128 research outputs found
Rancang Bangun Track Frame Excavator
Excavator ( eskavator ) merupakan salah satu alat berat yang paling sering digunakan
karena fleksibilitasnya yang sangat tinggi serta menjadikannya alat yang tepat untuk
melakukan pekerjaan seperti menggali, mengeruk, membuka lahan dan lain-lain.
mengingat dengan begitu banyak aplikasi kerja yang paling banyak tertekan beban
dan menahan beban ialah Track Frame ( chassis ). Di sini kita dapat menggambarkan
Track Frame excavator dengan menggunakan aplikasi solidworks 2014. Dan kita
ketahui Track Frame ini ialah sangat penting untuk memenuhi dan mendukung maju
atau mundur nya roda pada excavator, dan kita dapat mengetahui dan menganalisa
gaya yang bekerja pada Track Frame ketika terkena beban, Sehingga penulis
mencoba merancang Track Frame pada excavator. Berdasarkan hasil uraian penulis
mempermasalahkan yang terjadi pada Track Frame ketika terkena beban di sumbu 1
atau pusat, ketika beban di pusat maka yang terbebanin adalah sumbu tengah ( 1 ) dan
sumbu kiri ( 2 ), kanan ( 3 ). Kita dapat simpulkan sumbu 1 dengan A, B, sumbu 2 C,
D. dan sumbu 3 E, F. analisa yang harus di cari pada sumbu ini adalah gaya
horozontal ialah untuk membuktikan ∑ = 0 , analisa bidang normal atau N,
analisa bidang atau gaya lintang dan analisa bidang M atau momen. hasil analisa
horizontal sumbu 1 0.0116+0.0116-0.0232=0, sumbu 2 0.0058+0.0058-0.0116=0,
sumbu 3 0.0058+0.0058-0.0116=0. Analisa bidang normal atau N sumbu 1 nilai N =
0 nilai F atau N = F, maka N = 232 kg, sumbu 2 nilai N = 0 nilai F atau N = F, maka
N = 116 kg, sumbu 3 nilai N = 0 nilai F atau N = F, maka N = 116 kg. Analisa bidang
atau gaya lintang pada sumbu 1 a = 231,7 kg, b = 231,7 kg. sumbu 2 c = 115,65 kg, d
= 115,65 kg. sumbu 3 e = 115,65 kg, f = 115,65 kg. Analisa bidan M atau momen
pada sumbu 1 Ma = 69.6 kg, Mb = 69.6 kg. sumbu 2 Mc = 40.6 kg, Md = 40.6 kg.
sumbu 3 Me = 40.6 kg, Mf = 40.6 kg
Pengaruh Emosi Positif Dan Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Pembelian Impulsif Pada Konsumen Shopee Di Karesidenan Madiun
Abstrak
Nihayaturrohmah, Fajrin. 2021, Pengaruh Emosi Positif Dan Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Pembelian Impulsif Pada Konsumen Shopee Di Karesidenan Madiun. Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Program Studi Ekonomi Syariah
Kata kunci: pembelian impulsif, emosi positif dan motivasi belaanja hedonis.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat. hal ini tidak terlepas dari peran internet dalam mengakses informasi dan komunikasi. Kini internet telah menjadi kebutuhan masyarakat, sebagaiman penggunaa internet dari tahun ke tahun semakin meningkat, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pasar potensial bagi e-commerce. Salah satu e-commerce yang banyak diminati konsumen adalah Shopee. Banyaknya persaingan dalam bisnis e-commerce menuntut pelaku bisnis untuk bisa memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan pembelian atas barang dan jasa yang ditawarkan. Pembelian impulsif merupakan perilaku konsumen yang menarik bagi para pelaku bisnis, dengan tindakan impulsif tersebut produk dan jasa yang ditawarkan akan lebih mudah terjual.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah emosi positif berpengaruh terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun?, 2. Apakah motivasi belanja hedonis berpengaruh terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun?, 3. Apakah emosi positif dan motivasi belanja hedonis berpengaruh secara simultan terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun?.
Jenis penelitian dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan media kuesioner. Subjek dalam penelitian ini adalah konsumen Shopee di Karesidenaan Madiun. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Berdasarkan : secara parsial emosi positif beasil analisis diperoh hasil bahwa: secara parsial emosi positif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun dan motivasi belanja hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun, secara simultan emosi positif dan motivasi belanja hedonis berpengaruh secara bersama-sama terhadap pembeliaan impulsif pada konsumen Shopee di Karesidenan Madiun
Penerapan Metode F-Knn Untuk Pengklasifikasian Spam Email Dengan Pembobotan WIDF
Penelitian ini mengimplementasikan metode FK-NN dengan pembobotan WIDF untuk mengklasifikasikan spam email . Data yang digunakan pada penelitian adalah kumpulan email dari website spamassassin dengan kategori ham dan spam . Sistem yang dibuat menggunakan metode FK-NN yang merupakan gabungan dari metode Fuzzy dan K-NN. Pada metode ini, data uji yang diklasifikasikan akan diberi nilai keanggotaan pada masing-masing kelas ( ham dan spam ). Selain itu pada tahap preprocessing terdapat proses pembobotan ( term weighting ) yang menggunakan metode WIDF. Kelebihan dari WIDF adalah memperhitungkan frekuensi kemunculan suatu term pada suatu dokumen dan menormalisasikannya ke keseluruhan dokumen , membuat metode ini lebih baik dibanding yang lainnya . Pada penelitian ini dilakukan pengujian 50 data email dengan variasi jumlah data latih sebanyak 4, yaitu 50, 100, 150, dan 200. Hasil dari pengujian menunjukkan nilai f-measure tertinggi sebesar 0.98 dan nilai rata-rata f-measure sebesar 0.94675
Keragaan Stek Pucuk Syzygium oleina terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F dan Komposisi Media Tanam
This study aims to determine the concentration of plant growth regulator combination Rootone F and a growing medium that provides the best growth of Pucuk Merah shoot cuttage. The research was conducted on the July to September 2013. The method used is Complete Random Design (RAL) factorial consisting of two factors. The first factor is the concentration of plant growth regulators Rootone-F (R), which consists of four levels: 0 ppm (control), 100 ppm (R1), 150 ppm (R2) and 200 ppm (R3). The second factor is the composition of the growing medium consists of: ground (M1), soil, sand (1: 1) (M2), soil: sand: compost (1: 1: 1) (M3). The variables measured were successful life cuttage, leaf number, root length, number of secondary roots and dry weight of cuttings and environmental factors (temperature and humidity). Results of analysis of variance showed that the concentration of plant growth regulators Rootone-F only real impact on the number of secondary roots while growing medium treatment showed no real effect on all observed variables. Combination treatment of concentration of growth regulators Rootone-F and planting media show no real effect on all observed variables. The ambient ttemperature during the study was C 27.85-30.47 and humidity 93.48-96.32%. Based on the results of analysis show that the combined treatment P2M2 gives the average percentage of success alive and rooted cuttings highest 73.3%, number of leaves 2 strands, 4.07 cm root length, 2 number of secondary roots and root dry weight 0.56 g.
PENGARUH PEMBERIAN ROOTONE – F dan PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK PUCUK MERAH (Syzygium oleina).
Pucuk Merah (Syzigium oleina) merupakan tanaman yang banyak ditanam sebagai tanaman hias. Pucuk merah termasuk tanaman hias yang memberikan kesan rindang, sejuk dan menyegarkan dengan warna pucuk yang cerah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi konsentrasi Rootone-F dan media tanam yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan stek pucuk Pucuk merah (Syzygium oleina). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang
terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Rootone-F (P) yang terdiri dari 4 level :kontrol (0 ppm), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), dan 200 ppm (P2). Faktor kedua yaitu komposisi media tanam (M) yang terdiri dari: tanah (M1), tanah: pasir (1:1) (M2), dan tanah: pasir : kompos
(1:1:1) (M3). Dari kedua faktor tersebut didapat 12 kombinasi perlakuan dalam satu ulangan ada 10 tanaman diulang sebanyak 3 kali sehingga keseluruhannya berjumlah 360 stek. Jika pengaruh perlakuan menunjukkan beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Variabel yang amati
adalah keberhasilan stek hidup, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar lateral, berat kering dan faktor lingkungan (suhu dan kelembaban udara). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Rootone–F
berpengaruh nyata terhadap variabel Jumlah akar lateral sedangkan untuk variabel keberhasilan Stek, jumlah daun 3 MST, jumlah daun 4 MST, jumlah daun 5 MST, jumlah daun 6 MST, jumlah daun 7 MST, jumlah daun 8 MST, panjang akar, berat kering tidak berpengaruh nyata. Perlakuan media tanam memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Kombinasi perlakuan konsentrasi Rootone-F dan media tanam, menunjukkan tidak terjadi interaksi variabel pengamatan. Suhu lingkungan selama penelitian adalah 27,85- 30,470 C dan nilai kelembaban udara
adalah 93,48-96,32 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata persentase keberhasilan stek hidup dan berakar diperoleh persentase tertinggi pada kombinasi perlakuan P 2 M dengan keberhasilanstek 73,3 %, jumlah daun 2 helai, panjang akar 4,07 cm, jumlah akar lateral 2akar dan berat kering 0,56 gram. Dari hasil analisis ragam diketahui bahwa pengaruh Rootone-F dan komposisi media tanam 2 tidak berpengaruh nyata terhadap variabel keberhasilan stek hidup, jumlah daun, panjang akar, dan berat kering total. Diketahui bahwa tanpa pemberian Rootone-F dan komposisi media tanam tidak memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan stek pucuk Syzygium oleina (pucuk merah
3D Geomechanical Model In the Lower Germanic Triassic Group of De Lier Field the Netherlands
As the world’s population continues to increase, the demand for energy also increases. However, the use of fossil fuel energy has resulted in disadvantageous impacts for humans and the Earth. This condition becomes a good momentum to find a clean and more sustainable energy resources, given the fact that fossil fuel energy is a non-renewable resource that someday, in the future, its availability becomes scarce. Additionally, environmental awareness concerning energy-mix use and combating climate change also increases globally. Geothermal energy is one of the better alternatives for energy sources, as it is renewable as well as clean and green. A study from the Netherlands Organization for Applied Scientific Research (TNO) says that deeper Triassic sandstones, with possibly higher temperatures, could also potentially contain geothermal reservoirs. Therefore, this condition has paved the way for the exploration of the deep reservoir. The assessment of geothermal production usually faces considerable uncertainty due to, among other things, lack a comprehensive geomechanical model. Therefore, knowledge of the current state of stress is essential to address a wide range of problems that might arise during geothermal exploration and production—those problems such as wellbore stability, fault reactivation, induced seismicity, and deformation in depleting reservoirs. This study aims to construct a 3D geomechanical model in the Lower Germanic Triassic group, in De Lier field. By using the effective stress ratio concept, a 3D geomechanical model is constructed to describe the principal stresses distribution. The principal stresses distribution determines how the faulting stress regime will be formed. The vertical stress, as one of the principal stresses, is controlled by depth and density. On the other hand, the minimum horizontal stress is controlled by Poisson’s ratio. Four models are constructed based on several assumptions. In the model where gravity is the only source of stress, the maximum principal stress σ1 is always vertical. Whereas, in the models where tectonic stress is included, three depth intervals related to the faulting stress regime are observed. Imposing greater tectonic stress to the model will shift the depth of transition downward. Cross-section analysis shows that the local principal stresses variation due to the presence of different stratigraphic units and geological structures (faults and fractures). Fractures and faults at particular depth are inactive under the current stress field. Furthermore, pore pressure and friction coefficient have a significant impact on faults and fractures stability.Applied Earth Science
Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Polis Asuransi Menurut UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan perlindungan hukum bagi pemegang polis asuransi dan bagaimana akibat hukum terhadap tidak ditempatinya perjanjian asuransi. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normative disimpulkan: 1. Pemegang polis asuransi sebagai pihak yang mengikatkan diri dengan Perusahaan asuransi melalui perjanjian asuransi mendapat perlindungan hukum dalam berbagai peraturan Perundang-undangan seperti dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, serta dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Mengingat pemegang polis asuransi pada umumnya bersifat perorangan atau individual dan tidak sedikit yang kondisi ekonominya yang lemah berhadapan dengan Perusahaan asuransi, maka sejumlah peraturan Perundangan tersebut lebih menaruh perhatian dan perlindungan hukum kepada pemegang polis asuransi dari kemungkinan atau peluang pelanggaran hukum oleh Perusahaan asuransi. 2. Akibat hukum pelanggaran terhadap perjanjian asuransi akan dihadapi oleh pelanggarnya, yang dalam hal ini akan berakibat adanya tuntutan hukum yang dapat diselesaikan melalui jalur pengadilan atau melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa. Klain asuransi yang sukar diperoleh atau berbelit-belit pengurusannya, merupakan titik awal adanya persengketaan di antara para pihak oleh karena telah terjadi wanprestasi dengan segala konsekuensi atau akibat hukumnya
Pengaruh Sales Promotion Melalui Sistem Pembayaran “Seikhlasnya” Terhadap Keputusan Pembelian Kedai Kopi Kebun Kancil
Kebijakan harga sangat menentukan dalam pemasaran sebuah produk, karena harga
adalah satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi
organisasi atau perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga merupakan suatu
unsur penting, baik bagi perusahaan dalam mempengaruhi konsumen maupun bagi
perusahaan dalam bertahan dalam persaingan. Promosi penjualan sudah semestinya
dapat diprogramkan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga dapat
meningkatkan keputusan pembelian konsumen yang pada akhirnya dapat omset
penjualan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sales promotion terhadap
keputusan pembelian kedai kopi kebun kancil. Metode penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif eksplanatif. Populasi yang digunakan adalah orang-orang yang
berkunjung di kedai kopi kebun kancil selama bulan Maret-April tahun 2019
dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang, sedangkan teknik analisa yang
digunakan adalah analisa regresi linier sederhana. Hasil pengujian secara
keseluruhan variabel sales promotion berpengaruh positif terhadap keputusan
pembelian kedai kopi kebun kancil. Kondisi ini ditunjukkan dengan tingkat
signifikansi masing-masing variabel tersebut kolom F (F hitung) memiliki nilai
sebesar 69,171, sedangkan f tabel untuk taraf signifikansi 0,05 dalam penelitian
regresi linear sederhana dengan jumlah sampel 97 responden sebesar 3,94, sehingga
nilai F hitung (69,171) lebih besar dari F tabel (3,94)
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH LADA HITAM (PIPER NIGRUM L) KOMBINASI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT VITILIGO
Vitiligo is a disease that causes skin color fading caused by cells that form melanin unfunctionally. The initial symptom is the appearance of white patches that will gradually become brighter and wider. Black pepper, aside from being used as a complement to cooking spices, its piperin content can stimulate the formation of skin melanin. Red Ginger is also believed to heal bad cells in the skin or restore damaged skin naturally, eliminating vitiligo because it contains collagen. This research used the experimental method. Data collection included pH test, organoleptic test, cream effectiveness test and pharmaceutical test. Data analysis used the Anova One Way to find out whether differences cream composition affected color, texture, thickness, and fondness. Test of T-Paired was used to determine differences vitiligo exposure before and after treatment. The comparison of Black Pepper: Red Ginger: Emulgade were (1:2:1), (1:1:1), (1:1:2), (1:1:3), and (1:3:8). Anova One Way test results showed that F-count to cream color (24,718)> F-table (4.53), F-count to cream texture (11,834)>F-table (4.53), F-count to cream density (15,001)>F-table (4.53) and F-count to cream fondness (6,517)>F-table (4.53). This showed that there was a significant difference for the combination of red ginger black pepper cream on color, texture, density and fondness on the cream. The effectiveness test of cream used T-paired test with result Tcount (5.277)>T-table (2.131), it showed that there was a significant difference in the vitiligo exposure before and after being given a cream of black pepper and red ginger. Pharmaceutical test explained that cream were homogeneous, semi-solid, had a distinctive odor, brownish yellow color, pH 6, and had a spread capacity of 5.2 cm
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DAN SAVORING PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sense of humor dan savoring pada mahasiswa di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana dan Kruskal Wallis untuk uji beda. Penelitian ini melibatkan 452 responden mahasiswa dengan rentang usia 19 – 24 tahun dan berbagai latar belakang pendidikan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu Multidimensional Sense of humor Scale (MSHS) yang telah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia oleh Sumiharto (2019) dan mengacu pada Multidimensional Sense of humor Scale (MSHS) yang dikonstruk oleh Thorson dan Powell (1993) (20 item; a = 0,973) serta savoring beliefs inventory (SBI) yang digunakan oleh Fajrin, N. M. A., Isti'adah, F. N. L., & Sugara, G. S. (2020) dan mengacu pada savoring beliefs inventory (BSI) oleh Bryant, F (2003) (24 item; a = 0,979). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sense of humor memiliki hubungan dengan savoring (spearman’s rho = 0.672). Berdasarkan hal tersebut maka semakin tinggi tingkat sense of humor mahasiswa maka akan semakin tinggi juga tingkat savoring dari mahasiswa tersebut.
This study aims to determine the relationship between sense of humor and savoring among student in Bandung City. The research uses a quantitative approach with correlation test and the Kruskal-Wallis test for the difference test. The study involved 452 respondents who are student aged 19–24 years from various educational backgrounds. The instruments used in this research include the Multidimensional Sense of humor Scale (MSHS), which was adapted into Indonesian by Sumiharto (2019) and is based on the Multidimensional Sense of humor Scale (MSHS) constructed by Thorson and Powell (1993) (20 items; α = 0.973), and the Savoring beliefs inventory (SBI) used by Fajrin, N. M. A., Isti'adah, F. N. L., & Sugara, G. S. (2020), based on the Savoring beliefs inventory (BSI) by Bryant, F. (2003) (24 items; α = 0.979). The results of this study indicate that sense of humor is related to savoring (Spearman's rho = 0.672). The higher the sense of humor of student, the higher their level of savoring will be
- …
