1,720,988 research outputs found

    Kerangka Kerja Sistem Informasi Eksekutif Perguruan Tinggi

    Full text link
    Perguruan tinggi swasta di Palembang dalam membangun SIE/sistem informasi eksekutif Nya secara sendiri-sendiri dan belum ada pedoman yang digunakan sebagai acuan, walaupun diketahui proses bisnis sistem informasi akademik di Perguruan Tinggi secara umum adalah sama. Berdasarkan pengamatan belum ada kerangka kerja SIE akademik yang tersedia dan bisa dijadikan sebagai pedoman untuk membangun SIE akademik. Tujuan penelitian ini adalah merancang kerangka kerja SIE akademik dengan memperhatikan berbagai faktor dan permasalahan yang ditemukan, seperti dari kerangka kerja SIE akademik, sistem bagaimana yang akan dibuat dan tatacara pembuatannya. Faktor lain, kerangka SIE akademik  yang akan dibuat harus bersifat dinamis yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan perubahan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode EAP (Enterprise Architecture Planning) untuk menganalisis dan membuat kerangka kerja SIE akademik. Hasil dari penelitian ini adalah kerangka kerja sistem dalam bentuk arsitektur data dan  arsitektur aplikasi. Kerangka kerja SIE akademik ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengembangan SIE akademik  di perguruan tinggi swasta di Palembang.AbstractPrivate universities in Palembang are building their own EIS / executive information systems and a guide is not used as a reference, although it is known that the business process of academic information systems in universities is generally the same. Based on the observations, there is no scientific EIS framework and it can be used as a guide to build the academic EIS. The purpose of this research is to design the scientific structure of the EIS, taking into account the various factors and problems encountered. Another factor, the scientific structure of the EIS that will be created, must be dynamic, which can be modified according to the conditions and needs of the university. This study uses the EAP (Enterprise Architecture Planning) methodology to analyze and build an academic EIS framework. The results of this study are system structures in the form of data architecture and application architecture. The scientific framework of the EIS serves as a guide for the planning and development of the academic EIS in the private universities of Palembang

    Sistem Informasi Inventory Barang Berbasis Web

    Full text link
    Inventory system is a system that serves to know the inventory of goods in a place. Inventory systems are widely used or developed in a place with a variety of technologies. The existing problem at cooperative kasongan business together is not yet availability of inventory system of goods not efficient so that, when employees perform data collection sometimes still occur miscalculation because in data collection goods not yet computerized. Therefore, in this final project will be built web-based inventory information system,so that information about the stock of goods available in cooperative can be known clearly and in detail.      This inventory application is built using the programming language Php and mysql as database and several other stages in the design of this system. The stages in the design of this system is the analysis and design of systems, system design, coding, system implementation and system testing.      Based on the concept and design of this system then, it can be concluded that the web-based inventory of goods applications was built with the aim that in the management of data entry and discharge of goods more orderly and computerized so as to avoid the problem of miscalculation done by employees when collecting goods in cooperative Bantul

    Keanekaragaman Serangga pada tingkat Famili yang diberi Jenis warna dan Daya Lampu Berbeda di Lokasi Gedong Songo

    Full text link
    RINGKASAN Fatoni, J 201 95 1251, Keragaman Serangga pada Tingkat Famiii yang Diberi Jenis Warna dan Daya Lampu Berbeda Dilokasi Gedong Songo. (Dibawah bimbingan H. Hendarko Sugondo, dan Mochamad Hadi). Warna merupakan rangsang lingkungan yang membantu proses pengeluaran hormon-hormon reproduksi serangga dan membantu penentu lokasi sumber makanan serangga. Kemampuan penangkapan warna oleh mata serangga yang berbeda akan berakibat perbedaan kesukaan warna-warna oleh serangga. Gedong Songo merupakan salah satu daerah yang memiliki fisik lingkungari ideal sebagai habitat beberapa serangga. Melimpahnya sumber makanan serangga berupa tanaman hortikultura yang dibudidayakan pada daerah Gedong Songo membantu meningkatkan populasi serangga. Tujuan penelitian ini mengetahui jumlah keragaman serangga, jumlah individu serangga pada tingkat famili serta interaksi dua perlakuan yang diberikan berupa jenis warna dan daya lampu berbeda dilokasi Gedong songo. Pengambilan sampel serangga dilakukan ma'am hari pada lokasi Kompleks Pariwisata Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang sedangkan kegiatan identifikasinya dilakuakn di Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Undip. Rancangan menggunkan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan perlakuan 6 jenis warna (merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu) dan 3 daya lampu (5 watt, 10 watt, dan 15 watt) dengan 2 kali pengulangan. Data yang diperoleh di uji dengan Uji Anova, bila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan's.dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan Famili Sminthuridae sebagai famili yang suka terhadap semua jenis warna dan daya lampu. Lampu kuning 15 watt (L3W3) memiliki jumlah keragaman serangga tertinggi, yaitu: 14,5 sedangkan lampu kuning 10 watt (L3W2) memiliki jumlah individu serangga tertinggi, yaitu 110,0. Interaksi perlakuan jenis warna dan daya lampu memberikan pengaruh pada keragaman serangga, tetapi tidak untuk jumlah individu serangga

    PERBEDAAN SIKAP REMAJA TERHADAP RISIKO HIV/AIDS SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI

    Full text link
    Background : Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that causes Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). The current trend of behavior is MSM (Men Like Men), often changing partners in having sex, engaging in unnatural sexual relations such as through mouth and anal. Teenagers consider that MSM, often having multiple partners in having sex, having unnatural sex such as through mouth and anal is a trend that must be followed without realizing the impact it has on HIV/AIDS. So that it increases the incidence of HIV / AIDS in adolescents.. Objective: This study aims to determine the differences in adolescent attitudes towards the risk of HIV/AIDS before and after education. Methods: This type of research is quantitative, the research method uses a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design approach. The population in this study 107 respondents. Sampling using purposive sampling technique in order to obtain a sample of 57 respondents. The intervention was carried out by providing education on HIV/AIDS prevention through leaflets. The data were analyzed using the Wilcoxon sign test. Result : The result of this research is that the majority of respondents are 16 years old, the sex is 51 (89.5%). The results of the statistical analysis of the Wilcoxon Sign Test obtained a p-value of 0.001 (<0.05), meaning that there was a significant difference between the attitudes of adolescents at risk of HIV/AIDS before and after education. Suggestion: This research is expected to provide information about the risk of HIV/AIDS and maintain a good attitude so as not to fall into promiscuity. Keywords: HIV/AIDS, Adolescents, and Attitudes

    Implementasi Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat : studi kasus Penerima Program Indonesia Pintar di Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Kota Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti melihat adanya tetidaktepat sasarannya program indonesia pintar ini di Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Ada dua rumusan masalah terkait penelitian ini 1.) Bagaimana Implementasi Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat di Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Kota Surabaya, 2.) Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam Implementasi Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat di Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dari implementasi Permendikbud Nomor 19 tahun 2016 di Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Untuk menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakakan memakai Teori Implementasi George Edward III dan Teori Implementasi Van Meter dan Van Horn. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa, proses-proses dalam menjalankan sebuah kebijakan telah dilakukan oleh berbagai pihak guna menjalankan sebuah kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat agar kualitas pendidikan masyarakat dapat berubah. setidaknya ada 4 faktor yang dapat mempenagruhi berjalannya sebuah kebijakan mulai dari sumberdaya manusia dan sumberdaya non-manusia, komunikasi pihak Dinas Pendidikan selaku implementator dengan lembaga pendidikan, Struktur Birokrasi yakni ada sebuah pembagian kewenangan agar sebuah kebijakan tidak tumpang tindih dengan pihak lain, Disposisi dimana dinas pendidikan membagi tugas untuk pelaksaan atau implentasi sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kemudian terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi berjalannya PIP dibagi menjadi 2 yakni faktor Pendukung dan penghambat. Yang pertama yakni faktor pendukung setidaknya terdapat 5 fakor atau variabel yang dapat mendukun berjalannya implememtasi mulai dari karateristik agen pelaksana,standar dan sasaran kebijakan, hubungan antar organisasi, sumberdaya, kondisi ekonomi, sosial dan politik. Selanjutnya terkait dengan faktor yang menghambat penulis dapat menyimpulkan yakni adanya ketidaktepat sasarannya kebijakan ini serta sering telatnya pencairan dana akibat dari kurang pahamnya masyarakat dalam proses pencairan dana

    Penerapan pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan: Studi kasus di Kecamatan Karawang Kulon Kabupaten Karawang

    Full text link
    Semakin banyaknya praktek pelacuran di Kabupaten Karawang dapat merusak moral dan menimbulkan keresahan dan ketidak nyamanan masyarakat. Keresahan dan ketidak nyamanan inilah yang kemudian menjadi aspirasi masyarakat yang meminta pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk melaksanakan Pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan ketertiban, kebersihan dan keindahan. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui penerapan pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 di Kabupaten Karawang. (2) Untuk mengetahui sejau mana kinerja aparat pelaksanaan pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 di Kabupaten Karawang. (3) Untuk mengetahui teori dan kaidah siyasah dalam penerapan hukum pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2011. Metodologi yang digunakan yaitu: (1) Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitis dengan metode pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh dari penelitian, kepustakaan dan didukung oleh penelitian lapangan, selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. (2) Hasil penelitian yang dikumpulkan sepenuhnya dianallisis secara kualitatif. Analisis dilakukan setelah data-data dilapangan terkumpul secara berkesinambungan yang diawali dengan proses klarifikasi data agar tercapai konsistensi dilapangan. Peneliti menggunakan konsep tatbiq al-ahkam dengan siyasah assyariyah di tinjau dengan konsep Fiqh siyasah dusturiyah, dapat dikatakan sebagai ilmu politik pemerintahan dan ketatanegaraan dalam Islam yang mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan dalil-dalil umum dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits serta tujuan syari’at Islam. Disamping itu perjalanan ijtihad para ulama mengingat terjadinya perubahan dan perkembangan zaman yang menyentuh persoalan ketetenegaraan dan pemerintahan. Hasil pelitian ini menunjukkan (1) Penerapan Pasal 17 peraturan daerah kabupaten karawang nomor 6 tahun 2011 tentang penyelenggaraan ketertiban, kebersihan dan keindahan di kabupaten karawang. (2) Masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah, baik dari segi jumlah, maupun segi profesionalisme, dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah, serta tidak proporsionalnya distribusi. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. (3) Bahwa setiap tindakan atau suatu kebijaksanaan para pemimpin yang menyangkut dan mengenai hak-hak rakyat dikaitkan dengan kemaslahatan rakyat banyak dan ditujukan untuk mendatangkan suatu kebaikan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Efek Pemasangan Kapasitor terhadap Motor Induksi Tiga Fasa Tak Berbeban

    Full text link
    Kualitas dari daya listrik pada sebuah motor induksi sangatlah penting, dikarenakan jika daya listriknya rendah akan berpengaruh pada turunnya efisiensi kinerja dari motor induksi. Untuk itu diperlukan suatu metode  sehingga efisiensi kinerja motor induksi dapat dipertahankan. Pada penelitian ini akan dilakukan pemasangan variasi kapasitas kapasitor untuk mengetahui pengaruhnya pada kualitas daya motor induksi tiga fasa tak berbeban. Kapasitas kapasitor yang digunakan pada penelitian ini yaitu 9 µF , 16,5 µF, 25,5 µF, dan 33 µF pada motor induksi 0.75 kW. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemasangan kapasitor dengan kapasitas kapasitor 9 µFmenghasilkan faktor daya 0,20 dan dengan kapasitas kapasitor 33 µF maka faktor daya meningkat sangat signifikan yaitu 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukan penambahan nilai kapasitas kapasitor dapat memperbaiki faktor daya motor induksi tiga fasa

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore