251 research outputs found

    ANALISIS SEMIOTIKA DESAIN COVER NOVEL RADITYA DIKA

    No full text
    Salah satu komponen sebuah novel adalah cover. Cover adalah sebuah pandangan pertama bagi pembaca, dan ikut mempengaruhi minat pembaca pada novel. Pada penelitian ini yang diteliti adalah cover novel Raditya Dika. Cover novel yang diteliti berjumlah tujuh buah yakni Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, dan Koala Kumal. Cover novel Raditya Dika ini memiliki keunikan dibandingkan yang lain karena adanya foto penulis dan penggunaan unsur nama hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas hal-hal sebagai berikut : 1) Visualisasi desain cover novel Raditya Dika; 2) Hubungan tanda dan makna dalam visualisasi desain cover novel Raditya Dika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data diperoleh dari sumber data primer yakni cover novel Raditya Dika dan data hasil korespondensi terhadap Adriano Rudiman selaku salah satu ilustrator cover novel Raditya Dika. Dan data sekunder yakni referensi buku terkait penelitian. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce untuk memaknai tanda-tanda visual pada cover novel. Analisis melewati tahap reduksi data yakni pemilihan cover novel. Lalu tahap Penyajian data yang dijabarkan secara deskriptif. Dan tahap terakhir adalah pengambilan kesimpulan dari hasil analisis. Hasil analisis cover novel Raditya Dika dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce adalah sebagai berikut : 1) Tampilan desain cover Raditya Dika menarik karena memiliki konsep yang unik dan berbeda; 2) Persamaan dari ketujuh cover novel adalah penerapan foto penulis dan nama hewan sebagai judul; 3) Komponen-komponen cover novel seperti judul, subjudul, ilustrasi dan fotografi berlaku sebagai tanda yang digolongkan ke dalam ikon, indeks dan simbol. Tanda ini memiliki makna yang berhubungan dengan cerita novel..Kata Kunci: teori semiotika, desain, cover, nove

    ANALISIS SARANA RETORIKA DALAM STAND UP COMEDY RADITYA DIKA

    No full text
    Abstrak. Penelitian yang berjudul “Analisis Sarana Retorika dalam Stand Up Comedy Raditya Dika”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sarana retorika yang berfokus pada penyiasatan struktur yang terdapat pada stand up comedy Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah data kata atau ungkapan dalam stand up comedy Raditya Dika. Data yang terkumpul diperoleh melalui teknik dokumentasi.Semua data yang diperoleh ditulis untuk memudahkan penulis menganalisis data.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan kata atau ungkapan yang didasari pada teori bentuk-bentuk sarana retorika berupa penyiasatan struktur.Data yang dianalisis diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan bentuk atau jenis penyiasatan struktur (sarana retorika). Hasil penelitian ini, terdapat 8 bentuk penyiasatan struktur dalam stand up comedy Raditya Dika yaitu, (1) repetisi, (2) anafora, (3) polisidenton, (4) asidenton, (5) antitesis, (6) klimaks, (7) antiklimaks, (8) pertanyaan retoris, akan tetapi, (1) paralisme dan (2) aliterasi tidak terdapat dalam penelitian ini. Kata Kunci : retorika, sarana retorika, penyiasatan struktur                          Abstract. This study, entitled “ TheAnalysis of the Rhetoric Means in Raditya Dika’s Stand-Up Comedy”. This study was aimed to describe the means of rhetoric that focused on work around the structure found on stand-up comedy Raditya Dika. The method used in this study was descriptive qualitative. This research data was data word or phrase in Raditya Dika’s  stand-up comedy. . The research data was obtained from documentation technique. All the data obtained was written to facilitate the author in analyzing the data. The data was analyzed and classified into several groups according to the form or the type of rhetoric means. In the result of this study, there are 8 forms of rhetoric means in raditya dika's stand-up comedy, namely, (1) the repetition, (2) anaphora, (3) polisidenton, (4) asidenton, (5) antithesis, (6) climax, (7) anticlimax, (8) the rhetorical question, however, (1) paralisme and (2) the alliteration is not included in this studyKey Words : Rhetoric, the means of rhetoric, work around the structur

    ANALISIS RETORIKA DALAM STAND UP COMEDY RADITYA DIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur yang terdapat dalam retorika stand up comedy Raditya Dika dan tipe-tipe stand up comedy Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskreptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data kata atau ungkapan stand up comedy Raditya Dika. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode simak, menyadap, dan mencatat. Metode analisis data yaitu Reduction, Display, dan verification data. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 7 bentuk struktur dalam stand up comedy Raditya Dika yaitu repetisi112 data, anafora 13 data, polisendenton 3 data, asidenton 2 data, klimaks 14 data, antiklimaks 12 data, dan pertanyaan retoris 11 data. Jadi, jumlah keseluruhan data adalah 167 data. Akan tetapi, struktur stand up comedy Raditya Dika tidak terdapat paralisme, aliterasi dan antithesis. Terdapat 5 Tipe-tipe stand up comedy Raditya Dika yaitu one-liner stand up1data, Themad/Long Story 1 data, Rant Stand Up 1 data, Impression Stand Up1 data, dan Timing Stand up 1 data. Akan tetapi, dalam tipe stand comedy Raditya Dika tidak terdapat Story stand up, Karakter Stand Up, Niche/poneering Stand Up. Kata Kunci: Retorika, struktur kalimat, bentuk atau tipe

    ANALISIS SARANA RETORIKA DALAM STAND UP COMEDY RADITYA DIKA

    No full text
    Abstrak. Penelitian yang berjudul “Analisis Sarana Retorika dalam Stand Up Comedy Raditya Dika”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sarana retorika yang berfokus pada penyiasatan struktur yang terdapat pada stand up comedy Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah data kata atau ungkapan dalam stand up comedy Raditya Dika. Data yang terkumpul diperoleh melalui teknik dokumentasi.Semua data yang diperoleh ditulis untuk memudahkan penulis menganalisis data.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan kata atau ungkapan yang didasari pada teori bentuk-bentuk sarana retorika berupa penyiasatan struktur.Data yang dianalisis diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan bentuk atau jenis penyiasatan struktur (sarana retorika). Hasil penelitian ini, terdapat 8 bentuk penyiasatan struktur dalam stand up comedy Raditya Dika yaitu, (1) repetisi, (2) anafora, (3) polisidenton, (4) asidenton, (5) antitesis, (6) klimaks, (7) antiklimaks, (8) pertanyaan retoris, akan tetapi, (1) paralisme dan (2) aliterasi tidak terdapat dalam penelitian ini.Kata Kunci : retorika, sarana retorika, penyiasatan struktur Abstract. This study, entitled “ TheAnalysis of the Rhetoric Means in Raditya Dika’s Stand-Up Comedy”. This study was aimed to describe the means of rhetoric that focused on work around the structure found on stand-up comedy Raditya Dika. The method used in this study was descriptive qualitative. This research data was data word or phrase in Raditya Dika’s  stand-up comedy. . The research data was obtained from documentation technique. All the data obtained was written to facilitate the author in analyzing the data. The data was analyzed and classified into several groups according to the form or the type of rhetoric means. In the result of this study, there are 8 forms of rhetoric means in raditya dika's stand-up comedy, namely, (1) the repetition, (2) anaphora, (3) polisidenton, (4) asidenton, (5) antithesis, (6) climax, (7) anticlimax, (8) the rhetorical question, however, (1) paralisme and (2) the alliteration is not included in this studyKey Words : Rhetoric, the means of rhetoric, work around the structur

    Analisis Brand Personality Raditya Dika (Studi pada Mahasiswa/i FEB Universitas Telkom 2015)

    No full text
    Indonesia hingga kini telah memasuki era globalisasi, yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang mendukung berkembangnya industry kreatif.. Industry kreatif juga menyumbang pertumbuhan sebesar rata-rata 5% pertahun, dan pada tahun 2013, industri ini juga berkontribusi cukup besar untuk PDB Indonesia dan menyerap tenaga kerja ssebesar10,65% dari total jumlah tenaga kerja nasional. Industry kreatif tersebut kemudian melahirkan tokoh-tokoh anak muda yang salah satunya adalah Raditya Dika. Raditya Dika adalah seorang komedian dan creativepreneur yang telah menjadi sutradara, penulis scenario, actor, sekaligus pengusaha dengan ikut membangun penerbit bukune. Di dunia film, kesuksesan Raditya Dika bahkan disebut sebagai “Raditya Dika Effect”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis Brand Personality Raditya Dika menurut mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom tahun 2015 yang merupakan objek penelitian sekaligus sebagai salah satu target pasar Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif yang menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 340 responden dari tiga angkatan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan tanggapan responden, Brand Personality Raditya Dika dari dimensi Sincerity memiliki skor 74,24%, Excitement sebesar 77,20%, Competence sebesar 75,10%, dan Sophistication sebesar 70,69%, yang keempatnya termasuk ke dalam kategori baik sementara Ruggedness termasuk ke dalam kategori Cukup dengan skor 64,25% dan berdasarkan skor rata-rata keseluruhan dimensi Brand Personality Raditya Dika termasuk ke dalam kategori baik dengan skor 73,76%

    Marmut Merah Jambu

    No full text
    Suyamti Ayu Pratiwi1 piringan video ( ca. 109 men. ) : bersuara ; be

    PANDANGAN CINTA DALAM NOVEL UBUR-UBUR LEMBUR KARYA RADITYA DIKA

    No full text
    Pandangan cinta dalam Novel Ubur-Ubur Lembur Karya Raditya Dika adalah masalah dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan cara pengarang menggambarkan kehidupan percintaan yang ada dalam novel Ubur-Ubur Lembur karya Raditya Dika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan cara berpikir pengarang terhadap aspek percintaan dalam novel Ubur-Ubur Lembur karya Raditya Dika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra oleh Ian Watt. Desain penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Hasil penelitian ini memaparkan bagaimana kehidupan pengarang mempengaruhi karyanya. Sisi percintaan yang dilihat adalah bagaimana pengarang yang mulai bertambah usia dan melihat cinta akan berubah seiring berjalannya waktu. Terlihat pula bagaimana pengarang membaluti tema percintaan dengan unsur komedi, yang membuat novel ini sangat menarik untuk diteliti

    Strategi Kesantunan Berbahasa Pada Kanal Youtube Raditya Dika: Kajian Pragmatik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk strategi kesantunan serta substrategi kesantunan pada dialog Raditya Dika dan narasumbernya. Teori yang digunakan adalah teori Brown dan Levinson dalam kajian pragmatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada analisis penggunaan strategi kesantunan adalah dialog antara Raditya Dika dan narasumbernya. Data tersebut didapat dari empat video di kanal YouTube Raditya Dika. Pada analisis penggunaan strategi kesantunan berbahasa juga ditemukan bentuk substrategi di dalamnya. Bentuk strategi kesantunan yang ditemukan yaitu, strategi kesantunan tidak langsung, strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, dan strategi kesantunan tanpa basa-basi. Kemudian, bentuk substrategi yang ditemukan pada dialog tersebut, yaitu (1) strategi tidak langsung dengan strategi kesantunan tidak langsung dengan cara memberi petunjuk asosiasi, membesar-besarkan tuturan, penggunaan metafora, menyatakan pertanyaan retorik, menggantikan posisi mitra tutur, penggunaan elipsis, (2) strategi kesantunan positif dengan cara menghindari ketidaksetujuan, dan menyatakan alasan, (3) strategi kesantunan negatif dengan cara meminimalisasi paksaan, menghindari penyebutan mitra tutur, dan menyatakan tindak tutur sebagai kelaziman, (4) strategi kesantunan tanpa basa-basi dengan cara tidak meminimalisasi tindakan mengancam muka. Dari analisis secara umum pada kanal YouTube Raditya Dika ditemukan kecenderungan penggunaan strategi kesantunan tidak langsung dengan menyatakan pertanyaan retorik. Kecenderungan pemilihan strategi tersebut didasari oleh keinginan penutur untuk menjaga muka mitra tuturnya

    TAHAPAN-TAHAPAN GEGAR BUDAYA DALAM NOVEL KAMBING JANTAN KARYA RADITYA DIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan gegar budaya atau culture shock yang dialami oleh tokoh utama Dika dalam novel Kambing Jantan karya Raditya Dika. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kulitatif deskriptif. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana Tahapan-tahapan Gegar Budaya dalam Novel Kambing Jantan karya Raditya Dika. Berdasarkan kajian dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan dalam novel ini ditemukan empat tahapan gegar budaya , yaitu honeymoon, crisis, pemulihan, dan penyesuaian/adaptasi. Keempat tahapan tersebut berjumlah 51 berupan kuitpan. Jadi, keberadaan gegar budaya dalam novel Kambing Jantan karya Raditya Dika terdiri atas tahapan-tahapan, yaitu honeymoon, crisis, pemulihan, dan penyesuaian/adaptasi. Tokoh utama dalam novel ini lebih sering mengalami cultural shock crisis. Dampak yang dialami Dika tidak seluruhnya menerima kebudayaan baru di lingkungan baru yang ditempatinya. This study aims to describe the stages of culture shock or the culture shock experienced by the main character in the novel the goat Dika works Raditya Dika. Research methods used by researchers is the method descriptive kulitatif. Formulation of the problem in this research are: how the stages of Culture Shock in the Novel the goat paper Raditya Dika. Based on the study and discussion of the results of the study can be summed up in the novel found four stages of culture shock, that honeymoon, crisis, recovery, and customization/adaptation. The four stages totalling 51 berupan kuitpan. So, the existence of cultural shock in the novel the goat paper Raditya Dika consists of stages, i.e., honeymoon, crisis, recovery, and customization/adaptation. The main character in this novel is more often experience a cultural shock crisis. Impact on endured Dika not entirely accept the new culture in the current new environment

    Pengaruh terpaan konten Youtube Raditya Dika terhadap literasi finansial generasi Z di Surabaya.

    No full text
    Media memiliki peran penting dalam gaya hidup Generasi Z. Hal ini karena mereka selalu mendapatkan kemudahan dalam mengakses media dan bertransaksi online sehingga Generasi Z dikenal sebagai generasi yang memiliki gaya hidup konsumtif. Dalam penelitian ini, peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui apakah sebuah media juga berdampak terhadap literasi finansial Generasi Z. Ada dua persoalan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) Adakah pengaruh terpaan konten Youtube Raditya Dika terhadap literasi finansial generasi Z di Surabaya, (2) Sejauh mana pengaruh terpaan konten Youtube Raditya Dika terhadap literasi finansial generasi Z di Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh serta tingkat pengaruh terpaan konten Youtube Raditya Dika terhadap literasi finansial generasi Z di Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelatif. Hasil penelitian ini adalah r hitung > r tabel (0,490>0,195). Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.Artinya Ada korelasi positif sebesar 0,490 antara terpaan konten Youtube Raditya Dika dengan literasi finansial dan memiliki signifikansi hubungan sedang
    corecore