1,721,110 research outputs found

    ANALISIS FINANSIAL JAMUR MERANG PADA UD. SENTOA KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Hendra Saputra, "ANALISIS FINANSIAL JAMUR MERANG PADA UD. SENTOSA KOTA BANDA ACEH". Di bawah bimbingan Bapak Ir. Edy Marsudi, M.Si sebagai pembimbing utama dan, Ibu Ir. Ismayani, M.Si sebagai pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan kajian ilmiah tentang kelayakan usaha budidaya jamur merang yang dikelola oleh UD. Sentosa, khususnya dari sudut finansial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus (case study). Karena metode ini mengungkapkan suatu kebenaran yang menitik beratkan hanya pada satu objek, yaitu usaha budidaya jamur merang UD. Sentosa di desa Prada kota Banda Aceh. Data yang dik:umpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.Usaha Budidaya Jamur Merang oleh Usaha Sentosa di Kota Banda Aceh layak diusabakan bila ditinjau dari segi biaya dan manfaat, karena nilai NPV > 0 Net8/C > 1, IRR > 1,5 % per bulan dan BEP < 9 bulan. Pada perhitungan analisis biaya dan manfaat diperoleh NVP = Rp.290.489,8, Net 8/C = 1,21 IRR= 1,93 % per bulan dan BEP = 8 bulan 10 hari. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak diusahakan

    PENGELOLAAN WISATA DAKWAH OKURA DI PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Hendra Saputra Jurusan : Manajemen Dakwah Judul : Pengelolaan Wisata Dakwah Okura di Pekanbaru Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa Objek Wisata Dakwah Okura sampai saat ini pengelolaanya belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan di Wisata Dakwah Okura Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Wisata Dakwah Okura di Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah pengurus Wisata Dakwah Okura di Pekanbaru dan yang menjadi objek penelitian adalah Wisata Dakwah Okura di Pekanbaru. Informan penelitian ini adalah berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara serta dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan metode diatas dapat ditemukan bahwa pengelolaan Wisata Dakwah Okura Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru telah dilaksanakan, namun belum berjalan secara optimal. Pengelolaan tersebut dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Berdasarkan hasil penelusuran data dapat disimpulkan bahwa pengelolaan Wisata Dakwah Okura di Pekanbaru ialah Pertama, perencanaan tersebut terdiri dari perencanaan visi, misi, kebijakan, strategi dan pembentukan program. Adapun program tersebut adalah program jangka pendek, program jangka panjang dan program edukasi Wisata Dakwah Okura. Kedua, pengorganisasian yang dilakukan pengelola Wisata Dakwah Okura telah terlaksana dengan adanya pembentukan staffing/ struktur organisasi dan pembagian kerja setiap karyawannya. Ketiga, adanya kegiatan wisata di Wisata Dakwah Okura. Dan juga terjalinnya relasi dengan instansi terkait, melakukan koordinasi, motivasi karyawan dalam bentuk upah/gaji karyawan, komunikasi terjalin dengan baik antar elemen dalam organisasi. Keempat, pengawasan Wisata Dakwah Okura telah terlaksana yaitu dengan bentuk pengawasan langsung dan tidak langsung, evaluasi dilakukan dalam bentuk rapat harian setelah solat subuh berjamaah, rapat mingguan dan rapat bulanan dilakukan diawal bulan. Kata Kunci: Pengelolaan dan Wisata Dakwah Okur

    Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/TPK/2014/PN.JKT.PST Tentang Penyertaan Dalam Tindak Pidana Korupsi / oleh Rizki Prasetyo Gargarin

    No full text
    abstrak (A)Nama : Rizki Prasetyo Gargarin; NIM: 205090224 (B)Judul Skripsi: Analisis Putusan Nomor 36/Pid.Sus/TPK/2014/PN.JKT.PST Tentang Penyertaan Dalam Tindak Pidana Korupsi (C)Halaman : vii + 77 + 4 daftar pustaka + lampiran; 2015 (D)Kata Kunci : Penyertaan, Korupsi, Videotron (E) Isi: Korupsi di Indonesia sudah semakin merajalela begitupula dengan modus yang digunakan oleh pelaku sudah semakin beragam. Seperti dalam kasus Hendra Saputra seorang office boy yang menjadi direktur PT. Imaji Media. Hendra Saputra dijadikan sebagai alat untuk melakukan tindak pidana korupsi. Meskipun keterlibatannya hanya menandatangani akta pendirian perusahaan, mengikuti proses pengadaan barang dan jasa serta menerima pembayaran atas perintah dari Riefan Avrian, hakim Pengadilan Tipikor menyatakan Hendra Saputra dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan jaksa yang menjuntokan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP sebagai pihak yang turut serta dalam tindak pidana korupsi Videotron di Kementerian KUKM, sehingga timbul 2 (dua) permasalahan, yaitu: 1) Apakah perbuatan Hendra Saputra termasuk penyertaan dalam tindak pidana korupsi? 2) Mengapa hakim dalam putusannya menganggap Hendra Saputra sebagai pelaku tindak pidana korupsi? Metode yang digunakan yaitu normatif dengan didukung wawancara. Berdasarkan hasil analisis bahwa perbuatan Hendra Saputra tidak termasuk penyertaan sebagaimana diatur Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena tidak ada sama sekali unsur kerjasama (dilakukan bersama-sama) serta tidak ada niat kesengajaan untuk melakukan suatu perbuatan yang merugikan negara, dan juga tidak adanya pengetahuan mengenai akibat dari perbuatannya menandatangani dokumen-dokumen telah dipersiapkan sebelumnya oleh Riefan Avrian, ditambah lagi dengan adanya tekanan psikologis dari atasan tertinggi (Riefan Avrian) maupun atasan lainnya (Karyawan PT Rifuel). Dasar pertimbangan hakim dalam putusannya menganggap Hendra Saputra sebagai pelaku tindak pidana korupsi karena didasarkan atas dakwaan primair dan subsidair jaksa penuntut umum dan pertimbangan hakim yang menyatakan Hendra Saputra dianggap bersalah karena menandatangani sejumlah dokumen proyek videotron di Kementrian KUKM yang dilakukan secara sehat dan sadar serta tidak ada upaya menanyakan dan memprotes mengenai dokumen yang ditandatanganinya. Bagi hakim harus dapat secara jelas melihat aspek kesengajaan yang melatarbelakangi Hendra Saputra karena hal tersebut dapat meyakinkan hakim memposisikan Hendra Saputra sebagai pelaku yang turut serta (madeplager) menurut ketentuan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (F)Daftar acuan : 52 (1983- 2015) (G)Dosen Pembimbing : Dr. Dian Adriawan Dg Tawang, S.H., M.H (H) Penulis : Rizki Prasetyo Gargari

    LARANGAN NIKAH PANCER WALI DI DESA SETIAREJO KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Get PDF
    ABSTRAK Mohammad Bayu Hendra Saputra, Larangan Nikah Pancer Wali di Desa Setiarejo Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dalam Perspektif Hukum Islam” Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. H. Muamar Arafat Yusmad, S.H., M.H dan Dr. Hj. Andi Sukmawati Assaad, S.Ag., M.Pd Skripsi yang berjudul “Larangan Nikah Pancer Wali di Desa Setiarejo Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dalam Perspektif Hukum Islam” ini merupakan hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana praktik pelaksanaan nikah pancer wali di desa Setiarejo kecamatan Lamasi kabupaten Luwu dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap larangan nikah pancer wali di desa Setiarejo kecamatan Lamasi kabupaten Luwu. Data penelitian disajikan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu menjelaskan secara rinci fakta yang ada dengan menggunakan pola pikir deduktif yaitu pola pikir yang berangkat dari hal-hal yang bersifat umum, yaitu aturan hukum Islam yang menjelaskan tentang masalah pernikahan dan larangan nikah, lalu aturan tersebut digunakan untuk menganalisis hal-hal yang bersifat khusus yang terjadi di lapangan yaitu tradisi larangan nikah pancer wali di desa Setiarejo kecamatan Lamasi kabupaten Luwu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa larangan nikah pancer wali adalah larangan nikah antara kerabat sepupu yang ayah keduanya merupakan saudara kandung. Jika dilaksanakan akan berakibat buruk bagi pelaku dan keluarganya. Seperti akan terjadi dampak kecacatan pada kelahiran anak, kesulitan masalah ekonomi, kurang harmonisnya hubungan rumah tangga serta gunjingan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan tinjauan hukum Islam adat masyarakat desa Setiarejo yang melarang adanya pernikahan pancer wali ini diperbolehkan dengan menggunakan metode sadd adz dzari’ah dengan alasan menghindari hal-hal buruk yang mungkin akan ditimbulkan jika dilakukannya pernikahan pancer wali, dan menggunakan peraturan adat sebagai pertimbangan dalam melaksanakannya. Serta pendapat Sayyid Sabiq yang menganjurkan untuk tidak menikah dengan kerabat dekat agar menghasilkan keturunan yang berkualitas. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis menyarankan bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat desa Setiarejo untuk tetap konsisten terhadap adat tersebut, karena berdasarkan yang telah terjadi banyak akibat yang tidak diinginkan terjadi akibat pernikahan pancer wali dan bagi warga desa Setiarejo untuk tetap patuh terhadap adat larangan nikah pancer wali agar tercapai kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Kata Kunci : Larangan Nikah Pancer Wal

    PENYEBAB TIDAK TERCATAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 (Studi Kasus Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas)

    Get PDF
    Hendra Saputra Hasibuan (2017) : Penyebab Tidak Tercatat Perkawinan Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Studi Kasusu Desa Tanjung Baru Kaecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas Penelitian ini di latar ini dilatar belakangi oleh banyaknya peristiwa perkawinan yang tidak tercatat di Desa Tanjung Baru. Pokok permasalah dalam penelitian ini adalah apa penyebab tidak tercatat perkawinan di desa Tanjung Baru, apa faktor faktor yang mempengaruhi tidak tercatat perkawinan di Desa Tanjung Baru, bagaimana tinjauan undang-undang tentang pencatatan perkawinan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa penyebab tidak tercatat perkawinan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam, untuk menjelaskan apa faktor- factor yang mempengaruhi tidak tercatat perkawinandi Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam, untuk menjelaskan bagaiman tinjauan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pencatan perkawinan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode pengumpulan datanya di lakukan dengan observasi dan wawancara langsung kepada sampel penelitian sehingga data-data yang diperlukan dalam penelitian ini dapat di kumpulkan. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan tokoh Masyarakat, PPN, KUA setempat dan beberapa pasangan suami istri yang melakukan nikah yang tidak sesuai dengan prosedur Undang-Undang yang berlaku, sedangkan sampelnya adalah 50 kasus dari 175 kepala keluarga. Angket yaitu penulis membuat daftar pertanyaan sekitar penelitian yang kemudian di sebarkann untuk diisi oleh responden Dan juga diperoleh dari buku buku tentang pencatatan perkawinan untuk melengkapi teoritis dalam skripsi ini. Adapun hasil penelitian ini yaitu pertama, Penyebab tidak tercatat perkawinan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam tentang pencatatan sangatlah rendah, masyarakat merasa tidak penting melakuakn pencatatan perkawinan, sehingga mengakibatkan banyaknya masyarakat tidak mencatatkan perkawinan di KUA. Kedua Faktor yang mempengaruhi tidak tercata perkawinan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam adalah di akibatkan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Desa Tanjung Baru yang masih didominasi lulusan SD, kondisi adat yang masih kental dan keadaan yang cenderung menengah kebawah, sehingga penyerapan informasi tentang peraturan i pencatatan perkawinan sulit dipahami oleh masyarakat, kentalnya adat menyulitkan pelaksanaan perkawinan dan ekonomi yang rendah menyebabkan tidak mampunya masyarakat dalam mengurus buku niakah terkait pendanaan. Ketiga, Peristiwa perkawinan yang terjadi di Desa Tanjung Baru Kecamatan Batang Lubu Sutam, bila di tinjau secara undang-undang dapat saya gambarkan, bahwa secara syarat perkawinan tetap memenuhi syarat sahnya perkawinan, namun peristiwa perkawinan yang terjadi tidak terlaksana secara perosedur perundang-undangan

    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KOMPETENSI GURU DI SMK NEGERI 25 JAKARTA

    Get PDF
    Hendra Saputra. Relationship Between Achievement Motivation With Teacher Competency in SMK Negeri 25 Jakarta. Jakarta: Commerce Education Program. Department of Economics and Administration. Faculty of Economics. State University of Jakarta. June 2009. The success of the learning process is largely determined by the competence of teachers. Teacher competence is influenced by internal factors and external factors. Achievement motivation is one of the internal factors that affect teachers' competence. Therefore, to investigate the relationship between achievement motivation and competence of teachers in SMK Negeri 25 Jakarta. The research was carried out for 4 months ie in March and ending in June 2013 at SMK Negeri 25 Jakarta. The method used is the method of correlation with survey techniques. The study sample is 32 teachers at SMK Negeri 25 Jakarta, random sampling technique is simple (simple random sampling). Instruments achievement motivation and competence of teachers begins with preparing the questionnaire Likert scale models and refers to the indicator. Test instruments achievement motivation and competence of teachers were analyzed using Pearson Product Moment method to determine the validity and produce a valid 65-point declaration. Instrument reliability test of achievement motivation and competence of teachers analyzed using Cronbach Alpha formula. X variable reliability results for 0.922 and the results of reliability variable Y for 0.963 This result proves that the instrument is reliable. Test requirements analysis which transactions are carried out for the obtained regression equation is Y = 126.23 + 1.019X. Next is the estimated regression error normality test Y on X with Liliefors test and obtained Lhitung = 0.091 compared with Ltabel at significance level of 0.05 = 0.157 So Lo F Table (4.17), this proves that the mean regression. While testing the correlation coefficient of Pearson product moment obtained rxy = 0.648, then this means that there is a positive relationship between achievement motivation and competence of teachers. Further test the significance of the correlation coefficient using the t test and the resulting t = 4.66 and t table = 1.70. It can be concluded that the correlation coefficient rxy = 0.648 is significant. Calculating the coefficient of determination obtained rxy2 = (0.648) 2 = 0.419904. It shows that 42.0% of variation in achievement motivation and competence of teachers. The conclusion of this study is that there is a positive relationship between achievement motivation and competence of teachers in SMK Negeri 25 Jakarta

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore