1,722,000 research outputs found

    KONSEP PLURALISME AGAMA DALAM PERSPEKTIF DJOHAN EFFENDI

    No full text
    The Indonesian nation is rich in religious diversity. There are officially 6 recognized religions in Indonesia, namely, Islam, Protestant Christianity, Catholic Christianity, Hinduism, Buddhism and Confucianism. Every religion has its own concept of religious beliefs. Because of these differences, religion is accused of being the main cause in conflicts that have different religious concepts. Conflicts in the name of religion can be understood because of the public's lack of understanding of religious pluralism. One of the figures who fight for religious pluralism is Djohan Effendi. He is a prominent Indonesian Muslim intellectual and is included in 50 figures of the Jaringan Islam Liberal (JIL). In this thesis, the researcher focuses on Djohan Effendi's thoughts on Religious Pluralism. The type of research used is library research, the type of data is qualitative using two data sources, namely, primary data sources are the sources of books written by Djohan Effendi. As well as secondary data, namely, data obtained from books, manuscripts, articles and so on related to the problem. For data collection techniques, namely collecting data in the form of books, journals and information related to the problem. While the analysis technique of this research is using qualitative descriptive data analysis by using a historical approach to the characters and an interpretation approach to the thoughts of the characters. Researchers must read carefully, think carefully so that conclusions can be found. The result of the analysis of the research on the concept of religious pluralism in Djohan Effendi's perspective is that Djohan Effendi rejects religious absolutism and accepts religious pluralism. Djohan separates religion and religiosity. According to him, absolute religion cannot be reached by human knowledge. Only God can know the absolute religion itself. While the religion that humans say is not absolute religion, but diversity so that every religious human being may say that his religion is the most correct and saving

    KONSEP PLURALISME AGAMA DALAM PERSPEKTIF DJOHAN EFFENDI

    No full text
    Skripsi ini diberi judul “Konsep Pluralisme Agama dalam Perspektif Djohan Effendi”. Bangsa Indonesia kaya akan keragaman agama. Secara resmi ada 6 agama yang diakui di Indonesia yaitu, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Setiap agama memiliki konsep keyakinan agamanya asingmasing. Karena perbedaan tersebut agama dituduh sebagai penyebab utama dalam konflik yang memiliki konsep agama yang berbeda-beda. Konflik yang mengatas namakan agama dapat dipahami karena kurangnya pemahaman masyarakat akan pluralisme agama. Salah satu tokoh yang memperjuangkan pluralisme agama adalah Djohan Effendi. Ia merupakan tokoh cendikiawan muslim Indonesia dan termasuk dalam 50 tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL). Dalam skripsi ini peneliti memfokuskan pada pemikiran Djohan Effendi mengenai Pluralisme Agama. Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis penelitian Library reaserch (penelitian kepustakaan), jenis datanya adalah kualitatif dengan menggunakan dua sumber data yaitu sumber data primer merupakan sumber dari buku-buku yang ditulis oleh Djohan Effendi. Serta data sekunder yaitu data yang didapat dari buku-buku, naskah, artikel dan lain sebagainya yang berkaitan dengan masalah. Untuk teknik pengumpulan data, dalam skripsi ini adalah mengumpulkan data berupa buku-buku, jurnal dan informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah. Sedangkan teknik analisis data skripsi ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis untuk tokoh dan pendekatan interprestasi untuk pemikiran tokoh. Peneliti harus membaca dengan teliti, berfikir dengan cermat sehingga dapat ditemukan kesimpulan. Hasil analisis terhadap penelitian Konsep Pluralisme Agama dalam Perspektif Djohan Effendi adalah Djohan Effendi menolak absolutisme agama dan menerima pluralisme agama. Djohan memisahkan antara agama dan keberagamaan. Menurutnya, absolut agama itu tidak bisa dijangkau oleh pengetahuan manusia. Hanya Tuhan yang dapat mengetahui absolut agama itu sendiri. Sedangkan agama yang dikatakan manusia bukanlah absolut agama, melainkan keberagamaan sehingga setiap manusia yang beragama boleh mengatakan bahwa agamanyalah yang paling benar dan menyelamatkan. Kata Kunci: Pluralisme, Pluralisme Agama, dan Djohan Effend

    BAHDER DJOHAN : PERAN DAN PERJUANGAN TOKOH MINANGKABAU DALAM PERGERAKAN NASIONAL (1918- 1926)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait perjuangan Bahder Djohan seorang tokoh pergerakan nasional yang memiliki jiwa Indonesia sejati. Bahder Djohan merupakan sosok yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme, aktif mengikuti berbagai kegiatan pergerakan pemuda. Penulisan penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Bahder Djohan aktif dalam kegiatan organisasi kepemudaan ketika masih sekolah. Ayahnya yang seorang Jaksa tidak terlepas dari pengamatannya ketika sang ayah menghadapi persoalan, yaitu menyelidiki kejahatan. Bahder Djohan pernah menjadi sekretaris pada pengurus Jong Sumateranen Bond cabang Padang, karena kerlibatnya Bahder Djohan dalam mendirikan organisasi tersebut bersama dengan Mohammad Hatta yang pada waktu itu juga diangat sebagai Bendahara. Sewaktu belajar di STOVIA, pernah diutus Pengurus Pusat JSB untuk menghadiri Kongres Pertama JSB di Padang. Bahder Djohan dipercaya kembali menjadi Sekretaris Pengurus Pusat JSB pada tahun 1920. Pada rapat pertama Kongres Pemuda Pertama, Bahder Djohan terpilih sebagai Wakil Ketua Kongres. Namun karena kesibukan studinya, maka Bahder Djohan digantikan oleh Sumarto sebagai Wakil Ketua Kongres. Pada rapat kedua Kongres Pemuda Pertama, Bahder Djohan menyampaikan pidatonya dengan judul:“Kedudukan Wanita dalam Masyarakat.”, ia menyatakan perlu adanya persamaan hak di antara kaum laki-laki dan wanita. Bahder Djohan juga mengatakan bahwa di tangan wanitalah terletak masa depan Indonesia. This research aims to provide knowledge regarding the struggle of Bahder Djohan, a national movement figure who has true Indonesian soul. Bahder Djohan is a figure that upholds the highest value of nationalism, actively following a variety of youth movements. This research writes by using the history method. From this research results can be discovered that Bahder Djohan's active in the youth organization activities when he was still in school. His father who is a prosecutor cannot be separated from his observatins when his father faces a problem, namely investigating crimes. Bahder Djohan was once a secretary to the Jong Sumateranen Bond branch, because his involvement in establishing the organization along with Mohammad Hatta who was also appointed as treasurer. During studying at STOVIA, he was sent by JSB center to attend the first Congressman in the field. Bahder Djohan was reelected to be the Secretary of JSB Center again in 1920. At the first meeting of First Youth Congress, Bahder Djohan was elected Vice President of Congress. But, because of the busyness of his studies, then Bahder Djohan was replaced by Sumarto as the Vice President of Congress. At the second meeting of the First Youth Congress, Bahder Djohan delivered his speech: “Women's occupation”, he claimed there was a need for equality among men and women. Bahder Djohan also said that in the hands of women lies the future of Indonesia

    Wajah Pluralis, Feminis, dan Puitis dalam Tafsir Karya Djohan Effendi

    No full text
    Pluralist, Feminist, and Poetic Faces in Djohan Effendi’s TafsirThe books of tafsir, which originally appeared in the Middle East, spawn extensively tomany countriesincluding Indonesia. One of the contemporary Indonesian tafsirbooks is ‘Pesan-Pesan al-Qur’an’ by Djohan Effendi, whichdeserves to receive researchers’ and academics’ attention because of its uniqueness. Hence, this research aims to study and analyze this tafsirbook in terms ofbothmethodological aspect and book’s contents. The author uses the ‘Four Methods’ theory from Al-Farmawiy and also IslahGusmian’s concept for the methodological analysis. Finally, by some analysis and discussion, this research finds that Djohan’stafsir uses the ijmali methodcombined with the thematic method. While in the contents of the book, this tafsir has 3 major tendencies, namely pluralist, feminist, and poetic

    Psikologi musik / Djohan

    No full text

    EPISTEMOLOGI TEOLOGI KERUKUNAN DJOHAN EFFENDI

    Full text link
    Teologi adalah tema yang tidak pernah habis dan dinamis untuk dibahas manusia yang menurut Glorian L. Schaab, adalah pembicaraan yang melibatkan pertanyaan filosofis sepanjang sejarah manusia dalam mempersepsikan Tuhan. Sebagai sebuah keyakinan, teologi merujuk pada sebuah dimensi sakral-transdental yang bersifat mutlak dan universal. Namun secara metodologis teologi tidak lagi berbicara tentang Tuhan semata sebagai objek formalnya, melainkan dibicarakan dalam konteks yang mengacu pada proses-proses penempuhan yang di dasarkan pada sebuah analisis, pendekatan, dan konsep filosofis. Di sini, kemudian teologi muncul sebagai seperangkat doktrin yang mengisyaratkan kepedulian terhadap persoalan-persoalan laten yang terjadi pada tataran manusia. Ia sebagai counter atas social change dan cultural change seperti ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, dan segenap sisi kemanusiaan lainnya. Dalam konteks pemikiran Islam di Indonesia, di tahun 1970-2002-an, yang mana isu truth claim, fanatisme keagamaan, formalisme, simbolisme dan radikalisme yang marak berkembang, selanjutnya tema-tema teologi yang dielaborasi dengan tema politik yang ditafsirkan ulang dan dikontekstualisasikan dalam merespon masalah-masalah kemanusiaan (keumatan). Teologi kerukunan yang menjadi tawaran dalam penelitian ini adalah suatu pendekatan komprehensif yang mampu mendialogan berbagai teologi yang ada dengan pendekatan keilmuan yang modern. Teologi kerukunan adalah sebuah kerangka harmonisasi konsep teologis yang plural—wadah adaptasi atas doktrin semua agama dalam mengambil kebijakan nilai dan etos antaragama. Ia sebagai cara pandang berteologi yang tidak menunggalkan satu kebenaran teologi (memonopoli kebenaran dan keselamatan), melainkan toleran (rukun) dan tetap menghargai adanya kebenaran dalam agama lain. Penelitian ini selain menelusuri struktur epistemologi teologi kerukunan dalam pemikiran Djohan Effendi yang melakukan rekonstruksi atas teologi Islam, penelitian ini bertujuan untuk menggali kembali relevansi teologi kerukunan dalam konteks perkembangan teologi di Indonesia dan pemikiran Djohan Effendi. Dengan metode epistemologi umum, penelitian ini menunjukkan kontribusi filosofis teologi kerukunan Djohan Effendi bagi diskursus ketuhanan dan teologi pada umumnya

    Pemikiran Djohan Effendi tentang pluralisme di Indonesia tahun 1973-2017

    Full text link
    Djohan Effendi lahir di Kandanfan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada 1 Oktober 1939 dan meninggal di Australia pada tahun 2017. Djohan telah menampakkan kecenderungannya pada keterbukaan. Di samping selalu membaca Al-Qur'an, ia gemar membaca biografi para tokoh dunia. Ketika mahasiswa, Djohn Effendi masuk ke dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) bersama dengan Ahmad Wahib. Sebagaimana agama-agama lain, Islam jelas mengandung klaim-klaim eksklusif. Bahkan mengingat kenyataan bahwa Islam adalah agama wahyu, eksklusivisme Islam dalam segi tertentu bisa sangat ketat. Djohan Effendi sangat fokus dengan masalah kebebasan beragama atau pluralisme dan kepercayaan lainnya. Oleh karena itu ia terlibat aktif dalam pendirian beberapa lembaga yang memfasilitasi dialog antar agama. Baginya, pengeetian yang jernih mengenai pluralisme akan sangat membantu secara konseptual filosofis dan teologis dalam melindungi kebebasan beragama. Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana biografi Djohan Effendi? Kedua, Bagaimana pemikiran Djohan Effendi tentang plurlisme agama di Indonesia. Tahun 1973-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Djohan Effendi, dimulai dari latar belajang keluarga, pendidikan, karir, hingga wafat. Kemudian untuk mengetahui pemikiran-pemikiran mengenai pluralisme agama di Indonesia tahun 1973-2016. Penulisan penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penulisan sejarah, yaitu Heuristik (pengumpulan sumber), Verifikasi (kritik sumber), Interpretasi (penafsiran sumber), dan Historiografi (penulisan sumber/sejarah). Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan intelektual, untuk mengungkapkan pemikiran Djohan yang plural. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa: pertama, lingkungan Djohan Effendi mulai dari keluarga, pendidikan, organisasi, buku-buku yang ia baca mempengaruhi genealogis gagasan-gagasan progresifnya tentang pluralisme. Kedua, mengenai pluralisme, ia meyakini iman yang benar tidak mendehumanisasi manusia dari kelompok lain sebagai musuh, kafir, atau sesat, melainkan justru mendorong upaya-upaya saling pengertian dan dialog sampai dimensi yang terdalam. Ketiga, seseorang yang toleran secara sungguh-sungguh bukanlah sosok yang mudah goyah di tengah-tengah pluralisme nilai

    PERAN SUPORTER KOETARAJA UNTUK LANTAK LAJU (SKULL) DALAM MEMPENGARUHI ELEKTABILITAS TEUKU IQBAL DJOHAN PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014

    No full text
    ABSTRAK SYAFRI AGUSTIA NOOR PERAN SUPORTER KOETARAJAUNTUK LANTAK LAJU (SKULL) DALAMMEMPENGRUHI 2016 ELEKTABILITAS IQBAL DJOHAN PADAPEMILU LEGISLATIF 2014Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Syiah Kuala (xii, 60), pp., bibl., app.Prof. Dr. Adwani, SH,. M.Hum Peran Suporter Koetaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) dalammempengaruhi elektabilitas Iqbal Djohan pada pemilu legislatif 2014 lalumenentukan kiprahnya didunia perpolitikan. Kepeduliannya terhadap Persirajajustru menjadi alasan masyarakat dan anggota SKULL menjatuhkan pilihankepada Iqbal Djohan. Selain kecintaannya terhadap Persiraja sosok Iqbal Djohanselalu dikaitkan dengan para pemuda Kota Banda Aceh, hal itulah yang menjadisalah satu faktor utama masyarakat dan anggota SKULL memberikan suaranyauntuk Iqbal Djohan walaupun tidak semua masyarakat dan anggota SKULLmemberikan suaranya untuk Iqbal Djohan pada pemilu legislatif tahun 2014 lalu.Semua data yang diperlukan diperoleh melalui penelitian kepustakaan danpenelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajaribuku-buku, jurnal, makalah, koran, sekripsi dan website sedangkan penelitianlapangan diperoleh dengan cara mewawancarai informan-informan yang telahditentukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa peranSKULL dalam mempengaruhi elektabilitas Iqbal Djohan pada pemilu legislatif2014 dan penyebab SKULL berperan atau tidak berperan pada pemilu legislatif2014 serta dampak yang terjadi terhadap Iqbal Djohan pada pemilu legislatif2014. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran SKULL sangat menentukanelektabilitas Iqbal Djohan walaupun tidak semua anggota SKULL berperan padapemilu legislatif 2014. Terdapat harapan yaitu suatu perubahan kearah yang lebihbaik dari saat ini untuk Persiraja, semoga dengan kemenangan yang diraih olehIqbal Djohan menjadi titik terang untuk merubah keadaan Persiraja. Kata Kunci : SKULL, Iqbal Djohan, Pemilu Legislatif, Persiraja

    Impacts of Disturbances on Species Specific Interactions between Crabs and Plants in Mangrove Ecosystems

    Full text link
    Aerts, M.A.P.A. [Promotor]Bodegom, P.M. van [Copromotor]Djohan, T.S. [Copromotor

    70 Tahun Djohan Effendi/ Effendi

    No full text
    58 hal.: ill, 21 cm
    corecore