KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH PENCAMPURAN ASBUTON LGA 50/30 TERHADAP STABILITAS MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC
Asbuton LGA 50/30 merupakan hasil inovasi dalam pengembangan material konstruksi.Penggunaan asbuton sebagai alternatif aspal minyak sejalan dengan upaya keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pencampuran Asbuton LGA 50/30 terhadap stabilitasMarshall dari campuran Asphalt Concrete - Wearing Course (AC - WC). Dalam penelitian ini,digunakan aspal penetrasi 60/70 dari Pertamina dan agregat kasar serta halus yang sesuai denganspesifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian Marshall untukmenentukan stabilitas, flow, dan parameter lainnya dari campuran aspal. Variasi presentase AsbutonLGA 50/30 yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan kadar aspal optimum adalah 6%.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Asbuton LGA 50/30 berpengaruh positif terhadapstabilitas Marshall, dimana semua variasi presentase memenuhi syarat spesifikasi yang ditetapkan.Stabilitas Marshall meningkat seiring dengan bertambahnya presentase Asbuton, dengan nilaidurabilitas yang diperoleh yaitu 101,781%, 103,540%, 107,477% dan 109,346% yang juga memenuhikriteria minimal yaitu 90%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Asbuton LGA 50/30dapat dipertimbangkan sebagai alternatif dalam campuran AC-WC untuk meningkatkan kualitasperkerasan jalan. Hasil uji berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3
EVALUASI KINERJA PERKERASAN JALAN DI KECAMATAN MUARA BADAK
Jalan lingkungan di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan jalurpenghubung antara Desa yang memiliki jarak +28,446 km dan rata - rata lebar ruas jalan kurangdari 6 m. Jika dilihat secara kasat mata kondisi jalan di Kecamatan Muara Badak kurang baikmelihat volume lalu lintas harian dan beban kendaraan yang melewati Jalan dapat di katakanrendah. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan di cari tingkat kelayakan perkerasan jalan diKecamatan Muara Badak menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index).Jenis-jenis0 kerusakan yang banyak dijumpai di lapangan yaitu aligator cracking 2,596%,patching 1,445%, dan weathering ravelling 0,369% juga ada beberapa bagian yang mengalamikerusakan depression 0,245%, edge cracking 0,035%, shoulder drop off 0,016% dan potholes0,185%. Nilai kinerja perkerasan secara visual PCI didapatkan hasil nilai terendah berada padaseksi 14 sebesar 18 dengan kategori very poor sedangkan rating tertinggi berada pada seksi 15sebesar 79 dengan kondisi very good. Kerusakan yang didominasi oleh retakan tersebut terjadikarena aspal telah mengalami lelah (fatique) sehingga tidak mampu lagi menahan beban kendaraanyang melewatinya
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Gerilya Kota Samarinda
Hambatan samping merupakan aktivitas samping jalan yang sering menimbulkan pengaruh yang cukup signifikan. Salah satu penyebab tingginya aktivitas samping jalan yaitu disebabkan oleh perkembangan aktivitas penduduk yang setiap tahunnya tumbuh dan berkembang diwilayah perkotaan. Kemacetan lalu lintas yang terjadi sudah sangat mengganggu aktivitas penduduk. . Oleh karena itu pada ruas jalan Gerilya Kota Samarinda perlu dilakukan tinjauan analisa pengaruh hambatan samping terhadap arus lalu lintas khususnya terhadap kinerja jalan. Berdasarkan hasil Analisa hambatan samping, Jalan Gerilya Kota Samarinda berada pada kelas hambatan samping sedang. Hal ini yang menandakan hampir seluruh pengemudiatau pengguna jalan akan dibatasi (terganggu), volume pelayanan berkaitan dengan kapasitas yang dapat ditolerir
PERENCANAAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MASJID SHIRATHAL MUSTAQIEM DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP
Masjid Shirathal Mustaqiem yang berlokasi di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, cukup dikenal sebagai masjid tertua yang terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam. Karena Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun 1891. Tujuan dari perancangan ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran terhadap kondisi eksisting masjid, memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung yang ingin berwisata untuk studi, wisata religi dan beribadah di Masjid tertua di Samarinda. Tahapan penelitian melalui observasi langsung ke Masjid Shirathal Mustaqiem untuk mendapatkan informasi mengenai fasilitas dan sarana yang tersedia di lokasi eksisting. Dengan penerapan konsep arsitektur lansekap berupa Softscapes dan Hardscapes. Dari hasil pembahasan analisa besaran ruang dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 4355 m2 , luas Koefisien Dasar Hijau 5231,25 m2 dari 10 massa yang sudah termasuk bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem. Dengan menerapkan konsep Arsitektur Lansekap di Masjid Shirathal Mustaqiem menggunakan material Softscapes seperti jenis tanaman apa saja yang digunakan pada perencanaan dan Hardscapes yang akan diterapkan pada motif pattern islami untuk keramik di sekitar taman masjid. Dan menjadikan Masjid sebagai “Vocal Point” di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi
ANALISA PENGUKURAN TOPOGRAFI TOTAL STATION DTM-322 DAN PESAWAT NIR AWAK DJI PHANTOM 3 PRO PADA PEMBUATAN KONTUR PERUMAHAN PINANG HILL’S DI KOTA SAMARINDA
Topografi dapat diartikan sebagai bentuk/penampakan permukaan bumi termasuk semuabangunan yang dibangun oleh manusia di permukaan bumi. Pekerjaan engineering sangatmembutuhkan peta topografi sebagai dasar penentuan lokasi terbaik. Total Station dapatmengukur sudut menggunakan metode pemindaian elektro-optik melalui piringan kaca atausilinder yang memiliki penunjuk skala yang sangat presisi. dengan fitur terbaru dapat mengukursudut dengan nilai akurasi hingga 0,5 detik busur. Sedangkan tipe Total Station biasa hanya bisamengukur sudut dengan nilai akurasi 5 sampai 10 arc-seconds. Fotogrametri didefinisikansebagai ilmu yang menganalisis informasi dari objek fisik dan sekitarnya melalui fotografi udara.Informasi dari objek fisik dan sekitarnya diperoleh melalui serangkaian proses pengolahan,pengukuran, dan interpretasi pada foto udara. Foto udara adalah gambar fotografi yang diperolehdari hasil liputan menggunakan kamera yang dipasang di pesawat terbang, balon, di udara.Pemotretan dilakukan mengikuti garis jalur terbang yang telah ditentukan pada peta kerja. Jalurpenerbangan biasanya dirancang dengan orientasi medan di utara, selatan atau barat timur yangsejajar satu sama lain. Dari koordinat yang diperoleh dengan menggunakan alat ukur TotalStation terdapat 791 titik kontur sedangkan koordinat yang diperoleh dengan menggunakan alatukur DJI Phantom 3 pro sebanyak 9515 titik kontur (dengan mengatur interval tiap titik per 2meter). Perbedaan hasil citra kontur yang terbentuk dari koordinat masing-masing alat ukurmembuktikan bahwa alat ukur DJI Phantom 3 Pro tidak dapat mengambil data secara langsungke tanah/atau permukaan yang ada karena terhalang oleh jumlah pohon yang menutupinyadibandingkan ke alat ukur Total Station DTM-322. yang mengambil data langsung dari tanahatau eksisting. Perbedaan elevasi yang sangat besar pada setiap sampel Long dan Cross Sectionyang telah dipelajari memperjelas bahwa hasil elevasi dari alat ukur DJI Phantom 3 Pro tidakdapat direkomendasikan sebagai penentuan contouring dan elevasi dibandingkan dengan alatukur Total Station DTM-322. Berdasarkan informasi diatas, dapat dipastikan bahwa alat ukurDJI Phantom 3 Pro tidak dapat direkomendasikan sebagai pengganti alat ukur DTM-322 TotalStation dalam formasi kontur dan elevasi
PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI
Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP, Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buaha
ANALISA STATIK DAN DINAMIS PADA GEDUNG RUMAH SAKIT HAJI DARJAD SAMARINDA AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI 03- 1726-2012
Indonesia terletak di daerah rawan gempa,yang merupakan negara kepulauan. Oleh karena itu,untuk mengurangi resiko akibat gempaperlu direncanakan struktur bangunan gedung bertingkat tahan gempa. Analisa statik yang umum digunakan adalah analisa gaya lateral ekivalen. Analisa dinamik dapat dibagi atas dua yaitu analisa spectrum respons ragam dan analisa riwayat repons seismic(time-history). Pada penelitian ini bertujuan mengetahui perhitungan akibat gempa sesuai peraturan SNI 1726-2012 pada gedung rumah sakit haji darjad samarinda. Data yang disajikan dalam peneliatian ini data tanah,gambar rencana,data literatur,jurnal. Teknik analisa dan pengelolan data dalam penelitian ini menggukan metode spektrum respons ragam dengan bantuan software ETABS yang menghasilkan output kedua metode berupa tabel dan grafik. Dari hasil penelitian menujukkan Kata kunci : SNI 03-1726-2012, Softwer ETAB
ANALISA PERBANDINGAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE NETWORK PLANNING PADA PEMBANGUNAN REHABILITASI TOTAL PUSKESMAS LOA DURI KEC. LOA JANAN
Kegiatan proyek pembangunan Puskesmas Loa Duri Kecamatan Loa janan meliputikegiatan pekerjaan pendahuluan, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur, pekerjaan lantai dankeramik, pekerjaan dinding dan plesteran, pekerjaan langit - langit, pekerjaan pengecatan,pekerjaan pengecatan, pekerjaan septictank dan bak ipal, pekerjaan besi dan realling pekerjaankusen, pekerjaan penggantung dan kunci, pekerjaan pengecatan, pekerjaan sanitasi, pekerjaaninstalasi listrik,.Untuk mengatur durasi proyek diperlukan pengendalian proyek. Pengendalianproyek adalah suatu cara pengendalian seluruh aktivitas dengan menggunakan teknik dan metodeyang spesifik dengan cara yang efektif. Sehingga dapat diketahui berapa lama suatu proyekdiselesaikan dan mencari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksaan proyek denganmetode Network Planning. Network Planning adalah salah satu model yang digunakan dalam.Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar pentingdari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT danCPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanyadengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepatwaktu serta tepat biaya Hasil perhitungan didapatkan nilai ΣV (te) = 11,083, S = 5,542, T(d) =182 Hari, Z = -3. Untuk hasil perkiraan waktu penyelesain waktu proyek dari hasil analisa CPMdidapat 199 hari, hasil Analisa PERT didapat 206 hari. Menggunakan MS Project didapat 199hari
KORELASI PENILAIAN JEMBATAN DUA PULUH TUJUH JANUARI SANGA_SANGA KABUPATEN KUTAI KARTA NEGARA
Korelasi penilaian merupakan usaha pemeliharaan jembatan untuk mempertahankan usia jembatan dan mencegah terjadinya kerusakan struktur jembatan yang berkelanjutan salah satunya adalah Jembatan Dua Puluh Tujuh Januari yang berada di Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jembatan tersebut adalah berupa jembatan rangka baja yang telah berumur tiga puluh tahun. Jumlah beban kendaraan semakin meningkat tentu akan meningkatkan resiko deformasi kemampuan jembatan dan umur jembatan. Hal ini dilakukan dengan mengolah dua data sekundae dan primer yang diperoleh dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia dan data diperoleh secara mandiri. Penelitian ini dengan mengkaji korelasi penilaian dua data sekundar dan primer menggunakan metode Bridge Management System (BMS) dan SPSS. Hasil yang diperoleh dari dua data sekunder dan prime ini adalah merekomendasi penanganan dan mengarahkan skala priorita
ANALISA PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN PEMBANGUNAN JALAN LONG PAHANGAI – LONG BOH KABUPATEN MAHAKAM ULU
Menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana transportasi yang semakin kompleksdan mendesak salah satunya adalah prasarana jalan. Maka Pemerintah Provinsi KalimantanTimur melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bidang Bina Marga, Sub Bidang Perencanaan Jalan telahmengalokasikan dana untuk pembangunan jalan didaerah tersebut, guna memenuhi kebutuhansarana jalan bagi masyarakat Long Pahangai – Long Boh. Maksud dan tujuan penulisan TugasAkhir ini adalah untuk mengetahui produktifitas, jumlah alat yang dipakai dan lama waktupelaksanaannya agar dapat berjalan sesuai yang di harapkan Metode perhitungan yang dipakaiadalah metode analisis data Pekerjaan Galian dan Timbunan, yang meliputi produktivitas darialat berat, lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan, danbiaya untuk pekerjaan pembangunan jalan. Dari hasil perhitungan alat Excavator typeCaterpillar 320D2 dengan produktivitas 74.98 m3/jam selama 183.49 jam (26.21 hari kerja),Bulldozer type Komatsu D85ESS dengan produktivitas 120.51 m3/jam selama 114.17 jam (16.31hari kerja), Dump Truck type Toyota DYNA 130 HT dengan produktifitas 71.09 m3/jam selama193.53 jam (27.65 hari kerja), Compactor type Caterpillar CS11DS dengan produktivitas260.081 m3/jam selama 52.90 jam (7.56 hari kerja) serta Rencana Anggaran Biaya padapekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian adalah Rp. 1.042.336.188,27 dengan PPN (10%)Rp. 104.233.618,83. Jumlah total termasuk PPN (10%) adalah Rp. 1.146.569.807,09 dibulatkanmenjadi Rp. 1.146.569.000,0