369 research outputs found

    Respon Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) terhadap Konsentrasi Pupuk Stadya dan Jarak Tanam

    No full text
    Edi Susilo Harahap, "Respon tanaman Sawi (Brassica juncea L.) terhadap konsentrasi pupuk Stadya daan Jarak Tanam" dibawah bimbingan Bapak Ir. Bj. Sabar Ginting, MS, sebagai ketua komisi pembimbing dan Ir. M.Agr, sebagai anggota komisi pembimbing. A.K. Hutabarat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Stadya dan Jarak Tanam yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Karya Wisata, Gedung Johor UISU, Kec. Medan Johor, Medan dengan ketinggian tempat 25 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2002 sampai bulan Desember 2002. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu: Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk Stadya (S) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: So (0.0 g/1 air), Si (1.0 g/l air) dan S. (2.0 g/1 air) dan S; (3.0 g/l air). Faktor kedua adalah Jarak Tanam yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: 20 x 20 cm, 20 x 25 cm, 20 x 30 cm. Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Total Luas Daun (cm), Jumlah Klorofil Daun (unit/6 m²), Produksi Segar Jual/Sampel (g), Produksi Sagar Jual/Plot (g) dan Ratio Shoot and Root /Sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk Stadya (S) berpengaruh sangat nyata terhadap Tingg! Tanaman (cm). Total Luas Daun (cm), Jumlah Klorofil Daun (unit/6 mm²), Produksi Segar Jual/Sampel (g) dan Produksi Segar Jual Plot (g) dan Ratio Shoot and Root/Sampel Perlakuan Jarak Tanam berpengaruh sangat nyata terhadap Tinggi Tanaman (cm), Total Luas Dauti (cm³), Jumlah Klorofil Daun (unit/6 m²), Produksi Segar Jual/Sampel (g). Produksi Segar Jusl/Plot (g) dan Ratio Shoot and Root/Sempel. Interaksi antara konsentrasi pupuk Stadya dan Jarak Tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.72 HalamanSkripsi Sarjan

    PENGARUH KEAKTIFAN DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT SISWA KELAS VII MTSN SUMBERJO BLITAR TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Keaktifan dan Kedisiplinan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Materi Garis dan Sudut Siswa Kelas VII MTsN Sumberjo Blitar Tahun Ajaran 2016/2017” ini ditulis oleh Agus Edi Susilo, NIM. 2814133002 dibimbing oleh Dr. Muniri ,M.Pd. Kata kunci: keaktifan, kedisiplinan dan hasil belajar. Upaya peningkatan hasil belajar tidak hanya dari peran guru yang aktif dalam mendidik dan memberikan pengarahan tapi juga diperlukan adanya interaksi dan peran aktif siswa. Dalam upaya untuk mencapai ciat-cita yang dinginkan siswa tidak cukup dengan aktif belajar saja, tetapi dalam belajar juga harus dilaksanakan dengan kedisiplinan yang tinggi. Disiplin dalam belajar sangat diperlukan. Karena dengan disiplin dapat melahirkan semangat menghargai waktu, bukan menyia-nyiakan waktu. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, Untuk mengetahui pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika pada materi garis dan sudut kelas 1 MTsN Sumberjo Sanan Kulon Kab. Blitar. Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar matematika pada materi garis dan sudut kelas 1 MTsN Sumberjo Sanan Kulon Kab. Blitar. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan dan kedisplinan belajar terhadap hasil belajar matematika pada materi garis dan sudut kelas 1 MTsN Sumberjo Sanan Kulon Kab. Blitar. Untuk mengetahui besar pengaruh keaktifan dan kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar matematika pada garis dan sudut sosial kelas VII MTsN Sumberjo Sanan Kulon Kab. Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode penelitian asosiatif (hubungan). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VII MTsN Sumberjo Sanan Kulon Kab. Blitar tahun ajaran 2016/2017 yang teridiri atas 165 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20-25% dari jumlah populasi adalah siswa yaitu 36 siswa. Mata pelajaran yang diteliti adalah mata pelajaran matematika materi garis dan sudut. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan analisis data disimpulkan bahwa, ada pengaruh positif dan signifikan ada pengaruh yang positif dan signifikan keaktifan belajar terhadap hasil belajar. hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung = (2,737) > t tabel = (2,030) dan nilai signifikan (0,010) ttabel = (2,030) dan nilai signifikan (0,045) t tabel = (5%=4,08) dan nilai signifikan (0,022) < (0,05)

    PERUBAHAN TANPA “DINAMIKA STRUKTUR SOSIAL”?

    No full text
    Resensi Buku Judul Buku : Dinamika struktur sosial dalam Ekosistem Pesisir Penulis : Edi susilo Penerbit : Universitas Brawijaya Press (UB Press), MalangTahun Terbit/Hlm : Cetakan Pertama, 2010; xxix+22

    Pengaruh Aplikasi Mikoriza Dari Sumber Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Di Tanah Ultisol

    No full text
    Mikoriza yang berasal dari sumber yang berbeda dimungkinkan mempunyai potensi yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kakao khususnya di tanah Ultisol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sumber mikoriza terbaik pada pertumbuhan bibit kakao di tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara pada bulan Nopember 2016 sampai Maret 2017. Bahan penelitian yang digunakan adalah benih kakao Hibrida F1, isolat mikoriza, dan tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal. Perlakuan sumber mikoriza terdiri atas lima taraf yaitu tanpa isolat mikoriza, isolat mikoriza berasal dari Kepahyang, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, dan Kaur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber isolat mikoriza berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun dan luas daun. Sumber isolat mikoriza dari Kepahyang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 19,82 cm namun tidak berbeda nyata dengan Kaur, Rejang Lebong maupun Bengkulu Utara kecuali kontrol. Sumber isolat mikoriza yang berasal dari Kaur menghasilkan panjang daun dan luas daun tertinggi masing-masing 12,47 cm dan 38,31 cm2, namun tidak berbeda nyata dengan semua sumber mikoriza lainnya, kecuali kontrol

    ETOS KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI ISLAMI DI BMT MITRA MUAMALAH JEPARA

    No full text
    Mitra Muamalah BMT (MitraMu) Jepara is one of the Sharia Microfinance Institutions incorporated as Cooperatives (KSPPS). This BMT has grown rapidly and has sixty (60) employees. Employee performance is influenced by the work ethic and Islamic corporate culture implemented. The Islamic work ethic is seen from the indicators of discipline, honesty, loyalty, responsibility, creativity and orderliness of Islamic administration. Islamic organizational culture can be seen from sharia compliance and team collaboration to achieve institutional goals. By implementing the work ethic and Islamic culture, there has been an increase in the performance of employees over time, solidity and brotherhood (ukhuwah) and the Islamic morals of employees are increasingly showing improvement

    MANAJEMEN LIKUIDITAS LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH NON BANK (BMT) DENGAN AKAD TAWARRUQ

    No full text
    Non-bank Islamic microfinance institutions (BMT) are legal entity Cooperative have no instrument to fulfill liquidity needs as Islamic banking. Whereas the BMT should provide liquidity fund for the partners / members at any time. This article uses descriptive analytical method, to understand deeply the Tawarruq contract as liquidity management solutions Non-bank Islamic Microfinance Institutions  (BMT). The results show the Tawarruq contract can be revitalized by necessity of the present to fulfill the liquidity needs of Non-bank Islamic Microfinance Institutions (BMT). Keywords: Tawarruq, Islamic Microfinance Institutions, BMT</jats:p

    Shariah Compliance Akad Rahn Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Studi Kasus BMT Mitra Muamalah Jepara)

    No full text
    Rahn Contract (Gold Pawn) has a high level of security and low risk, because the guarantee is to save (Rahn) members liquid assets. When members are in default (wanprestasi), it can be executed on collateral. This study uses qualitative descriptive analytic. The results showed Rahn Contract has good prospects, in compliance with the fatawa of National Sharia Board - Indonesian Council of Ulama (DSN – MUI) about Rahn, but is weak in supervision of the Sharia Supervisory Board (DPS) and constrained by human resources, competition, insurance and promotion

    Retorika Barack Hussein Obama Dan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Menanggapi Isu Isis Di Dunia

    No full text
    This research discuss about the rhetoric performed by Barack Hussein Obama as President of the United States and Susilo Bambang Yudhoyono as President of the Republic of Indonesia in delivering feedback over the ISIS issue that circulating around the world. ISIS is an organization who commit acts of terrorism in the name of Islam. The United States is known as ‘anti-Islam' country's, while Indonesia has the largest Muslim population in the world. Therefore, author used Roland Barthes semiotic to reveal differences in this two figures seen from their rhetoric of verbal and non-verbal language. Thus, we can reveal how this two figures performed their rhetoric over the ISIS issue that conveyed to the International community

    Kajian agroekologi sistem agroforestri di daerah aliran sungai Cianjur

    No full text
    A research was conducted to analyze agroecologycal characteristic of agroforestry system in Cianjur Watershed landscape. Observation and interviews were held to 30 samples of agroforestry field and respondents in the upper stream, the middle stream and the down stream of Cianjur Watershed, respectively. The results showed, that the communities in the three zones of Cianjur Watershed have been conducting agroforestry practice in order to manage their dry land. It’s found the differences characteristic of agroforestry system between the upper stream and the down stream. In the upper stream, agroforestry practices were found in a forest garden. This area is the buffer zone of Gede Pangrango Mountain. In the upper stream, the number of trees found 5 species and 12 species of plants. In the middle stream area, agroforestry practices were found in community lands and the tea estate plantation. In the community lands the number of trees found 20 species and 12 species of plant. In the down stream area, agroforestry were practiced in community lands and the flat area. The number of trees is 23 species and 11 species of plants. The middle stream agroforestry system characteristic was known as a transition condition between the upper and the down streams. The characteristic of biophisic and agroclimate have affected to total individual number and species of trees and cash crop. Planting index of cash crops is 2.93, 2.53 and 1.43 in the upper, middle and down stream, respectively. The average annual income from cash crops in the three zones are 15.866.250, 4.771.643 and 735.918 (IDR/ha/yr) from the upper, the middle to the down streams, respectively. The productivity of cash crops in the three zones of Cianjur watershed area, in the generally also lower than the potential yield and data from Cianjur Agriculture Official 2009. Furthermore, the dominant cash crops in the upper stream are carrot, cabbage, tomato, scallion, mustard and chili. In the middle stream are corn, chili, tomato, carrot, and mustard, and than in the down stream are corn, chili, tomato and cassava.The aspects of sustainability can be seen from the B/C ratio, where B/C ratio in the three zones of watersheds Cianjur worth more than 1. The B/C ratio in the upper stream 1:09, in the middle stream 2.89 and the downstream 1:02. The sustainability of agroforestry systems in every zone, was defined for aspects of productivity, economic, social and culture and ecologycal. For the aspect of environmental sustainability, in the upper stream more lower than in the middle and the down stream.The aspects of the use of chemical fertilizers and pesticides, in the downstream is lowest of use of fertilizers and chemical pesticides for the management of agroforestry systems. There are differences of sustainability indexs in the three zones area in ianjur watershed. The average of indexs sustainability is 12.12 (moderat suatainability).in scale 11-15Sistem agroforestri untuk pengelolaan lahan kering pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) diyakini oleh beberapa peneliti mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mempunyai manfaat dari segi keragaman jenis (biodiversity), unsur hara, sifat fisik tanah serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Daerah Aliran Sungai yang berdasarkan tempatnya meliputi kawasan dari hulu sampai ke hilir, secara umum memiliki keragaman agroekologi yang disebabkan oleh perbedaan ketinggian tempat. Perbedaan wilayah yang ditentukan berdasarkan ketinggian tempat ini sering dianggap sebagai zona DAS. Masyarakat di wilayah DAS Cianjur secara umum memanfaatkan lahan keringnya dengan sistem agroforestri. Sistem agroforestri di daerah ini berupa pekarangan (home gardens), kebun campuran (mixed gardens) dan kebun hutan (forest gardens). Sistem agroforestri ini berlangsung sudah cukup lama dan sudah menjadi budaya masyarakat secara turun-temurun. Pengelolaan lahan dengan sistem agroforestri sebagai suatu sistem tersebut dipengaruhi oleh kondisi zona agroekologi yang berarti bahwa keadaan topografi dan iklim yang berbeda akan memberi pengaruh yang berbeda terhadap pola pengelolaan sistem agroforestri sebagai sistem pertaniannya. Serangkaian penelitian dilakukan untuk menganalisis karakteristik sistem agroforestri berdasarkan kajian agroekologi di tiga zona DAS Cianjur yang dikhususkan dengan tujuan 1) analisis biofisik dan agroklimat sistem agroforestri di tiga zona DAS Cianjur, 2) analisis pola tanam dan produktivitas tanaman semusim pada sistem agroforestri di DAS Cianjur dan 3) analisis sosial ekonomi dan keberlanjutan sistem agroforestri di DAS Cianjur. Penelitian dilaksanakan sejak Bulan Agustus 2007 sampai dengan Desember 2008 di tiga zona Daerah Aliran Sungai Cianjur Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Secara geografis zona hulu terletak pada S 60 46’ 23” – 60 47’ 15” ; E 1060 59’ 7” – 1070 3’ 16” pada ketinggian > 900 m dpl, tengah 107003` 11” - 107005` 08” BT dan 6048` 14” LS (300-900 m dpl), dan hilir 107003` 11” - 107005` 08” BT dan 6048` 14” LS pada ±300 m dpl
    corecore