215 research outputs found

    ANALISISHUBUNGANKESIAPAN ALAT DAN DISIPLIN KERJA T E R H A D A P P R O S E S B O N G K A R M U A T DI PELABUHAN TANJUNG INTAN, CILACAP (STUDI KASUS KAPAL DI BAWAH MANAJEMEN PT. KSE)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Setyawan, Aditya Fajar, 541711106280 N, 2021, “Analisis Hubungan Kesiapan Alat dan Disiplin Kerja Terhadap Proses Bongkar Muat Di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap (Studi Kasus Kapal Di Bawah Manajemen PT. KSE)”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Arika Palapa, M.Si., M.Mar., Pembimbing II: Janny Adriani Djari, S.ST., M.M. Kegiatan bongkar muat barang adalah kegiatan yang mendukung kelancaran angkutan dari dan ke kapal ke suatu pelabuhan sehingga kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal. Sehubungan dengan kepentingan tersebut menunjukan bahwa fasilitas penunjang bongkar muat kapal curah yang sudah dimiliki sekarang perlu dikembangkan atau ditambahkan di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap masih konvensional sehingga membutuhkan tenaga kerja manusia saat melakukan persiapan alat bongkar muat. Pada saat peneliti praktek di kapal MV. DK 03, kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap untuk membongkar muatan batu bara dalam bentuk curah masih terdapat kendala dari persiapan alat bongkar muat dari pegawai TKBM dan crew kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesiapan alat terhadap proses bongkar muat, pengaruh disiplin kerja terhadap proses bongkar muat dan untuk mengetahui pengaruh kesiapan alat dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap proses bongkar muat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi kuantitatif menggunakan SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapan alat berpengaruh signifikan terhadap proses bongkar muat, disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan tehadap proses bongkar muat, kesiapan alat dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap proses bongkar mua

    Epistemologi Waktu Pagi Dalam Al-Qur\u27an (Hikmah Pembagian Wakti Pagi: Sahur, Fajr, Subuh dan Dhuha)

    No full text
    Pagi adalah waktu yang menunjukkan berakhirnya waktu malam dan mengawali waktu siang, sehingga waktu ini merupakan waktu transisi antara malam dan siang. Hanya waktu pagi saja yang Allah bagi hingga 4 tahapan yaitu sahur, fajar, subuh dan dhuha. Masing-masing bagian tersimpan makna sesuai dengan nama waktu tersebut, karena “nama menunjukkan identitas pemiliknya”, dan juga terdapat amalan tertentu, baik yang wajib ataupun sunnah, baik untuk ibadah atau non ibadah. Pembagian ini sangat berbeda dengan waktu-waktu lainnya, bahkan keempatnya sangat spesial karena digunakan sumpah oleh Allah dalam Al-Qur’an.Waktu pagi memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, sehingga harus diperlakukan dengan istimewa juga, yaitu dengan cara mengisinya dengan amalan-amalan kebaikan seperti, waktu sahur untuk shalat malam, istighfar dan makan sahur bagi yang hendak berpuasa, waktu fajar untuk melaksanakan shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, do’a dan istighfar, waktu subuh untuk shalat fardhu subuh dan berdzikir serta bersedekah dan waktu dhuha mengawali aktivitas, sedekah dan shalat sunnah dhuh

    PENGARUH SP-36 DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI ( Glycine max L)

    Get PDF
    Soybean is a food crop commodity that is needed by the Indonesian population because it is a source of vegetable protein, fat, vitamins, and minerals. To increase soybean production one of the things that needs to be done is the addition of phosphorus to increase the density of soybean seeds. The purpose of this study was to determine the effect of interactions between the administration of SP36 fertilizer doses and humic acid doses on the growth and production of soybean (Glycine max L) Dega 1 variety. Plosoklaten, Kediri Regency, with a height of 105 meters above sea level, with sandy loam soil type with soil pH 5. The study used factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors, repeated 3 times. Parameters observed were Plant dried weight, plant growth rate, number of pods/plants, the weight of Seeds per plot, yield, observation data were analyzed using analysis of variance (F test). The results of the analysis of the real variance were continued with the Significant Difference test at a 5% significance level to find out the difference between treatments. The first factor is SP36 fertilizer and the second factor is humic acid. Based on the results of research that has been done, there was an interaction between the administration of SP36 fertilizer and humic acid in the parameters of plant dry weight at the age of 14 and 21, number of pods, seed weight per plot and yield., Giving fertilizer SP36 200 kg /ha with humic acid 50kg / ha can increase crop production by 43% compared to without SP36 and without humic acid

    LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SD NEGERI REJOWINANGUN 1 KOTAGEDE YOGYAKARTA

    Get PDF
    KegiatanPPLUniversitasNegeri Yogyakarta yang berlokasi di SD NegeriRejowinangun I Kotagede Yogyakartainibertujuanuntukmembantumeningkatkankualitaspembelajarandanmenggalipengalamanmengajarsecara professional di lingkungansekolah. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SD NegeriRejowinangun I meliputi praktik mengajar terbimbing, praktik mengajar mandiri, dan ujian mengajar. Empat tahapan utama dalam PPL ini, meliputi tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Tahap persiapan dilakukan dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa sebelum diterjunkan di lapangan. Tahap perencanaan meliputi koordinasi dengan guru kelas mengenai persiapan mengajar. Tahap pelaksanaan meliputi pelaksanaan pembelajaran sesuai RPP yang disusun dan penggunaan media, serta pemberian evaluasi oleh guru pembimbing. Tahap penyusunan laporan merupakan tahapan akhir sebagai pertanggungjawaban mahasiswa setelah melaksanakan PPL. PelaksanaanPPL di SD NegeriRejowinangun1 tentunya mengalamibeberapakendala. Namunberkatkerjasama yang baikantaratemansejawatdenganpihaksekolahakhirnyapelaksanaanPPL dapatberjalandenganlancar dan pada akhirnya disusunlah laporan PPL ini sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksana PPL

    LAPORAN KEGIATAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

    Get PDF
    Program PPL yang diselenggarakan memiliki visi sebagai sarana yang bermanfaat untuk membentuk calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional dan memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan manajerial di sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan dan kependidikan. Dalam program ini, kemampuan teoritis yang didapatkan mahasiswa praktikan benar-benar diaplikasikan, karena pada program inilah teori dan tehnik yang diajarkan di perguruan tinggi diaplikasikan secara nyata. Tujuan yang diharapkan dalam program ini mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman menjadi pendidik yang profesional dalam nilai, sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sebagai bekal dirinya. Dalam program PPL ini, mahasiswa praktikan mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang studi dan jurusan masing-masing. Praktiknya pada program ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengajar di kelas saja, namun mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melaksanakan tugas yang lain seperti piket harian guru, pendampingan kegiatan ekstrakulikuler, dan piket perpustakaan. Selain itu mahasiswa praktikan juga dituntut untuk mengikuti Upacara Bendera hari Senin. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena dapat mengetahui kebiasaan dan peraturan yang ada di sekolah. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa praktikan untuk menunjang kegiatan praktik mengajar di kelas meliputi penyusunan perangkat mengajar, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan perangkat evaluasi pembelajaran. Dalam kegiatan PPL ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengajar kelas X-1, X- 2, X-3, X-7, dan XI IPS 1, dengan 17 kali tatap muka, 12 pertemuan materi dan 6 kali pertemuan ulangan harian. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas sangat bervariasi, dengan berbagai media dan metode yang bervariasi, sehingga mengharapkan siswa sangat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah Sosio-Card dan Mind-Mapping berupa games yang dapat mengukur kemampuan kognitif siswa. Kegiatan PPL ini sudah seperti yang diharapkan, karena berbeda dengan tahun yang lalu yang memadukan KKN-PPL, namun tahun ini PPL diadakan tersendiri, sehingga mahasiswa lebih fokus dalam program PPL ini dan tujuan diadakannya ini dapat tercapai, walaupun masih terdapat kekurangan

    Pengaruh Aplikasi Inokulum Rhizobium dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L.)

    Get PDF
    Kacang tanah ( Arachis hypogaea L .) adalah komoditas agribisnis yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber protein dalam pola pangan penduduk Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industri makanan di Indonesia (Adisarwanto, 2005). Produksi kacang tanah di Indonesia tahun 2010 sampai 2012 belum memenuhi permintaan konsumen, sehingga dilakukan impor. Jumlah impor kacang tanah tahun 2010 sebanyak 181.808 ton, tahun 2011 sebanyak 251.748 ton dan tahun 2012 sebanyak 125.636 ton. Nilai impor yang tinggi dapat di tekan dengan peningkatan produksi di Indonesia melalui perbaikan sistem budidaya tanaman kacang tanah. Perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian inokulum rhizobium dan pupuk organik. Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pemberian Inokulum Rhizobium dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Hipotesis yang diajukan adalah a) Adanya interaksi dari pemberian inokulum rhizobium dan pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah ( b) Ada pengaruh yang nyata dari pertumbuhan dan produksi kacang tanah dari pemberian inokulum rhizobium.c) Adanya pengaruh yang nyata dari pertumbuhan dan produksi kacang tanah dari pemberian pupuk petroganik. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada bulan April sampai Juli 2014. Ketinggian tempat di kecamatan Dau 600 mdpl. Dengan dengan suhu udara rata-rata 200 C dan jenis tanah Alfisol. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah benih tanaman kacang tanah varietas Kancil yang berasal dari BALITKABI (Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian), inokulum rhizobium (legin) yang berasal dari Laboratorium Mikrobiologi UGM, pupuk organik petroganik. Alat yang digunakan yaitu timbangan, alat pengukur luas daun ( leaf area meter ), oven untuk mengeringkan tanaman, alat-alat lain yang diperlukan untuk budidaya tanaman di lapangan seperti cangkul, sekop, parang, sabit, dan alat penyiraman . Metode penelitian menggunakan RAK faktoria l d engan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Masing- masing perlakuan terdiri perlakuan pertama I 0 : Tanpa inokulum , I 1 : Inokulum rhizobium ( 5 g kg -1 benih

    Peranan Jumlah Biji/Polong Pada Potensi Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr) F6 Persilangan Varietas Agromulyo Dengan Brawijaya

    Get PDF
    Kedelai ialah tanaman semusim, semak rendah, tumbuh tegak, berdaun lebat, dengan beragam morfologi. Nama botani kedelai yang dibudidayakan ialah Glycine max (L) Merril. Berdasarkan sistem klasifikasi tanaman kedelai termasuk dalam Divisio Spermatophyta, Subdivisio Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Famili Leguminosae, Ordo Papilionaceae, Genus Glycine, Spesies Glycine max (L) Merril. Pendekatan melalui karakter fisiologis tanaman seperti laju fotosintesis, klorofil, kadar nitrogen daun, jumlah polong dan bobot biji dapat digunakan dalam pengujian produktivitas kedelai. Menurut Basuki (2002), karakter fisiologis dapat dijadikan sebagai kriteria efektif dalam program perbaikan hasil kedelai. Pada penelitian ini seleksi F6 dilakukan dengan tetua var. Agromulyo dan Brawijaya. Var. Argomulyo memiliki sifat jumlah polong sedang dan laju fotosintesis tinggi sedangkan Brawijaya memiliki sifat jumlah polong tinggi laju fotosintesis sedang. Persilangan antara dua varietas diharapkan menghasilkan kedelai dengan jumlah polong dan laju fotosintesis tinggi. Seleksi pada F2, F3, F4 dan F5 telah dilakukan dan hasilnya masih menunjukkan tingkat keragaman yang tinggi. Oleh karena itu seleksi F6 perlu dilakukan. Seleksi F6 dilakukan berdasarkan jumlah biji/polong pada kedelai F5. Biji kedelai F6 yang diseleksi berdasarkan jumlah biji/polong tinggi pada tanaman F5 diharapkan akan menghasilkan tanaman F6 dengan jumlah biji/polong yang tinggi. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh jumlah biji/polong pada F5 terhadap hasil kedelai F6 persilangan var. Argomulyo dengan Brawijaya. Hipotesis yang diajukan ialah Jumlah biji/polong F5 dapat mempengaruhi jumlah biji/polong pada jumlah biji/polong F6 persilangan var. Argomulyo dengan Brawijaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai Mei 2011. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakutas Pertanian di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Kebun percobaan Fakultas Pertanian terletak pada ketinggian 303 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah alfisol, suhu minimal berkisar antara 18ºC – 21ºC, suhu maksimal berkisar antara 30ºC – 33ºC, curah hujan 100 mm/bln dan pH tanah 6 – 6,2. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ialah tali rafia, penggaris, rol meter, gelas ukur, sprayer, kamera, mika, spektrofotometer, timbangan analitik dan oven. Bahan– bahan yang digunakan ialah benih F5 kedelai hasil persilangan var. Argomulyo dan Brawijaya, furadan, pupuk Urea (46% N) 50 kg ha-1, SP 36 (36% P2O5) 100 kg ha-1, KCl (60% K2O) 50 kg ha-1 dan insektisida. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 1 faktor berdasarkan perbedaan jumlah biji/polong, ialah :Berbiji 1 (P1), Berbiji 2 (P2), Berbiji 3 (P3), Berbiji 4 (P4). Dari faktor tersebut terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 16 perlakuan. Fenotip F6 yang digunakan ialah kedelai F5 yang telah diseleksi berdasarkan jumlah biji/polong (biji 1, 2, 3 dan 4) dengan jumlah polong ( 80 polong/tanaman). Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan pertumbuhan dan panen. Pengamatan dekstruktif dilakukan 1 kali dan non destruktif dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pada saat tanaman berumur 15, 30, 45 dan 60 hst. Variabel pengamatan destruktif meliputi Kadar nitrogen daun, dilakukan dengan metode labu kejeldhal dan kadar khlorofil daun, penghitungan kadar klorofil dilakukan dengan menggunakan spekrofotometer. Variabel pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun. komponen hasil panen, meliputi jumlah polong per tanaman, jumlah polong hampa dan polong isi/tanaman, jumlah polong 1, 2, 3 dan 4 /tanaman. bobot kering biji/tanaman, bobot kering total tanaman, bobot polong/tanaman, jumlah biji/tanaman. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis ragam (uji T) dengan taraf nyata p = 0,05. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata karakter fisiologis tanaman F6 (jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat kering biji, total jumlah polong biji 1, 2, 3 dan 4 per tanaman, kadar klorofil daun) dengan tanaman F5. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah biji/polong F5 tidak berpengaruh terhadap hasil jumlah biji/polong F6 persilangan var. Argomulyo dengan Brawijaya

    PENGARUH Bacillus subtilis DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi B. subtilis dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Hipotesis penelitian yaitu Interaksi antara pemberian B. subtilis dan bahan organik meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKf) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi B. subtilis ( 0 ml l-1 , 3 ml l-1 , 6 ml l-1 , 9 ml l-1 ) dan faktor kedua yaitu bahan organik ( Tanpa bahan organik, paitan 10 t ha-1, pupuk kandang sapi 18,5 t ha-1). Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2015 Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang dengan jenis tanah Alfisol pada ketinggian tempat 303 mdpl. Parameter yang diamati tinggi tanaman, luas daun, bobot kering, populasi bakteri setelah panen dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian B. subtilis dengan bahan organik memberikan pengaruh pada parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Pemberian B. subtilis 6 ml l-1 dengan pupuk kandang sapi 18,5 t ha-1 meningkatkan indeks panen tanaman kedelai sebesar 66,6% dibandingkan dengan tanpa pemberian B. subtilis dengan tanpa bahan organi

    Ragam hias pada bangunan masjid mataram di kota gede Yogyakarta.

    Get PDF
    Ragam hias yang terdapat pada bangunan masjid mataram kota gede dipengaruhi oleh berbagai ragam hias diantaranya ragam hias tradisional jawa islam dan hindu, bentuk dan jenis ragam hias yang terdapat pada bangunan dibagi menjadi dua bagian yaitu stilisasi naturalis yaitu motif natural berupa bentuk pengulangan dari relung-relung daun, banyu tetes, mega mendung lingkaran, segitiga, segiempat dan segi enam baik berupa asli atau hasil transformasi bentuk stilisasi flora atau tumbuhan yaitu motif bentuk tumbuhan
    corecore