drama berjudul Sang Guru, Ki Hadjar Dewantara adaptasi novel karya Haidar Musyafa beserta faktor-faktor penyebab penggunaan variasi bahasa tersebut. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menyimpulkan penggunaan variasi bahasa dalam naskah drama Sang Guru, Ki Hadjar Dewantara sebanyak 55 variasi bahasa menjadi tiga jenis yaitu variasi bahasa dari segi pembicara sebanyak 23, variasi bahasa dari segi pemakaian sebanyak 7, dan variasi bahasa dari segi keformalan sebanyak 25. Penggunaan variasi bahasa didominasi oleh variasi dari segi keformalan. Faktor penyebab variasi bahasa dipengaruhi oleh faktor sosial berupa tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, latar belakang keluarga, umur, dan lingkungan masyarakat. Faktor lain yaitu topik pembahasan dan fungsi penggunaan bahasa (untuk mencari informasi, mengekspresikan diri, mengendalikan perilaku orang, menyampaikan informasi, dan berinteraksi dengan orang lain)

    ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM BUKU MEMAHAMI HAMKA KARYA HAIDAR MUSYAFA DAN RELEVANSINYA BAGI PENIDIDIKAN ISLAM

    No full text
    Abstrak: Dalam dunia pendidikan, peserta didik dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tersebut berguna untuk menunjang kemampuan mereka untuk bisa bersaing di masa yang akan datang. Bukan hanya ilmu pengetahuan saja, tetapi sikap diri yang diwujudkan dengan moral yang baik tentu juga dibutuhkan oleh siswa. Sehingga nantinya mereka tahu bagaimana caranya bersikap dan mengambil suatu tindakan. Berbagai cara dilakukan oleh guru di sekolah, untuk mendidik moral para siswanya, salah satunya dengan budaya membaca. Buku yang tersedia berguna sebagai mediasi bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai moral yang perlu ia terapkan. Itulah sebabnya buku Memahami Hamka Karya Haidar Musyafa ini sangat cocok untuk dijadikan bacaan sebagai sumber referensi nilai moral bagi khalayak umum khususnya bagi peserta didik dan layak untuk diteliti dan diangkat serta diulas lebih dalam isi serta makna yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung di dalam buku Memahami Hamka Karya Haidar Musyafa ini serta merelevansikannya bagi peserta didik agar lebih memudahkan pembaca dalam menghayati isinya. Jenis penelitian yang akan diteliti oleh penulis yaitu penelitian pustaka atau library research dan dengan metode pendekatan kualitatif yakni dengan teknik analisis isi atau content analysis, yaitu penelitian yang menganalisa isi dari buku atau bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan moral yang terdapat dalam buku Memahami Hamka Karya Haidar Musyafa ini adalah nilai cinta tanah air, keadilan sosial, bijaksana, pantang menyerah, bekerja keras, taat dan patuh terhadap orangtua, lemah lembut, berprasangka baik, murah hati, tidak dendam, menjaga persatuan, cinta kasih, berpendirian teguh serta toleransi. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan peserta didik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik, dimana nilai-nilai moral tersebut akan berpengaruh pada pola pikir, minat dan juga usaha anak dalam mengembangkan kemampuannya untuk mencapai suatu hal,, mewujudkan kehidupan yang seperti apa yang diharapkan
    corecore