1,721,086 research outputs found
Social Values in the Poem Tak Harus Sedarah Menjadi Saudara by Eko Saputra Poceratu (A Sociological Study of Literature)
This study seeks to discover and elucidate the social values embedded in the poem Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara by Eko Saputra Poceratu. This research employs a literary sociology approach through qualitative methodology. The data analysis method employs descriptive techniques to elucidate the social values embedded in the poem Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara by Eko Saputra Poceratu. The research indicates that there are five data points in the poem Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara by Eko Saputra Poceratu, which were assessed through a sociological literary approach. The data is categorized into three types of moral values, one type of religious value, and one type of prevailing value. The predominant social value data in the poem Tak Harus Sedarah Untuk Menjadi Saudara by Eko Saputra Poceratu pertains to moral ideals
KANDUNGAN NUTRISI SILASE DAUN AKASIA YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN UREA, FESES SAPI, DAN KOMBINASINYA SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERNAK RUMINANSIA
Eko Saputra (11581101032)
Di bawah bimbingan Triani Adelina dan Irdha Mirdhayati
INTISARI
Daun akasia menjadi salah satu pakan alternatif dalam memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak yang terbatas. Penggunaan daun akasia, urea, dan feses sapi sebagai sumber pakan alternatif yang mampu memenuhi penyediaan pakan ternak. Pembuatan silase dari daun akasia yang dicampur dengan urea dan feses sapi sebagai aditif diharapkan dapat memperbaiki kandungan nutrisi daun akasia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi silase daun akasia yang dihasilkan dari perlakuan kimia, biologis dan kombinasinya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0: daun akasia tanpa penambahan aditif, P1: daun akasia + 5% urea, P3: daun akasia + 5% feses sapi, dan P3: daun akasia + 2,5% urea + 2,5% feses sapi. Parameter yang diamati meliputi bahan kering, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, kadar abu, dan BETN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan feses sapi 5% meningkatkan bahan kering dan BETN. Penambahan urea 5% dan kombinasi urea 2,5% dan feses sapi 2,5% dapat meningkatkan kandungan bahan kering namun menurunkan kadar abu silase daun akasia. Semua perlakuan bahan aditif dan kombinasi urea dan feses tidak berpengaruh terhadap kandungan serat kasar dan lemak kasar. Dapat disimpulkan bahwa pembuatan silase daun akasia dengan bahan aditif urea 5% dan kombinasi urea 2,5% dan feses sapi 2,5% mampu meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan abu, perlakuan bahan aditif feses sapi 5% dapat meningkatkan kandungan bahan kering, dan mempertahankan BETN. Bahan aditif urea, feses sapi dan kombinasi urea dan feses sapi belum mampu menurunkan serat kasar dan lemak kasar silase daun akasia. Perlakuan terbaik adalah penambahan aditif kombinasi urea dan feses sapi dapat meningkatkan protein kasar dan menurunkan kandungan abu.
Kata kunci: silase daun akasia, kualitas nutrisi, urea, feses sapi, protein kasar, bahan kering, kadar abu, BETN
PENERAPAN SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PIMPINAN ATAU PENANGGUNGJAWAB KAWASAN TANPA ROKOK PADA RUMAH SAKIT KOTA LANGSA
ABSTRAK Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (vii.60), pp, bibl, app REZA EKO SAPUTRA, (Ria Fitri, S.H., M.Hum) Pasal 10 ayat (1) huruf a Qanun Kota Langsa Nomor 1 Tahun 2015 tentangKawasan Tanpa Rokok (KTR) menetapkan salah satu KTR adalah kawasan PelayananKesehatan. Selanjutnya dalam Pasal 10, 11 dan 12 ditentukan bahwa pimpinan ataupenanggungjawab KTR bertanggungjawab atas seluruh kegiatan rokok dan menyediakantempat khusus merokok serta memasang tanda larangan merokok di kawasan tersebut. Apabila penerapan tersebut tidak dilakukan penanggungjawab KTR maka dikenakansanksi administratif dari Walikota Langsa sesuai Pasal 24 Qanun tersebut. Namun diRumah Sakit Kota Langsa masih dijumpai para pelanggar KTR, hal ini terjadi karenapimpinan atau penanggungjawab KTR tidak melaksanakan ketentuan Qanun KTR KotaLangsa Nomor 1 Tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penjatuhan sanksiadministratif terhadap penanggungjawab KTR, dan untuk menjelaskan faktor-faktorpenghambat dalam menjalankan ketentuan Qanun Kota Langsa Nomor 1 Tahun 2015tentang KTR, serta upaya yang dilakukan penanggungjawab KTR dalam pemberiansanksi bagi pelanggar KTR di Rumah Sakit Kota Langsa. Dalam penulisan skripsi ini, dilakukan penelitian kepustakaan, yaitu denganmembaca dan menelaah buku-buku, peraturan perundang-undangan, hasil-hasil penelitiansebelum dan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer, denganmelakukan wawancara terhadap responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penjatuhan sanksi administratif terhadappimpinan atau penanggungjawab KTR di Rumah Sakit Kota Langsa belum dilaksanakan sesuai ketentuan Qanun Kota Langsa Nomor 1 Tahun 2015. Tidak adanya aturan teknisyang jelas terkait pelaksanaan Qanun menjadikan penghambat utama belumdilaksanakannya Qanun KTR Kota Langsa, serta dengan tidak tersedianya tempat khususmerokok di Rumah Sakit berakibat pada ketidakpatuhan pengunjung Rumah Sakit KotaLangsa terhadap ketetapan aturan larangan merokok di Rumah Sakit Kota Langsa.Terdapat beberapa faktor internal dan eksternal yang menjadi penghambat pelaksanaanQanun KTR di Rumah Sakit Kota Langsa di antaranya, faktor internal: a. Belum adanyaaturan teknis Qanun, b. Belum maksimalnya pelaksanaan sosialisasi Qanun, c. Belumadanya fasilitas khusus rokok (smoking area), faktor eksternal: a. Kurangnya kepatuhanmasyarakat akan larangan merokok, b. Tidak adanya satuan tugas (SATGAS) khususuntuk mengawasi KTR dan jumlah pengawas yang terbatas. Namun penanggungjawabKTR di Rumah Sakit telah melakukan upaya pembinaan dan pengawasan kepada setiaporang yang merokok di kawasan tanpa rokok Rumah Sakit Kota Langsa. Disarankan kepada Pemerintah Kota Langsa untuk membentuk aturan teknispelaksana Qanun KTR Kota Langsa, dan SATGAS khusus untuk mengawasi KTR diKota Langsa, sehingga penjatuhan sanksi kepada pimpinan atau penanggungjawab KTRkhususnya di Rumah Sakit Kota Langsa dapat diterapkan sesuai ketentuan Qanun KotaLangsa Nomor 1 Tahun 2015 tantang KTR. Selanjutnya pimpinan Rumah Sakit KotaLangsa harus menyediakan tempat khusus merokok bagi para perokok, sehinggadiharapkan akan dapat menciptakan penerapan kebijakan KTR secara efektif dan efisien
Pengaruh Pemberian Beberapa Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pre Nursery
Penelitian dilaksanakan di jl. Sidobakti, Kecamatan Medan Johor pada
bulan Mei 2017 sampai bulan Agustus 2017. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian beberapa zat pengatur tumbuh (zpt) alami dan
komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit
(Elaeis guineensis jacq.) di pre nursery.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) Faktorial, terdiri atas dua faktor yang diteliti yaitu: 1. Faktor Pemberian
Zat Pengatur Tumbuh (Z): Z0 = kontrol, Z1= Ekstrak Bawang Merah,Z2= Ekstrak
Kecambah Kacang Hijau (Tauge), Z3 = Ekstrak Rebung Bambu, 2. Faktor
Komposisi Media Tanam (M): M1 = Tanah : Pasir : Arang Sekam Padi (1:1:1),
M2= Tanah : Pasir : Kompos (1:1:1), M3 = Tanah : Pasir : Pupuk Kandang Sapi
(1:1:1). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun,diameter
batang,berat basah bagian atas dan bagian bawah serta berat kering bagian atas
dan bagian bawah bibit kelapa sawit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam
dengan campuran pupuk kandang sapi (M3) berpengaruh nyata pada tinggi
tanaman umur 8 dan 12 MST, luas daun umur 8 dan 12 MST, diameter batang
umur 8 dan 12 MST, berat basah bagian atas dan bagian bawah serta berat kering
bagian atas dan bagian bawah bibit kelapa sawit. Perendaman zat pengatur
tumbuh (zpt) alamidan interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata
terhadap semua parameter pengamatan
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN (K3) KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL UMC SUZUKI MADIUN
ABSTRAK PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN (K3) KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL UMC SUZUKI MADIUN Nama : Bimo Eko SaputraNIM : 17050524087Program Studi : S1 Pendidikan Teknik MesinJurusan/Fakultas : Teknik Mesin/Fakultas TeknikDosen Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T.,M.T. Di bengkel UMC Suzuki Madiun mekanik masih sering kali tidak memerhatikan keselematan dan kesehatan kerja yang ada seperti sembrono, tidak mengembalikan alat kerja tidak rapi, tidak menggunakan APD secara lengkap, dan sering berimain Handphone saat bekerja. Hal ini tanpa mekanik sadari dapat menyebabkan kecelakaan kerja kemudian dapat mempengaruhi produktivitas kerja mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Mekanik di Bengkel UMC Suzuki Madiun. Objek penelitiannya yaitu mekanik di Bengkel UMC Suzuki Madiun. Jenis penelitian yaitu diskriptif kuantitatif dengan metode Cross sectional Study. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja di bengkel UMC Suzuki Madiun dengan nilai r sebesar 0,7672 dan nilai uji t sebesar 3,78 serta koefisien determinasi (rxy²) sebesar 0,5885 atau 58,85 %. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja, Mekanik ABSTRACT THE EFFECT OF WORKING SAFETY AND HEALTY ON THE PRODUCTIVITY OF MECHANICAL WORK IN THE GARAGE OF UMC SUZUKI MADIUN Name : Bimo Eko Saputra NIM : 170505240487 Courses : Bachelor of Mechanical Engineering Education Departement : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Institution : State University of Surabaya Supervisor : Dyah Riandadari, S.T.,M.T. In the garage of UMC Suzuki Madiun, mechanics still often do not pay attention to the safety and health of working such as reckless, do not return the work tools back neatly, do not wear APD completely, and often play handphone while working. Its not been realized by the mechanics that its causing accidents at work and then it can affect the productivity of mechanical work.This study aims to know the effect of Safety and Health on the Productivity Working of Mechanics at the Garage of UMC Suzuki Madiun. The object of this study is mechanics at the Garage of UMC Suzuki Madiun. The type of this study is quantitative descriptive with cross sectional study method. The technique of cillecting data in this study are using observation techniques, questionnaires, and documentation. The results of this study showed that there was a significant effect on the application of safety and health to the productivity of working at the Garage of UMC Suzuki Madiun with an r value of 0.7672 and a t-test value of 3.78 and a coefficient of determination (rxy²) of 0.5885 or 58, 85%. Keywords: Safety and Health, the Productivity of Working, Mechanic
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
