1,721,099 research outputs found
Analisis Ekokritik Sastra Novel Ping! A Message From Borneo Karya Riawani Elyta Dan Shabrina W.S.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kerusakan lingkungan alam dan interaksi tokoh dengan lingkungan dalam novel Ping! A Message From Borneo Karya Riawani Elyta dan Shabrina W.S. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Alat pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah berupa novel yang berjudul Ping! A Message From BorneoKarya Riawani Elyta dan Shabrina W.S yang terdiri 139 halaman penerbit bentang belia, Maret 2012. Data penelitian ini adalah studi kepustakaan dan waktu penelitian ini dilaksanakan pada April sampai dengan September 2019. Dari penelitian ini terdapat bentuk kerusakan lingkungan alam dan interaksi tokoh dengan lingkungan dalam novel Ping! A Message From Borneo Karya Riawani Elyta dan Shabrina W.S. Hasil penelitian ini adalah terdapat 16 data yang kemudian dianalisis berdasarkan bentuk kerusakan lingkungan alam dan interaksi tokoh dengan lingkungan. Maka, ditemukan lima bentuk kerusakan lingkungan alam dan 11 interaksi tokoh dengan lingkungan di dalam novelPing! A Message From Borneo Karya Riawani Elyta dan Shabrina W.S
EKOKRITIK SASTRA PADA NOVEL RAHASIA PELANGI KARYA RIAWANI ELYTA DAN SABRINA
Masalah utama dalam penulisan ini yaitu bagaimana kearifan lingkungan novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lingkungan novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Prosedur penelitian meliputi reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh dua bentuk kearifan lingkungan yang dikelompokkan menjadi lima aspek, diantaranya sikap hormat terhadap alam, sikap tanggung jawab moral terhadap alam, sikap solidaritas terhadap alam, sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, dan sikap tidak mengganggu kehidupan alam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan kearifan lokal lingkungan pada Novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws melalui model ekokritik sastra terdapat dua puluh dua.
 
PERJUANGAN PEREMPUAN PENYELAMATAN LINGKUNGAN DALAM NOVEL RAHASIA PELANGI KARYA RIAWANI ELYTA DAN SHABRINA WS
Perjuangan Perempuan Penyelamatan Lingkungan Dalam Novel Rahasia Pelangi Karya Riawani Elyta. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Al Washliyah Medan. Pembimbing I Almh. Dr. Rabiatul Adawiyah Siregar, M.Pd. dilanjutkan oleh Dr. Susy Deliani,M.Hum., dan pembimbing II Lailan Syafira Putri Lubis, M.Pd. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme, yang memandang bahwa alam dan perempuan memiliki kaitan yang erat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber dan data dalam penelitian ini adalah novel Rahasia Pelangi Karya Riawani Elyta. Penelitian ini memfokuskan pada perjuangan tokoh perempuan Rachel dan Anjani terhadap upaya konservasi alam di Taman Nasional Tesso Nilo Provinsi Riau dan kearifan lingkungan pada Novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws. Hasil penelitian ini kearifan lingkungan Novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Sabrina Ws yaitu terdapat dua puluh dua bentuk kearifan lingkungan yang dikelompokkan menjadi lima aspek, diantaranya sikap hormat terhadap alam, sikap tanggung jawab moral terhadap alam, sikap solidaritas terhadap alam, sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, dan sikap tidak mengganggu kehidupan alam
INTERAKSI ANTARA MANUSIA DAN ALAM DALAM NOVEL RAHASIA PELANGI KARYA RIAWANI ELYTA & SHABRINA WS (PENDEKATAN EKOKRITIK GREG GARRARD)
ABSTRAK
Jack Rivai, 2019. “Interaksi Antara Manusia dan Alam dalam Novel Rahasia Pelangi Karya Riawani Elyta & Shabrina WS (Pendekatan Ekokritik Greg Garrard)”. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, (dibimbing oleh Juanda dan Hajrah).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi antara manusia dan alam dalam novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta & Shabrina WS berdasarkan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Data dalam penelitian ini adalah kalimat, kutipan, paragraf, dan pernyataan dalam novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta & Shabrina WS yang dianggap mempresentasikan interaksi antara manusia dan alam berdasarkan pendekatan Ekokritik Greg Garrard. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah novel yang berjudul Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta & Shabrina WS dengan ketebalan x + 326 hlm; 13 x 19 cm. ISBN 979-780-820-3. Cetakan 1 diterbitkan pada tahun 2015 oleh Gagas Media, Jakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik baca dan catat pada kartu data, melalui tiga teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data atau display data dan penarikan kesimpulan.
Hasil analisis terdiri atas dua poin; 1) konflik antara interaksi manusia dan alam yang berdasarkan konsep ekokritik Greg Garrard; hewan (animals), perumahan/tempat tinggal (dwelling), pencemaran (pollution), hutan belantara (wilderness) dan 2) harmonisasi antara interaksi manusia dan alam dilihat dari nilai-nilai kearifan lingkungan. Masing-masing bagian tersebut mendeskripsikan beberapa data, sehingga dapat diketahui maksud yang akan disampaikan oleh pengarang. Konsep pemikiran mengenai teori ekokritik Greg Garrard sangat tepat menjadi pisau bedah pada novel Rahasia Pelangi.
Kata kunci: interaksi, manusia, alam, konflik, harmonis, Greg Garrar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Efektivitas Program Pemberdayaan Usaha Mikro pada Sektor Usaha Pendukung Pariwisata di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan
This research aims to determine the effectiveness of the Bintan Regency Micro Business Cooperative Industry and Trade Department's empowerment program on the micro business sector that supports tourism. This research uses a qualitative approach to describe and analyze social phenomena and activities related to the effectiveness of the micro business empowerment program organized by the Department. The data collection techniques applied include observation, interviews and documentation studies, which were comprehensively utilized to collect relevant and in-depth data in accordance with the objectives of this research. The research results show that the Bintan Regency DKUPP shows good capabilities in internal and external integration, with the formation of a cross-sector verification team for grants and strong collaboration with OPD and related institutions. However, internal evaluation of grant activities still needs to be strengthened. Adaptation to the environment is also an important focus, especially in procuring and filling a workforce that does not yet fully meet needs, although steps have been taken to respond to this. The conclusion of this research shows that although the Bintan Regency DKUPP has achieved some success in empowering micro businesses, there are areas that still require improvement to increase effectiveness and efficiency in achieving organizational goals.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pemberdayaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan terhadap sektor usaha mikro yang mendukung pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena serta aktivitas sosial terkait efektivitas program pemberdayaan usaha mikro yang diselenggarakan oleh Dinas tersebut. Teknik pengumpulan data yang diterapkan mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang secara komprehensif dimanfaatkan untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam sesuai dengan tujuan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan DKUPP Kabupaten Bintan menunjukkan kemampuan baik dalam integrasi internal dan eksternal, dengan terbentuknya tim verifikasi lintas bidang untuk hibah dan kerjasama yang kuat dengan OPD dan lembaga terkait. Namun, evaluasi internal terhadap kegiatan hibah masih perlu diperkuat. Adaptasi terhadap lingkungan juga menjadi fokus penting, terutama dalam pengadaan dan pengisian tenaga kerja yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, meskipun langkah-langkah telah diambil untuk menanggapi hal ini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun DKUPP Kabupaten Bintan telah mencapai beberapa keberhasilan dalam pemberdayaan usaha mikro, terdapat area yang masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Katjoe Manis Coffee In The Novel The Coffee Memory By Riawai Elyta: A Gastronomic Study
This research aims to reveal the text that contains the aesthetic value of coffee in the novel The Coffee Memory by Riawani Elyta using Ronald Tobin’s gastronomic approach. The method used in this study is a qualitative analysis involving the resercher’s reading, recording, and interpretation of the text in the novel. The data collection technique involved carrying out reading and note-taking activities, which would then be analyzed by identifying and interpreting data and linking the data findings with gastronomic theory. This study obtained the results that the image of coffee can relate to the experiences experienced by humans. Not only that, but coffee also has aesthetic value, starting from its name, art, and the history of these unique coffees. Through that, culinary can have differences from other culinary delights, ultimately making it a person's identity
- …
