356 research outputs found

    IMPLEMENTASI METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM PERAMALAN HASIL PANEN PADI

    No full text
    Wicaksono, Dimas. 2025. Implementasi Metode Single Exponential Smoothing Dalam Sistem Peramalan Hasil Panen Padi , Skripsi, Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Pembimbing Mula Agung Barata, S.S.T., M.Kom dan Pembimbing Pendamping Ita Aristia Sa’ida, M.Pd. Padi merupakan komoditas strategis dan sumber pangan utama bagi mayoritas penduduk Indonesia. Namun, fluktuasi hasil panen, seperti yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro akibat perubahan iklim dan kendala irigasi, seringkali menimbulkan tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan. Penelitian ini berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengimplementasikan metode Single Exponential Smoothing (SES) dalam sistem peramalan hasil panen padi. Metode SES dipilih karena kesesuaiannya dengan pola data yang cenderung stasioner dan fluktuatif tanpa tren musiman yang kuat, berdasarkan data panen padi Bojonegoro dari tahun 2016 hingga 2024 yang diakses dari data.bojonegorokab.go.id. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan metode SES untuk peramalan hasil panen, menguji akurasinya, serta mengembangkan sistem informasi peramalan berbasis web. Hasil peramalan menunjukkan estimasi produksi padi sebesar 6597,723 ton untuk tahun 2025. Akurasi model dievaluasi menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Dengan nilai MAPE sebesar 5,735%, peramalan ini menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik dalam konteks pertanian yang dinamis. Sistem yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk memfasilitasi pengguna dalam melakukan prediksi secara cepat dan interaktif. Implementasi ini tidak hanya berpotensi membantu petani dalam merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif, tetapi juga mendukung dinas terkait dalam menyusun kebijakan pertanian yang lebih responsif dan akurat, serta menyediakan dasar data yang berharga untuk penelitian akademik di masa mendatang

    HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN DAYA TAHAN JANTUNG – PARU PADA PEMAIN U-17 SSB BINA MUDA DIMAS WICAKSONO PENDKESREK/FIK/UNESA/[email protected] M. Nur Bawono  ABSTRAK Sepakbola merupakan olahraga yang tidak hanya waktu yang relative cukup lama tetapi juga membutuhkan daya tahan jantung-paru yang maksimal untuk menunjang permainanya. Daya tahan jantung-paru dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain aktifitas latihan fisik, komposisi tubuh, dan kondisi jantung-paru tetapi ada salah satu faktor yang paling penting adalah indeks massa tubuh. Tentunya tidak mudah untuk mencapai tujuan tersebut tanpa usaha yang keras. Oleh karena itu di usia remaja (17 tahun) harus dijaga dengan teratur indeks massa tubuh sehingga akan mempengaruhi daya tahan jantung – paru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan daya tahan jantung – paru pada pemain U-17 SSB Bina Muda. Populasi sebanyak 22 pemain dengan usia 17 tahun di SSB Bina Muda Entalsewu Buduran Sidoarjo. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah berat badan, tinggi badan untuk mengetahui indeks massa tubuh sedangkan untuk mengetahui daya tahan jantung – paru dilakukan tes 12 menit (cooper) dengan cara lari selama 12 menit pada lintasan yang sudah ditentukan. Analisis data yang digunakan adalah Rank-Order correlation coefficient (Spearman). Berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh thitung = 1,3 dan ttabel = 2,086 , karena thitung < ttabel maka tidak ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan daya tahan jantung – paru pada pemain U-17 SSB Bina Muda dan disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan daya tahan jantung – paru pada pemain U-17 SSB Bina Muda” , ditolak   Kata kunci : Indeks massa tubuh, Daya tahan jantung- paru   ABSTRACT CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX AND HEART-LUNG ENDURENCE ON THE U - 17 PLAYERS OF SSB BINA MUDA   DIMAS WICAKSONO   Football is a sport which doesn’t only need a long time but also need the heart-lung endurence maximilly to support his play. Heart-lung can be influenced by several factors, such as physical exercise activity, body composition, and heart-lung condition but there is one of the most important factors is the body mass index. Therefore at the age of teenager (17 years old) must keep the body mass that will influnce the heart-lung endurence. The research to know correlation between body mass index with the durability of the heart-lung endurence on the SSB Bina Muda players U-17. The population of the 22 players of 17 years old of SSB Bina Muda Entalsewu Buduran Sidoarjo . The writer gets some data of this research are body weight , body height in order to know the body mass index to know of the heart-lung endurence the research do a 12 minutes test (cooper) by running in 12 minutes on the appointed track. The analysis data which is used in this research is Rank - Order correlation coefficient (Spearman) .   Based on the correlation analysis result it is gatten tcounting = 1.3 and the ttable = 2.086, because tcounting< ttable so there is no significant correlation  between body mass index and the heart-lung endurence on U -17 players of SSB Bina Muda and can be concluded that the hypothesis this research is " there is a significant correlation between body mass index and the heart–lung endurence on the players U–17 of SSB Bina Muda " , rejected   Keywords : Body Mass Index , Heart – Lung Endurence &nbsp

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT DIANDRA KARYA MANDIRI

    No full text
    ABSTRACT UNIVERSITAS TARUMANAGARA FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS JAKARTA (A) DIMAS HARYO WICAKSONO (115200341) (B) THE EFFECT OF ORGANIZATIONAL CULTURE, TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, AND WORK MOTIVATION ON THE WORK PRODUCTIVITY EMPLOYEES PT DIANDRA KARYA MANDIRI (C) XV + 81 Pages, 26 Tables, 6 Pictures, 4 Attachments (D) HUMAN RESOURCES MANAGEMENT (E) Abstract: In the era of globalization and rapid change, human resource management is becoming increasingly important for the success of a company so that it can work more productively and effectively. The main challenge facing human resource management is managing workforce diversity. Companies often have groups of people of different genders, ages, and educational backgrounds. Managing this diversity requires an approach that is fair, inclusive, and allows each individual to make their contribution. Therefore, it is important to unite diverse workforce backgrounds to contribute to increasing work productivity and the company's vision and mission. The purpose of this research is to determine the influence of organizational culture, transformational leadership, and work motivation on the work productivity employees of PT Diandra Karya Mandiri. The sampling method in this research was taken using saturated sampling, all employees of PT Diandra Karya Mandiri was used as the sample in this research. This research had 40 respondents. The data obtained and processed using Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM – PLS) analysis with the SmartPLS 4 application. (F) Keywords: Work Productivity; Organizational Culture; Transformational Leadership; Work Motivation (G) References 38 (2014-2023) (H) Joyce Angelique Turangan, S.E., M.Pd. ABSTRAK UNIVERSITAS TARUMANAGARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JAKARTA (A) DIMAS HARYO WICAKSONO (115200341) (B) PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT DIANDRA KARYA MANDIRI (C) XV + 81 Halaman, 26 Tabel, 6 Gambar, 4 Lampiran (D) MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (E) Abstrak: Pada era globalisasi dan perubahan yang begitu pesat, manajemen sumber daya manusia menjadi semakin penting bagi keberhasilan suatu organisasi agar dapat bekerja lebih produktif dan efektif. Tantangan utama yang dihadapi manajemen sumber daya manusia adalah mengelola keberagaman tenaga kerja. Perusahaan sering kali memiliki sekelompok orang dari jenis kelamin, usia, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Mengelola keberagaman ini memerlukan pendekatan yang adil, iknlusif, dan memungkinkan setiap individu memberikan kontribusinya. Oleh karena itu, penting untuk menyatukan latar belakang tenaga kerja yang beragam untuk berkontribusi dalam peningkatan produktivitas kerja serta visi dan misi perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT Diandra Karya Mandiri. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu seluruh karyawan PT Diandra Karya Mandiri digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini mempunyai 40 responden. Data yang diperoleh dan diolah menggunakan analisis Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM – PLS) dengan aplikasi SmartPLS 4. (F) Kata Kunci: Produktivitas Kerja; Budaya Organisasi; Kepemimpinan Transformasional; Motivasi Kerja (G) Daftar Acuan 38 (2014-2023) (H) Joyce Angelique Turangan, S.E., M.Pd

    Membangun Generasi Toleran: Strategi Efektif Mencegah Intoleransi di Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pontianak yang berada pada usia 13 - 16 tahun, fase di mana mereka sering mengalami ketidakstabilan psikologis dan pencarian identitas diri sehingga rentan terhadap pengaruh negatif seperti keterlibatan dalam tawuran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi kasus kekerasan di kalangan remaja, seperti perundungan yang menunjukkan kurangnya sikap toleransi. Program ini bertujuan membentuk karakter toleransi pada siswa melalui seminar pencegahan sikap intoleransi. Metode yang digunakan mencakup diskusi, praktik dan permainan interaktif. Kegiatan ini melibatkan 70 siswa dari dua kelas, dosen, guru, serta mahasiswa bimbingan dan konseling. Siswa berpartisipasi aktif dalam seminar, menunjukkan kebutuhan mereka untuk memahami dan mengatasi intoleransi di kalangan mereka. Interaksi dan diskusi yang terjadi selama kegiatan memperkaya pengalaman siswa tentang toleransi dan membangun empati yang penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Evaluasi menunjukkan tanggapan positif dari siswa, terlihat dari antusiasme mereka selama berlangsungnya kegiatan

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 2 WONOSARI PERIODE 10 AGUSTUS - 12 SEPTEMBER 2015

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mempunyai misi sebagai wahana pembentukan dan peningkatan kemampuan keprofesionalan. Program Praktik Lapangan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikan beragam teori yang telah diterima di bangku kuliah. Oleh karena itu, kegiatan PPL ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menimba ilmu secara empirik, tidak sekedar mengetahui teorinya saja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan teori tersebut, bukan dalam simulasi tetapi dalam situasi yang sesungguhnya. Kegiatan PPL ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah atau lembaga dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan atau kependidikan, memberikan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan menghayati permasalahan sekolah atau lembaga yang terkait dengan proses pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara interdisipliner kedalam pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga kependidikan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah lapangan yang bersifat intrakulikuler. Oleh karena pelaksanaan PPL yang langsung berinteraksi dengan peserta didik, maka dibutuhkan persiapan yang matang. Maka dari itu, pihak Universitas Negeri Yogyakarta memberi pembekalan khusus tentang pelaksanaan PPL dalam menyiapkan tenaga pendidik. Pengetahuan dan keterampilan diberikan untuk mahasiswa sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja di bidang pendidikan secara khusus dan dunia kerja secara umum. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Wonosari yang beralamatkan di Jalan KH Agus Salim No 46 Gunungkidul Yogyakarta adalah lokasi yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan PPL mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta selama ± 1 bulan. Kegiatan PPL dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 12 September 2015. Dalam kegiatan PPL ini, mahasiswa melakukan kegiatan mengajar yang terbimbing. Mahasiswa menjalankan program mengajar minimal 4 kali pertemuan. Metode yang digunakan dalam mengajar beragam, seperti metode viii diskusi, tanya jawab, ceramah dan cooperative learning. Praktikan telah menyelesaikan tugas mengajar sebanyak 4 kali selama kegiatan PPL berlangsung. Mengampu mata pelajaran AutoCAD dengan tatap muka 1 kali seminggu dan setiap minggunya praktikan mengajar selama 4,5 jam. Secara keseluruhan program kerja PPL terlaksana dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan kelas yang terkadang sulit untuk dikondisikan. Namun, semua itu merupakan sebuah proses untuk menuju yang lebih baik lagi. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, praktikan telah melaksanakan pembuatan rencana pembelajaran sebanyak 4 RPP, membuat modul belajar siswa, melakukan kegiatan praktik mengajar minimal 4 kali pertemuan, dan melakukan 1 kali evaluasi belajar. Dalam pelaksanaan praktik mengajar metode yang digunakan yaitu menggunakan metode ceramah, demonstrasi, asimilasi tanya jawab dan penugasan. Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, praktikan mendapatkan banyak bekal seperti pengalaman serta gambaran nyata tentang kegiatan pembelajaran, serta nilai-nilai seperti kerja keras, kerjasama, tanggung jawab, dan disiplin. Selain itu, dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional dan memiliki keterampilan mengajar. Untuk pelaksanaan PPL periode yang akan datang ada baiknya jika antara pihak sekolah dan mahasiswa lebih meningkatkan kerjasama agar dapat lebih bermanfaat bagi semua pihak

    PROSEDUR PELAKSANAAN PELATIHAN KERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT UMUM Dr. MOEWARDI SURAKARTA

    No full text
    ALVIAN WICAKSONO, D 1506004, PROCEDURES TRAINING WORK HOSPITAL STAFF COMMON Dr. MOEWARDI Surakarta, Final Project Report, Program Management Administration Program Diploma III Faculty of Social and Political Sciences, Sebelas Maret University Surakarta, 2009 Observation goal is to know about how the training procedures of the General Hospital staff Dr. Moewardi Surakarta that every reader End Task to know how this can be the implementation of training procedures that General Hospital Dr. Moewardi Surakarta and as input for the General Hospital Dr. Moewardi Surakarta. In this observation, the author will follow the method use the way to collect data in the field of observation related objects, such as primary data and secondary data in order to obtain information about the problem of the fact that there are appropriate at the time of the observation made. It also uses the study of literature as a theoretical basis. The author also conducted interviews with the head Education and Training General Hospital Dr. Moewardi Surakarta and their staffs Section Diklit General Hospital Dr. Moewardi. Results of that show General Hospital Moewardi Surakarta in implementing training procedures that have been using both the appropriate standard is the implementation of training in general. Based on the results of observation can be drawn the conclusion that the procedures of employee training General Hospital Dr. Moewardi already good enough and is in accordance with the standards of training in general, although there are still constraints on financing the implementation of training in which the lining in an did not participate training

    Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Di Wilayah Jakarta Timur II (JT 2)

    No full text
    ABSTRAK Kemampuan kepemimpinan dalam sebuah sekolah akan tercipta dengan baik bila ada kerja sama yang baik antar semua warga sekolah. Salah satu faktor yang memperngaruhi tingkat keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat terlihat dari motivasi kerja guru dalam proses pembelajaran dalam kelas. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan melihat kinerja guru, pemerintah adalah melakukan reorientasi pengelolaan pendidikan, yakni dari memperbaiki dari segala sisi termasuk kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi guru dalam setiap proses pembelajaran yang akan mempengaruhi pula kinerja guru di sebuah sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan positif langsung kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) di sekolah yang dipimpin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik sebar angket. Dengan menggunakan sampling fraction per cluster, diperoleh responden sebanyak 150 guru dari jumlah populasi seluruhnya 4816 guru se-JT2. Setelah melakukan analisis dengan menggunakan sitem SPSS 16.0 dapat terlihat bahwa terdapat pengaruh langsung antara X1 terhadap Y memiliki hasi lregresi nilai F 62,888 nilai sig. 0,000<0,05. X2 terhadap Y hasil regresi nilai F 77,131, nilai sig. 0,000<0,05, dan variabel X1 terhadap X2 hasil regresi nilai F 147,140, nilai sig. 0,000<0,05. X1 berpengaruh langsung terhadap Y sebesar 29,3%, X2 terhadap Y sebesar 33,8%, dan X1 terhadap Y sebesar 49,5%.   ABSTRAK The leadership ability in a school will be created well if there is good cooperation between all school members. One of the factors that influence the level of success of the principal's leadership can be seen from the work motivation of teachers in the learning process in the classroom. To improve the quality of education and see teacher performance, the government is reorienting the management of education, namely from improving all aspects including the leadership abilities of school principals and teacher motivation in each learning process which will also affect teacher performance in a school. The purpose of this study was to determine the direct positive relationship of principal leadership (X1) and work motivation (X2) on teacher performance (Y) in the school being led. The research method used is descriptive quantitative using a questionnaire scatter technique. By using sampling fraction per cluster, it was obtained that 150 teachers were respondents from a total population of 4816 teachers throughout JT2. After analyzing using the SPSS 16.0 system, it can be seen that there is a direct influence between X1 and Y which has a regression result of the F value of 62.888 sig. 0.000 <0.05. X2 to Y regression results F value 77.131, the value of sig. 0.000 <0.05, and variable X1 to X2 regression results with F value 147.140, sig. 0.000 <0.05. X1 has a direct effect on Y by 29.3%, X2 for Y by 33.8%, and X1 for Y by 49.5%

    PERANCANGAN KEYBOARD PINTASAN EDIT VIDEO SECARA SINGKAT BERBASIS ARDUINO

    No full text
    Video editing is an arrangement or arrangement of taking pictures in the form of video. Video editing is used to structure and deliver all video information, video advertisements, including movies and television shows. By using ado premiere pro software, which is one of the professional editing software, editing is done by pasting, connecting, and in other ways according to the desired video concept. At this time, this profession is in great demand by many people and requires fast work, which of course does not match the reality because the editing process requires skill and experience. With the background of these problems, the author designed a keyboard shortcut to edit video briefly based on Arduino which is expected to help the editing process so that it can be done quickly. This tool works with the main keyboard, designed in such a way that it adjusts the user's right hand while the left hand controls the mouse for ease of use so that the editor can stay focused on the monitor, on the video being made. This tool works by taking shortcuts on the adobe premiere pro editing software that is often used, such as the Razor button with the razor image logo that functions for videos on the timeline and the Selection button with the mouse cursor image working as a selection tool for every video edit, and several other buttons to make it easier editing process

    Dennett dan Poshumanisme: Sebuah Pembelaan terhadap Program Naturalisasi Pikiran dari Kecurigaan Poshumanisme Wolfe

    No full text
    This article criticizes Cary Wolfe’s interpretation of Daniel Dennett’s posthumanism which is structured in three categories of problem: language, representation, and species. According to Wolfe, humanism faces problems due to internal tensions stemming from the concepts of anthropocentrism and speciesism that constituted it. Both dogmas are considered institutionalized in cognitive science studies of language and its relationship with the mind, as exemplified by Dennett’s thought. Although Dennett is generally regarded as someone who contributed to moving cognitive science away from the Cartesian tradition, Wolfe considers him to have fallen back into the Cartesian mode of thinking due to his view of the cognitive difference between humans and non-human animals, namely by referring to humans’ ability to reflect on behavior, externalize cognitive functions, and stabilize the concept of self through representational capacity facilitated by language. This article argues that Wolfe fails to read Dennett’s intellectual project for several reasons: first, the cognitive difference between humans and non-human animals is not built on an essentialist ontology, but rather the opposite; second, the mental representationalism maintained by Dennett needs to be understood in terms of interpretivism rather than direct realism toward mental content; and third, stabilizing the concept of self through language does not bring back the Cartesian subject as a “ghost in the machine,” but rather as a social artifact enabled by the organization of information by a system/agent with a certain design architecture.Artikel ini bertujuan untuk menguggat interpretasi Cary Wolfe terhadap pemikiran Daniel Dennett mengenai poshumanisme yang terstruktur melalui tiga kategori persoalan: bahasa, representasi, dan spesies. Menurut Wolfe, humanisme mengalami persoalan karena tegangan internal yang bersumber pada konsep antroposentrisme dan spesiesisme yang menyusunnya. Kedua dogma tersebut dianggap telah terlembaga sedemikian rupa dalam studi ilmu kognitif mengenai bahasa beserta keterkaitannya dengan pikiran, yang dicontohkan melalui pemikiran Dennett. Meskipun umum dipandang sebagai pihak yang telah berkontribusi dalam membawa ilmu kognitif keluar dari tradisi Cartesian, Wolfe menganggap Dennett justru kembali terjatuh pada modus berpikir Cartesian oleh karena pandangannya mengenai perbedaan kognitif manusia dari hewan nonmanusia, yakni dengan merujuk pada kemampuan manusia untuk melakukan refleksi perilaku, delegasi fungsi kognitif, serta stabilisasi konsep kedirian melalui kapasitas representasional yang dimungkinkan oleh bahasa. Penulis berargumen bahwa Wolfe gagal membaca proyek pemikiran Dennett melalui sejumlah alasan: pertama, perbedaan kognitif antara manusia dan hewan nonmanusia tidaklah dibangun berdasarkan ontologi esensialis, tetapi sebaliknya. Kedua, representasionalisme mental yang dipertahankan oleh Dennett perlu dipahami dalam term interpretivisme alih-alih realisme langsung terhadap konten mental. Ketiga, stabilisasi konsep kedirian melalui bahasa tidaklah menghadirkan kembali subjek Cartesian sebagai “hantu dalam mesin”, tetapi menghadirkannya sebagai artefak sosial yang dimungkinkan melalui pengorganisasian informasi oleh suatu sistem/agen dengan arsitektur desain tertentu
    corecore