152 research outputs found

    Karya musik ”The Title Of Journey” merupakan karya musik yang diciptakan padabulan Maret tahun 2012. Karya ini terilhami oleh kejadian kecelakaan lalu lintas yangmenimpa komposer pada bulan Agustus 2011. Komposer tertarik untuk menuangkan gagasanatas kejadian yang menimpanya beberapa bulan lalu ke dalam sebuah karya musikdikarenakan menurut komposer saat itu merupakan masa-masa tersulit dalam kehidupan.Masa-masa itu tentu tidak hanya komposer saja yang mengalami namun beberapa orang jugapernah mengalaminya. Komposer memberi judul karyanya dengan “The Title Of Journey”yang berarti judul dari sebuah perjalanan. Maksud dari judul komposisi ini adalah gambarandari jalan hidup yang ditempuh setiap manusia yang tidak selalu mudah dan mulus-mulussaja, namun pasti ada halangan dan rintangan yang menghadang kapan saja, seperti halnyayang dialami komposer. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk musik dan Isi darikarya musik “The Title Of Journey”. Karya musik ini terdiri dari 130 bar dengan 3 bagianpokok yakni bagian A, B dan C dengan menggunakan tangga nada G, A, Ab, dan C. Komposermenggambarkan kegundahan dan kesedihan hatinya menggunakan nada-nada minor, baikminor asli, melodis dan harmonis, serta menggambarkan semangatnya untuk bangkit dariketerpurukan yang menimpanya menggunakan ritmis-ritmis bergejolak dan nada-nadamayor dari alat musik terompet dan saxophone.Kata Kunci: Kecelakaan, bentuk dan makna musik, “The Title Of Journey”

    Tari Kreasi Anak Balap Kadhu’ Sebagai Ungkapan Kreativitas di Sanggar Tarara Kabupaten Bangkalan di Masa pandemi Covid-19

    No full text
    Datangnya virus Covid-19 membuat aktivitas bermain dan berkesenian anak diluar rumah dibatasi karena penularan yang cukup masif. Menanggulangi hal tersebut beberapa sanggar tari di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan Pulau Madura yang juga terkena imbas pandemi Covid-19 mencoba untuk terus eksis dalam aktivitas pembelajaran tari anak. Salah satunya adalah sanggar Tarara yang menaungi pembelajaran tari, musik, teater dan properti panggung di Kabupaten Bangkalan. Sanggar ini dikelola oleh Bapak Soedarsono yang merupakan praktisi dibidang seni. Salah satu tari yang digarap pada masa pandemi adalah tari Balap Kadhu’ yang artinya balap karung. Tari ini menggambarkan keceriaan anak-anak dalam mengikuti lomba balap karung dan sebagai relaksasi setelah vakum dari menari dimasa pandemi. Tari Balap Kadhu’ diciptakan oleh Amira dengan ide awal tahun 2018 dengan dilubangi pada bagian wajah. Pembelajaran seni tari bagi anak usia dini sangat penting, dengan pembelajaran seni tari anak memiliki efek positif. Menerapkan kegiatan menari pada anak akan lebih mudah termotivasi untuk konten pembelajaran dan pengenalan yang berbeda. Kegiatan tari ini juga membangun hubungan sosial di antara anak-anak, dan juga membuat anak-anak merasa menyenangkan. Tari Balap Kadhu’ merupakan salah satu representasi tari kreasi yang mampu menggugah kreativitas anak dalam hal penciptaan dan pembelajaran tarinya. Hal ini dikarenakan eksploarasi ragam gerak, ekspresi maupun penggunaan properti yang sangat banyak dan variatif sehingga tidak membosankan

    Peningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Tari Kreasi Madura

    No full text
    Masa anak usia dini merupakan saat yang tepat melatih keterampilan motorik salah satunya melakukan tari kreasi. Tari merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena dalam kegiatan anak belajar sambil bermain. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapat data yang diperlukan dilanjutkan dengan menganalisis data yaitu dengan menghubungkan antara masalah dan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian ini Tari kreasi Madura dalam pembelajaran di sanggar Tarara Bangkalan terdapat 4 tari kreasi namun dalam penelitian mendapatkan hasil dua tari kreasi yang dianggap berperan yaitu tari balap kadhu’ (40%) dan tari bhuk marliyeh (35%), kedua tari kreasi dianggap berperan dalam meningkatkan motorik berdasarkan indikator kemampuan lokomotor dan non-lokomotor. Dari keseluruhan anak usia dini yang berlatih tari kreasi di sanggar Tarara sudah mencapai standar keberhasilan yang ditentukan dan menunjukkan kemampuan motorik berkembang sesuai harapan

    Analisis Materi Berbasis Potensi Lokal di Kabupaten Jombang Pada Kompetensi Dasar Mata Pelajaran IPA SD Kelas IV Kurikulum 2013

    No full text
    Pembelajaran IPA yang diajarkan oleh guru di dalam kelas mengakibatkan siswa bosan dan mengantuk, terlebih ketika pembelajaran IPA yang dipelajari dengan metode yang kurang pas. IPA adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan atau berkaitan dengan fenomena-fenomena alam dan gejala-gejala alam yang sistematis dan tersusun secara teratur dan berlaku secara umum berupa kumpulan hasil observasi dan eksperimen. Untuk itu pengintegrasian pembelajaran dengan lingkungan sekitar dapat membantu mempermudah peserta didik untuk lebih kritis dalam pembelajaran dan penerapannya dilakukan secara langsung. Mengimplementasikan pembelajaran IPA dengan potensi lokal sekitar siswa sangat sesuai, sebab pembelajaran IPA juga memanfaatkan lingkungan baik makhluk hidup maupun benda di sekitar dalam pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui apa saja potensi lokal Kabupaten Jombang yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini yakni terdapat beberapa potensi lokal Jombang yang dapat diintegrasikan pada muatan IPA SD yakni Jaranan Dor, Air Terjun Tretes, Taman Kohati, Kentrung Jatimenok, dan Tari Remo

    PEMBELAJARAN VOKAL UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK “CONFUSY”.

    No full text
    Pembelajaran vocal merupakan pembelajaran yang sangat penting untuk diterapkan atau diajarkan kepada anak usia dini. Karena pada anak usia dini memiliki ketertarikan dengan nyanyian – nyayian. Selain melatih kemampuan vocal , anak juga dilatih untuk berani dan bertanggung jawab melalui pembelajaran vocal. Untuk mempermudah dan menarik dalam proses pembelajarannya peneliti membuat Teknik pembelajaran “ Confusy” singkatan dari Confortable, Fun, and Easy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pendekatan secara kualitatif di sini merujuk pada pembelajaran vocal di dalam kelas dengan menggunakan siklus pembelajaran yang di dalamnya menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keefektifan pembelajaran pembelajaran vocal dengan menggunakan Teknik confusy sudah sangat berhasil. Respon peserta didik terhadap pembelajaran vocal dengan menggunakan Teknik confusy berdasarkan hasil tes skala kecil dan skala besar dengan tingkat keberhasilan 94,5% dan juga kemajuan peserta didik dalam pembelajaran vocal sangat baik, ketertarikan peserta didik menjadi meningkat dan lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran vocal

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH

    No full text
    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawaiPENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawa

    Studi Analisis Kebutuhan Stimulasi Kemampuan Motorik Anak Usia Dini

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan stimulasi kemampuan motorik anak usia dini yang diperlukan bagi anak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data awal, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan utama mengungkapkan bahwa penelitian tentang analisis kebutuhan kemampuan stimulasi motorik anak usia dini di kabupaten Bangkalan menunjukkan adanya tingkat variasi kebutuhan antar anak. Hasil kemampuan tersebut menunjukan hasil yang baik, selain itu faktor pendukung diantaranya fasilitas, kondisi fisik, program motorik dan pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pentingnya memberikan pemenuhan kebutuhan yang sesuai untuk menstimulasi kemampuan motorik anak melalui pemberian stimulasi dan ketersediaan fasilitas yang memadai serta memberikan layanan pembelajaran yang tepat untuk mendukung ketercapaian perkembangan motorik anak usia dini. Kata kunci: Analisis kebutuhan, Stimulasi, Motorik, Anak Usia Din

    Children Song Of Madura sebagai Media Promosi Pariwisata Madura

    No full text
    Madurese language songs have to be one of the promotional media tourism that needs to be developed with a purpose cultivate and advance Indonesian tourism with love of Indonesian folk songs . This era is a folk song especially regional song speak Madura is less popular to listen to or less common _ heard by the public . Introduction language and values - mark typical area can be channeled or depicted in lyrics , music or background from song. Introduction Language area And values wisdom need introduced since early , that is songs are played to children during school activities. Introduction in children especially child level _ early recognized _ through method sing . Sing is Wrong One method learning Which can used for support education character for older children early . Through the concept of making books and albums for children's songs in Madurese circles especially old children early can access songs anytime and anywhere course without limitation . Therefore this research seeks to do innovation which can be preserved culture wisdom local , preserve existence of children's songs, promote sector tourist Madura through study development model ADDIE. In the process of development and field trials carried out at RA Attahariyah Modung and TKM NU by getting mean values of 35, 36 and 38 indicate that this product managed to improve knowledge around tourism in Bangkalan , capabilities sing as well as ability Madurese language

    Representing Symbolic Controllers with Deep Neural Networks

    No full text
    Controller synthesis techniques based on symbolic models or discrete abstractions are becoming increasingly attractive as they allow for synthesizing correct-by-design controllers of general nonlinear systems under complex behavioral requirements. However, its immense size as the consequence of the state-space explosion prohibits the approach to be widely used in real-life applications. The explosion of state space is mainly caused by the discretization in the abstraction step, and the redundancy of control inputs resulted in from the synthesis. Compression methods and determinization techniques have been developed to tackle the size problem of the resulting controller. Neural networks capabilities at approximating function and substituting look-up tables in broad applications, such as flight-critical system and deep reinforcement learning, motivate us to suggest utilizing neural networks as an alternative approach to represent the controller. In this work, the evaluation of the capability of neural networks as a viable approach to store a symbolic controller is presented. We present the utilization of neural networks to store deterministic controllers. We also propose a determinization technique based on the multiclass classification task in neural networks to determinize the controller. Additionally, we employ neural networks to store non-deterministic controllers by preserving the redundancy of the control inputs. Comparisons between binary decision diagrams (BDDs) and neural networks as compact representations of symbolic controllers are performed. Results show that neural networks are able to represent symbolic controllers in a more compact way compared to BDDs considering the size overhead produced by the CUDD package as its manipulation library.Electrical Engineering | Embedded System

    Inklusi dan Eksklusi Aktor Sosial dalam Film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody Karya Angga Dwimas Sangsoko: Pendekatan Theo Van Leeuwen

    No full text
    This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban.This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban
    corecore