KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEMATANGAN LAHAN DI PERUMAHAN BUKIT PINANG RAYA II SAMARINDA
Proyek pembangunan lahan perumahan pekerjaan pemindahan tanah mekanis diperlukan metode pelaksanaan pekerjaan terutama pada jenis maupun tipe peralatan yang digunakan. Sebelum melaksanakan pemindahan tanah mekanis, perlu dilakukan pekerjaan galian dan timbunan pada areal lahan yang direncanakan. Dengan perencanaan pekerjaan galian dan timbunan serta peralatan yang tepat guna, diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.Pada skripsi ini ditinjau pekerjaan galian dan timbunan, pekerjaan galian tanah bercampur kerikil memiliki volume sebesar 106.125,92 m3 , sedangkan pekerjaan timbunan memiliki volume sebesar 106.115,61 m3 . Peralatan yang digunakan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu alat gali, angkut, timbun dan alat pemadat. Alat gali meliputi excavator, bulldozer, dump truck dan compactor. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh hasil produktifitas dan durasi pekerjaan pada masing – masing alat, yaitu untuk alat gali yang digunakan adalah excavator PC 200 1 unit, bulldozer type Komatsu D-85 SS 2 unit, dump truck Mitsubishi 120 PS 2 unit, compactor type Bomag BW 212 D-40 1 unit.Produktifitas terbesar diperoleh pada alat berat compactor, yaitu 186,092 m3/jam dan waktu pelaksanaan pekerjaan galian 80 hari, timbunan selama 74 hari dan pemadatan selama 77 hari
ANALISA NILAI AGUNAN DARI NILAI PASAR DAN NILAI SEWA RUMAH TINGGAL JALAN AW SYAHRANIE KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Agunan merupakan hal yang paling diutamakan untuk mendapatkan keyakinan bagi bank atas dana yang disalurkan dalam bentuk kredit. Salah satu barang yang dapat dijadikan agunan adalah real property atau properti yang berupa tanah dengan segala sesuatu yang melekat padanya. Dalam perkreditan perlu dilakukan penilaian terhadap properti yang dijadikan agunan.Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan analisa nilai agunan dari nilai pasar dan nilai sewa pada properti yang berupa rumah tinggal.Nilai Pasar properti didapat dari nilai pasar tanah ditambah nilai pasar bangunan sedangkan nilai sewa properti didapat dari nilai pasar properti di kali dengan Yield untuk Tanah & Bangunan / tahun. Yield atau yield to maturity dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang ditawarkan oleh pasar untuk membeli sebuah aset keuangan (tidak hanya terbatas pada obligasi semata) dengan tujuan untuk menukar uang saat ini dengan uang di masa yang akan datang. setelah didapat nilai sewa properti kemudian dikali dengan Discount factor / faktor diskonto. Discount factor/faktor diskonto adalah bilangan kurang dari 1 (satu) yang dipakai untuk mengalikan suatu jumlah nilai dimasa yang akan datang (future value) supaya menjadi nilai sekarang (present value), maka didapat nilai sewa properti.ABSTRAKCollateral is the main concern for the bank to get a conviction for funds disbursed in the form of credit. One of the items that can be used as collateral is real property or property in the form of land with everything attached to it. Of credit needs to be assessed against the property as collateral.This thesis aims to analyze the value of the collateral and the market value of the rental value of a residential property.The market value of the property obtained from the market value of the land plus the market value of the building while the rental value of the property obtained from the market value of the property at the time the Yield to Land & Building / year. Yield or yield to maturity can be defined as the rate of interest offered by the market to buy a financial asset (not just limited to mere bond) in order to exchange the money at this time with money in the future. after acquired property rental values and then multiplied by the Discount factor / factor discount. Discount factor / discounting factor is a number less than 1 (one) used to multiply the number of values in the future (future value) in order to present value (present value), the importance of the rental value of the property
PRODUKTIVITAS PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN ALAT BERAT PADA TAMBANG PT. OKA LINTAS MUARA DI SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA
ABSTRACT Sub-Province of Kutai Kartanegara, owning Natural Resources potency ( Very big SDA) for example coal mine, forest, coconut of sawit petroleum and. Stone embers mineral having tired deposit ± 523.784.709 Metric Ton there are various district that is Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong Defect, Estuary of Muntai, Marangkayu, Samboja, Anggana, Estuary Rhinoceros, Town Wake Up, Estuary of Wis, Estuary of Kaman, and Tabang ( On Duty Mining Of Sub-Province of Kutai Kartanegara, year 2012).In execution of Transportation of Stone Smolder Area Mining very needed usage of heavy equipment, so that execution of work earn as according to goals which have been determined, therefore usage of heavy equipment have to be planned well and is careful, so that precisely its use is, optimal its production and existence of equipments efficiency.As for factors which need diperhatkan in election of usage of heavy equipment shall be as follows : Location and work type to be executed 1) Function and heavy equipment type to be used, like to dig, to transporting, and menggusur 2) Energy and heavy equipment capacities 3) Method and way of heavy equipment operation.As for Heavy equipment which using research location in the form of : Bulldozer Komatsu D-85, Excavator Komatsu PC200 and of Dump Truck Toyota Dyna 130HT.Pursuant to breakdown of above, hence this Final Duty, writer will study about analysis calculation of heavy equipment production used for the execution of Transportation of Coal in coal-mine location
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI DESA SANTAN ULU KECAMATAN MARANGKAYU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI DESA SANTAN ULU KECAMTAN MARANGKAYUKABUPATEN KUTAI KARTANEGARADimas Eriyandita 1)Daru purbaningtyas, ST,.MT 2)Syahrul, ST,. M,Eng 3)INTISARIDesa Santan Ulu terletak di Kecamatan Marangkayu Kabupateb Kutai Kartanegara. Wilayah ini memiliki potensi untuk di kembangkan jaringan irigasi seluas ± 200 Ha. Tujun penulisan ini adalah merencanakan jaringan irigasi teknik dan saluran irigasi di wilayah tersebut.Pengembangan jaringan irigasi teknik memerlukan perencanaan jaringan saluaran irigasi yang meliputi saluran irigasi primer, sekunder dan tersier. Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data meteorologi yaitu data curah hujan, temperatur, kelembapan , kecepatan angin, penyinaran matahari, peta contur, tata guna lahan dan jenis tanah setempat.Hasil studi memberikan besaran kebutuhan air maks untuk lahan irigasi 1,965 lt/dt/ha. Dimensi saluran irigasi primer SM 1 bentuk trapesium dengan panjang L = 295 m, b = 0,80 m, T = 1,66 m, dan h = 1 m. Dimensi saluran sekunder SJ 1, berbentuk trapesium dengan panjang L = 450 m, b = 0,25 m, T = 0,58 m dan h = 0,55 m. Dan dimensi saluran tersier ST 11 berbentuk trapesium dengan panjang L = 350 m, b = 0,39 m, T = 0,81 m dan h = 0,70 m. Kata kunci : saluran irigasi primer, sekunder, tersier
ANALISA PRODUKTIFITAS PERALATAN DALAM PEKERJAAN AGREGAT PADA RUAS JALAN SIMPANG 3 SAMBOJA KM. 38 BALIKPAPAN – LOA JANAN
AbstrakSeiring dengan kemajuan zaman, tuntutan akan keberhasilan dalam berbagai hal semakin didambakan begitu juga dalam hal kualitas, hal-hal yang mendorong untuk menganalisa perhitungan biaya ditinjau dari pemakaian alat-alat berat pada proyek pembangunan dan peningkatan jalan
ANALISA KAPASITAS DRAINASE PADA RUAS JALAN LAY KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kapasitas penampang saluran yang tidak memadai sering dituduh sebagi penyebab utama terjadinya banjir dan faktor utama kerusakan bahan perkerasan jalan. Pembangunan sistem drainase jalan pada umumnya terkesan ala kadarnya tanpa memperhitungkan aspek- aspek teknis sehingga di beberapa lokasi jalan sering mengalami banjir setempat.Hal-hal seperti ini juga sering ditunjang dengan buruknya sistem pemeliharaan drainase jalan ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dan pengguna jalan untuk membuang sampah pada tempatnya.Drainase jalan yang sering terlihat pada umumnya dipenuhi dengan sedimentasi dan sampah, sehingga seringkali tidak dapat berfungsi secara maksimal sebagai saluran penampung air pada saat hujan terjadi, yang mengakibatkan air melimpas ke badan jalan sehingga merendam badan jalan, terjadinya genangan dan yang paling fatal adalah terjadinya banjir.Dari hasil analisa data untuk ruas jalan Lay dengan panjang 870 meter didapat debit maksimum sebesar 0,647 m3/detik dan dibutuhkan luas penampang saluran sebesar 0,30 m2 untuk dapat mengalirkan debit tersebut.Parameter yang belum ditinjau dalam penelitian ini adalah pengaruh kawasan atau cathment area disekitar jalan dan pengaruh pasang surut sungai