1,721,030 research outputs found
Respon netizen facebook terhadap dakwah Emha ainun najib
Dakwah pada dasarnya adalah upaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan terhadap apa yang selalu diserukan islam. Dengan seiring perkembangan jaman, kegiatan berdakwah dapat dilakukan melalui berbagai media yang ada, salah satunya dengan menggunakan media jejaring sosial facebook. Facebook merupakan salah satu media sosial yang sedang mengalami kemajuan pesat. Berdiskusi di media sosial juga seringkali menimbulkan beragam respon, baik itu respon positif maupun respon negatif. Salah satu pendakwah yang sering juga mendapatkan respon positif maupun negatif pada fanpage facebooknya ialah budayawan Emha Ainun Najib.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk dakwah Emha Ainun Najib menurut netizen facebook. dan untuk mengetahui bagaimana respon netizen terhadap dakwah Emha Ainun Najib,
Penelitian ini dilakukan pada fanpage Facebook Emha Ainun Najib. Sedangkan Metode yang digunakan pada Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara analisis deskriptif yaitu sebagai prosedur penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian yaitu fanpage Facebook Emha Ainun Najib.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori S-O-R (Stimulus-Organism-Respon), menurut Onong Uchjana Effendy bahwa reaksi tertentu akan timbul akibat stimulus tertentu, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan yang disampaikan terhadap reaksi komunikan.
Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Bentuk dakwah yang digunakan Emha Ainun Najib yaitu dengan menggunakan metode perhubungan kultural yakni aktifitas dakwah yang menekankan pendekatan islam kultural. Islam kultural adalah salah satu pendekatan yang berusaha meninjau kembali kaitan doktrin yang formal antara Islam dan politik, atau Islam dan negara. Respon Netizen terhadap dakwah Emha Ainun Najib, setelah diperoleh kesimpulan bahwa dakwah yang disampaikan oleh komunikator terhadap komunikan melalui postingan pada fanpage faceboook CakNun.com, dapat disimpulkan bahwa postingan tersebut menimbulkan pemahaman yang berbeda-berbeda. Postingan dakwah yang dilakukan oleh Emha Ainun Najib pada fanpage faceboook CakNun.com menurut respon netizen, menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Namun jika dibaca lebih lanjut pesan dalam postingannya mudah untuk dipahami
KONSTRUKSI IDENTITAS ANAK MUDA URBAN PEMBACA BUKU EMHA AINUN NAJIB
Perkotaan sebagai area berkembangnya budaya populer tumbuh subur, di sela-sela
semaraknya kehidupan masyarakat kota dengan pola dan gaya hidup glamor, hedon
dan konsumtif, ternyata masih ditemui fenomena sosial keagamaan yang kurang
begitu populer. Suatu fenomena janggal dan mengherankan, terdapat banyak individu
berlama-lama membaca buku dan berdiskusi sejak pukul 8 malam hingga pukul 2
dini hari, pada anak muda urban pembaca buku Emha Ainun Najib dalam Maiyah
Surabaya. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui bagaimanakah konstruksi
identitas mereka terhadap buku tersebut, bagaimana pula konstruksi pemaknaan itu
dipahami kembali oleh mereka dalam konteks kehidupan sosial sehari-harinya.
Melalui aspek aspek yang saling bekesinambungan antara konsumsi, produksi,
representasi regulasi serta identitas anak muda urban pembaca buku Emha Ainun
Najib, akan dilihat pula bagaimana mereka menemukan panggung budaya baru
sebagai bentuk menguatkan identitas kuturalnya. Penggambaran identitas anak muda
urban dalam studi ini dianalisis dengan pendekatan kualitatif metode etnografi
dengan meminjam perspektif cultural studies (cultural studies etnografi),
menggunakan teori artikulasi sirkuit budaya Stuart Hall. Pengamatan dan wawancara
mendalam dengan sejumlah informan telah dilakukan. Sebagai hasilnya menunjukkan
bahwa terdapat tiga tipologi konstruksi identitas anak muda urban pembaca buku
Emha Ainun Najib yaitu early identity, consistent identity, constructional identity
Living Hadits Oral, Lisan, dan Tulisan Jamaah Maiyah, Emha Ainun Najib, dan Gamelan Kyai Kanjeng
This article aims to discuss the unique Living Hadis which exists on Gamelan Kiai Kanjeng and explains how hadis understood by Emha Ainun Najib as a speaker in every event they held. Thus, this research finds that some of the event held by Kiai Kanjeng and Emha Ainun Najib is an exspression of sunnah due to Emha always invites all audiences to be independence and teaches them how to face and manage problem in their life. Also, Emha and Kiai Kanjeng are able to give good interpretations to Holy Qur’an and Sunnah that agree with the conditions of Indonesians wihich have multicultured and multireligious nations. Throught metodological study, the author find that Kiai Kanjeng is one of organisations that practice and deliver sunnah for all classes and grades of society, such as: moslem or non moslem, college students, workers, public staff, teachers and many others.
There are explanations of performance of Emha Ainun Najib that can be considred as living of sunnah, for instance: Having shalawatan together, problem solving, social respons, political education, and interpreations of normative text of Holy Qur’an and Hadis which is able to support and advise Indonesian people. Emha Ainun Najib is not only a pious speaker who practices living sunnah orally but also a character who can do living sunnah in writing. Gamelan Kiai Kanjeng with Emha Ainun Najib is a group of musical instrument which colaborated with some other music toos such as Guitar, Piano, band, and others. It can stimulate suciety to worship by listening and saying shalawat together in happy conditions and is going to produce good character of human being
KONSEP TAKWA EMHA AINUN NAJIB DAN AKTUALISASINYA PADA PROBLEMATIKA KEHIDUPAN MODERN
ABSTRAK
Penelitian ini berorientasi pada konsep takwa menurut
pemikiran Emha Ainun Najib dan mengetahui bagaimana takwa
menurut pemikiran Emha Ainun Najib serta aktualisasi pada
problematika kehidupan modern. Hal ini dilatarbelakangi oleh
munculnya banyak problematika dalam kehidupan modern. Arus
modernitas yang cepat menjadikan kajian takwa penting dilakukan
guna merespon segala perubahan, dan pergeseran orientasi hidup
manusia, karena pada hakikatnya bahwa takwa memiliki pengaruh
yang sangat besar pada manifestasi akhlak, dan dalam menguatkan
pondasi pribadi manusia, terutama dalam menghadapi perubahan
zaman, terlebih khusus pemikiran Emha tentang takwa didalam karya
tulisnya dan dakwahnya menkaji konsep takwa yang dikemas secara
sederhana namun dapat diterima dan dipahami pemaknaanya oleh
berbagai kalangan dan golongan baik tua maupun muda sehingga
dalam merelevansikannya pada problematika ditengah masyarakat
dapat terlaksana.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan
(Library research), dengan pendekatan deskriptif, guna menjelaskan
serta mengelaborasi pikiran-pikiran Emha Ainun Najib yang
berkenaan dengan skripsi. Data primer diambil dari karya Emha
Ainun Najib yang terdokumentasi dalam bentuk kitab, buku, maupun
karya lainnya . Sedangkan data sekunder penelitian ini penelitian ini
didapatkan dari buku, makalah, artikel, jurnal, prosiding, juga sumber
lain yang membahas, atau memiliki kaitan dengan Emha Ainun Najib
(Cak Nun). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi.
pengen analisis menggunakan teknik content analysis atau analisis isi.
Penulis menggunakan metode kualitatif dan kajian pustaka.
Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut: Konsep
takwa persepektif Emha Ainun Najib ialah kita sembahyang bukan
karna takut kepada Allah, bukan karna hal tersebut sudah diatur oleh
Allah sebagai kewajiban, tapi karna kita kangen pada tuhan semesta
alam Allah SWT dan Waspada baik dalam perkataan maupun
perbuatan. Takwa sebagai sikap waspada ketika kita berzakat,
berinfaq, dan bershadaqah, jangan hanya berpegang pada ayat yang
menggambarkan balasan sekian kali lipat dari Allah, sebab pada ayat. yang lain Allah mengingatkan juga agar di dalam memberi kita tak
sepatutnya berharap hasil atau pengembalian yang lebih besar.
Dengan kewaspadaan itu, kita akan terpandu untuk bisa berada di titik
tengah. Lebih jelasnya, kalau kita mau memberi, berikanlah saja, dan
sesudah itu sepenuhnya kembalikan kepada Allah. Konsep takwa
Emha Ainun Najib pada kehidupan modern direalisasikan dalam
pribadi setiap umat Islam, karena corak kekhususuannya didalam
pemikirannya yang selalu merujuk pada al-Qur'an dan Hadits. Konsep
Takwa Cak Nun merepresentasikan konsep ruhaniah berbasis
humanis, artinya membentuk manusia yang tidak hanya kuat secara
religi namun juga peka terhadap dunia sosial. Konsep takwa Emha
Ainun Najib sangat penting untuk diaktualisasikan dalam membantu
manusia dalam menghadapi segala tantangan kehidupan modern, dan
tentunya membatasi manusia dalam konteks tidak terbawa pada arus
negatif modernisasi Menurutnya takwa pada kualitas yang sempurna
dapat memperbaiki kehidupan dan meningkatkannya ke taraf yang
membawa kemakmuran, kebahagiaan, kebajikan dan kemajuan lahir
dan batin, serta keadilan .
Kunci: Emha Ainun Najib, Takwa, Modern. ABSTRACT
This research is oriented towards the concept of piety
according to Emha Ainun Najib's thoughts and knowing how piety is
according to Emha Ainun Najib's thoughts as well as the actualization
of the problems of modern life. This is motivated by the emergence of
many problems in modern life. The rapid flow of modernity makes it
important to study piety in order to respond to all changes and shifts
in the orientation of human life, because in essence piety has a huge
influence on the manifestation of morals and in strengthening the
foundations of the human person, especially in facing changing times,
especially thoughts. Emha about piety in his writings and preaching
examines the concept of piety which is packaged simply but can be
accepted and understood by various groups and groups, both young
and old, so that its relevance to problems in society can be realized.
This research uses library research methods, with a
descriptive approach, to explain and elaborate on Emha Ainun Najib's
thoughts regarding the thesis. Primary data was taken from the works
of Emha Ainun Najib which were documented in the form of books,
books and other works. Meanwhile, the secondary data for this
research was obtained from books, papers, articles, journals,
proceedings, as well as other sources that discuss or are related to
Emha Ainun Najib (Cak Nun). Data collection uses documentation
methods. I want to analyze using content analysis techniques. The
author uses qualitative methods and literature review.
The results of the research conclude as follows: The concept
of piety from Emha Ainun Najib's perspective is that we pray not
because we are afraid of Allah, not because this has been regulated by
Allah as an obligation, but because we miss the God of the universe,
Allah SWT, and are alert in both words and deeds. Taqwa is an
attitude of vigilance when we give zakat, almsgiving and almsgiving,
don't just stick to the verse which describes a multiple reward from
Allah, because in another verse Allah also reminds us that in giving
we should not expect greater results or returns. With that awareness,
we will be guided to be at the middle point. More clearly, if we want to give, just give, and after that, give it back to Allah. Emha Ainun
Najib's concept of piety in modern life is realized in the person of
every Muslim, because of his special style in his thinking which
always refers to the Koran and Hadith. The concept of Takwa Cak
Nun represents a humanist-based spiritual concept, meaning forming
humans who are not only strong religiously but also sensitive to the
social world. Emha Ainun Najib's concept of piety is very important to
be actualized in helping humans face all the challenges of modern life,
and of course limiting humans in the context of not being carried
away by the negative current of modernization. According to him,
piety of perfect quality can improve life and raise it to a level that
brings prosperity, happiness, virtue and inner and outer progress, as
well as justice.
Key: Emha Ainun Najib, Pious, Modern
Kandungan Nilai-nilai religius dan Nilai-nilai sosiologis dalam syair seribu Masjid satu jumlahnya karya Emha Ainun Najib
ABSTRAK
Sastra yang dipandang sebagai suatu disiplin ilmu keberadaannya memang kurang mendapat perhatian yang serius, baik dari kalangan siswa maupun kalangan masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena keberadaan sastra itu sendiri memang masih relatif baru, jika ditinjau dari masa kebangkitan sastra Indonesia.
Berdasarkan asumsi di atas, maka peneliti mengetengahkan penelitian sastra yang menitik beratkan pada sastra religius. Adapun judul penelitian adalah Kandungan Nilai-nilai Religius dan Nilai-nilai Sosiologis dalam Syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" Karya Emha Ainun Najib.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana unsur-unsur religiusitas dalam puisi-puisi 'Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui (1) Elubungan manusia dengan Tuhan (2) Hubungan Manusia dengan dirinya sendiri (3) Hubungan manusia dengan sesama manusia (4) Hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Penelitian ini menggunakan analisis mengalir yang terdiri dari (1) Reduksi data (2) Sajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan. Penggunaan tehnik ini didasarkan pada objek kajian yang berupa data-data puisi "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib. Pendekatan penelitian adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dikatakan demikian karena nilai akhir dari penelitian tidak berupa angka melainkan berupa verba kata-kata (paparan bahasa).
Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Nilai-nilai Religius
1.Hubungan Manusia dengan Tuhan
Hubungan manusia dengan Tuhan dalam syair "Seribu Masjid Satu jumlahnya" karya Emha Ainun Najib dipaparkan secara produktif oleh penyair. Hal ini menunjukkan penyair memiliki tingkat imajinasi yang tinggi dalam menuangkan ide-idenya dalam bentuk puisi.
2.Hubungan Manusia dengan Dirinya Sendiri
Hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib, penyair mengungkapkan secara eksplisit. Hal ini tidak lepas dari psikologis manusia yang selalu bergelut dengan akal dan fikirannya. Pengungkapan dan pernyataan yang dilakukan secara eksplisit akan memberikan nilai estetik dalam puisi, sehingga nilai-nilai dan kualitas puisi menjadi lebih kuat.
Nilai-nilai Sosiologis
1.Hubungan Manusia dengan Sesama Manusia
hubungan manusia dengan sesama manusia dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib diungkapkan secara gamblang, bahwa manusia tidak akan pernah lepas hubungannya dengan manusia lain. Hampir dari keseluruhan puisi dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib memaparkan hubungan manusia dengan sesama manusia.
2.Hubungan Manusia dengan Alam Sekitarnya
Hubungan manusia dengan alam sekitarnya dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib dipaparkan secara jelas pada hubungan manusia dengan alam, akan memberikan sugesti terhadap hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia yang akan merefleksikan hubungan manusia dengan Tuhannya.
Dengan demikian jelaslah bahwa nilai-nilai rehgiusitas dan sosiologis dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib terungkap dengan jelas dan nyata yang akan memberikan tauladan terhadap kehidupan manusia di muka bumi. Syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib merupakan hasil olah rasa dan olah fikir sang penyair yang berbicara Tuhan, manusia dan alam
Pesan dakwah dalam puisi : analisis terhadap buku “99 untuk Tuhanku” karya Emha Ainun Najib
Puisi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk berdakwah, dengan cara memasukkan materi dakwah didalamnya. Namun masyarakat yang dihinggapi gejala rabun sastra terkadang gagal dalam memahami pesan dan menikmati keindahan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan puisi-puisi yang ada di dalam buku “99 untuk Tuhanku” agar diketahui pesan dakwah yang terkandung didalamnya. Sehingga penulis mengambil rumusan masalah bagaimana pesan dakwah dalam Buku “ 99 untuk Tuhanku ” Karya Emha Ainun Najib?”.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer, yaitu teks-teks puisi dalam buku “ 99 untuk Tuhanku ”Karya Emha Ainun Najib. Sedangkan data-data pendukung penulis peroleh dari buku,maupun internet. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dengan mengupayakan beberapa sumber diantaranya: buku-buku tentang Emha Ainun Najib, buku-buku, internet, dan lain-lain. Adapun metode analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) yang dapat menafsirkan lebih sistematis atas puisi yang diteliti, serta mengkaji puisi melalui proses identifikasi dan telaah pesan-pesan yang tertuang dalam suatu teks.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa puisi-puisi dalam buku “99 untuk Tuhanku” karya Emha Ainun Najib, dengan jumlah 100 puisi secara keseluruhan mengandung materi (pesan) dakwah dibidang akhlak. Penulis menafsirkan 12 puisi dari keseluruhan puisi yang ada di dalam buku tersebut, seperti puisi berjudul 4, 5, 8, 11, 29, 34, 59, 62, 66, 70, 88, dan 98.
Pesan yang terkandung dalam puisi yang penulis teliti terkait tentang akhlak seorang hamba kepada Tuhannya, yaitu mentauhidkan Allah, tidak tergoda kepada selain Allah Swt. Selain itu, tentang sembahyang (shalat) dan zikir yang merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah. Zuhud, ikhlas, ridha dan syukur menerima segala sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah Swt., pertimbangan baik dan buruk suatu perbuatan, ajaran untuk selalu berakhlak mulia dan meneladani akhlak para Nabi, serta menghindari akhlak tercela seperti sombong, rakus, lalai, tidak boleh suudzan, dan lain-lain
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Ceramah Emha Ainun Najib: Kajian Sosiolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan bentuk campur kode serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode dalam ceramah Emha Ainun Najib, yang di bersumber dari media youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang berasal dari video ceramah Emha Ainun Najib, sedangkan data penelitian ini adalah tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode dalam ceramah Emha Ainun Najib. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknin catat. Hasil dari analisis data ini terdapat bentuk alih kode internal dan eksternal. Alih kode internal yang ditemukan dalam penelitian ini adalah alih kode bahasa Indonesia beralih ke dalam bahasa Jawa. Sedangkan alih kode eksternal dalam penelitian ini adalah alih kode bahasa Indonesia beralih ke dalam bahasa Arab. Bentuk campur kode yang ditemukan dalam penelitian ini adalah campur kode ke dalam dan ke luar. Pencampuran kode ke dalam tedapat sisipan kata, klausa dan frasa. Sedangkan campur kode ke luar terdapat penyisipan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu menyesuaikan dengan lawan tutur, membangkitkan rasa humor, memberikan penekanan atau penafsiran, menegaskan makna ayat yang disampaikan, keefisenan dalam menyampaikan makna pesan dan tidak ada kesepadanan kata yang sesuai
ALIH KODE LAN CAMPUR KODE SAJRONE CERAMAH EMHA AINUN NAJIB (CAK NUN) KANTHI TEMA GUYUB RUKUN TANGGAL 30 DESEMBER 2017 ING BRATANG SURABAYA
Abstrak Panganggone alih kode lan campur kode ing antarane bisa ditemokake ing saben bebrayan, kayata wayah cermah. Panliten iki njupuk objek ceramah Emha Ainun Najib ing Bratang Surabaya lan punjere panliten iki luwih cundhuk marang alih kode lan campur kode. Dhasare panliten iki yaiku nganani alih kode lan campur kode. Ancas saka panliten iki yaiku ngandharake kepriye wae wujud kedwibahasaan, alih kode lan campur kode sajrone ceramah Emha Ainun Najib ing kutha Surabaya. Paedah teoretis panliten iki yaiku bisa menehi sumbangsih marang panliten alih kode lan campur kode. Paedah praktise supaya bisa migunani tumrap pasinaon sosioliguistik. Panliten iki minangka panliten sosiolinguistik awit ngrembug alih kode lan campur kode sing ana sesambungane karo ceramah Emha Ainun Najib. Panliten iki asipat deskriptif. Teori sing digunakake yaiku teori sosiolinguistik Chaer. Methode sing digunakake yaiku metodhe deskriptif kualitatif. Dhata panliten iki njupuk saka video youtube banjur ditranslitasi menyang teks. Sumber dhata panliten iki yaiku ceramah Emha Ainun Najib ing Bratang Surabaya. Alih kode lan campur kode sajrone cermah Emha Ainun Najib ing Bratang Surabaya, dene alih kode kaperang dadi 3, yaiku kosep, ciri, sipat, dene campur kode uga kaperang dadi 3, yaiku konsep, ciri, lan sabab. Tembung Wigati : Alih kode, Campur kode, Ceramah, Sosiolinguti
Tinjauan struktualisme-genetik terhadap naskah Lakon Perahu Retak karya Emha Ainun Najib
Perahu Retak menggambarkan tahap awal pergulatan antara paham kekuasaan dan kehendak politik dengan Islam dalam skala nasionalisme Indonesia. Melalui pendekatan strukturalisme-genetik ini, peneliti mencoba untuk menganalisis naskah lakon "Perahu Retak" karya Emha Ainun Najib. dengan pendekatan teori tersebut, peneliti mencoba mencari penjelasan mengenai hubungan isi lakon dengan tipe-tipe masyarakat dan lingkungan yang melatarbelakangi kelahirannya
KOHESI GRAMATIKAL ELIPSIS PADA KUMPULAN PUISI SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA: TAHAJUD CINTA SEORANG HAMBA KARYA EMHA AINUN NAJIB
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi
gramatikal elipsis, posisi kohesi gramatikal elipsis, dan pola kohesi gramatikal elipsis
pada kumpulan puisi SMSJ:TCSH karya Emha Ainun Najib. Objek penelitian ini
adalah aspek gramatikal bentuk elipsis pada kumpulan puisi SMSJ:TCSH karya
Emha Ainun Najib.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode agih dengan teknik lanjutan
berupa teknik sisip dan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL). Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sampling, pustaka, dan teknik catat.
Teknik sampling digunakan untuk memilih sebagian puisi dari seluruh kumpulan
puisi SMSJ:TCSH karya Emha Ainun Najib. Teknik pustaka digunakan untuk
menemukan data kohesi gramatikal bentuk elipsis pada kumpulan puisi SMSJ:TCSH
karya Emha Ainun Najib dan kemudian dicatat berdasarkan bentuk dan polanya
Bentuk elipsis yang digunakan pada kumpulan puisi SMSJ:TCSH terdiri dari
kata, frasa, dan klausa. Penggunaan konstituen berupa kata sebanyak 55,13%, frasa
sebanyak 39,74%, dan klausa sebanyak 5,13%.
Pelesapan konstituen kata terdiri dari kata nomina sebanyak 32,06%,
pronomina sebanyak 19,23%, dan numeralia sebanyak 3,85%. Pelesapan konstituen
frasa terdiri dari frasa endosentrik modifikatif sebanyak 33,33% dan frasa
endosentrik koordinatif sebanyak 6,41%. Pelesapan konstituen klausa terdiri dari
klausa verbal sebanyak 1,28% dan klausa non-verbal sebanyak 3,85%.
Posisi elipsis yang digunakan pada kumpulan puisi SMSJ:TCSH terdiri dari
konstituen yang menempati fungsi subjek dan subjek sekaligus predikat. Konstituen
yang menempati posisi subjek sebanyak 94,87%, sedangkan subjek sekaligus
predikat sebanyak 5,13%.
Selanjutnya, penggunan pola elipsis pada baris-baris kumpulan puisi
SMSJ:TCSH bervariasi. Pelesapan konstituen yang sama biasanya tidak selalu
diletakkan serupa, akan tetapi, pelesapannya divariasikan antara di awal dan di
tengah kalimat. Sedangkan elipsis yang terletak di tengah-tengah kalimat biasanya
berada setelah konstituen konjungsi dan klaus
- …
