25 research outputs found
Terumbu Karang Laut Probolinggo Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional
ABSTRAK Rozy, Fathur. 2018. Terumbu Karang Laut Probolinggo Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Terumbu Karang, Laut Probolinggo, Penciptaan, Seni Lukis, Representasional Terumbu karang merupakan ekosistem laut tropis yang terdapat diperairan laut dangkal yang jernih, hangat, dan komonitasnya didominasi oleh berbagai jenis biota laut khususnya terumbu karang. Masalahnya kondisi terumbu karang di perairan laut Probolinggo saat ini cukup memprihatinkan. Pencipta tertarik untuk mengangkat ide terumbu karang yang mempengaruhi perairan laut Probolinggo sehingga dijadikan sebagai sumber inspirasi penciptaan karya lukis. Konsep pelestarian alam laut Probolinggo mendasari penciptaan seni lukis. Sedangkan tema penciptaan adalah keindahan terumbu karang laut Probolinggo sebagai ungkapan pencipta mewujudkan keenam karya lukis. Penulisan penciptaan seni diwujudkan melalui proses kreatif yang mengadopsi model Chaterina Patrick meliputi tahap persiapan, penetasan, inspirasi, dan pengembangan. Tujuan penciptaan seni lukis adalah untuk mendeskripsikan proses penciptaan dan hasil visualisasi terumbu karang laut Probolinggo yang diwujudkan kepenciptaan seni lukis. Proses penciptaan karya ini berawal dari rancangan ide, menetapkan konsep, mematangkan tema, dan memvisualisasi objek yang diciptakanya itu terumbu karang. Tahap selanjutnya menyiapakan alat dan bahan, membuat sketsa di atas kertas kemudian dipindahkan ke kanvas. Dilanjutkan proses pewarnaan menggunakan teknik sapuan kuas basah, blok, teknik gradasi, teknik plakat,dan diakhiri dengan finishing. Karakteristik keenam karya lukisan Nampak pada teknik, bentuk, warna, komposisi, perspektif, dan pecahayaan dengan gaya pribadi pencipta. Hasil dari keenam karya memperlihatkan kondisi terumbu karang perairan laut Probolinggo yang perlu dijaga dan dipelihara. Diharapkan melalui proses apresiasi dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pendidik, peserta didik, dan masyarakat awam terkait karyalukis yang ditampilkan sehingga ikut berempati dan bersimpati terhadap perlindungan dan pelestarian biota laut diperairan Indonesia
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH MOTIVASI KERJA (Studi pada PT. World Innovative Telecommunication Surabaya)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, pengembangan karir dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Obyek penelitian dan Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. World Innovative Telecommunication Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel jenuh, sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 (tujuh puluh) orang yang berkerja di PT. World Innovative Telecommunication Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Analisis Jalur (Path Analysis). Hasil uji asumsi klasik yang dilakukan melalui uji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas menyatakan bahwa semua variabel yang digunakan tidak melanggar syarat yang ditentukan, sedangkan menurut hasil uji kelayakan model yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 yang artinya model analisis jalur yang digunakan adalah layak, hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja, pengembangan karir dan motivasi kerja sebagai mediasi mampu menjelaskan kinerja karyawan. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa 1) lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; 2) pengembangan karir berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan; 3) motivasi kerja mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan; 4) motivasi kerja mampu memediasi pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja, pengembangan karir dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 52%, sedangkan sisanya sebesar 48% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan.
x
ANALISA FAKTOR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANWIL DJKN KALIMANTAN TIMUR DAN UTARA
Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek, PT. Trinanda Karya Utama Jaya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi tidak pernah terlepas dari risiko kecelakaan kerja,sehingga dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut diperlukan suatu manajemen yang baik mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), karena penerapan K3 dapat mencegah dan mengurangi faktor-faktor terjadinya kecelakaan kerja disuatu proyek. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, yaitu apa saja faktor Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Gedung Kanwil DJKN Kalimantan Timur dan Utara?. Analisis data yang digunakan adalah analisa metode severity index dan analisa probability impact matrix terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 45 responden dari pihak project manajer, pelaksana lapangan, pengawas lapangan dan pekerja yang mengetahui kondisi dan yang terlibat secara langsung di dalam pekerjaan pembangunan proyek tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode probability impact matrix didapat bahwa ada satu faktor yang signifikan mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada proyek tersebut, variabel tersebut didapat dari tingkat variabel risiko tertinggi, yaitu perusahaan tidak mengadakan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya (X1.P1)
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Populasi dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2012-2015 dan berdasarkan kriteria yang diperoleh sampel sebanyak 8 perusahaan manufaktur. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, Sedangkan variabel Return On Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM) memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham.
Kata Kunci: return on asset, return on equity, net profit margin, return saha
Penafsiran "La Taqrabu Al-Zina" dalam QS. Al-Isra' Ayat 32 (Studi Komparatif antara Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab)
Adultery is a social problem that always exists in every era. There is a lot of evil that arises from adultery. Adultery is an act that is prohibited by Allah SWT from being committed by Muslims. The prohibition is contained in the QS. Al-Isra ': 32. Interestingly, the prohibition is not directly aimed at the object (adultery), but rather the prohibition to approach things that lead to adultery in the letter, written La> Taqrabu> al-Zina> (don't approach adultery). The commentators, from classical to contemporary commentators, have different interpretations of this verse. Due to the uniqueness of the use of the editorial plus the many different interpretations of the verse pieces, the author is interested in discussing the interpretation of La> Taqrabu> al-Zina> in Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar and Al-Mishbah by Quraish Shihab which has an adabi> ijtima> styl. This literature research uses divine theory and an interpretive approach. The analytical method used by the author is a comparative analysis method with ta'lili reasoning. The results of this study found that there are two aspects of similarities and differences, namely in the methodological aspect and the interpretation aspect of La> Taqrabu> al-Zina in Tafsir Al-Azhar and Tafsri Al-Mishbah.
Keywords: : La> Taqrabu> al-Zina>, QS. Al-Isra ayat 32, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Mishbah, Adabi> ijtima>’
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA TUAS UNTUK MENGAJARKAN SUB MATERI TUAS DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 SIDOARJO
Based on the result of observation which had been held by the researcher at SMP negeri 5 Sidoarjo, that the school was not have the lever visual instrument yet, which can help the students to comprehend the concept and to get the learning result that suit with minimum completeness criteria. Therefore, the researcher developed a lever visual instrument in order to describe lever visual instrument expediency, the students learning result of lever sub material and student respond of the visual instrument. This research used Research and Development method. The populations were the whole sudents of class VIII SMP negeri 5 Sidoarjo. The research sample contained three experiment classes (VIII-2, VIII-3 and VIII-4). The developed instrument was analyzed by Physic lecturer and IPA teacher. Based on the result appraisal of visual instrument, it gained 75%expediency and fine category. The learning result was progressing after they used the visual instrument and it gained classically 85,13%of completeness learning student. The respond of the students to the equipped instrument during the learning progression was 92,3% with the very good category. The research indicated that the developed lever visual instrument is proper to be applied to the learning at SMP negeri 5 Sidoarjo. Keywords: lever visual instrument, lever. Abstrak. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 5 Sidoarjo, diketahui bahwa sekolah tersebut belum memiliki alat peraga tuas yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep dan mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan KKM. Oleh sebab itu peneliti mengembangkan suatu alat peraga tuas yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan alat peraga tuas, hasil belajar siswa pada sub materi tuas dan respon siswa terhadap alat peraga tuas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and development/ R&D). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas eksperimen (VIII-2, VIII-3 dan VIII-4). Alat peraga tuas yang dikembangkan ditelaah dan dinilai oleh dosen Fisika dan guru IPA. Berdasarkan hasil penilaian alat peraga tuas, diperoleh persentase kelayakan sebesar 75% dengan kategori baik. Hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tuas mengalami kenaikan hingga diperoleh persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 85,13%. Respon siswa terhadap alat peraga tuas yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah sebesar 92,3% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga tuas yang dikembangkan layak untuk diterapkan pada pembelajaran di SMP Negeri 5 Sidoarjo. Kata-kata kunci: Alat peraga tuas, tuas
The Influence of Traditional Religious Authority on Digital Preachers: Case Studies of Ustadz Hanan Attaki and Ustadz Adi Hidayat
This research aims to investigate whether traditional religious authorities in the case of two largest Islamic organizations in Indonesia (Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah) still have greater authority than the new media friendly religious figures. This research employs the bai’at (edification) of Ustadz Hanan Attaki (UHA) to Nahdlatul Ulama and the admission of Ustadz Adi Hidayat (UAH) to the Muhammadiyah General Board as a case study. This research attemps to answer two questions: How do new religious authorities still need to rely on traditional religious authorities? Why are the traditional religious authorities in NU & Muhammadiyah still able to survive during the development of new media and the emergence of new religious authorities? Using the theoretical framework of Max Weber, this study explains the process of forming authority. This research finds that first, new religious authorities lack key elements of "authority." The long-established structures within traditional groups provide a level of legitimacy that is difficult for new religious authorities to replicate without integrating into these networks. Second, traditional authorities have spent decades, even centuries, building a loyal following and strong organizational infrastructure. These networks are supported by political capital, granting traditional authorities protection, and influence that new figures cannot easily access
The Influence of Traditional Religious Authority on Digital Preachers: Case Studies of Ustadz Hanan Attaki and Ustadz Adi Hidayat
This research aims to investigate whether traditional religious authorities in the case of two largest Islamic organizations in Indonesia (Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah) still have greater authority than the new media friendly religious figures. This research employs the bai’at (edification) of Ustadz Hanan Attaki (UHA) to Nahdlatul Ulama and the admission of Ustadz Adi Hidayat (UAH) to the Muhammadiyah General Board as a case study. This research attemps to answer two questions: How do new religious authorities still need to rely on traditional religious authorities? Why are the traditional religious authorities in NU & Muhammadiyah still able to survive during the development of new media and the emergence of new religious authorities? Using the theoretical framework of Max Weber, this study explains the process of forming authority. This research finds that first, new religious authorities lack key elements of "authority." The long-established structures within traditional groups provide a level of legitimacy that is difficult for new religious authorities to replicate without integrating into these networks. Second, traditional authorities have spent decades, even centuries, building a loyal following and strong organizational infrastructure. These networks are supported by political capital, granting traditional authorities protection, and influence that new figures cannot easily access
THE DEVELOPMENT OF QUR'AN COMMENTATORS' REQUIREMENTS: FROM THE AFFIRMATIVE ERA TO THE REFORMATIVE ERA
This research will look at the requirements that must be possessed by Qur'an commentators who have developed in every era. As a limitation, this research focuses on the affirmative era of interpretation (8-15 AD) and reformative era of interpretation (19 AD). The main sources of this research are four books written by commentators representing each era; two commentators from affirmative era of interpretation; Az-Zarkasyi and As-Suyuthi, and two commentators from reformative era of interpretation; Ahmad As-Syurbashi and Quraish Shihab. Using a socio-historical approach, this literature-based qualitative research concludes that there have been developments in the requirements of commentators in each era. From only to require mastering Ulumul Qur'an skills to demand of mastering a set of modern knowledge. All of this cannot be separated from the influence of historical facts on the problems and demands of the times faced by these commentators
