66 research outputs found
ANALISIS FINANSIAL AGROINDUSTRI MANISAN PALA PADA USAHA DIANTI DI KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN
Fadrian Anwar, "Analisis Finansial Agroindustni Manisan Pala Pada Usaha Dianti Di Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatao" di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Azhar Muslim, M.S selaku pembimbing pertama dan Ibu Cut Faradilla, S.P, M.Si selaku pembimbing kedua.Penelitian ini dilak:ukan di Kabupaten Aceh Selatan tepatnya Kecamatan Tapaktuan dan Usaha Dianti sebagai sampel. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Usaha Dianti telah banyak di kenal oleh masyarakat luas deogan mengikuti berbagai pameran. Tujuan penelitian ini adalab untuk mengadakao kajian ilmiab tentang analisis finansial pada Usaha Dianti. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan empat kriteria investasi yaitu Net Present Value, Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return dan Break Event Point.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri Manisan Pala Pada Usaha Dianti Di Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan layak diusahakan bila di tinjau dari aspek finansial. Hal ini dapat di lihat dari nilai NPV > 0, Net B/C > 1, IRR > 17% dan BEP 0, Net B/C > 1, IRR > 17% dan BEP < dari umur ekonomis usaha
BUDI DAYA DAN ANALISIS USAHA TANI PADI BIOFORTIFIKASI ( Inpari Nutri Zinc ) DI DESA RAMBAH UTAMA KABUPATEN ROKAN HULU
BUDI DAYA DAN ANALISIS USAHA TANI PADI BIOFORTIFIKASI
( Inpari Nutri Zinc ) DI DESA RAMBAH UTAMA
KABUPATEN ROKAN HULU
Fadrian Malvan (12080212557)
Di bawah bimbingan Riska Dian Oktari dan Rita Elfianis
INTISARI
Padi Inpari Nutri Zinc salah satu padi yang dikembangkan di Kabupaten
Rokan hulu. Padi Inpari Nutri Zinc ini di kembangkan untuk menanggulangi
angka kekurangan gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan teknik
budidaya Padi Inpari Nutri Zinc dan membandingkan dengan Panduan Balai
Besar Penelitian Tanaman Padi, Untuk menganalisis usahatani Padi Inpari Nutri
Zinc, untuk menganalisis hubungan teknik budidaya dengan usahatani padi. Padi
Inpari Nutri Zinc di Kabupaten Rokan Hulu sehingga kedepannya dapat
dikembangkan untuk menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa
Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi
Riau. Pada bulan Januari sampai Maret 2024. Pada penelitian ini digunakan
metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik Slovin. Data
ini didapatkan dari responden dengan menggunakan alat kuisoner. Hasil penelitan
menunjukkan bahwa tahapan budidaya Padi Inpari Nutri Zinc yang dilakukan
oleh petani sudah sesuai dengan BBPTP, usaha tani yang dilakukan petani
tergolong efisien dan terdapat hubungan searah yang kuat.
Kata kunci : budi daya, efisiensi padi Inpari Nutri Zinc, pendapata
PENYUTRADARAAN DALAM FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL BEKASI RIWAYATMU KINI
ABSTRAK
Fauzi, Fadrian. 2017. Penyutradaraan Film Dokumenter observational
berjudul Bekasi riwayatmu kini. Tugas Akhir. Program Studi Desain
Komunikasi Visual. Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom.
Perancangan film dokumenter observational ini berangkat dari permasalahan yang ada di kota Bekasi yang memiliki banyak permasalahan. Diantaranya adalah jalanan yang sangat macet, suhu udara yang meningkat, dan pembangunan yang membabi-buta tanpa menyeimbangkan ruang terbuka hijau. Permasalahan ini mencapai puncaknya pada tahun 2015, dimana media sosial ramai membicarakan kota Bekasi melalui gambar yang menyindir. Hal tersebutlah yang membuat citra kota Bekasi menjadi buruk. Padahal kota Bekasi memiliki julukan sendiri yaitu Kota Patriot. Dinamakan kota patriot karena Bekasi dulunya memiliki cerita panjang perjuangan masyarakat Bekasi melawan para penjajah Belanda. Kota Bekasi pun menjadi inspirasi dari puisi Chairil Anwar yang berjudul Kerawang-Bekasi yang menggambarkan betapa patriotnya kota ini.. Untuk itu perlu meyampaikan kepada khalayak bahwa kota Bekasi memiliki identitas kota yang baik yaitu sebagai kota patriot. Tujuannya agar menceritakan sejarah yang ada di kota ini serta di sisi lain juga mengangkat komunitas kreatif yang ada di kota Bekasi agar citra buruk yang melekat di media sosial mengenai kota ini bisa pudar. Dalam perancangan film dokumenter observational ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi penelitian fenomenologi yang menghasilkan film dokumenter observational yang menceritakan identitas kota Bekasi sebagai kota patriot. Dalam tugas akhir ini penulis bertugas sebagai Sutradara, yang memiliki ide dan konsep yang jelas mengenai apa yang akan disampaikan secara berstruktur dan memberi kesan heroik yang tepat dalam film dokumenter observational yang menceritakan identitas kota Bekasi sebagai kota patriot.
Kata Kunci : Meme, Bekasi Kota Patriot, Penyutradaraan Film Dokumente
TERAPI ANTIVIRAL PADA SIROSIS HATI DEKOMPENSATA TERKAIT INFEKSI VIRUS HEPATITIS B
Hepatitis B masih merupakan masalah kesehatan global. Diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terpapar virus hepatitis B (VHB) dan lebih dari 350 juta diantaranya menjadi kronik. Sirosis hati, gagal hati, dan karsinoma hati dapat terjadi pada 15-40% penderita dengan infeksi virus hepatitis B kronik. Pada saat ini sekitar 1 juta kematian per tahun akibat penyakit hati berhubungan dengan VHB. Terapi antiviral pada sirosis hati dekompensata terkait VHB merupakan suatu tantangan dalam pengobatan. Tujuan terapi pada pasien sirosis hati dekompensata terkait VHB diantaranya penekanan replikasi virus, serokonversi HBeAg, pembalikan dekompensasi hati, dan pengurangan risiko kanker hati. Terapi antiviral diindikasikan pada semua pasien sirosis hati dekompensata jika DNA VHB terdeteksi, terlepas dari kadar ALT atau status HBeAg. Terapi antiviral pilihan adalah nucleosida/tida analog, seperti lamivudine, telbivudine, adefovir dipifoxil, tenofovir, entecavir. Lama pengobatan biasanya seumur hidup, dan penghentian terapi dipertimbangkan apabila terdapat risiko reaktivasi virus, perburukan dekompensasi hati, dan regresi histologis
PENGARUH PEMBERIAN MEGESTROL ASETAT TERHADAP PENURUNAN KADAR TNF-α SERUM PADA PASIEN AIDS DENGAN SINDROM WASTING
Latar Belakang:
Adanya sindrom wasting pada pasien HIV AIDS dapat meningkatkan
angka mortalitas dan morbiditas. Malnutrisi sebagai dampak dari sindrom wasting
pada pasien-pasien AIDS juga dapat berujung kepada disfungsi organ spesifik
seperti pada paru, jantung, hati, dan pankreas TNF-α berperan penting pada proses
degradasi massa otot dan terjadinya wasting. Megestrol asetat bekerja secara
langsung pada sel-sel mononuklir darah perifer dalam menghambat sintesis dan
pelepasan TNF-α sehingga dapat memperbaiki keadaan wasting.
Metode:
Penelitian ini merupakan suatu studi uji klinis acak terkontrol tersamar
ganda, dengan memberikan perlakuan atau intervensi pada subjek penelitian
kemudian subjek diikuti selama 4 minggu, efek perlakuan diukur, dianalisa, dan
dibandingkan antara pre dan post perlakuan, antara kelompok perlakuan dengan
kelompok kontrol setiap minggunya.
Hasil:
Dari 16 pasien AIDS dengan sindrom wasting 8 pasien adalah kelompok
perlakuan yang mendapat suspensi megestrol asetat dan terapi standar serta 8
lainnya kelompok kontrol yang hanya mendapat terapi standar. Pada penelitian ini
megestrol asetat telah memberikan efek terhadap penurunan kadar TNF-α setelah
1 minggu dan berlanjut hingga 4 minggu pemakaian. Perubahan kadar TNF-α per
minggunya pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol yaitu (23,21; 16,51;
15,98; 13,88; 10,93 pg/ml):(13,01; 12,3; 13,61; 15,03; 17,08 pg/ml) (p<0,05).
Terjadi peningkatan berat badan setelah 4 minggu pemakaian. Perubahan berat
badan pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol yaitu (39,66; 44,7kg):(45,62; 43,9)(p<0,05).
Kesimpulan:
Pemberian Megestrol asetat selama 4 minggu pada pasien AIDS dengan sindrom wasting dapat menurunkan kadar TNF-α dan meningkatkan berat badan.
Kata kunci: AIDS, Sindrom wasting, TNF-α, Megestrol aseta
Weil’s Disease dengan Gagal Ginjal Akut
Weil's disease is a severe leptospirosis characterized by multiorgan failure with symptoms of high fever, jaundice, kidney failure, liver necrosis, lung abnormalities, cardiovascular collapse, neurological changes, and bleeding. Acute kidney injury may occur in 20% to 85% of patients during the second phase of leptospirosis disease. It has been reported a 31-year-old male patient had a persistent high fever, pain in the muscles and joints throughout the body, especially in the muscles of both calves, headache, eyes and the whole body looked yellow, urinating like dark tea. The patient once fished in the river barefoot. Physical examination showed icteric sclera, ciliary injection, and temperature 38.9ºC. Laboratory examination of leukocytes 16,880/mm3, platelets 26,000/mm3, ureum 152 mg/dl, creatinine 6.8 mg/dl, direct bilirubin 15 mg/dl, indirect bilirubin 7.2 mg/dl, SGOT 192 U/L, SGPT 71 U/L. Urinalysis showed hematuria and proteinuria. Anti-leptospira IgM serology showed reactive results. On direct dark field microscopic examination of urine samples, fine spiral-shaped Leptospira bacteria were found. On ultrasound examination of the kidneys, the impression of both kidneys showed acute nephritis. The Modified Faine Criteria Score was 39, which suggests presumptive leptospirosis. The patient was treated with intravenous antibiotics Ceftriaxon 2x1 gram and hemodialysis.
Keywords: acute kidney injury, hemodialysis, leptospirosis, Weil’s diseas
Nilai Diagnostik Italian Score untuk Memprediksi Infeksi Bakteri Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) pada Pasien Sepsis di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Introduction. Infections caused by Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) bacteria, especially in septic patients, require adequate management. Giving definitive antibiotics according to culture results takes a long time. Therefore, a clinical scoring system is needed to predict ESBL bacterial infection, one of which is the Italian score.
Methods. This research used a cross-sectional design and was conducted in the inpatient room of RSUP Dr. M. Djamil Padang for 6 months. The samples in this study were septic patients who underwent culture examination at RSUP Dr. M. Djamil Padang who met the research inclusion and exclusion criteria. Sampling was carried out using consecutive sampling, and the total sample obtained was 34 samples. Selected samples will have an Italian score calculated, and specimens will be taken for clinical culture examination. Data analysis and processing will involve 2x2 tables and ROC curves.
Results. Among a total of 34 participants with an equal distribution of male and female subjects (50% each), the average age was 59 years (standard deviation [SD] 14.15). Microbiological culture results revealed that 26 subjects (76.47%) were identified as positive for ESBL, while 8 subjects (23.53%) were classified as non-ESBL. Based on the Italian score, 22 patients were found to be ESBL-positive, and 12 were non-ESBL. The diagnostic performance of the Italian score yielded a sensitivity of 80.77%, specificity of 87.5%, positive predictive value (PPV) of 95.45%, and negative predictive value (NPV) of 58.33%. The accuracy of the Italian score in predicting ESBL bacterial infections among septic patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang was demonstrated by an area under the curve (AUC) of 0.820 (95% confidence interval [CI] 0.75-1.00; p=0.002).
Conclusion. The Italian score demonstrated significant performance as a tool in predicting the risk of ESBL bacterial infection
Profil Tingkat Keparahan Retinopati Diabetik Dengan Atau Tanpa Hipertensi pada di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular dari Diabetes Melitus (DM) berupa mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan mikrovaskular pada retina. Retinopati diabetik menempati urutan ke-4 sebagai penyebab kebutaan secara global setelah katarak, glukoma, dan degenerasi makula. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi derajat keparahan retinopati diabetik seperti hiperglikemia, lama durasi DM, dan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil tingkat keparahan retinopati diabetik dengan atau tanpa hipertensi pada pasien diabetes melitus di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional retrospektif dengan menggunakan data sekunder, yaitu rekam medik pasien retinopati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari-Desember 2016. Data diolah menggunakan microsoft excel dan analisis data disajikan melalui analisis univariat. Populasi untuk penderita diabetes melitus sebanyak 1500 orang dengan penderita retinopati diabetik sebanyak 187 orang (12,5%) dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 162 orang. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik penderita menurut usia terbanyak pada usia 45-65 tahun yaitu 129 orang (79,6%), menurut jenis kelamin lebih banyak pada laki-laki yaitu 87 orang (53,7%), menurut durasi menderita DM lebih banyak pada penderita >5 tahun sebesar 110 orang (68%), menurut ada tidaknya dislipdemia lebih banyak pada penderita dengan dislipdemia sebanyak 116 orang (71,7%). Profil tingkat keparahan retinopati diabetik terbanyak ada pada pasien dengan hipertensi pada stadium retinopatidiabetik proliferative sebanyak 56 orang (69,6%)
- …
