1,721,327 research outputs found

    Perbandingan pemikiran politik Islam Muhammad Natsir dengan Habib Muhammad Rizieq Shihab

    Full text link
    Skripsi yang berjudul “Perbandingan Pemikiran Politik Islam Muhammad Natsir dengan Habib Muhammad Rizieq Shihab” mempunyai tiga fokus penelitian yakni: (1) biografi Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab. (2) dakwah Islam Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab serta eksistensi organisasi yang didirikan keduanya. (3) Pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai dasar negara dan perbandingan pemikiran keduanya. Penelitian ini merupakan library research dengan metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah yang menerapkan empat tahap yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun sifat dari penelitian ini rermasuk deskriptif kuakitatif dengan metode pengumpulan data dan berbagai informasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan intelektual. Pendekatan sejarah digunakan untuk mengungkap sejarah Islam di Indonesia, sedangkan pendekatan intelektual digunakan untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk mengenai pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai dasar negara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori eksistensialisme teistik, teori yang berfokus kepada pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam untuk dijadikan ideologi negara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa: (1) riwayat hidup muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai lingkungan sosial dan politik serta karir-karir keduanya. (2) penerapan dakwah Islam yang dibawa oleh Muhammad Natsir dan penerapan dakwah Islam yang dibawa oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab mempunyai persamaan dan perbedaan, baik dari segi organisasi yang didirikan maupun implementasi metode dakwah keduanya. (3) pemikiran politik Islam yang dibawa Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai ideologi dasar negara Republik Indonesia serta perbandingan dari pemikiran kedunya mengenai penerapan Islam di Indonesia

    Diksi Ceramah Habib Muhammad Anies Shahab Di Media Sosial Youtube Binaniestv

    Full text link
    Penelitian ini difokuskan pada Diksi Ceramah Habib Muhammad Anies Shahab di Media Sosial Youtube Binaniestv. Untuk membahas fokus masalah tersebut, ada beberapa permasalahan yang akan di jawab, yaitu: Apakah diksi yang digunakan Habib Muhammad Anies Shahab memudahkan mad’u memahami pesan? Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deduksi dan induksi. Dalam hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Habib Muhammad Anies Shahab menyampaikan pesan yang disampaikan dengan pilihan diksi yang tepat dapat dipahami. Penelitian ini memfokuskan dengan metode kualitatif mengenai diksi ceramah Habib Muhammad Anies Shahab di Media Sosial Youtube Binaniestv, maka pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan metode kuantitatif tentang pengaruh diksi ceramah Habib Muhammad Anies Shahab terhadap tingkat pemahaman mad’u.

    Metode Dakwah Al-Habib Muhammad Al Ta’lim ‘Aydarus dalam Meningkatkan Keberagamaan Jemaah Majelis Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua

    No full text
    Keberagamaan sangat penting dalam hidup umat Islam, dan dakwah membantu meningkatkan pemahaman dan keimanan. Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah berfungsi sebagai tempat belajar agama. Melalui metode dakwah yang efektif seperti memberikan contoh baik dan mengajak masyarakat ikut pengajian, Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil menarik perhatian jemaah dan meningkatkan praktik keagamaan mereka. Keberhasilan ini didukung oleh dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, reputasi beliau sebagai tokoh agama, dan fasilitas memadai, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, diharapkan dapat membantu perkembangan dakwah di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami metode dakwah Al-Habib Muhammad Al ‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah di Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, yang mencakup informasi dari subjek penelitian, yaitu Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus dan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus menerapkan metode dakwah bi al-hikmah dan al mau’idzah hasanah yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman agama dan praktik keberagamaan jemaah. Namun, metode al-mujadalah billati hiya ahsan tidak lagi digunakan dalam rangkaian kegiatan dimajelis taklim karena keterbatasan waktu tetapi Al-Habib Muhammad Al-Aydarus tetap memberikan ruang tanya jawab diluar forum. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan metode dakwah, seperti keterlibatan jemaah dan dukungan pemerintah, serta tantangan dalam mencapai target dakwah. Kesimpulannya, metode dakwah yang diterapkan oleh Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil meningkatkan keberagamaan jemaah, meskipun terdapat beberapa hambatan yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas dakwah di masa depan

    Metode Dakwah Al-Habib Muhammad Al Ta’lim ‘Aydarus dalam Meningkatkan Keberagamaan Jemaah Majelis Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua

    Full text link
    Keberagamaan sangat penting dalam hidup umat Islam, dan dakwah membantu meningkatkan pemahaman dan keimanan. Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah berfungsi sebagai tempat belajar agama. Melalui metode dakwah yang efektif seperti memberikan contoh baik dan mengajak masyarakat ikut pengajian, Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil menarik perhatian jemaah dan meningkatkan praktik keagamaan mereka. Keberhasilan ini didukung oleh dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, reputasi beliau sebagai tokoh agama, dan fasilitas memadai, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, diharapkan dapat membantu perkembangan dakwah di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami metode dakwah Al-Habib Muhammad Al ‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah di Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, yang mencakup informasi dari subjek penelitian, yaitu Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus dan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus menerapkan metode dakwah bi al-hikmah dan al mau’idzah hasanah yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman agama dan praktik keberagamaan jemaah. Namun, metode al-mujadalah billati hiya ahsan tidak lagi digunakan dalam rangkaian kegiatan dimajelis taklim karena keterbatasan waktu tetapi Al-Habib Muhammad Al-Aydarus tetap memberikan ruang tanya jawab diluar forum. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan metode dakwah, seperti keterlibatan jemaah dan dukungan pemerintah, serta tantangan dalam mencapai target dakwah. Kesimpulannya, metode dakwah yang diterapkan oleh Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil meningkatkan keberagamaan jemaah, meskipun terdapat beberapa hambatan yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas dakwah di masa depan

    Kualitas hadis-hadis dalam channel Dilwa Media : Studi ceramah Habib Muhammad bin Alwi Al Haddad

    Full text link
    Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam menyampaikan hadisnya disampaikan secara kontekstual tanpa lafadz hadis dan juga tanpa sanadnya. Hal tersebut menimbulkan keraguan terhadap kualitas hadis yang disampaikan. Sedangkan para penonton ceramah tersebut kebanyakan dari kaum muda, yang nyaman mendengarkan dengan isi ceramah sederhana dan ringkas tanpa tabbayun terlebih dahulu terhadap hadis-hadis yang disampaikan penceramah. Fenomena tersebut yang menjadikan channel Dilwa Media sebagai objek penelitian. Sehingga ketika para pendengar ceramah channel Dilwa Media ingin melihat kualitas hadis yang disampaikan penceramah, penelitian ini bisa digunakan sebagai rujukan atau referensi. Penelitian ini dilakukan untuk membahas Kualitas Hadis-Hadis Dalam Channel Dilwa Media: Studi Ceramah Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad. Maka peneliti telah merumuskan masalah: Bagaimana kualitas dan sumber hadis-hadis yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam channel Youtube Dilwa Media? Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hadis-hadis serta sumber hadis-hadis yang disampaikan Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam channel Dilwa Media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analistis. Sumber primer pada penelitian ini adalah video-video pada channel Youtube Dilwa Media dan kitab-kitab hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat delapan hadis yang ditemukan dan dijadikan objek pada penelitian ini. Diantaranya adalah: Enam hadis yang berstatus Shahih, satu hadis yang berstatus Hasan, dan satu hadis yang berstatus Daif. Dengan demikian hadis-hadis yang disampaikan Habib Muhammad bin Alwi Al-Haddad dalam ceramahnya pada channel Youtube Dilwa Media mayoritas berkualitas Shahih

    Pesan Dakwah Melalui Buku “Secercah Tinta” Karya Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya

    No full text
    Pesan dakwah merupakan isi yang disampaikan di dalam proses kegiatan dakwah yang berupa kata, gambar, lukisan dan lain sebagainya yang dapat memberikan pemahaman dan perubahan sikap kepada penerima pesan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memahami dan merumuskan makna yang terkandung dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (2) Mengetahui dan merumuskan pesan dakwah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam buku “Secercah Tinta”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekataan kualitatif. Metodologi analisis ini yaitu menggunakan semantik Ogden dan Richards yang menggunakan teori referensial. Penelitian ini menggunakan subyek dan sumber data primer yang mengambil sumbernya dari buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang telah peneliti pilih untuk dikaji dan di analisis dengan teknik pengumpulan data yakni dengan dokumentasi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna isi dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mendapatkan hasil penelitian bahwa dalam buku Secercah Tinta mengandung makna kiasan atau kenyataan (konotatif, denotatif). Hal tersebut dapat dilihat dalam setiap kalimat yang ada pada buku “Secercah Tinta”, kalimat tersebut mengandung makna ajakan untuk merenungkan segala hal yang akan menyadarkan orang yang membacanya, yakni mengandung makna teguran bahayanya mengkonsumsi alkohol atau minuman keras, perenungan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. perenungan membersihkan hati dengan dzikir serta tentang teguran memanfaatkan waktu shalat yang telah di tentukan. (2) pesan dakwah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam buku “Secercah Tinta” yang mengandung pesan dakwah dalam masalah Akhlak, Syari’at, dan Aqidah. Hal ini dibuktikan dalam analisis yang telah peneliti paparkan dalam bab sebelumnya yang membahas empat judul dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai fokus penelitian

    FENOMENA MAKAM KERAMAT (Studi Kasus Makam Keramat Habib Muhammad Al - athas di Kupang Kota Teluk Betung Utara)

    Full text link
    ABSTRAK Fenomena yang terjadi dimakam keramat merupakan hal yang sangat banyak terjadi dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti aktivitas ziarah kubur dan pembacaan do‘a diwilayah makam keramat tersebut. Sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap tempat keramat salah satunya ialah makam keramat habib Muhammad Al – athas yang berada di Kupang Kota Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung yang perlu diteliti secara detail, dikarenakan berdirinya makam Habib Muhammad Al – athas tidak secara utuh berdiri atas sejarah dari tokoh yang disebut sebagai sosok habaib, hal ini sangat berpengaruh bagi peziarah yang mendatangi makam keramat habib Muhammad Al – athas sebagai ungkapan melalui kecintaannya kepada Dzuriyat/keturunan Nabi Muhammad SAW sehingga makam habaib merupakan makam yang dianggap sakral bagi umat muslim. Metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ialah menggunakan metode kualitatif serta menggunakan pendekatan Sosiologi dan Fenomenologi. Hal yang utama dalam penelitian ini yaitu upaya pengumpulan data berupa hasil Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Data primer yang didapat dalam penelitian ini melibatkan juru kunci makam habib Muhammad Al – athas, Saksi kunci makam habib Muhammad Al – athas, juru kunci makam habib Abdullah bin Muhammad bin Salim Al – Athas di garuntang Bandar lampung, kalangan habaib yang berada diwilayah Teluk Betung, serta aparatul sipil dan warga sekitar makam keramat. Data skunder yang diperoleh berupa rujukan buku, skrispi dan jurnal terdahulu yang relevan dengan data penelitian yang ada. Hasil penelitian menunjukan dari temuan makam habib Muhammad Al – athas yang diteliti menggunakan Teori Fenomenologi Alfred Schutz dan Teori Relasi Kuasa Michel Faucoult dilengkapi dengan Teknik Analisis Sejarah dan Teknik Koherensi menunjukan bahwa makam keramat habib Muhammad Al – athas merupakan sebuah tempat yang masih menyimpan misteri disebabkan sumber informasi yang terbatas mengenai tempat yang disebut sebagai makam dari sosok bernama Muhammad Bin Mukhsin Bin Husain Bin Ja‘far Al – Athas karena tidak adanya bukti sejarah secara ilmiah, serta tidak ada saksi kunci (orang yang menyaksikan) kehidupan habib Muhammad Al – athas, bahkan keturunannya. Sehingga dari temuan makam tersebut menjadi praktik relasi kuasa/hubungan kekuasaan seperti: motif status sosial masyarakat tertentu, motif menjalin hubungan sosial, motif keagamaan dan motif ekonomi yang ada dimakam habib Muhammad Al – athas melalui peran juru kunci terhadap orang – orang yang memiliki kaitan dengan makam tersebut. Demikian terbukanya makam habib Muhammad Al – athas hingga saat ini, menunjukan fenomena yang tak biasa bagi kehidupan masyarakat Kupang Kota, Teluk Betung Utara. Kata Kunci: Fenomena, Relasi Kuasa, Makam Keramat

    RETORIKA DAKWAH HABIB MUHAMMAD SYAHAB PADA MAJELIS TA’LIM DAN TADZKIR AL-ANWAR JAKARTA TIMUR

    Full text link
    Banyaknya orang yang hadir di Majelis Ta’lim dan Tadzkir Al-Anwar Jakarta Timur membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Sehingga penulis tertarik meneliti dan membahas tentang retorika dakwah Habib Muhammad Syahab yang dilakukan pada Majelis Ta’lim dan Tadzkir Al-Anwar Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retorika dakwah Habib Muhammad Syahab pada Majelis Ta’lim dan Tadzkir Al-Anwar Jakarta Timur serta penerapan retorika dakwah beliau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif atau metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan dikutip dari beberapa buku seperti; ilmu dakwah, pengantar retorika, dan lain-lain. Penerapan retorika dakwah Habib Muhammad Syahab adalah ketegasan dalam memberikan kedudukan hukum Islam terhadap persoalan yang tengah terjadi di masyarakat, pesan dakwah yang beliau sampaikan sangat mudah diterima oleh jama’ah yang hadir pada saat beliau berdakwah. Dalam pelaksanaan retorika dakwah beliau mempersiapkan tahapan-tahapan, seperti menguasai dan menentukan topik yang akan dibahas, penyampaian dengan bahasa yang baik, intonasi dan artikulasi yang jelas, dan humor yang dapat menyegarkan suasana jama’ah. Penerapan retorika dakwah Habib Muhammad Syahab pada umumnya menyampaikan dakwahnya diawali dengan salam dan muqoddimah terlebih dahulu yang di dalamnya termasuk do’a, kemudian mengeluarkan dalil berupa ayat-ayat Al-Qur’an atau Al-Hadist yang berkenaan dengan tema. Kesimpulan pada skripsi ini menunjukkan bahwa retorika dakwah yang digunakan Habib Muhammad Syahab pada Majelis Ta’lim dan Tadzkir Al-Anwar Jakarta Timur yaitu dengan cara menggunakan bahasa tubuh, penampilan dan gerakan tangan, kepala dan perhatian yang fokus kepada jama’ah. Selain itu beliau juga selalu mengedepankan akhlaq di dalam penyampaian dakwahnya sehingga para mad’u tertarik untuk hadir pada Majelis Ta’lim yang dipimpin oleh beliau. The large number of people present at the Assembly of Ta'lim and Tadzkir Al-Anwar in East Jakarta made the writer interested to do the research. So the authors interested in researching and discussing the rhetoric of Habib Muhammad Syahab da'wah done to the Assembly of Ta'lim and Tadzkir Al-Anwar East Jakarta. This study aims to determine the rhetoric of Habib Muhammad Syahab's preaching to the Assembly of Ta'lim and Tadzkir Al-Anwar of East Jakarta and the application of his da'wah rhetoric. This research uses qualitative approach or descriptive method of analysis. The theory used is quoted from several books such as; Science da'wah, introduction of rhetoric, and others. Implementation of the rhetoric of Da'wah Habib Muhammad Syahab is assertiveness in giving the position of Islamic law to the problems that are happening in society, the message of dakwah which he conveyed very easily accepted by jama'ah who was present at the time he preached. In the implementation of the rhetoric of da'wah he prepares the stages, such as mastering and determining the topics to be discussed, the delivery of a good language, clear intonation and articulation, and humor that can refresh the atmosphere of jama'ah. Implementation of the rhetoric of Da'wah Habib Muhammad Syahab generally convey his da'wah begins with greetings and muqoddimah first in it including the prayer, then issued the argument in the form of verses of Al-Qur'an or Al-Hadist with regard to the theme. The conclusion of this thesis shows that the rhetoric of da'wah used by Habib Muhammad Syahab to the Assembly of Ta'lim and Tadzkir Al-Anwar of East Jakarta is by using body language, appearance and hand movement, head and attention focused on jama'ah. In addition, he also always put forward morale in the delivery of his da'wah so that mad'u interested to attend the Assembly Ta'lim led by him

    Retorika Dakwah Habib Muhammad Ali Al-Baity Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khuluqul hasan

    Full text link
    Peneltitian ini dilatar belakangi karena pentingnya retorika atau seni berbicara dalam berdakwah. Penggunaan retorika yang baik sangat menunjang terhadap keberhasilan seorang da’i dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya. Peneliti menilai perlunya penelitian terhadap retorika dakwah Habib Muhammad Ali Al-Baity Pimpinan Pondok Pesantren Al- Khuluqul Hasan. Sebagai salah satu pengaplikasian retorika yang baik sehingga dapat dijadikan contoh untuk para da‘i selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat terhadap konsep dakwah dan penggunaan bahasa Habib Muhammad Ali Al-Baity. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Habib Muhammad Ali Al-Baity sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah retorika dakwah belia seperti konsep dakwah dan penggunaan bahasa yang disampaikan Habib Muhamad Ali Al-Baity

    Persepsi jamaah terhadap penggunaan parabahasa dan gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus (studi kasus jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal)

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap dakwah Habib Muhammad Firdaus yang berupa pembacaan kitab Maulid Simthud Durror dan sholawat. Inovasi yang ditambahkan oleh Habib Muhammad Firdaus berupa parabahasa (intonasi, kecepatan, tinggi rendah, tekanan suara dan genre musik) dan gerakan tangan dalam bersholawat. berkaitan dengan itu, Habib Muhammad Firdaus menjadikan salah satu pemacu semangat dan kecintaan untuk bersholawat dan membaca kitab Maulid muncul dalam hati masyarakat. Selain itu, alasan Habib Muhammad Firdaus adalah untuk mengajak masyarakat berbondong-bondong hadir dalam majelis maulid dan sholawat. Jamaah yang menghadiri majelis beragam, dari anak-anak, remaja, pemuda bahkan sampai orang tua. Hal tersebut juga menjadi salah satu ketertarikan peneliti meneliti persepsi dari jamaah untuk menghadiri Majelis. Untuk Menjelaskan masalah yang menjadi obyek penelitian, dijabarkan dalam satu rumusan masalah, yaitu: bagaimana persepsi jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal terhadap penggunaan Parabahasa dan Gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus?. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui persepsi Jamaah Al-Muqorrobin Kendal terhadap penggunaan parabahasa dan gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penentuan informan dalam penelitian menggunakan teknik random sampling snowball. Hasil dari penelitian menunjukkan persepsi jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal terhadap dakwah Habib Muhammad Firdaus yang menggunakan parabahasa, menunjukkan tanggapan, pendapat dan penilaian jamaah cukup positif terhadap inovasi yang dilakukan Habib Muhammad Firdaus dalam dakwahnya. Dilihat dari jamaah ikut melantunkan sholawat. Semenjak tahun 2012 jamaah yang hadir dari beberapa golongan seperti: anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Berkaitan dengan gerakan tangan yang dilakukan terkadang disalahgunakan hingga terkesan seperti berjoget. Sesuai dengan peryataan 9 informan menyatakan tanggapan, pendapat dan penilaian terhadap penggunaan parabahasa adalah positif, terlihat dari hasil wawancara yang menunjukkan efektif dan 1 di antaranya mengungkap¬kan cukup efektif dengan kondisi dan situasi dizaman sekarang. Dari sisi menggerakkan tangan 5 informan menyatakan tanggapan, pendapat dan penilaian yang positif, terlihat darihasil wawancara yang mengungkapkan efektif dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus, sedangkan 2 menyatakan terkadang efektif terkadang juga tidak efektif dan 3 lainnya menyatakan tidak efektif dengan situasi dan kondisi zaman sekarang
    corecore