233 research outputs found
Febri Anggraini's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Febri Anggraini's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Investigation on Evaluation of Personal Exposure to Ultrafine Particles (PM0.1) for Better Management of Living Environments in Indonesia
学位論文 要旨Abstract/本文Full 以下に掲載:International Journal of Environmental Research and Public Health 20(4) 2023. MDPI. 共著者:Rizki Andre Handika, Worradorn Phairuang, Muhammad Amin, Adyati Pradini Yudison, Febri Juita Anggraini, Mitsuhiko Hata, Masami Furuuch
Analisis Struktur Dan Nilai Moral Dalam Seri Cerita Rakyat Riau Karya Maria Rosa Anggraini, S.s.
Rakyak story is one of the fictional literary works in which there are elements that build the story and contain values that can be applied in human life. The lack of interest of teenagers today to read a folk tale due to the times, they chose to play gadgets and games. Though there are so many lessons and values in life that can be obtained in folklore. After reading the book collection of the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. The author discovers the existence of structures and moral values in these literary works. Literary works in this contain the structure of the story that is in the form of themes, flow, background, figure, character and mandate, as well as moral values related to responsibility, conscience and obligation. This is what makes the writer interested in researching the collection of Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Problems in this study 1) What is the structure contained in the collection of Riau Folklore Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S.? 2.) What is the moral value contained in the collection of the Riau Folk Story Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S. the scope of the study of literature, especially literary criticism that examines structure and moral values. The theory used to analyze the problem of this study is Priyatni (2012). Nurgiantoro (2013) and supporting theories such as Suroto (1990). Hamidy (2012). The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The techniques used in this study are documentation techniques and hermeneutical techniques. The data analysis technique is the presentation technique referred to by Hamidy, uu (2003). The results of this study suggest the elements of inter-national and moral values contained in the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Interinsic elements include 1) theme, 2) plot, 3) background, 4) character and character, 5) mandate. Whereas moral values include 1) moral values related to responsibility, 2) moral values related to conscience, 3) moral values related to obligations
Evaluasi dan Penilaian Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia
Abstrak
Di dalam dunia pendidikan, setiap guru memiliki sebuah rancangan pembelajaran yang akan ia gunakan selama satu periode belajar mengajar. Untuk mengetahui apakah rancangan tersebut berhasil atau tidaknya maka harus dilakukan evaluasi pembelajaran.
Untuk dapat melakukan evaluasi pembelajaran seorang guru harus terlebih dahulu melakukan sebuah penilaian. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rancangan pembelajaran yang digunakan oleh guru berhasil atau tidak. Hal itu dapat dilihat jika penilaian terhadap siswa mendapat hasil yang baik maka rancangan pembelajaran berhasi. Namun, jika nilai yang keluar tidak memuaskan maka guru harus mengubah rancangan pembelajarannya
Brainstorming Technique In Teaching Writing Descriptive Text
This study investigated the effect of the brainstorming technique to Increase Students’ Writing Skill at the Tenth Grade of MA YPI Darul Huda Lubuk Harjo. The objective of the study was to find and describe whether there any significant difference between students who are taught by using brainstorming techniques and the students who are taught by using the conventional technique to teach writing skills at the tenth grade of MA YPI Darul Huda Lubuk Harjo. Therefore, for this study writer used quasi-experimental design as the method. The population was 158 and for sample 58 students, a sample of this study used purposive sampling. In this study, the writer was collecting the data used a written test as an instrument, and it was analyzed by an Independent t-test using SPSS 16, the result showed that t –obtained was higher than t table (6,573 >2.000), and the value of sig (2 tailed) =0.00 less than the value significance level (0,05). It meant that there were no significant differences between the experimental group and the control group. So, the Alternative Hypothesis (Ha) was accepted and Null Hypothesis was rejected. It can be concluded that Brainstorming Technique was significant to increase students’ writing skills at the tenth grade of MA YPI Darul Huda Lubuk Harjo
PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 PERIODE FEBRUARI 2015 – AGUSTUS 2015
RIA ANGGRAINI. The Influence of Economic Value Added (EVA) and Market
Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on
February - August 2015. Script, Department Economics and Administration,
Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2014.
This study aims at finding out if The Influence of Economic Value Added (EVA)
and Market Value Added (MVA) to Stock Price in Companies that Listed on LQ
45 in term on February - August 2015. The hypothesis of this study is : There is
Influence of Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) to
Stock Price in Companies that Listed on LQ 45 in term on February - August
2015. The method used is the author of the survey method with a quantitative
approach. This study population is the entire companies that listed on LQ 45 in
term on February – August 2015 this sampling technique is simple random
sampling as many 31 samples. Hypothesis states that either simultaneous or
partially independent variable affect the dependent variable of the study. Based
on the finding regression coefficient test simultaneous, the value of (4.338>3.34)
with a sig 0.023 it can be conclude that simultaneous EVA and MVA effect on
stock price. While the finding of the partial regression coefficient test, EVA 0.520
< Ttabel 2.04841and sig. 0.607 can be conclude that EVA no significant effect on
stock price, for MVA 2.910>2.04841 and sig. 0.007 it can be conclude that MVA
significant effect on stock price. Hypothesis states that either simultaneously or
partially one of the independent variable affect the dependent variable of the
study. While one independent variable do not affect dependent variable of the
study
Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Di Desa-Desa Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2016
Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, Desa adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, asal ususl, dan hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintah NKRI.
Dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
keuangan Desa terdapat azas dalam pengelolaan, yaitu azas transparansi, azas akuntabel,
azas partisipasi, dan azas tertib dan disiplin anggaran. Sedangkan untuk pengertian
Alokasi Dana Desa (ADD) adalah dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja DaerahKabupaten/Kota setelah dikurangi Dana
Alokasi Khusus.
Pada penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri
didasarkan pada rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta pada
kecamatan ini memiliki jumlah desa terbanyak yaitu sebanyak 23 Desa dibandingkan
dengan kecamatan yang berada di Kabuaten Kediri.
Pada penelitian ini memperoleh hasil bahwa : 1) Tahap perencaaan Alokasi Dana Desa
(ADD) di 10 (sepuluh) desa telah menerapkan prinsip partisipasi dan transparansi. Hal ini
dibuktikan dengan tingkat kehadiran masyarakat yang sangat antusias pada saat
menghadiri Musrengbangdes (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa). Selain
itu dalam Musrengbangdes Pemerintah Desa secara terbuka menerima segala usulan dari
masyarakat yang hadir dalam musyawarah tersebut untuk menjalankan pembangunan
yang terkait. 2) Tahap Pelaksanaan program Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan
Purwoasri telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Prinsip transparansi
dibuktikan dengan adanya penyampaian informasi mengenai segala kegiatan yang akan
dijalankan oleh desa melalui dana ADD yaitu dengan disampaikannya pada forum Musrengbangdes, pada papan informasi berupa banner disekitar pembangunan fisik yang
dilakukan masing- masing desa, serta penyampaian informasi melalui pembuatan
kalender yang nantinya akan diberikan kepada seluruh masyarakat, sehingga dari
berbagai lapisan masyarakat dapat melihat kegiatan yang dilakukan oleh desa melalui
kalender tersebut. Sedangkan untuk prinsip akuntabilitas yaitu dengan sudah
terlaksananya kegiatan dan membuat pertanggungjawaban secara fisik dan administrasi
yang harus sudah selesai dan lengkap, karena nantinya kelengkapan tersebut berguna
untuk pencairan dana periode berikutnya dengan syarat bahwa pertanggungjawaban
administrasinya harus sudah selesai untuk periode sebelumnya bagi masing-masing desa.
3) Tahap pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD) baik secara teknis maupun
secara administrasi sudah baik dalam penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan
ADD sudah terlibat dengan adanya kelengkapan dalam pembuatan SPJ (Surat
Pertanggung Jawaban) yang didalamnya terdapat laporan mengenai pelaksanaan kegiatan
Alokasi Dana Desa (ADD) dengan ada bukti pendukung yaitu seperti nota dan kwitansi
yang telah dibuat oleh Bendahara Tim Pelaksana Kegiatan yang dibantu oleh Perangkat
Desa, serta dengan bukti dokumen-dokumen berupa foto untuk kegiatan fisiknya. Namun
dalam pelaksanaan program tersebut masih perlu didampingi dan perlu adanya
bimbingan dari pemerintah kecamatan
Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Add) Di Desa-Desa Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2016.
Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, Desa Adalah Kesatuan
Masyarakat Hukum Yang Memiliki Batas Wilayah Yang Berwenang Untuk Mengatur Dan
Mengurus Urusan Pemerintah, Kepentingan Masyarakat Setempat Berdasarkan Prakarsa
Masyarakat, Asal Ususl, Dan Hak Tradisional Yang Diakui Dan Dihormati Dalam Sistem
Pemerintah Nkri.
Dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang
Keuangan Desa Terdapat Azas Dalam Pengelolaan, Yaitu Azas Transparansi, Azas Akuntabel,
Azas Partisipasi, Dan Azas Tertib Dan Disiplin Anggaran. Sedangkan Untuk Pengertian
Alokasi Dana Desa (Add) Adalah Dana Perimbangan Yang Diterima Kabupaten/Kota
Dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerahkabupaten/Kota Setelah Dikurangi Dana
Alokasi Khusus
Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Add) Di Desa-Desa Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2016
Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, Desa adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, asal ususl, dan hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintah NKRI.
Dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
keuangan Desa terdapat azas dalam pengelolaan, yaitu azas transparansi, azas akuntabel,
azas partisipasi, dan azas tertib dan disiplin anggaran. Sedangkan untuk pengertian
Alokasi Dana Desa (ADD) adalah dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja DaerahKabupaten/Kota setelah dikurangi Dana
Alokasi Khusus.
Pada penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri
didasarkan pada rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta pada
kecamatan ini memiliki jumlah desa terbanyak yaitu sebanyak 23 Desa dibandingkan
dengan kecamatan yang berada di Kabuaten Kediri.
Pada penelitian ini memperoleh hasil bahwa : 1) Tahap perencaaan Alokasi Dana Desa
(ADD) di 10 (sepuluh) desa telah menerapkan prinsip partisipasi dan transparansi. Hal ini
dibuktikan dengan tingkat kehadiran masyarakat yang sangat antusias pada saat
menghadiri Musrengbangdes (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa). Selain
itu dalam Musrengbangdes Pemerintah Desa secara terbuka menerima segala usulan dari
masyarakat yang hadir dalam musyawarah tersebut untuk menjalankan pembangunan
yang terkait. 2) Tahap Pelaksanaan program Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan
Purwoasri telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Prinsip transparansi
dibuktikan dengan adanya penyampaian informasi mengenai segala kegiatan yang akan
dijalankan oleh desa melalui dana ADD yaitu dengan disampaikannya pada forum Musrengbangdes, pada papan informasi berupa banner disekitar pembangunan fisik yang
dilakukan masing- masing desa, serta penyampaian informasi melalui pembuatan
kalender yang nantinya akan diberikan kepada seluruh masyarakat, sehingga dari
berbagai lapisan masyarakat dapat melihat kegiatan yang dilakukan oleh desa melalui
kalender tersebut. Sedangkan untuk prinsip akuntabilitas yaitu dengan sudah
terlaksananya kegiatan dan membuat pertanggungjawaban secara fisik dan administrasi
yang harus sudah selesai dan lengkap, karena nantinya kelengkapan tersebut berguna
untuk pencairan dana periode berikutnya dengan syarat bahwa pertanggungjawaban
administrasinya harus sudah selesai untuk periode sebelumnya bagi masing-masing desa.
3) Tahap pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD) baik secara teknis maupun
secara administrasi sudah baik dalam penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan
ADD sudah terlibat dengan adanya kelengkapan dalam pembuatan SPJ (Surat
Pertanggung Jawaban) yang didalamnya terdapat laporan mengenai pelaksanaan kegiatan
Alokasi Dana Desa (ADD) dengan ada bukti pendukung yaitu seperti nota dan kwitansi
yang telah dibuat oleh Bendahara Tim Pelaksana Kegiatan yang dibantu oleh Perangkat
Desa, serta dengan bukti dokumen-dokumen berupa foto untuk kegiatan fisiknya. Namun
dalam pelaksanaan program tersebut masih perlu didampingi dan perlu adanya
bimbingan dari pemerintah kecamata
- …
