150 research outputs found

    Pengaruh Ketidakpuasan Konsumen Dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap Perilaku Perpindahan Merek

    No full text
    Eriyani Kosmawar - NPM : A10090098 ; Dibawah bimbingan : Dani Dagustani, Ir., MM.Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat setiap perusahaan harus mampu bersaing, bertahan hidup dan terus berkembang. Salah satu hal penting adalah mempertahankan pelanggan. Pada kondisi inilah loyalitas merek sangat dibutuhkan agar perusahaan mampu bertahan. Simpati sebagai penyedia layanan jasa komunikasi yang menjadi penguasa pasar saat ini terus mengalami penurunan top brand index jika dibandingkan dengan merek-merek pesaing. Untuk itu ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi memegang peranan penting dalam terciptanya perpindahan terhadap suatu merek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi pada pengguna GSM prabayar simpati Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Dengan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif, peneliti mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan mahasiswa STIE EKUITAS. Data yang didapat diolah secara manual maupun program komputer. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis path, uji normalitas serta uji hipotesis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidakpuasan konsumen GSM prabayar yang masuk kedalam kategori cukup buruk dimana konsumen merasakan keluhan setelah menggunakan GSM prabayar simpati dan kebutuhan mencari variasi GSM prabayar simpati yang masuk kedalam katagori cukup buruk dimana konsumen GSM prabayar simpati merasa ingin mencoba merek GSM prabayar lain. Hubungan ketidakpuasan konsumen dan kebutuan mencari variasi secara simultan berpengaruh terhadap perilaku perpindahan merek dengan kontribusi sebesar 92%, sedangkan 8% lainnya dipengaruhi faktor lain. Dimana kebutuhan mencari variasi berpengaruh lebih besar 50% dibandingkan ketidakpuasan konsumen sebesar 42%

    PENGARUH CSR DAN KEPEMILIKAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2023

    No full text
    PENGARUH CSR DAN KEPEMILIKAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2023 Tesis Oleh Yolanda Eriyani (2220522054) Pembimbing Dr. Rida Rahim, SE, ME dan Dr. Fajri Adrianto, SE, M. Bus (Adv) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR, kepemilikan asing, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap financial distress pada perusahaan sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumer dari annual report pada web perusahaan dan web bursa efek infonesia (www.idx.co.id). Populasi pada penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2023. Sampel yang didapatkan sebanyak 19 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik nalisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dan diolah menggunakan software Eviews 12. Hasil analisis menunjukkan bahwa CSR dan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress, kepemilikan asing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial distress, sedangkan kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap financial distress dan untuk variabel kontrol ukuran perusahaan dan risiko kredit tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress, sedangkan kecukupan modal berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Kata Kunci: CSR, Kepemilikan Asing, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Financial Distress iv THE EFFECT OF CSR AND OWNERSHIP ON FINANCIAL DISTRESS IN BANKING SECTOR COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE DURING THE 2017–2023 PERIOD Thesis by Yolanda Eriyani (2220522054) Supervisor Dr. Rida Rahim, SE, ME and Dr. Fajri Adrianto, SE, M. Bus (Adv) ABSTRACT This study aims to determine the influence of CSR, foreign ownership, institutional ownership, and managerial ownership on financial distress in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017–2023. The research method used is a quantitative method utilizing secondary data sourced from annual reports on the company's website and the Indonesia Stock Exchange website (www.idx.co.id). The population in the study consists of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2017–2023. The sample obtained consisted of 19 companies selected using the purposive sampling method. The data analysis technique used in this study is panel data regression analysis employing the Fixed Effect Model (FEM) and processed using Eviews 12 software. The analysis results show that CSR and managerial ownership do not have an effect on financial distress. Foreign ownership has a significant positive effect on financial distress, while institutional ownership has a significant negative effect on financial distress. For control variables, company size and credit risk do not have an effect on financial distress, while capital adequacy has a significant negative effect on financial distress. Keywords: CSR, Foreign Ownership, Institutional Ownership, Managerial Ownership, Financial Distres

    Instruments for Assessing Patient Independence in Self-Care: A Scoping Review

    No full text
    Theresia Eriyani,1 Iwan Shalahuddin,2 Sandra Pebrianti,3 Indra Maulana4 1Department of Basic Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia; 2Department of Community of Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia; 3Department of Medical-Surgical Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia; 4Department of Psychiatric Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, IndonesiaCorrespondence: Theresia Eriyani, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Ir. Soekarno, KM. 21, Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, West Java, 45363, Indonesia, Tel +62 81394665577, Fax +622 287793411, Email [email protected]: Measuring patients’ independence in caring for themselves is essential in nursing care, especially in the internal medicine room environment. Many patients with various conditions need help in self-care.Objective: To identify the right instrument to measure patients’ level of independence in performing self-care.Methods: The scoping review uses the PICO framework through PubMed, Science Direct, and Scopus databases.Results: Nine instruments/measuring tools can be used to measure the level of independence of patients in self-care, namely CDS, Barthel Index and MBI (Modified Barthel Index), SCHFI, ECOG, Self-care ability questionnaire, DCTAQ, and Revised Summary of Diabetes Self-Care.Conclusion: Some instruments have various assessment methods and scores but can provide helpful information for health practitioners to assess patient independence. The instrument has been tested for validity and reliability in multiple studies. No instrument is absolutely the best, as each instrument has its advantages according to its context and purpose of use.Keywords: measuring instruments, internal medicine, self-care, patient Independence leve

    AN ANALYSIS OF HOTS AND LOTS OF LISTENING AND READING ACTIVITY IN ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED „BRIGHT AN ENGLISH‟ BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM‟S TAXONOMY

    No full text
    ABSTRACT AN ANALYSIS OF HOTS AND LOTS OF LISTENING AND READING ACTIVITY IN ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED „BRIGHT AN ENGLISH‟ BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM‟S TAXONOMY By: NUR RETNO ERIYANI The research aimed to find the level of listening and reading activities on English textbook entitled „Bright an English‟ for Junior High School Eight Grade 2013 curriculum revised published by Erlangga. The researcher analyzed the activities based on six cognitive domains of revised bloom‟s taxonomy. They were remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. The design of this research was the qualitative method which describes and elaborates the listening and reading activities based on the cognitive domain of revised bloom‟s taxonomy. The instrument used in this research was list of data variable that has been collected from an English textbook. The researcher used the triangulation of sources to validate the data. The finding of the analysis indicated remembering and understanding get 76% while the intermediate level thinking (applying) only gets 1.5%, and higher level thinking (analyzes, evaluates, and creates) gets 22.5%. It can be concluded that in listening and reading activities in the English Textbook Entitled 'Bright an English', the percentage of lower-order thinking skills was more dominant than the percentage of middle-level thinking skills and higher-order thinking skills. Keywords: Analyzing Textbook, HOTS and LOTS, Taxonomy Bloom‟

    TANGGUNG JAWAB PANTI ASUHAN DALAM MEMBERI PELAYANAN TERHADAP ANAK ASUHNYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1979 (SUATU PENELITIAN DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH)

    No full text
    ABSTRAKMIRA ERIYANI,TANGGUNG JAWAB PANTI ASUHAN DALAM MEMBERI PELAYANAN TERHADAP ANAK ASUHNYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1979 (Suatu Penelitian di Panti Asuhan Kota Banda Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vi, 63). pp., tabl., bibl.2020MUSTAKIM., S.H., M.Hum.Menurut Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak menentukan bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan kesejahteraan, perawatan, asuhan dan bimbingan berdasarkan kasih sayang baik dalam keluarganya maupun dalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang secara wajar. Pengaturan tersebut mengatur tentang hak-hak anak asuh. Kenyataannya ketiga panti asuhan tidak melaksanakan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang tersebut, dikarenakan Panti Asuhan menjalankan tugas perlindungan anak hanya untuk menghindarkan anak dari keterlantaran, eksploitasi dan kekerasan semata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tanggung jawab panti asuhan dalam memberi pelayanan terhadap anak asuhnya dikaitkan dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979, Untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk pemenuhan pelayanan Panti Asuhan dalam memberikan hak-hak anak asuhnya, serta untuk mengetahui dan menjelaskan upaya yang harus dilakukan untuk memenuhi hak anak di panti asuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari lapangan dan memadukan bahan-bahan hukum seperti buku-buku teks, teori-teori, peraturan perundang-undangan, artikel, tulisan ilmiah, yang merupakan data skunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab Panti Asuhan dalam memberikan pelayanan kesejahteraan terhadap anak asuhnya tidak sesuai sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan. Bentuk pemenuhan pelayanan panti asuhan hanya memberikan hak-hak anak di panti asuhan dalam bentuk kebutuhan primer (pokok). Sedangkan untuk pemenuhan sarana dan prasarana hak anak asuh masih kurang dalam pemenuhannya. Upaya panti asuhan dalam memberi pelayanan terhadap hak-hak anak asuhnya yaitu perlu meningkatkan pelayanan, menambah jumlah pengasuh, dan mencari sumber dana baik dari beberapa pihak yang mendukung kegiatan tersebut atau pihak donatur .Disarankan agar Panti Asuhan dalam meningkatkan tanggung jawab terhadap hak anak asuhnya sesuai dengan undang-undang Kesejahteraan Anak, tidak hanya pelayanan terhadap kebutuhan primer tetapi meningkatkan kebutuhan sarana dan prasarana juga harus diperhatikan dan meminta instansi terkait untuk melakukan pemantauan secara rutin

    Hubungan Efikasi Diri dengan Kecemasan pada Pasien Kanker Nasopharing

    No full text
    Anxiety is one of uncomfortable feeling and potentialy harmfull. Cancer patient usually so easy to get anxiety. Self- Efficacy has a major role in facing anxiety. The aim of this study is to identification the relationship between self efficacy and anxiety in the nasopharing cancer patients.This study is a quantitative correlation with cross-sectional approach. This study has done at Haji Adam Malik General Hospital Medan. Population of this study was 461 person and quantity of sample was 85 person. The sample for this study were selected through consecutive sampling technique. Data collected through quessionaires of self-efficacy and anxiety. The data obtained were analyzed through univariate analysis, bivariate analysis with Chi-square test and multivariate analysis with multiple logistic regression tests.The result of multiple logistic regression tests showed that the dominan factor of relationship with anxiety for nasopharing cancer patients is self-efficacy (p value = 0,000) after being controlled by the factors of demography, duration of illness ( p value = 0,024) and occupation (p value = 0,015). Suggestion for Nurse in other that to solve anxiety of patient provided by health education about anxiety, self-efficacy improvement through seminar and workshop, whether for patient or their family so that they can adjust their anxiety.Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan dan berpotensi menyakitkan. Pasien kanker biasanya mudah mengalami kecemasan. Efikasi diri memiliki peran yang besar dalam menghadapi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan pada pasien kanker nasopharing. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Populasi sebanyak 461 orang dan jumlah sample diperoleh 85 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri dan kecemasan. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian dengan uji regresi ganda menunjukkan faktor dominan yang berhubungan dengan kecemasan pada pasien kanker nasopharing adalah efikasi diri (p value=0.000) setelah dikontrol oleh faktor demografi lama sakit (p value: 0,024 ) dan pekerjaan (p value = 0,015). Disarankan pada peraw at agar dapat mengatasi kecemasan pasien dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan kanker nasopharing, meningkatkan efikasi diri melalui seminar dan pelatihan, baik bagi pasien maupun bagi keluarga pasien sehingga mereka dapat mengelola kecemasannya.133 HalamanTesis Magiste

    Physical Activity to Reduce Pain Scale in Diabetic Neuropathy Patients: A Scoping Review

    No full text
    Sandra Pebrianti,1,2 Indra Maulana,2 Iwan Shalahuddin,3 Theresia Eriyani,4 Bambang Aditya Nugraha1 1Medical Surgical Nursing Department, University of Padjadjaran, Bandung, West Java, Indonesia; 2Psychiatric Nursing Department, University of Padjadjaran, Bandung, West Java, Indonesia; 3Community Nursing Department, University of Padjadjaran, Bandung, West Java, Indonesia; 4Basic Nursing Department, University of Padjadjaran, Bandung, West Java, IndonesiaCorrespondence: Indra Maulana, Psychiatric Nursing Department, University of Padjadjaran, Jl. Raya Ir. Soekarno KM. 21, Hegarmanah, Jatinangor, Bandung, West Java, 45363, Indonesia, Tel +6281394665577, Fax +6202287793411, Email [email protected]: This study aims to identify physical activity that can reduce pain scales in diabetic neuropathy patients.Patients and Methods: The scoping review method was used in this research using three databases and one search engine, namely PubMed, CINAHL, Sage Journal, and Google Scholar. Inclusion criteria include full-text articles and publications in English and Indonesian between 2012– 2022 with a minimal quasi-experimental design. Critical Appraisal was used to assess the article’s bias.Results: Research found 12 articles discussing the effectiveness of activity training in reducing the pain scale in diabetic neuropathy patients from the results of a scoping review of 12 studies, articles were found that used pain scales such as the Visual Analog Scale (VAS), Numeric Rating Scale (NRS), Foot Health Status Questionnaire Pain Score (FHSQ), and Leeds Assessment of Neuropathic symptoms and signs Scale for pain assessment, in measuring pain intensity. Some variations of physical activity include aerobic exercise, resistance exercise, vibration, and a combination of aerobic and resistance training. 30 minutes each session for 8 weeks with a frequency of 6 days/week. These studies used various designs, namely RCT, Experiment, and Quasi-experimental Pre test-post test with control group design Physical activity improves blood circulation and minimizes peripheral nerve damage so that pain intensity can decrease.Conclusion: Conclusion: Physical activity intervention is effective in reducing pain scales in diabetic neuropathy patients and can be a supportive therapy for diabetic neuropathy patients who experience pain.Keywords: physical activity, pain, diabetes, diabetic neuropathy, revie

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KELAS DI SD

    No full text
     The purpose of this study was to determine ability ofteachers in streamline of learning through the teacher professional founding program and classroom supervision in SD Negeri 04 Kepahiang in the academic years 2015/2016. This study is the research action. The analysis showed that was a determine ability in the effective management of learning in the first cycle which scored A 33.3% scored B at 0% and the scored C by 66.7%, in the second cycle which scored A 44.44% scored B of 22.2% and scored C 22.2%, while the third cycle which scored A 44% scored B 33% and the scored C 22%. It can be concluded that through the teacher professional supervisor program and classroom supervision was determine ability of teacher to streamline themanagement of learning.

    EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH DASAR STANDAR NASIONAL (SDSN) DI SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN TEMANGGUNG

    No full text
    This study aimed to describe the design, installation, process and product implementation SDSN program at SDN 1 Ngadirejo Temanggung. This study is evaluative, by using a mixed methods Discrepancy models. The data collecting technique used interview, questionnaires, study documentation, and observation. The validity of the data was done by using triangulation. The results of the study were (a) the design stage in accordance with the guidelines organizing school national standards, (b) the installation phase there was a shortage of space (c) phase of the process has not been implemented to the maximum, competency standards there was a gap in the medium category that has not been able to achieve in the level district or higher. Content standards had gaps with low category, the ownership of the curriculum document by 80%. Standard processes had gaps with low category that teachers rarely did ICT-based learning. Standard teachers and education personnel had gaps medium category that educators were still many of internship teachers(Guru Wiyata Bhakti). Standard facilities and infrastructure has a gap with category-less school grounds and space for PBM. Management standards had gaps lower categories, namely activities carried out 70-89% of new schools, school community involvement in decision making policy and school programs of up to 70-80%. Standard finance was still a gap with the low category for schools to implement the program required additional costs of the public. Assessment standards had gaps with low category because of the level of student learning outcomes documentation was only implemented by 75-90%. (d) Product implementation of programs already met the standard mastery learning is at least 95% and 90% of graduates go on to a higher school. The standards have not been met is the UN values above the regional average and have achievements in regional, national and international
    corecore