542 research outputs found

    Macro Chemical Sdn. Bhd. / Muhammad Nur Fahmi Osman

    No full text
    Industrial training is an important subject to be taken as this subject helps the student to learn and get used to the working environment. Other than that, this subject also helps the student to apply and used the knowledge that has been learned and taught to them. Industrial training also giving them new knowledge, a new skill, and new experience working in the industry. The objective of this report is to obtain the current progress of industrial training which will be discussing the training and experiences that we gained during industrial training at the company started on 23rd March 2021 and ended on 15th July 2021. The duration of training is 17weeks, during this timeline I learn a lot of new things and get to know new people, and make new friends. I have been ordered to work from home from 7 Jun 2021 until 14 Jun 2021 due to a lockdown that is being ordered by the government. As we know, industrial training is a credited course program and it is compulsory to fulfill diploma coursework requirements for graduation for all UiTM students. I have been undergone my training period at Macro Chemicals Sdn Bhd, Johor. UiTM requires that all students need this report writing to document all the activities we went through during the training period. The main purpose of having this final report for industrial training students is to record all the relevant activities that we did and contribute to developing students' skills and capabilities. !n addition, self-confidence, communication skills, and industrial problem solving skills are gained and polished when performing any tasks given

    Genealogi dan Transmisi Pemikiran KH. Mahmud Hasil Tentang Nur Muhammad

    Full text link
    Nur Muhammad merupakan salah satu kajian dalam tasawuf falsafi yang cukup dikenal dan sudah lama diajarkan di Kalimantan. Kuatnya tasawuf dengan nuansa kajian Nur Muhammad ini hingga dijadikan sebagai asas dalam keilmuan tasawuf bahkan sampai di Nusantara, khususnya di Kalimantan Selatan. Hal ini menjadi penting karena sejarah panjang yang telah dilalui perlu dieksplorasi lebih mendalam. Dalam hal ini penulis meneliti pemikiran KH. Mahmud Hasil tentang ajaran Nur Muhammad serta genealogi dan transmisinya. KH. Mahmud Hasil merupakan ulama tasawuf di Kalimantan yang mengajarkan banyak ajaran tasawuf khususnya ajaran Nur Muhammad serta mengarang beberapa kitab tasawuf yang telah tersebar ke pelosok pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengangkat rumusan masalah, bagaimana Genealogi dan transimisi pemikiran KH. Mahmud Hasil serta bagaimana ajarannya tentang Nur Muhammad. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan masuk ke dalam penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah KH. Mahmud Hasil yang mengajarkan Nur Muhammad. Objek yang diteliti adalah genealogi dan transmisi pemikiran KH. Mahmud Hasil, ajarannya tentang Nur Muhammad serta isi kitab karangannya tentang Nur Muhammad. Teknik yang digunakan dalam memperoleh data yaitu dengan metode dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa genealogi ajaran Nur Muhammad KH. Mahmud Hasil sangat dipengaruhi oleh dua guru beliau, yakni Anang Ramli dari Bati-bati dan Abdus Syukur di Teluk Tiram. Selain itu beliau juga menjadikan sejumlah kitab karangan ulama tentang ajaran Nur Muhammad sebagai rujukan, diantaranya kitab al-Hikam karya Ibnu Athaillāh as-Sakandarī, ad-Dur an-Nafis karya Syekh Muhammad Nafis al-Banjary, kitab Sirrul Asrār, karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, kitab Insānul Kāmil karya Syeikh Abdul Karim Al-Jaili, Misykātul Anwar dan Ihya ulum ad-Dīn karya al-Ghazali. Upaya transmisi pengajaran Nur Muhammad beliau lakukan diantaranya melalui pengajian majelis ta’lim diberbagai wilayah, kitab-kitab karangan beliau, mendirikan pondok pesantren, serta melalui para ulama dan murid beliau yang mengajarkan kitab karangan beliau. Pemikiran KH. Mahmud Hasil tentang Nur Muhammad berkaitan erat dengan pembahasan mengenai washilah, namun tidak hanya menawarkan konsep teoritis saja, akan tetapi juga menawarkan kaifiyat (tata cara) amaliyahnya, yakni washilah pada Nur Muhammad melalui jalan fana dan istighraq pada Nur Muhama

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    STRATEGI REBRANDING LOGO RAM SHOWROOM DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Muhammad Nur Fahmi Firdausni NIM : 11940311941 Judul : STRATEGI REBRANDING LOGO RAM SHOWROOM DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, terutama internet, telah merevolusi pola komunikasi manusia. Internet berperan penting dalam membentuk jaringan sosial online yang luas, memudahkan akses informasi, dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan terutama dikehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rebranding logo RAM Showroom dalam membangun brand image melalui media sosial Instagram. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan langsung kejadian dilapaangan. Penelitian ini mengkaji proses rebranding logo serta membangun citra merek baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Muzzelec dengan 4 indikator yaitu repositioning, renaming, redesaining, dan relaunching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebranding logo telah berhasil menciptakan identitas visual yang lebih kuat dan relevan berdasarkan visi misi perusahaan. Penggunaan Instagram sebagai platform utama dalam mengkomunikasikan rebranding terbukti efektif dalam membangun citra merek meningkatkan kesadaran merek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rebranding logo merupakan langkah strategis yang penting dalam membangun citra merek yang positif dan memperluas jangkauan pasar. Kata Kunci : Rebranding Logo, Brand Image, Media Sosial Instagra

    Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi

    Full text link
    Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif. Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta. Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah. Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.   ABSTRACT: Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad. This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context. The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe. Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah. Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others

    REAKTUALISASI EKONOMI PANCASILA DESA WISATA NGEBEL DI ERA NEW NORMAL

    Full text link
    Muhammad Nur Fahmi. 2022. Reaktualisasi Ekonomi Pancasila untuk Meningkatkan Kesejahteraan di Desa Wisata Ngebel pada Era New Normal. Skripsi Program Studi Strata Satu (S-1), Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing: (1) Drs. Sunarto, M.Si (2) Ambiro Puji Asmaroini, M.Pd Kata Kunci: Reaktualisasi Ekonomi Pancasila, Kesejahteraan, New Normal Pandemi covid-19 telah memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan. Selain berdampak pada kesehatan, pandemi yang telah ini juga berdampak pada kondisi ekonomi karena normalitas baru yang tercipta, dimana masyarakat harus menahan diri dan terkonsentrasi di dalam lokalitasnya saja untuk menekan angka persebaran covid-19. Konsep Ekonomi Pancasila memiliki dasar moral yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi perekonomian masyarakat Desa Ngebel di masa Pandemi Covid-19 dan era new normal pasca Pandemi Covid-19. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan reaktualisasi ekonomi Pancasila bagi warga desa wisata Ngebel untuk peningkatan kesejahteraan sosial. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui Reaktualisasi Ekonomi Pancasila untuk Meningkatkan Kesejahteraan di Desa Wisata Ngebel pada Era New Normal. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Kondisi perekonomian masyarakat Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo mengalami ketidakstabilan pasca merebaknya virus pandemi covid-19. Hal ini dikarenakan objek wisata Telaga Ngebel yang merupakan pusat geliat ekonomi masyarakat Desa terpaksa harus ditutup selama tingginya angka penyintas covid-19. (2) Masyarakat melakukan upaya pemulihan kondisi ekonomi dengan memperkuat kearifan lokal mereka seperti gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah, yang kesemuannya merupakan nilai-nilai dari Ekonomi Pancasila. Sumber nilai itulah yang akhirnya diejawentahkan oleh masyarakat Desa sebagai landasan untuk melakukan usaha bersama menormalisasi ekonomi masyarakat Desa pasca pandemi covid-19

    IMPLEMENTASI METODE JABAROIL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN DI MI MUJAHIDIN PARIMONO JOMBANG

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Implementasi metode Jabaroil untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di MI Mujahidin Parimono Jombang” ini ditulis oleh Muhammad Mahmud Nur Fahmi, NIM. 12201183161, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh SUWANTO, M.S.I., NIP. 198512122018011002 Kata Kunci: Implementasi Metode Jabaroil, Kemampuan Membaca Al- Qur’an Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan metode dalam proses belajar membaca Al-Qur’an. Ketepatan metode yang digunakan akan berpengaruh pada meningkatnya kemampuan membaca Al- Qur’an pada siswa. Salah satu metode belajar membaca Al-Quran yang terkenal yaitu metode Jabaroil At-Tartil. Metode Jabaroil adalah sebuah metode yang dilatarbelakangi oleh cara Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, yakni dengan menyimak, menirukan, dan meliat. Fokus dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implementasi metode Jabaroil untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di MI Mujahidin Parimono Jombang? (2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat metode Jabaroil untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di MI Mujahidin Parimono Jombang? (3) Bagaimana hasil dari implementasi metode Jabaroil untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di MI Mujahidin Parimono Jombang? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi, dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Pelaksanaan metode Jabaroil menggunakan teknik 3M (menyimak, menirukan, dan melihat). Setelah proses 3M selesai dilanjutkan dengan urdhoh klasikal, dan individu. Evaluasi dilaksanakan 3 kali, yakni evaluasi individu, evaluasi kenaikan jilid, dan munaqosah. Selain mengaji pada jilid dan Al-Qur’am, peserta didik juga ada program hafalan juz 30 yang dilaksanakan setiap hari kamis. (2) Faktor pendukung belajar membaca Al-Qur’an yakni peserta didik selain belajar membaca Al-Qur’an di madrasah juga belajar membaca Al-Qur’an dirumah dan di TPQ, Pendidik yang berkompeten dibidangnya dan memiliki sertifikat mengajar, orang tua yang selalu mendukung dan membimbing anaknya dalam membaca Al-Qur’an. Faktor penghambat belajar membaca Al-Qur’an diantaranya kurangnya motivasi belajar dan rasa percaya diri peserta didik dalam belajar membaca Al-Qur’an, pendidik yang kurang meguasai karakter peserta didik, orang tua yang hanya mengandalkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an dari madrasah. (3) Hasil dari metode Jabaroil yakni peserta didik dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan makhorijul huruf, shifatul huruf, dan ahkamul huruf. Selain itu juga memiliki akhlakul karimah

    Transkrip wawancara bersama Professor Dato Doktor Hussin Abd Rahman Universiti Teknologi MARA Kampus Cawangan Machang / Muhammad Fahmi Ismail, Muhammad Ali Nur Haruddin and Mohd Ismi Shariff Izani

    Full text link
    Transkrip ini mengandungi temubual bersama Prof. Dato Dr. Hussin Mohamad Ab Rahman mengenai kerjaya beliau dalam bidang Pendidikan sebagai seorang pensyarah. Transkrip temubual ini dijalankan di rumah beliau iaitu di Kampung Demik di negeri Kelantan pada 2 November 2013 bermula jam 16.00. Beliau merupakan bekas rektor UiTM Machang, Kelantan selama 13 tahun. Di dalam bidang Pendidikan ini, beliau telah banyak menyumbangkan sepenuh tenaga dan juga idea-idea yang bernas untuk meningkatkan lagi mutu mahasiswa khususnya di UiTM Machang. Transkrip ini menyentuh serba sedikit mengenai latar belakang serta pengalaman beliau sepanjang menjadi pensyarah, sehinggalah menjadi rektor di UiTM Machang. Temubual ini menumpukan tentang pengalaman beliau sepanjang menjadi rektor, yang aktif di dalam menghadiri sidang di dalam negara mahupun di luar negara. Di samping itu, beliau turut memberikan pendapat khususnya dalam memperkasakan lagi bidang pendidikan terutamanya pensyarah dan juga warga kerja UiTM

    Analisis Spasial Sebaran Emisi Karbon Dioksida (CO2) Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK Fahmi, Muhammad Nur. 2019. Analisis Spasial Sebaran Emisi Karbon Dioksida (CO2) Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Di Kota Malang. Skripsi. Program Studi Geografi, Jurusan Geografi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Purwanto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci : kendaraan bermotor, vegetasi pohon, emisi karbon dioksida (CO2)Sektor transportasi dari aktivitas kendaraan bermotor menjadi penyumbang sekitar lebih dari 70% melepaskan emisi karbon CO2 ke udara. Emisi karbon CO2 aktivitas kendaraan bermotor menjadi sumber pencemaran udara terbesar yang mempengaruhi kualitas udara. Kota Malang menempati peringkat ke tujuh dari 15 kota besar di Indonesia dengan pencemaran emisi karbon CO2 terbesar. Estimasi kemampuan daya serap vegetasi pohon merupakan sebuah upaya untuk mengenali potensi jalur hijau ruas jalan. Sebaran emisi karbon CO2 digunakan untuk tolak ukur distribusi analisis spasial pencemaran udara.Analisis sebaran emisi karbon CO2 didukung data lapangan berupa jumlah emisi karbon CO2 kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap vegetasi pohon terhadap emisi karbon CO2. Perencaanaan ini, yaitu mendata jumlah kendaraan dengan metode counting pada jam puncak yaitu pukul 06.00-08.00, 11.00-13.00, 16.00-18.00, sebagai waktu pengambilan data. Rekapitulasi jumlah dan jenis vegetasi pohon jalur hijau sebagai acuan digitasi luasan tajuk pohon melalui citra satelit google earth tahun 2018. Estimasi sisa emisi merupakan analisis menggunakan perhitungan matematis dari penjumlahan emisi karbon CO2 kendaraan bermotor dengan kemampuan daya serap vegetasi pohon.Secara keseluruhan, total emisi karbon CO2 kendaraan bermotor sebesar 32.594.844,05 ton/tahun dan daya serap vegetasi pohon sebesar 4.033.496, 86 ton/tahun. Estimasi sisa emisi karbon CO2 yang hasilkan sebesar 28.566.347,18 ton/tahun. Rata-rata kemampuan daya serap vegetasi pohon di jalur hijau sekitar 3-20% dari total emisi karbon CO2. Keberadaan vegetasi pohon jalur hijau belum efektif dan maksimal dalam mereduksi besarnya emisi karbon CO2 kendaraan bermotor. Terdapat 5 kelas klasifikasi sebaran emisi karbon CO2, dengan ruas Jalan Sudanco Supriyadi-Kepuh-Kebonsari yang melebihi ketentuan ambang batas aman emisi karbon CO2.  ABSTRACTFahmi, Muhammad Nur. 2019. The Spatial Analysis of Carbon Dioxide (CO2) Emissions Distribution of The Motor Vehicles On Malang City’s Street . Essay. Departement of Geography, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisor (I) Purwanto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Keywords : motor vehicles, tree vegetation, carbon dioxide (CO2)The transportation sector from motor vehicle activities contributes around more than 70% to release carbon dioxide (CO2) emissions into the air. Carbon dioxide (CO2) emissions from motor vehicle activities are the biggest source of air pollution that affects air quality. Malang city is ranked seventh out of 15 major cities in Indonesia with the largest pollutions carbon dioxide (CO2) emissions. The ability to estimations the vegetation trees absorbent is an attempt to recognize the potential of green lane streets. The distribution of carbon dioxide (CO2) emissions is used to measure the distribution of air pollution spatial analysis.Analysis of the distribution carbon dioxide (CO2)  emissions supported by field data in amount carbon dioxide (CO2) emissions of motor vehicles and the ability absorb tree vegetation to carbon dioxide emissions. This planning, is enlist the total of vehicles with counting method at the rush hour, is 06.00-08.00, 11.00-13.00, 16.00-18.00, as the time of data collection. Recapitulation of the total and types green tree vegetation as digitized references for tree canopy through google earth satellite imagery in 2018. Estimated emissions is analyses which used the mathematics calculated from the total of carbon dioxcide CO2 emissions motor vehicles with the ability of vegetation tress absorbent. Overall, the total carbon dioxide emissions (CO2) motor vehicles amounted to 32,594,844.05 tons/year and the absorption  tree vegetation to 4,033,496, 86 tons/year. So that the estimated remaining carbon dioxide (CO2)  emissions will be 28,566,347.18 tons/year. The average absorption capacity of tree vegetation in the green lane is around 3-20% of total carbon dioxide emissions (CO2). The existence of green tree vegetation has not been effective and maximized in reducing the magnitude of carbon dioxide emissions motor vehicles. There are 5 classes of classification of the distribution of carbon dioxide emissions, with the streets of Sudanco Supriyadi - Kepuh - Kebonsari which exceed the safety threshold of carbon dioxide emissions (CO2)

    Penerapan Metode STIFIn dalam Menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Fuad Fahmi

    No full text
    Quran memorization methods are a field that continues to experience significant development. Recently, a method originating from psychology, the STIFIn method introduced by Dr. Farid Poniman, has improved Quran memorization techniques. This article aims to analyze the implementation of the STIFIn method at the Al-Fuad Fahmi Islamic Boarding School located in Palasari Village, Tangerang. This study uses a qualitative approach through field research methods, where data is obtained through interviews and observations. The results show that there are five types of intelligence—Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, and Instinct—which are used to identify the potential of each student through fingerprint testing. The results of this test are stable and do not change even though it is administered repeatedly. Implementing the STIFIn method at the Al-Fuad Fahmi Islamic Boarding School is going well. However, several challenges must be overcome to achieve optimal results according to the boarding school's expectations. The recommendation from this study is to improve training and support for teachers in implementing the STIFIn method, as well as to overcome existing obstacles so that students can optimize their potential in memorizing the Qur'an.Metode penghafalan Al-Qur’an adalah bidang yang terus mengalami perkembangan yang signifikan. Belakangan ini, metode yang berasal dari psikologi, yaitu metode STIFIn yang diperkenalkan oleh Dr. Farid Poniman, telah memberikan sumbangsih terhadap peningkatan teknik menghafal Al-Qur’an. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode STIFIn di Pondok Pesantren Al-Fuad Fahmi yang terletak di Desa Palasari, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian lapangan, di mana data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima tipe kecerdasan—Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct—yang digunakan untuk mengenali potensi masing-masing santri melalui tes sidik jari. Hasil dari tes ini bersifat stabil dan tidak berubah meskipun dilakukan berulang kali. Implementasi metode STIFIn di Pondok Pesantren Al-Fuad Fahmi berlangsung dengan baik, namun masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai hasil optimal sesuai harapan pesantren. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pelatihan dan dukungan bagi para pengajar dalam menerapkan metode STIFIn, serta mengatasi hambatan yang ada agar santri dapat mengoptimalkan potensi mereka dalam menghafal Al-Qur’an.
    corecore