1,575 research outputs found

    Analisis framing pemberitaan Budi Gunawan dalam majalah berita mingguan Tempo

    Get PDF
    Awal pemerintahan Jokowi di tahun 2015 dilanda konflik antara KPK dan Polri. Hal ini berawal dari penetepan status tersangka kepada Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Penetapan status tersangka ini berawal dari kasus gratifikasi yang meliputi rekening gendut Budi Gunawan. Jarak pencalonan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri terbilang cepat dan menghilangkan beberapa prosedur dalam pencalonan seharusnya dilakukan. Salah satu hal yang mendukung pencalonan ini adalah kedekatan Budi Gunawan dengan Megawati Soekarnoputri. Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Megawati pada tahun 1999 hingga 2004. Melihat posisi Megawati sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hal ini menjadi sangat penting dengan pencalonan tunggal Budi Gunawan. Dalam penelitian ini pemberitaan pencalonan tunggal Budi Gunawan akan dilihat pada majalah berita mingguan Tempo dengan menggunakan metode framing milik Gamson. Alasan peneliti memilih Tempo karena laporan utama Tempo memilik “judgement” yang lebih berat dibanding pemberitaan regular majalah Tempo. Hasil dari penelitian mengenai pencalonan tunggal Budi Gunawan akan menunjukkan bagaimana Tempo membingkai pemberitaan tersebut. Bingkai yang dihasilkan tidak lepas dari ideologi Tempo. Tempo dengan jurnalisme independennya tidak mendukung pencalonan tunggal Budi Gunawan. Tempo membingkai pencalonan ini sebagai sesuatu yang dipaksakan dan sarat akan lobi politik. Hal ini terlihat ketika Tempo menuliskan rekam jejak Budi Gunawan yang dipenuhi kasus gratifikasi ditambah Tempo menuliskan kegelisahan Presiden Jokowi di bawah tekanan partai pendukung hingga akhirnya memutuskan untuk menunda pelantikan Budi Gunawa

    Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com

    No full text
    Penetapan status tersangka oleh KPK dikeluarkan beberapa hari sebelum Komjen Pol Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri. Hal ini menuai banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pemberitaan yang ditampilkan media beragam. Ada yang menampilkan sisi positif Budi Gunawan ada juga yang sebaliknya. Tak hanya di media cetak dan elektronik, media online juga mengangkat isu ini secara rutin, seperti Metrotvnews.com Lalu, bagaimana teks yang dikonstruksi oleh Metrotvnews.com pada pemberitaan calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com? Apa hubungan antara ideologi Metrotvnews.com dan aspek kebahasaan dalam merepresentasikan calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com? Bagaimana Sociocultural Practice yang melatarbelakangi wacana yang dibentuk Metrotvnews.com? Pada level teks, Metrotvnews.com menonjolkan citra positif Komjen Pol Budi Gunawan dan menempatkan KPK pada sisi negatif. Hal tersebut terlihat dari pemilihan kata dan susunan kalimat yang mengarahkan pengertian bahwa Budi Gunawan tidak bersalah. Metrotvnews.com juga cenderung menampilkan pendapat yang tidak setuju jika Budi Gunawan dijadikan tersangka. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Namun, khusus untuk menganalisa level teks, penulis menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A Van Djik. Paradigma kritis ini memandang media bukanlah saluran yang bebas dan netral. Media dapat menjadi alat kelompok tertentu dan digunakan untuk mendominasi kelompok yang tidak dominan. Titik perhatian besar Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik kekuasaan. Sementara pada level teks, Van Djik membagi struktur teks menjadi tiga elemen, yaitu Struktur Makro, Superstruktur dan Struktur Mikro. Jenis analisis yang digunakan pada penulisan ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik suatu populasi atau bidang tertentu secara fakta dan cermat. Analisis ini juga memberikan gambaran secara umum dan mendetail dari hasil yang diperoleh. Wacana yang ditampilkan Metrotvnews.com memberikan pemahaman bahwa ada maksud di luar ranah hukum yang dilakukan KPK terhadap calon Kapolri Budi Gunawan. Makna tersebut muncul berdasarkan pemahaman wartawan dan pengelola media terhadap suatu isu dan praktik sosiokultural yang ada. Dengan meneliti ini, penulis memahami bahwa tidak hanya pandangan wartawan atau pengelola media massa yang dapat mempengaruhi makna suatu berita. Background sosial politik Metrotvnews.com juga ikut menentukan makna apa yang akan ditampilkan pada teks berita

    DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL SADO MASOCHISM KARYA BUDI GUNAWAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Sado Masochism karya Budi Gunawan, (2) dinamika kepribadian tokoh utama  dalam novel Sado Masochism karya Budi Gunawan, (3) mekanisme pertahanan ego tokoh utama dalam menghadapi tuntutan id, dan (4) dampak dinamika kepribadian terhadap penyimpangan seksual tokoh.. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian yaitu novel berjudul Sado Masochism  karya Budi Gunawan. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah membaca, tabulasi, dan inferensi. Validitas data dalam penelitian ini adalah validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Struktur kepribadian tokoh Audi dan Daniel dalam novel Sado Masochism karya Budi Gunawan memiliki tiga aspek, yaitu id, ego, dan superego. 2) Dinamika kepribadian yang mempengaruhi dominasi ketiga struktur kepribadian tokoh Audi dan Daniel memiliki empat aspek, yaitu Insting hidup, Insting mati, kecemasan neurotis, dan kecemasan moral. 3) Mekanisme pertahanan ego tokoh Audi dan Daniel dalam menghadapi tuntutan id dalam novel Sado Masochism karya Budi Gunawan memiliki tujuh wujud, yaitu sublimasi, fantasi, proyeksi, pengalihan, rasionalisasi, apatis, dan reaksi formasi. 4) Dinamika kepribadian yang mempengaruhi penyimpangan seksual sado masokisme adalah naluri hidup dan naluri mati ditekan oleh kecemasan moral. Penyimpangan ini juga bentuk dari pertentangan id dan superego. Kata Kunci: psikologi sastra, psikoanalisis, seksualitas, sado masokism

    Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com

    No full text
    Penetapan status tersangka oleh KPK dikeluarkan beberapa hari sebelum Komjen Pol Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri. Hal ini menuai banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pemberitaan yang ditampilkan media beragam. Ada yang menampilkan sisi positif Budi Gunawan ada juga yang sebaliknya. Tak hanya di media cetak dan elektronik, media online juga mengangkat isu ini secara rutin, seperti Metrotvnews.com Lalu, bagaimana teks yang dikonstruksi oleh Metrotvnews.com pada pemberitaan calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com? Apa hubungan antara ideologi Metrotvnews.com dan aspek kebahasaan dalam merepresentasikan calon Kapolri Budi Gunawan di Metrotvnews.com? Bagaimana Sociocultural Practice yang melatarbelakangi wacana yang dibentuk Metrotvnews.com? Pada level teks, Metrotvnews.com menonjolkan citra positif Komjen Pol Budi Gunawan dan menempatkan KPK pada sisi negatif. Hal tersebut terlihat dari pemilihan kata dan susunan kalimat yang mengarahkan pengertian bahwa Budi Gunawan tidak bersalah. Metrotvnews.com juga cenderung menampilkan pendapat yang tidak setuju jika Budi Gunawan dijadikan tersangka. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Namun, khusus untuk menganalisa level teks, penulis menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A Van Djik. Paradigma kritis ini memandang media bukanlah saluran yang bebas dan netral. Media dapat menjadi alat kelompok tertentu dan digunakan untuk mendominasi kelompok yang tidak dominan. Titik perhatian besar Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik kekuasaan. Sementara pada level teks, Van Djik membagi struktur teks menjadi tiga elemen, yaitu Struktur Makro, Superstruktur dan Struktur Mikro. Jenis analisis yang digunakan pada penulisan ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik suatu populasi atau bidang tertentu secara fakta dan cermat. Analisis ini juga memberikan gambaran secara umum dan mendetail dari hasil yang diperoleh. Wacana yang ditampilkan Metrotvnews.com memberikan pemahaman bahwa ada maksud di luar ranah hukum yang dilakukan KPK terhadap calon Kapolri Budi Gunawan. Makna tersebut muncul berdasarkan pemahaman wartawan dan pengelola media terhadap suatu isu dan praktik sosiokultural yang ada. Dengan meneliti ini, penulis memahami bahwa tidak hanya pandangan wartawan atau pengelola media massa yang dapat mempengaruhi makna suatu berita. Background sosial politik Metrotvnews.com juga ikut menentukan makna apa yang akan ditampilkan pada teks berita

    Analisis Putusan Nomor: 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. Tentang Pembatalan Penetapan Status Tersangka Komjen Pol) Budi Gunawan / oleh Achmad Feriyandi Adam

    No full text
    abstrak (A)Nama : AchmadFeriyandi Adam (NIM : 205110128) (B)Judul : AnalisisPutusanNomor: 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. TentangPembatalanPenetapan Status TersangkaKomjen (Pol) Budi Gunawan (C) Halaman : ix + 126 + 34 + 2015 (D)Kata Kunci: Praperadilan, HukumAcaraPidana (E)Isi : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka dugaan kasus transaksi mencurigakan atau transaksi tidak wajar dari pejabat negara pada Selasa, 13 Januari 2015. Komjen (Pol) Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) disangka menerima hadiah atau janji saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri periode 2003-2006 di kepolisian Republik Indonesia. Komjen (Pol) Budi Gunawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b,Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-UndangNomor 31Tahun1999tentangPemberantasanTindakPidanaKorupsijo.Undang-UndangNomor20 tahun 2001 tentang PerubahanatasUndang-UndangNomor 31Tahun1999tentangPemberantasan TindakPidanaKorupsisertaPasal 55 Ayat 1 KitabUndang-UndangHukumPidana. Ataspermohonanpraperadilanpenetapan status tersangkatersebut, pada16 Februari 2015 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatandengan hakim tunggal Sarpin Rizaldi mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka. Dalam putusannya, hakim menyatakan tidak sah penetapan tersangkaKomjen (Pol) Budi Gunawan.Bagaimanaputusannomor04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel yang mengabulkanpermohonangugatanpraperadilanterkaitdengantidaksahnyapenetapantersangkaKomjen (Pol) Budi Gunawan?Penulismenelitimasalahtersebutdenganmenggunakanmetodepenelitianhukumnormatif.Data penelitianmemperlihatkanadanyakesewenang-wenangan yang dilakukan KPK.kesewenang-wenanganatauupayapaksainidiaturdalamputusanMahkamahKonstitusiNomor 21/PUU-XII/2014 yang memperluaskewenanganpraperadilantermasuksahatautidaknyapenetapantersangka, penggeledahandanpenyitaan. Sebaiknya KPK dalammenetapkantersangkatidaktergesa-gesa agar tidakterjadikesewenang-wenangan.(F)Acuan: 34 (1980-2014) (G) Pembimbing: Dr. Dian Adriawan, S.H., M.H. (H) Penulis : AchmadFeriyandi Ada

    Kajian Emisi Kendaraan di Persimpangan Surabaya Tengah dan Timur serta Potensi Pengaruh terhadap Kesehatan Lingkungan Setempat

    Get PDF
    The growing number of motor vehicles on the street will increase the consumption of gasoline. At the national scale, gasoline consumption increased from 62.035.065 kiloliters in 2013 to 70.744.977 kiloliters in 2014. The increasing consumption of gasoline not only drains the  non-renewable fossil energy but also affects the environment due to gas emission generated by fuel burning. The carbon monoxide (CO) or carbon dioxide (CO2), hydrocarbon (HC), nitrogen oxide (Nox), particulate matter (PM), and sulfide (SO2) concentration in a congestion area such as the area around traffic lights is substantially high. This research aims to find the gasoline consumption and emission rate in intersections with traffic lights, and its effect on surrounding environment. The research was done by collecting traffic volume in two locations in Surabaya, at morning rush hours, which started from 6.20 A.M. to 8.20 A.M, then calculated the emission rate and gasoline consumption from traffic data. The data showed that the volume of gasoline consumed in one lane (out of four lanes) at the traffic lights for two-hour duration was 700 liters, and the total substance of PM, NO, SO2 produced were 353 grams, 15.166 grams, and 410 grams. The concentration of NO and SO2 at Dr. Soetomo intersection after one-hour emission was 3059 μg/m3 and 57 μg/m3, while that at Kertajaya intersection was 672 μg/m3 and 12 μg/m3, respectively. These pollutants were away above the tolerable limit to human health as suggested by WHO, which should not exceed 50 μg/m3 for PM, 40 μg/m3 for NO3 for NO, and 20 μg/m3 for SO2

    PEMBERITAAN KEBIJAKAN PRESIDEN DALAM MENETAPKAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI CALON KAPOLRI PADA SURAT KABAR KOMPAS (Studi Analisis Isi Kuantitatif Tentang Pemberitaan Kebijakan Presiden Dalam Menetapkan Budi Gunawan Sebagai Calon Kapolri Pada Surat Kabar Harian Kompas Periode Januari–Februari 2015)

    Get PDF
    Agustina Fitria Dewi, D1212006, NEWS COVERAGE CONCERNING THE PRESIDENT’S POLICY IN ASSIGNING BUDI GUNAWAN AS THE CANDIDATE OF POLICE HEAD IN KOMPAS DAILY (A Quantitative Content Analysis Study on News Coverage Concerning the President’s policy in Assigning Budi Gunawan as the Candidate of Police Head in Kompas Daily in the Period of January-February 2015). Thesis, Department of Communication Science, Social and Political Sciences Faculty, Surakarta Sebelas Maret University, 2017). Media is a means of learning to find out various events. Such the role makes the mass media office as the provider of information and news service grows very rapidly within society. It makes every mass media office competing for organizing news coverage optimally. The objective of research was to find out the content of news coverage concerning the assignment of Budi Gunawan to be the candidate of Police Head (Kapolri) in Kompas daily in the period of January-February 2015. This study was a quantitative content analysis research with descriptive approach. The population of research was all news coverage concerning the assignment of Budi Gunawan as the candidate of Police Head (Kapolri) published in Kompas daily editions of January-February 2015. Meanwhile, the sample was news concerning the assignment of Budi Gunawan to be the candidate of Police Head (Kapolri) in Kompas daily editions of January 8-February 23, 2015. The types of data used were primary and secondary ones. The primary data was collected by means of observing and calculating the emergence of news coverage concerning the assignment of Budi Gunawan to be the candidate of Police Head (Kapolri) in Kompas daily editions of January 8-February 23, 2015 and secondary data was obtained indirectly by the author through collecting literature, journals and other document supporting the primary data. The result of content analysis conducted in this research showed that the news coverage largely used straight news format, the one featured actually and simply, the titles were written more implicitly put on non-headline, with combined informative and argumentative nature, one-direction coverage type and neutral direction Keywords: News and Content Analysi

    TINJAUAN YURIDIS ATAS PUTUSAN PRAPERADILAN DALAM PERKARA  NO. 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. (STUDI KASUS PUTUSAN PRAPERADILAN UNTUK TIDAK SAHNYA STATUS TERSANGKA BUDI GUNAWAN ATAS KASUS KORUPSI)

    No full text
    Salah satu lembaga hukum baru yang diciptakan dalam KUHAP adalah lembaga Praperadilan. Wewenang dan fungsi Praperadilan adalah tugas tambahan Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutus : sah atau tidaknya penangkapan dan atau penahanan; sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan dan permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi bagi seorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan. Hakim Praperadilan Sarpin Rizaldi dalam Putusan No. 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel menetapkan penetapan tersangka Komjen (Pol) Budi Gunawan tidak sah. Bisa disimpulkan bahwa putusan hakim Praperadilan Budi Gunawan adalah tidak tepat karena tidak sesuai dengan Pasal 77 KUHAP. Permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah : apakah putusan hakim Sarpin Rizaldi atas Praperadilan Budi Gunawan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jenis penelitian ini adalah normatif karena mengkaji putusan Praperadilan Budi Gunawan dengan nomor perkara 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel yang meliputi pendekatan kasus, perundang-undangan dan konseptual. Prosedur pengumpulan serta pengolahan bahan hukum dalam penulisan skripsi ini adalah dengan mengumpulkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, yang kemudian dilakukan analisa dan inventarisasi baik itu terhadap bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder tersebut. Putusan hakim Sarpin dalam Praperadilan yang menetapkan pembatalan status tersangka Budi Gunawan pada perkara nomor 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. adalah kurang tepat, mengingat proses penetapan Budi Gunawan menjadi tersangka telah sesuai dengan prosedur yang berlaku pada saat itu, Budi Gunawan termasuk dalam kategori Penyelenggara Negara, dan Budi Gunawan sama sekali belum dikenakan upaya paksa, sehingga Budi Gunawan tidak memiliki legal standing untuk mengajukan gugatan Praperadilan. Kata Kunci : Putusan, Praperadilan, Budi Gunawan.                 Abstract     One of the new legal institution which has created in KUHAP / the Code of Criminal Procedure was Pretrial institutions. The authority and functions of this institution is an additional task to investigate and decide: whether or not lawful arrest and/or detention ; the validity of the termination of investigation or prosesution;  compensation request or rehabilitation for people whom their criminal case was stopped either at the level of investigation or prosecution. Pretrial Judge Sarpin Rizaldi in the verdict No. 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel established that suspect determination of Komjen (Pol) Budi Gunawan was invalid. It can be concluded that the Pretrial judge's decision of Budi Gunawan was not appropriate because it didn’t conform with Pasal 77 KUHAP. Issues to be discussed in this study is, Does the Pretrial judge's ruling Sarpin Rizaldi towards Budi Gunawan are in accordance with the applicable regulations. This type of study is normative due to reviewing the Pretrial decision of Budi Gunawan with case number 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. which using includes cases, legislation and conceptual approaches. The prosedure of collecting and processing any legal material in this essay was by collecting primary and secondary law material, which then conducted an analysis and inventory of the law material either primary or secomdary. Sarpin pretrial judge's ruling that establishes the cancellation status of Budi Gunawan as suspects in case number 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. is less appropriate, considering the setting process of Budi Gunawan as suspects is in accordance with the applicable procedures at that time, Budi Gunawan included in the category of State Officials, and Budi Gunawan didn’t received any forceful eforts, so Budi Gunawan didn’t  have legal standing to file a Pretrial lawsuit   Keywords : Verdict, Pretrial, Budi Gunawa

    Konstruksi Pemberitaan Penunjukan Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri (Analisis Framing terhadap Pemberitaan Penunjukan Budi Gunawan sebagai Calon Tunggal Kapolri oleh Predisen Joko Widodo di Majalah Tempo Edisi 12 Januari & 19 Januari 2015)

    Get PDF
    Pers saat ini sering disebut sebagai the fourth astate (kekuatan keempat) dalam kehidupan bermasyarakat.Pers menjadi pengawas kebijakan dan penyambung aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Bentuk pengawasan kebijakan dan penyambung aspirasi disampaikan dalam bentuk berita. Berita juga sebagai produk konstruksi realitas tentunya dibagun atas penyusunan bahasa yang dibentuk dari kumpulan kata-kata. Majalah Tempo memiliki cara tersendiri dalam mengemas/mengkonstruksi berita yang disajikan kepada khalayak, bisa pro atau pun kontra terhadap suatu isu. Biasanya,, apa yang ditulis oleh seorang jurnalis dengan tulisannya ia dapat memasukan ide-ide dan gagasan yang ada dipikirannya juga tidak terlepas dari visi dan misi media tempat ia bekerja. Tujuan utama penelitian ialah untuk mengetahui kecenderungan majalah Tempo dalam membingkai berita mengenai pemberitaan pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Secara khusus penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan strategi framing yang digunakan oleh Tempo dalam menyusun, mengisahkan, menuliskan, serta menekankan fakta agar lebih bermakna untuk mengajak opini pembaca sesuai perspektif media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan analisis framing. Objek penelitian terdiri dari berita-berita seputar pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri terdiri dari tujuh berita (edisi 12&19 Januari 2015). Sedangkan pendekatan yang digunakan peneliti untuk menganalisis teks digunakan teknik analisis framing, data yang diperoleh dan diolah dengan cara penjelasan tabel-tabel yang merujuk pada Model Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Berdasarkan analisis yang diambil kesimpulan bahwa Tempo membangun kecenderungan pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang ditunjuk Presiden sebagai pilihan yang salah dan tidak sesuai dengan pilihan. Tempo melakukan kritik bahkan sindiran melalui sudut pandang yaitu unsur sintaksis yaitu model lead latar belakang, kutipan sumber, dan bila dilihat dari 5W+1H Tempo mengisahkan fakta dengan memakai who ,how, dan what didalam lead. Tempo cenderung memegang prinsip cover both side dalam hal narasumber itu ditunjukan dari Tempo meminta klarifikasi dari pihak yang terkait yaitu Budi Gunawan. Tempo menempatan pemberitaan tentang penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dalam rubrik laporan utama mendalam dan secara kontinyu memberitakan kelanjutan pencalonan Kapolri. Bagi Tempo, ketuntasan pemilihan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri sangat penting dengan menempatkan berita tersebut dirubrik laporan utama serta konsisten dalam penekanan fakta melalui leksikon yang jelas menggambarkan visi Tempo sebagai media yang menjadi acuan dalam meningkatkan kebebasan publik untuk perpikir,berpendapat dan menghargai perbedaan

    Analisis isi naratif kasus rekening gendut komisaris jenderal Budi Gunawan dalam majalah tempo edisi 10-25 Januari 2015

    Get PDF
    Penelitian ini mengangkat proses konstruksi narasi pada kasus kasus rekening gendut yang menjerat Komisaris Budi Gunawan pada majalah Tempo edisi 19-25 Januari 2015 yang berjudul ‘Bukan Sembarang Rekening Gendut’. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi narasi pada kasus Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi yang diangkat oleh majalah Tempo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Metode yang digunakan adalah analisis isi teks media, dengan teknik analisis isi naratif Tzvetan Todorov dan Vladimir Propp untuk mengungkap konstruksi majalah Tempo melalui struktur narasi dan fungsi karakter pada empat teks berita pada majalah Tempo edisi 19-25 Januari. Melalui teknik analisis Todorov, ditemukan bahwa struktur narasi yang terdapat dalam teks berita secara umum memiliki tahap gangguan menuju upaya memperbaiki gangguan. Struktur narasi majalah Tempo menunjukkan bahwa gangguan, yakni kasus rekening gendut Budi Gunawan, dapat ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang akhirnya menetapkannya sebagai tersangka suap dan gratifikasi setelah bertahun-tahun melakukan penyelidikan terhadap calon tunggal Kapolri itu. Sedangkan dari analisis penokohan Propp, ditemukan bahwa majalah Tempo hendak mengangkat KPK sebagai pahlawan yang menghentikan penjahat, dalam hal ini adalah Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang memiliki aliran dana mencurigakan dalam rekeningnya
    corecore