1,721,143 research outputs found

    PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING UMKM BIDANG KULINER DI KECAMATAN KOJA

    Get PDF
    Fitri Annisa. 1709618024. Pengaruh Oreintasi Kewirausahaan dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan bersaing UMKM Bidang Kuliner di Kecamatan Koja. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Oreintasi Kewirausahaan dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan bersaing UMKM Bidang Kuliner di Kecamatan Koja. Penelitian ini merupakan penelitian berbentuk asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif dan memakai metode survey. Populasi pada penelitian ini merupakan UMKM di Kecamatan Koja. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 998 UMKM serta sampel berjumlah 148 UMKM. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) yang dihitung menggunakan software SmartPLS versi 3.3.9. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Oreintasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keugulan bersaing dan inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keugulan bersaing. Kata Kunci: Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, Keunggulan Bersaing UMK

    GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PADA LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2

    Get PDF
    GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PADA LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Oleh Adha Fitri Annisa 1605989 ABSTRAK Kurangnya aktivitas fisik atau gangguan aktivitas fisik merupakan faktor risiko independen untuk penyakit kronis yang diperkirakan menyebabkan kematian secara global. Aktivitas Fisik pada penderita DM dapat menyebabkan peningkatan pemakaian glukosa darah oleh otot yang aktif sehingga latihan fisik secara langsung dapat menyebabkan penurunan kadar lemak tubuh, mengontrol kadar glukosa darah, memperbaiki sensitivitas insulin, menurunkan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia dengan DM Tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 47 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan instrumen International Physical Activity short-form. Hasil penelitian menunjukkan tingkat aktivitas fisik pada lansia dengan DM Tipe 2 berada pada kategori ringan (12,8%), sedang (78,7%) dan berat (8,5%). Hampir seluruh responden berada pada kategori aktivitas sedang, hal ini sesuai dengan rekomendasi International Diabetes Federation bahwa pasien DM berada pada kategori aktivitas ringan dan sedang, sehingga lansia dengan DM Tipe 2 harus diberikan pemahaman dan melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk mempertahankan kesehatannya. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, DM Tipe 2, Lansia   DESCRIPTION OF PHYSICAL ACTIVITY IN ELDERLY WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS By Adha Fitri Annisa 1605989 ABSTRACT Lack of physical activity or physical activity disorders are independent risk factors for chronic diseases are estimated to cause the deaths globally. Physical activity in people with diabetes can lead to increased blood glucose utilization by active muscles so that physical exercise can directly cause a decrease in body fat levels, control blood glucose levels, improve insulin sensitivity, reduce stress. The purpose of this study is to describe the physical activity in elderly with type 2 diabetes. The study design used is descriptive quantitative, involving 47 respondents were selected using total sampling technique. The data were obtained using the International Physical Activity instrument of short-form. The results showed the level of physical activity in older adults with type 2 diabetes are in the lightweight category (12.8%), moderate (78.7%) and weight (8.5%). Almost all respondents are in the category of moderate activity, this is in accordance with recommendations of the International Diabetes Federation that patients with diabetes are in the category of mild and moderate activity, so that elderly people with Type 2 diabetes should be given the understanding and doing regular physical activity to maintain health. Keywords: Physical Activity, DM Type 2, Elderl

    PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN POST GENERAL ANESTESI DI RECOVERY ROOM IBS RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN POST GENERAL ANESTESI DI RECOVERY ROOM IBS RS PKU MUHAMMADAIYAH YOGYAKARTA Fitri Annisa Astuti1, Atik Badi’ah2, Induniasih3 Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi No.3 Banyuraden, Gamping,Sleman Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Tatalaksana post anestesi sangat penting untuk mencegah pulih sadar yang tertunda yang dapat menyebabkan komplikasi seperti obstruksi jalan nafas, aspirasi dan hipoksemia. Musik klasik Mozart memiliki irama yang teratur dan tempo antara 60-70 db, sesuai dengan musik sebagai terapi. Terapi musik klasik mozart merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat memberikan kestabilan hemodinamik, relaksasi dan meningkatkan ambang kesadaran. Tujuan : Diketahuinnya pengaruh pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap waktu pulih sadar pasien post general anestesi di Recovery room IBS RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian : Jenis Penelitian quasy eksperimen dengan desain post only design with control. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2020. Sampel berjumlah 60 responden yaitu kelompok perlakuan (pemberian terapi musik klasik mozart) sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol 30 responden. Pengambilan sampel secara consecutive sampling. Uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney. Hasil Penelitian : Waktu pulih sadar kelompok perlakuan yang diberikan tambahan musik klasik Mozart sebagian besar 15 menit Hasil uji Mann whitney didapatkan nilai Z -3,578 dengan signifikansi p value = 0,000 (p< 0,05) maka Ha diterima sehingga terdapat pengaruh pemberian terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pada pasien post general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap waktu pulih sadar pasien post general anestesi. Kata Kunci : General Anestesi, Terapi Musik Klasik Mozart, Waktu Puih Sadar 1 Mahasiswa Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2,3 Dosen Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakart

    STUDI PEMBUATAN GULA CAIR DARI TEPUNG UBI JALAR CILEMBU (Ipomea batatas (L) Lam) DENGAN HIDROLISIS ASAM

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Studi Pembuatan Gula Cair dari Tepung ubi Jalar Cilembu (Ipomea batatas (L) Lam) dengan Hidrolisis Asam”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. Sentosa Ginting, M.P. selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Ir. Iqbal Nusa, M.P. selaku Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan gula cair dari tepung ubi jalar Cilembu dengan hidrolisis asam menggunakan asam klorida dan untuk mengetahui konsentrasi HCl yang terbaik dalam pembuatan gula cair dari tepung ubi jalar Cilembu dengan lama waktu pemanasan yang optimum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan (2) dua ulangan. Faktor I adalah Perbedaan konsentrasi HCl (H) terdiri dari 4 taraf yaitu : H1 = 0,2 N, H2 = 0,4 N, H3 = 0,6 N, H4 = 0,8 N. Faktor II adalah Perbedaan lama waktu pemanasan (W) terdiri dari 4 taraf yaitu : W1 = 30 menit, W2 = 60 menit, W3 = 90 menit, W4 = 120 menit. Parameter yang diamati antara lain : Uji Organoleptik yang meliputi Bau, Rasa dan Warna, Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Gula Pereduksi, Analisa Kandungan Pati (Kualitatif), TSS, Mikroba Kapang. Hasil analisa secara statistik pada masing-masing parameter memberikan kesimpulan sebagai berikut : Uji Organoleptik Perbedaan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (tn) terhadap parameter uji organoleptik bau dan warna tetapi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter uji organoleptik i rasa. Rasa manis tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N (H4) yaitu sebesar 3,71 dan organoleptik rasa terendah berada pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N (H1) yaitu sebesar 2,74. Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap parameter uji organoleptik bau dan warna tetapi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,1) terhadap perameter uji organoleptik rasa. Rasa manis tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 120 menit (W4) yaitu sebesar 3,50 dan organoleptik rasa terendah berada pada perlakuan lama waktu pemanasan (W1) yaitu sebesar 2,86. Kadar Air Perbedaan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter kadar air. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N (H1) yaitu sebesar 39,19% dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N (H4) yaitu sebesar 37,70%. Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter kadar air. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemansan 30 menit (W1) yaitu sebesar 40,86% dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan (W4) yaitu sebesar 37,16%. Interaksi antara perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu pemanasan terhadap parameter kadar air memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N dan lama waktu pemanasan 30 menit (H1W1) yaitu sebesar 43,90% dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N dan lama waktu pemanasan 120 menit (H4W4) yaitu sebesar 36,80 %. ii Kadar Abu Perbedaan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter kadar abu. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N (H4) yaitu sebesar 1,73% dan kadar abu terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N (H1) yaitu sebesar 0,62%. Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter kadar abu. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 120 menit (W4) yaitu sebesar 1,49% dan kadar abu terendah terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 30 menit (W1) yaitu sebesar 0,74%. Interaksi antara perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu pemanasan terhadap parameter kadar abu memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N dan lama waktu pemanasan 120 menit (H4W4) yaitu sebesar 2,48% dan kadar abu terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,4 N dan lama waktu pemanasan 30 menit (H2W1) yaitu sebesar 0,49%. Kadar Gula Pereduksi Perbedaan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter gula pereduksi. Gula pereduksi tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,4 N (H2) yaitu sebesar 93,23% dan gula pereduksi terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N (H1) yaitu sebesar 83,31%. iii Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap parameter gula pereduksi. Gula pereduksi tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 60 menit (W2) yaitu sebesar 90,30% dan gula pereduksi terendah terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 30 menit (W1) yaitu sebesar 86,11%. Interaksi antara perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu pemanasan terhadap parameter gula pereduksi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Gula pereduksi tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,4 N dan lama waktu pemanasan 60 menit (H2W2) yaitu sebesar 96,34% dan gula pereduksi terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N dan lama waktu pemanasan 30 menit (H1W1) yaitu sebesar 77,00%. TSS Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,05) terhadap parameter TSS. TSS tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 60 menit (W2) yaitu sebesar 77,13°Brix dan TSS terendah terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan 30 menit (W1) yaitu sebesar 56,50°Brix. Interaksi antara perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu pemanasan terhadap parameter TSS memberikan pengaruh yang berbeda nyata. TSS tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,4 N dan lama waktu pemanasan 60 menit (H2W2) yaitu sebesar 81,00°Brix dan TSS terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N dan lama waktu pemanasan 30 menit (H1W1) yaitu sebesar 48,50°Brix. Mikroba Kapang iv Perbedaan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter mikroba kapang. Mikroba kapang tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,2 N (H1) yaitu sebesar 31,13 koloni/ml dan mikroba kapang terendah terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N (H4) yaitu sebesar 18,00 koloni/ml. Perbedaan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter mikroba kapang. Mikroba kapang tertinggi terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan (W1) yaitu sebesar 31,63 koloni/ml dan mikroba kapang terendah terdapat pada perlakuan lama waktu pemanasan (W4) yaitu sebesar 18,13 koloni/ml

    Perbandingan Pendapatan Usahatani Jambu Madu (Syzygiumaqueum) Dan Jeruk Manis (Citrusx sinensis) (Studi Kasus:Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Kota Stabat, Sumatera Utara)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor produksi mempengaruhi pendapatan usahatani jambu madu da nj eruk manis, untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani jambu , dan untu kmengetahui apakah usahatani jambu madu dan jeruk manis layak untuk diusahakan.Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), untuk metode penentuan pengambilan sampel yaitu menggunakan metode sampling jenuh (sensus).Dari hasil analisis penelitian pada usaha tani jambu madu diperoleh Multiple R square sebesar 0,889 % mengartikan bahwa secara menyeluruhu sahatani jambu madu ada hubungan yang erat antara variable luasl ahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Dan hasil Uji T dengan nilai sig variabel (luas lahan0,002> 0,05, bibit 0,038> 0,05, pupuk 0,010> 0,05, pestisida 0,001>0,05 berpengaruh secara signifikansi sedangkan variable tenaga kerja 0,171 0,05, bibit0,004> 0,05, pupuk 0,034> 0,05,berpengaruh secara signifikansi, sedangkan variable pestisida0,174<0,05, dan tenaga kerja 0,452< 0,05)tidak berpengaruh secara signifikan karena lebih besar dari 0,05. Total rata-rata pendapatan petani jeruk manis sebesar Rp. 4.640.837. Dari hasil perhitungan R/C dan B/C Ratio usaha tani jambu madu dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,5 dannilai B/C sebesar 2,517 maka dapat dikatakanusahatani jambu madu layak untuk diusahakan. Sedangkan usahatani jeruk manis dengan nilai R/C sebesar 2,2dannilai B/C sebesar 1,22 maka dapat dikatakan usahatani jerukmanis layak untuk diusahakan

    PENETAPAN HARGA PENJUALAN PADI OLEH TENGKULAK TERHADAP PENDAPATAN EKONOMI KELUARGA PETANI PADI DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Nagari Aie Tajun Kec. Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman Prov. Sumatera Barat)

    Get PDF
    ABSTRAK Nur Fitri Annisa (2019): “Penetapan Harga Penjualan Padi Oleh Tengkulak Terhadap Pendapatan Ekonomi Keluarga Petani Padi Ditinjau Menurut Ekonomi Islam”. (Studi Kasus Nagari Aie Tajun Kec. Lubuk Alung Kab.Padang Pariaman Prov. Sumatera Barat) Penelitian ini dilatar belakangi karena masyarakat di Nagari Aie Tajun mata pencariannya adalah sebagai petani. Hampir sebagian dari Kepala Keluarga yang bekerja sebagai petani padi. Para petani mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dengan hasil panen padi yang diperoleh setiap panennya. Namun, belakangan ini para petani merasakan adanya permasalahan yang terjadi dari hasil penjualan panen padi, karena akhir-akhir ini para tengkulak menetapkan harga penjualan secara tidak adil. Penetapan harga ynag tidak adil dan tidak sesuai dengan harga pasaran membuat para petani merasa mengeluh karena tidak dapat mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga para petani. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Nagari Aie Tajun Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman Sumatera Barat. Nagari Aie Tajun memiliki jumlah 1.115 kepala keluarga, 400 kepala keluarga bekerja sebagai petani padi. karena populasi dan sampel sangat banyak maka penulis hanya mengambil 100 sampel dari jumlah populasi dan sampel dijadikan subjek penelitian dengan mengunakan metode purposive Sampling. Penulis mendapatkan data di lapangan mengunakan teknik observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Kemudian diklasifikasikan menurut jenis dan sifatnya, kemudian diuraikan secara deskriptif yaitu menganalisis data yang bersifat penjelasan atau pengurain data dan informasi yang kemudian dikaitkan dengan teori dan konsep-konsep yang mendukung pembahasan yang relevan dimana penjelasan ini mengunakan metode kualitatif. Setelah mengadakan penelitian di Nagari Aie Tajun, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa penetapan harga penjualan padi yang ditetapkan oleh tengkulak merupakan harga yang rendah. Dengan kebijakan yang ditetapkan tengkulak menyebabkan para petani padi mengalami penurunan ringkat pendapatan ekonomi keluarga petani padi dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di Nagari Aie Tajun. Menurut Ekonomi syariah mengenai penetapan harga yang tidak adil yang dilakukan oleh tengkulak merupakan perbuatan dan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan dan ajaran hukum islam, karena dengan kebijakan yang dilakukan dapat menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak yang lainnya. Kebijakan itu sangat tidak sesuai dan dilarang dalam ajaran hukum Islam

    HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA MAHAD AL-JAMI’AH

    Get PDF
    ABSTRAK Hubungan Antara Religiusitas Dan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Mahad Al-Jami‘ah Oleh : Fatimah Fitri Annisa Penyesuaian diri merupakan interaksi secara terus menerus dengan diri sendiri, orang lain, serta Tuhannya. Keahlian untuk menyesuaikan diri akan memberikan dampak ke arah yang positif, karena jika seseorang mahasiswa sanggup untuk menyesuaikan diri akan sanggup menuntaskan suatu permasalahan dengan cara yang tepat. Serta itu merupakan salah satu cara yang menguntungkan diri sendiri tidak merugikan orang lain. Peneliti memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada mahasiswa mahad al-jami‘ah, menganalisis hubungan antara religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa mahad al-jami‘ah, dan untuk menganalisis hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada mahasiswa mahad al-jami‘ah. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Mahad Al-Jami‘ah angkatan 2021 yang berjumlah 137 mahasiswa. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportionate Random Sampling dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 mahasiswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi yaitu skala penyesuaian diri, religiusitas dan kematangan emosi. Skala penyesuaian diri berjumlah 23 aitem (Cronbach‘s α = 0.941), skala religiusitas yang berjumlah 23 aitem (Cronbach‘s α = 0.892), dan skala kematangan emosi yang berjumlah 17 aitem (Cronbach‘s α = 0.838). Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda yang dibantu oleh software JASP versi 0.16.1.0 for windows. Hasil penelitian ini yaitu pertama, adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri dengan Nilai R sebesar 0.554, dengan nilai F sebesar 14.606, dengan taraf signifikan P <0.01. Dengan Sumbangan efektif yang diberikan kedua variabel religiusitas dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri sebesar 30.6%. Kedua, adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan penyesuaian diri dengan nilai korelasi ( ) = 0.503 dengan P= <0.001. Memberikan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 22%, Ketiga, adanya hubungan yang iii signifikan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri dengan nilai korelasi ( ) = 0.357 dengan P = 0.003 atau <0.01. Dengan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 8.6%. Maka dapat diartikan bahwa variabel religiusitas lebih besar pengaruhnya daripada variabel kematangan emosi. Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Religiusitas, Kematangan Emosi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore