270 research outputs found

    New invasive pest, Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) attacking corn in Bengkulu, Indonesia

    No full text
    Spodoptera frugiperda or Fall Armyworm (FAW) is one of the new pests that attack corn plantations in Indonesia. The pest outbreak was reported in America in 2016 and later spread to Africa and Asia, where it was first reported in Thailand in 2018. In March 2019, the first infestation of FAW in Indonesia was reported on corn in Pasaman, West Sumatra province. Losses due to this pest on corn plants in Africa were between 8.3-20.6 million tons per year or valued at 2.481-6.187 million US$/year. This study was aimed to evaluate the damage on of corn plants varieties due to S. frugiperda attacks in Bengkulu Province, Sumatra-Indonesia. The corn varieties involved in this study were Bisi 18, Skada, Paragon, Bima 20 and Nasa 29. The research method was a survey, sampling with a scouting system. The results showed that among the varieties of corn in Bengkulu, Bisi 18, Skada, and Nasa 29 were partially resistant, while the Paragon and Bima 20 varieties were susceptible to the attack of S. frugiperda. Natural enemies found in the cornfields were S. frugiperda multiple nucleopolyhedro virus(SfMNPV), Nomura earileyi, predators Coleomegilla maculata (Coleoptera: Coccinellidae), and parasitoids (Diptera: Tachinidae). It is expected that the results of this study could be used for further research to control S. frugiperda

    SISTEM DRAINASE DI KORIDOR JAMIN GINTING PANCUR BATU SUMATERA UTARA

    Full text link
    Sistem Drainase Perkotaan merupakan salah satu komponen prasarana perkotaan yang sangat erat kaitannya dengan penataan ruang. Bencana banjir yang sering melanda sebagian besar wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh kesemrawutan penataan ruang. Pengelolaan air kotor belum dilakukan dengan benar serta belum terdapatnya menajemen koridor tentang air kotor dan peraturan dalam pengelolaan lingkungan koridor dan pengelola untuk air kotor koridor. Saluran drainase pada koridor jalan Jamin Ginting tidak dirancang dengan baik sehingga dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya di bangunan Cina Melayu pengguna jalan harus melewati drainase yang tidak tertutup dan terdapat juga bangunan liar diatas saluran drainase. Sistem jaringan air kotor dilokasi Koridor Jamin Ginting Pancur Batu ini tidak cukup bersahabat pada masyarakat. Banyak saluran drainase yang tidak sesuai diperuntukkan kondisi lingkungan yang terdapat pada saluran yaitu terdapat sampah dan kondisi diatas saluran terdapat bangunan dan ruko yang menutupi saluran sehingga membuat air kotor tidak mengalir sempurna. Terdapat juga titik pembuangan saluran yang tidak sesuai dengan titik elevasi terendah sehingga banyak genangan disekitar saluran

    Pengaruh Personal Selling Dan Harga Terhadap Minat Beli Perumahan Silangit Residence Pada PT. Alga Sempurna Mandiri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal selling dan harga terhadap minat beli perumahan silangit residence pada PT. Alga Sempurna Mandiri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data denga kuiisoner dan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik pengambilan sampel memakai random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan PT.Alga Sempurna Mandiri yang berjumlah 61 responden. Teknik analisi menggunakan rergresi linear berganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara personal selling dengan minat beli, dimana thitung sebesar (3,495), sedangkan ttabel (2,00172) dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05. (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara harga dan minat beli dimana thitung sebesar (9,337) sedangkan ttabel (2,00172) dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05. (3) terdapat hubungan yang poditif dan signifikan personal selling dan harga terhadap minat beli, dimana thitung 43,692 sedangkan ttabel (2,40) dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variable personal selling dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli perumahan silangit residence pada PT.Alga Sempurna Mandiri. Hasil ini juga dapat dilihat berdasarkan pengujian koefisien determinasi yang menhasilkan nilai R square sebesar 0,601. Hal ini menunjukkan bahwa personal selling dan harga mampu mempengaruhi minat beli perumahan silangit residence pada PT.Alga Sempurna Mandiri sebesar 60,1%

    Integrasi Penggunaan Lecanicillium sp. dan Helicoverpa armigera Nucleopolyhedrovirus (HearNPV) untuk Pengendalian Penggerek Tongkol Helicoverpa armigera (Hubner) pada Jagung Manis

    No full text
    Penggerek tongkol jagung Helicoverpa armigera merupakan salah satu hama penting pada tanaman jagung di Indonesia. Hama tersebut menyerang tongkol jagung, pucuk dan malai, sehingga bunga jantan tidak terbentuk yang mengakibatkan hasil tanaman berkurang. Selain itu, infestasi serangga ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung. Sifat polifagus serangga tersebut dan ketersediaan inang menyebabkan populasi H. armigera selalu tinggi sepanjang musim. H. armigera juga mempunyai kapasitas reproduksi tinggi dengan potensi perkembangan cepat, sehingga dapat menimbulkan tumpang tindih generasi sepanjang siklus tanaman. Pengendalian hama ini secara kimiawi sebaiknya dihindari agar bisa meminimalkan risiko keracunan terhadap pengguna, dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme yang menguntungkan. Penggunaan mikroorganisme entomopatogen diharapkan dapat mengendalikan populasi hama dan aman bagi serangga yang bermanfaat, seperti cendawan Lecanicillium sp. dan virus HearNPV yang memiliki kelebihan dibandingkan biopestisida lain. Perbanyakan patogen tersebut lebih murah dari pada bakteri karena dapat diperbanyak secara massal dengan metode sederhana, kapasitas reproduksi tinggi, dan relatif persisten di lapangan. Berdasarkan hal tersebut, Lecanicillium sp. dan HearNPV diharapkan efektif mengendalikan H. armigera. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi dan menguji: patogenisitas Lecanicillium sp. terhadap penggerek tongkol jagung H. armigera, patogenisitas Lecanicillium sp. dan HearNPV yang diaplikasikan secara terpisah dan dalam campuran terhadap H. armigera di laboratorium, keefektifan dan pengaruh residu Lecanicillium sp. dan HearNPV di lapangan, dan karakteristik molekuler Lecanicillium sp. dengan menggunakan primer ITS1 dan ITS4 serta persentase kemiripan isolat dengan beberapa spesies Lecanicillium lainnya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Patologi Serangga, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Percobaan semi lapangan dilakukan di kebun percobaan IPB Cikabayan, sedangkan identifikasi Lecanicillium sp. dilakukan di IPB Culture Collection, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB. Uji patogenisitas dilakukan dengan aplikasi konidia Lecanicillium sp. terhadap telur dan larva dengan kerapatan konidia 105, 106, 107 konidia/ml dan kontrol diberi perlakukan air steril. Penelitian di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan data hasil penelitian diolah menggunakan progam SPSS versi 16.1, sedangkan analisis probit untuk menentukan nilai LT25,50,75 dan LC25,50,75 dengan menggunakan progam progam SAS versi 6.12. Penelitian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Urutan nukleotida sampel dibandingkan dengan urutan nukleotida Lecanicillium lain yang telah dipublikasikan di situs National Centre v for Biotechnology Information (NCBI) melalui program BLAST (Basic Local Alignment Search Tools). Data urutan nukleotida yang terpilih dianalisis menggunakan program Bioedit ver 7.1.7 dan Clustal W untuk mengetahui homologi nukleotida sampel. Analisis filogeni dilakukan berdasarkan pendekatan Neighbor-Joining dengan Bootstrap 1000x dengan program MEGA-6. Uji virulensi Lecanicillium sp. terhadap penggerek tongkol jagung H. armigera menunjukkan bahwa aplikasi suspensi konidia terhadap telur mampu mengakibatkan mortalitas telur sebesar 13.75%, dan berpengaruh terhadap mortalitas larva instar pertama dengan mortalitas sebesar 98.75% pada perlakuan 107 konidia/ml. Lecanicillium sp. juga mampu menyebabkan mortalitas larva H. armigera, pada perlakuan konsentrasi yang sama sebesar 41.25%, dengan nilai LT25, 50, 75 masing-masing sebesar 3.95, 7.12, 12.82 (hari) dan LC25, 50, 75 masingmasing sebesar 4.6x105, 1.7x106, 4.6x109 (konidia/ml). Uji patogenisitas Lecanicillium sp. dan HearNPV terhadap H. armigera di laboratorium menunjukkan bahwa bahwa aplikasi HearNPV tidak mampu menginfeksi telur, tetapi berpengaruh terhadap mortalitas larva yang baru menetas, pada kerapatan 107 PIBs/ml mencapai 100%, dan mortalitas larva instar dua pada kerapatan yang sama sebesar 90%, sementara pada aplikasi campuran Lecanicillium sp. dan HearNPV terhadap telur pada kerapatan 107 mencapai 17.5%, dan dari telur yang menetas, larva dihasilkan akhirnya mati sebesar 100%. Mortalitas larva hari ke tiga, pada konsentrasi 107 dengan aplikasi campuran (Lecanicillium sp. dan HearNPV) sebesar 26.25%. Nilai LT50 pada aplikasi HearNPV terhadap larva H. armigera lebih rendah dibandingkan dengan aplikasi campuran, pada HearNPV sebesar 2.03 hari sementara pada aplikasi campuran sebesar 3.23 hari. Uji keefektifan Lecanicillium sp. dan HearNPV terhadap H. armigera di lapangan menunjukkan aplikasi HearNPV lebih efektif dari pada aplikasi Lecanicillium sp. Kerusakan tongkol terendah pada aplikasi HearNPV sebesar 17.5%, sementara pada aplikasi Lecanicillium sp. sebesar 50% dan pada aplikasi suspensi campuran kerusakan tongkol sebesar 22.5%. Residu HearNPV dan konidia Lecanicillium sp. masih berhasil diisolasi setelah 15 hari perlakuan, residu konidia pada tanah menghasilkan 13 colony forming units/ml. Hasil analisis urutan DNA menunjukkan Lecanicillium sp. memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan L. kalimantanense strain BTCC F23 dengan tingkat homologi sebesar 94%. Berdasarkan analisis filogenetik Lecanicillium sp. berada dalam cluster yang sama dengan L. kalimantanense strain BTCC F23 dan V. indonesiacum strain BTCC-F36, sedangkan L. lecanii lebih dekat dengan L. attenuatum, dan L. muscarium, namun tidak menutup kemungkinan untuk pemberian nama baru terhadap spesies tersebut

    Budidaya Lebah Heterotrigona Itama di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara

    Full text link
    Kelurahan Kemumu RT.03/RW.02, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, memiliki potensi sumber daya alam yang menarik, terdapat hutan, wisata air terjun, area pertanian, sehingga cocok dikembangkan untuk budidaya lebah Trigona sp. yang akhir-akhir ini menjadi tren di tengah-tengah masyarakat. Pada banyak kasus, semangat yang besar tidak didukung dengan pengetahuan yang memadai, sehingga upaya masyarakat ini perlu direspon agar bahu-membahu memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat. Budidaya lebah tanpa sengat atau meliponiculture memiliki dua manfaat yaitu manfaat ekonomis dan ekologis. Bagi peternak atau pembudidaya lebah, usaha ini mendatangkan manfaat ekonomi dari pemasaran produk perlebahan seperti madu, roti lebah (beebread), propolis, dan dari sudut pandang ekologis, semua jenis lebah merupakan agen penyerbukan atau polinasi bagi tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik budidaya Heterotrigona itama di Kelurahan Kemumu RT.03/RW.02. Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan teknik budidaya Heterotrigona itama dan dilanjutkan dengan melakukan evaluasi di akhir kegiatan dengan kuesioner. Petani sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan serta praktek langsung teknik panen madu, pemecahan koloni lebah dan pengenalan pakan lebah di lapangan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar petani memberikan persepsi yang baik terhadap teknologi budidaya Heterotrigona itama yang diperkenalkan

    Peningkatan Jaminan yang Tidak Sempurna dalam Kaitannya dengan Pengurusan Piutang Negara

    No full text
    Dalam hal pemberian kredit perihal keberadaan jaminan sangat utama dalam hal seorang debitur mendapatkan kreditnya. Aspek jaminan pada dasarnya didasarkan kepada penanggulangan resiko apabila ternyata debitur lalai melunasi kreditnya. Kadang-kadang banyak terjadi dalam perjanjian kredit yang pengikatannya tidak sempurna, hal ini dimungkinkan terjadi dengan sebab klausula-klausula yang dibuat tidak sesuai dengan kesepakatan. Hal ini memberikan keadaan bahwa perjanjian kredit tidak memiliki pengikatan yang sempurna dan mempunyai cacat hukum. Pengikatan jaminan yang tidak sempurna rentan terjadinya kredit macet karena pihak debitur pada awal pembuatan pengikatan kredit tersebut telah bertindak bertentangan dengan itikad baik. Penyelesaian kredit macet bank pemerintah secara ekstren dilakukan oleh Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN). Yang dikaji dalam tesis ini adalah apakah sebenarnya yang menjadi sebab timbulnya pengikatan jaminan yang tidak sempurna, karena pada dasarnya proses petinohonan kredit yang dilakukan sangat teliti dan bagaimana proses pengurusan piutang negara akibat pengikatan jaminan yang tidak sempurna di KP2LN. Jaminan adalah sebagai suatu bentuk pemberian hak kepada bank untuk penguasaan harta debitur deng dasar adanya perjanjian kredit antara debitur dengan kreditur. Lebih dari itu jamiran yang diserahkan oleh nasabah merupakan beban sehingga si nasabah akan sungguh-sungguh untuk mengembalikan kredit yang diambilnya. Kredit tanpa jaminan sangat mem.bahayakan posisi bank.oleh karena itu setiap Perjanjian kredit selalu diikuti oleh pengikatan jaminan. Semua perjanjian pengikatan jaminan bersifat accesoir artinya perjanjian pengikatan jaminan eksistensinya tergantung kepada perjanjian pokok yaitu perjanjian Kredit. Macammacam jenis jaminan kebendaan yaitu gadai, hak tanggungan dan Fidusia. Syarat pengikatan jaminan hams mengikuti perjanjian pokoknya, penilaian jaminan disandarkan kepada apakah nilai kredit yang dimohonkan debitur sesuai dengan nilai harta atau jaminan yang diajukan debitur Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum sosiologis (empiris). Jenis data ialah data Primer yaitu hasil penelitian dilapangan.Lokasi Penelitian di KP2LN Medan, analisis data yang digunakan kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif induktif Faktor penyebab timbulnya pengikatan tidak sempurna adalah karena tidak memenuhi persyaratan pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yaitu kesepakatan para pihak juga dikarenakan kurang pengetahuan tentang aturan hukum yang mengikat dan nrediksi sebab akibat akta yang dibuat yang merupakan faktor yang sangat signifikan dalam dunia Kenotaritan,selain itu juga karena pihak debitur yang tidak memenuhi persyaratan pengikatan jaminan dengan tidak mengikut sertakan pasangan kawin atau salah satu pemilik bersama jaminan untuk maksud tujuan tertentu yang dapat menimbulkan kerugian bagi para pihak yang juga berhak atas barang yang clijaminkan.Pengurusan Pengikatan jaminan yang tidak sempurna yang telah masuk ke KP2LN, apabila terjadi tuntutan oleh pihak yang dirugikan maka pihak KP2LN terlebih dahulu akan menyelesaikan secara damai dengan cara memanggil para pihak yang bersengketa. Namun apabila salah satu pihak merasa tidak puas akan diselesaikan melalui pengadilan. Pelaksanaan lelang hanya dapat dihentikan oleh Putusan pengadilan, apabila tidak ada keputusan penghentian pelaksanaan lelang dan pengadilan maka lelang harus tetap diialankan. Hambatan – hambatan yang di hadapi KP2LN dalam melakukan lelang barang jaminan berdasarkan Undang – Undang PUPN di temukan banyak faktor yaitu Faktor kelemahan kreditur dalam pengikatan kredit atas obyek jaminan yang di ajukan debitur serta faktor kelemahan petugas PUPN dan Pengadilan Negeri. Solusi yang dapat dilakukan oleh PUPN/KP2LN Medan tetap dilakukan eksekusi obyek jaminan sesuai dengan tujuan dibentuknya PUPN yaitu untuk menyelesaikan/mengurus piutang negara, maka pelelangan adalah merupakan upaya terakhir untuk menyelesaikan piutang negara tersebut. Karena itu meskipun sudah ada pengumuman lelang, tidak ada alasan bagi PUPN untuk menolak pelunasan yang dilakukan oleh debitur/pihak ketiga. Maka dari itu adanya kepastian hukum dan peraturan yang kondusif serta semangat dan kemauan yang sama dari pihak-pihak terkait untuk memperlancar eksekusi obyek jaminan untuk menyelesaikan kredit macet. Hendaknya tingkat pengawasan perilaku manajemen perbankan dapat lebih proaktif dalam meninjau dan menentukan status hukum dari jaminan hutang seorang calon debitur.Notaris lebih meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam prediksi sebab akibat akta yang dibuat.Sebaiknya pengurusan masalah pengikatan tidak sempurna bisa dilakukan dalam waktu singkatIn credit affairs the collateral binding is an important requirement for debtor to receive the loan. Collateral aspect based on risk management if debtor derelict in repay man of the loan. This condition found in unperfected collateral binding loan in which there are not special clauses according to agreement. This condition indicates that credit or loan agreement has not perfect binding and has law defect. Unperfected collateral binding cause the had debt because the debtor in the early of loan binding take action opposed the good intentions. Settlement of bad debt in government bank be conducted externally by Directorate General of State credit and auction (DJPLN). This thesis will study the actual causes of unperfected collateral binding because the loan application is reviewed carefully and how the management of state credit caused by the imperfect collateral binding in KP2LN. Collateral is a transferred right to bank to occupies the properties of debtors as a 1 ace of credit or loan agreement between debtor and creditor. In addition, the collateral submitted by customer is a charge so the customer will; repay the credit in the due date. Credit without collateral put the bank in risk position. Therefore, each credit agreement &ways followed by collateral binding. All of collatera.1 binding agreement is assumed as accessories means the existence of collateral binding agreement depend on the main agreement, i.e. credit or loan agreement. The form of physical collaterals are pawning, dependence rights aid fiduciary. A requirement of collateral binding based on the main agreement, the appraisal on collateral based on whether the applied credit by debtor suitable to the properties or collateral value submitted by debtor. This study is a sociology law research (empirical). While the data is primary data, i.e. the results of field study. This study is conducted at KP2LN Medan, and the data analyzed by qualitative analysis by conclusion will draw but inductive deductive method. The causal factors for unperfected collateral binding is unfulfilled net of requirement of article 1320 of Civil Law (KUM Perdata), i.e. the agreement of both sides in addition to the lack of knowledge on binding rule and prediction of consequences of the agreement as a significant factor in notaries affairs and because the debtor did not fulfill the requirement of collateral binding by the involvement of the marriage couple or one of the owner of collateral for •<< certain purpose that cause the loss for the side who also has a right on the properties. Unperfected collateral binding affairs submitted to KP2LN, if there are claims by the lost side, KP2LN will settle the case in deliberations by to invite the both of sides. If one of the parties is not satisfied, the case will submit to the court session. The auction can be terminated by the (court decision. If there is not a decision for auction termination from the Court, the action will be continued. The obstacles found by KP2LN in auction of the guaranteed properties based on Law PUPN such as the weakness of creditor in credit binding on the collateral object submitted by debtor and the weakness of the PUPN official and Court in first instance. Solution took by PUPN/KP2LN Medan is to execute the collateral object based on the purposes of PUPN establishment, i.e. to settle/to manage the state credit. So, the auction is a last effort to settle the state credit. Therefore, although there is auction announcement, there is no reason for PUPN to reject the full repayment by debtor/third party. Therefore, law enforcement conductively and spirit and goodwill’s of the related parties for the execution of the collateral object are very important for the settlement of the bad credit. The controlling of banking management behavior will more proactive in order to review and to determine the legal status of the debt collateral of a debtor. Notary must pay a serious attention to the care principles in predicting the consequences of the issued deed. It is suggested to settle the unperfected binding problem in a short time.5 HalamanTesis Magiste

    First Report of Banana Bunchy Top Disease on Banana in Bengkulu.

    Full text link
    Banana is a horticulture crop that has economic value and is widely cultivated in tropical countries. Banana production in Bengkulu province reached 259,748 quintals, then durian (110,387 quintals), tangerines (94,396 quintals) (BPS 2015). Banana bunchy top disease caused by Banana bunchy top virus (BBTV) infection is considered the most crucial virus disease affecting yield losses of a banana plantation in Asia, Africa, and the South Pacific. However, the incidence and molecular characters of BBTV has never been reported in Bengkulu. This research aims to characterize symptom variations, disease incidence, and disease severity of BBTV infection in Bengkulu and virus detection using molecular methods by polymerase chain reaction (PCR). Disease incidence of BBTV was measured based on field symptoms. The disease survey was conducted in Bengkulu city, Bengkulu Utara district, and Rejang Lebong district. The study showed that the incidence of BBTV in Bengkulu City, Bengkulu Utara, and Rejang Lebong ranged from 0% to 100%. The most common symptoms observed in the field involved vein clearing, upturned leaf, chlorotic, and ragged margins, reducing petiole length, distance, lamina width, and stunting. Banana crops that are infected with BBTV in the vegetative phase will not produce fruit. In contrast, viral infection in the generative phase causes the formation of stunted fruit that is not suitable for harvesting. Thus, the potential loss of yield due to stunted disease can reach 100%. This study's results are the first reports of BBTV infection in banana crops in Bengkulu. Disease diagnosis will form the basis of disease control strategies in banana crops

    POTENSI FUNGI MIKORIZA DAN MEDIA PEMBAWANYA DALAM MENEKAN INSIDEN PENYAKIT TANAMAN KACANG TANAH

    No full text
    Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengurangi penderitaan tanaman kacang tanah di dalam memperoleh unsur hara yang terfiksasi dengan memanfaatkan fungi mikoriza. Fungi mikoriza dapat berkolonisasi dan berkembang secara mutualistik dengan akar tanaman, sehingga infeksi mikoriza dengan akar tanaman dapat memperluas bidang serapan akar menggunakan hifa eksternal yang tumbuh dan berkembang melalui bulu akar. Dengan adanya infeksi fungi mikoriza tersebut tanaman akan menjadi tidak mudah terserang penyebab penyakit dan diharapkan produksinya juga meningkat. Potensi mikoriza diteliti dengan cara mengaplikasikannya langsung ke benih dan dititipkan ke media penutup lubang tanam sebagai pembawanya dibandingkan dengan yang tidak menggunakan mikoriza. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan mikoriza pada budidaya kacang tanah dapat meningkatkan produksi 65% sampai 133% ; mengurangi kejadian polong sakit 50% - 65%, tetapi tidak berpengaruh kepada kejadian penyakit pada daun. Penggunaan mikoriza sebaiknya dilakukan dua kali yaitu langsung dicampur benih kemudian disusul pada waktu pemupukan dicampur dengan pupuk kompos. Perlu dikaji pengaruh kelembaban dan bahan organik terhadap infeksi mikoriz

    Prinsip Kehati-Hatian Notaris Di Dalam Pembuatan Akta Yang Sempurna

    Full text link
    The aims of this study are: 1. To find out and analyze the principle of prudence of a notary in making a perfect deed. 2. To find out and analyze the legal consequences of an imperfect notarial deed. The formulation of the problem from this writing are: 1. What is the form of the notary prudence principle in making a perfect deed?. 2. What are the legal consequences of an imperfect notarial deed? In this study the author uses normative juridical research, the results of this study are the forms of the notary prudence principle in making a perfect deed, namely one introducing the penghadao, two verifying carefully and the subject and object of the appearers, third giving a grace period in processing the deed. The fourth is to act carefully, carefully and thoroughly in the process of making a perfect deed, the fifth to fulfill all the technical requirements for making a perfect notary deed, and the sixth to report to the authorities if there are indications of money laundering in transactions at a Notary. Then the legal consequences of an imperfect notarial deed are proven in case number 69/Pid.B/2021 Plk notary Agustri Paruna, S.H Bin Bena and court decision number 40/Pid.B/2013/PN. Notary NGO Imran Zubir Daoed bi M. Daoed Therefore, with the proof that the Notary has committed a criminal act and in making a notarial deed that is not in accordance with the procedures or rules as stipulated by the Notary Position Act, the notary deed becomes a private deed , is not the same as the legal force of a notarial deed which is valid in its manufacture and is sentenced to imprisonment, this causes losses for parties with an interest in the deed. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis mengenai prinsip kehati-hatian notaris dalam pembuatan akta yang sempurna. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum terhadap akta notaris yang tidak sempurna. Adapun rumusan masalah dari penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana bentuk prinsip kehati-hatian notaris dalam pembuatan akta yang sempurna?. 2. Bagaimana akibat hukum terhadap akta notaris yang tidak sempurna?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian yuridis normatif, hasil penelitian ini adalah bentuk-bentuk prinsip kehati-hatian notaris didalam pembuatan akta yang sempurna yaitu satu melakukan pengenalan terhadap penghadao, dua memverifikasi secara cermat dan subyek dan obyek penghadap, ketiga memberikan tenggang waktu dalam pengerjaan akta yang sempurna, keempat bertindak hati-hati, cermat dan teliti dalam proses pembuatan akta yang sempurna, kelima memenuhi segala syarat teknik pembuatan akta notaris yang sempurna, dan keenam melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila terjadi indikasi pencucian uang dalam transaksi di Notaris. Kemudian akibat hukum terhadap akta notaris yang tidak sempurna yaitu terbukti didalam kasus nomor 69/Pid.B/2021 Plk notaris Agustri Paruna, S.H Bin Bena dan putusan pengadilan nomor 40/Pid.B/2013/PN. Lsm notaris Imran Zubir Daoed bi M. Daoed Oleh karena itu dengan terbuktinya Notaris telah melakukan perbuatan pidana dan dalam pembuatan akta notaris yang tidak sesuai dengan prosedur atau aturan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Jabatan Notaris, maka akta notaris tersebut menjadi akta dibawah tangan, tidak sama kekuatan hukumnya dengan akta notaris yang sah dalam pembuatannya serta dijatuhkan pidana penjara, hal ini menimbulkan kerugian bagi pihak yang berkepentingan dengan akta tersebut. Â

    Toleransi Antar Umat Beragama Di Desa Tugu Sempurna II Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas

    No full text
    Tugu Sempurna II Village, Muara Kelingi District, is famous for its heterogeneous community in its beliefs and religion. This village has three major religions namely Islam, Hinduism, and Christianity that coexist. The existence of various religions in Tugu Sempurna II village is not an obstacle, but it is able to create a safe and peaceful life. That's what makes the author interested in conducting more in-depth research. The writing method used is the PAR (Participatory Action Research) method. The result of this research is that tolerance in Tugu Sempurna II village is very unique. The concept of tolerance between religious people in Tugu Perfect II village is freedom of religion, respect for other religions and the principle of brotherhood. It is clear that the villagers of Tugu Sempurna II have succeeded in building a culture of tolerance because there has never been a dispute between religions, social groups, cultures, economic systems, or political ideologies. In addition, religious and community leaders play an important role in fostering a culture of tolerance because they routinely invite people to establish friendly relations and a strong sense of brotherhood
    corecore