484 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA SMK NEGERI 50 JAKARTA

    Full text link
    ABSTRACT DIAN PERMATASARI. THE CORRELATION BETWEEN SELF EFFICACY WITH STUDENT BEHAVIOR CHEATING IN SMKN 50 JAKARTA. Economic Education Studies Program, Department of Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta, June 2015. This study aims to determine the relationship between the self efficacy with student behavior cheating in SMKN 50 Jakarta based on data or facts right (valid, true, valid), and trustworthy (reliable). This study used a descriptive method with a descriptive approach to the correlation approach. Independent variable is self efficacy and cheating behavior is bound variable.The population in this study is student at SMKN 50 Jakarta, while the population of inaccessibility resident of tenth grade stutends knight field as many as 212 people. The sample used by 135 people. The sampling technique used in this study is simple random. Data analysis techniques starts with finding a simple linear regression equation and obtained Y = 109,02 – 1,03 X Test requirements analysis is normality test on estimated regression error Y over X obtained by test calculations Liliefors Lo = 0.0751 while Lt = 0,0763.This indicates that the regression model are normally distributed. While regression testing obtained linearity Fcount = -5.35 while Ftable = 2.06, this shows that the linear regression model. Test of hypothesis testing with a simple correlation coefficient of Pearson product moment obtained rxy = 0.580 then this means that there is a negative association between self efficacy with cheating behavior. From test calculations - t known tcount = -8.207< table = 1.645, so this shows that there is a significant relationship between self efficacy with cheating behavior. While the results of the calculation of the coefficient of determination values obtained 33.62% which indicates that the decision is cheating behavior of 37.69% self efficacy. The results of this study have shown a negative association between self efficacy with student behavior cheating in SMKN 50 Jakarta. Keywords: Cheating Behavior, Self Efficac

    PENGARUH MUTASI TERHADAP KINERJA TENAGA PENDIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TARUNA PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Nurina Dian Permatasari, (2024) : Pengaruh Mutasi Terhadap Kinerja Tenaga Pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pelaksanaan mutasi di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru ; (2) Kinerja yang dihasilkan oleh tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru ; (3) Seberapa besar pengaruh mutasi terhadap kinerja tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitiannya yaitu deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru yang berjumlah 54 orang dengan objek penelitiannya yaitu pengaruh dari adanya mutasi terhadap kinerja tenaga pendidik di Sekolah Menegah Kejuruan Taruna Pekanbaru. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket penelitian dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah memakai teknik analisis regresi sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pelaksanaan kebijakan mutasi di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru sebesar 74,8% ; (2) Kinerja tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru sebesar 94,97% ; (1) Besarnya pengaruh yang dihasilkan oleh kebijakan mutasi terhadap kinerja tenaga pendidik di Sekolah Menengah kejuruan Taruna Pekanbaru sebesar 65,45%. Kata Kunci : Mutasi, Kinerja

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STATIKA SISWA KELAS X TGB PROGRAM KEAHLIAN BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010

    Full text link
    Dian Permatasari. K1506018. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STATIKA SISWA KELAS X TGB PROGRAM KEAHLIAN BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA. Skripsi. Juni 2010. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mengetahui efektivitas pengimplementasian model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X Program Keahlian Bangunan TGB di SMK N 2 Surakarta pada mata pelajaran statika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada didalam kelas, perencanaan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi untuk tindakan pada siklus II. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2009 / 2010. data diperoleh melalui observasi kognitif, afektif dan psikomotor siswa, wawancara, observasi siswa, tes kognitif siklus I dan tes kognitif siklus II. Teknik analisa data menggunakan teknik analisis interaktif. Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua tindakan, tindakan pertama prosentase hasil belajar kognitif adalah 69,33%, dan tindakan kedua 75,92%,Untuk hasil afektif dan psikomotorik keberanian bertanya siklus I (62,67%) dan siklus II (79%), motivasi siklus I (66,33%) dan siklus II (84,33%), interaksi dalam kelompok siklus I (67,33%) dan siklus II (78%), hubungan siswa dengan guru saat pembelajaran siklus I (68,67%) dan siklus II (82,33%), partisipasi siswa siklus I (69,33%) dan siklus II (83%), penguasaan materi oleh siswa siklus I (64,33%) dan siklus II (83,67%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan efektivitas pada aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK N 2 Surakarta dalam mata pelajaran statika

    PENGARUH BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

    No full text
    PENGARUH BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANGARVINA DIAN WAHYU PERMATASARI DIBAWAH BIMBINGAN ASTIDIO NOVIARDHI, SP, MKes (Epid), MEIRINA DWI LARASATI, SST, MGizi, DIUJI OLEH J. SUPADI, SKM, MKes, YUWONO SETIADI, SST, MGizixii, 5 bab, 58 halaman, 12 tabel, 10 lampiranABSTRAKLatar Belakang: Periode Seribu Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK (Periode Emas) merupakan periode kritis dimulai sejak konsepsi sampai anak usia 2 tahun. Calon pengantin merupakan salah satu kelompok sasaran untuk meningkatkan kualitas kesehatan pada 1000 HPK. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedurungan, terdapat pelaksanaan bimbingan pra nikah (kesehatan reproduksi keluarga) bagi calon pengantin dengan metode ceramah atau penyuluhan, oleh karena itu perlu adanya penambahan buku saku 1000 HPK sebagai media konseling gizi.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh buku saku sebagai media konseling gizi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian True Experiment dengan rancangan randomized pre and posttest control group design. Jumlah responden sebanyak 19 intervensi dan 17 kontrol. Pengambilan data pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antar variabel adalah uji Paired Sample T-test.Hasil: Ada pengaruh buku saku sebagai media konseling gizi terhadap pengetahuan pada kelompok intervensi (p=0,000) dan kontrol (p=0,000) dan sikap intervensi (p=0,000), namun tidak ada pengaruh terhadap sikap kontrol (p=0,438). Pengetahuan responden kelompok intervensi meningkat 10,26 sedangkan sikap terjadi peningkatan 11,32 Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian buku saku sebagai media konseling gizi berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan sikap dibandingkan hanya pemberian konseling saja.Kata kunci: Buku Saku, Konseling Gizi, Pengetahuan, Sikap Calon PengantinDaftar pustaka: 41 (2000-2019

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEACHMINT PADA MATA PELAJARAN KORESPONDENSI KELAS X MANAJEMEN PERKANTORAN DI SMK TUNAS PEMBANGUNAN

    Full text link
    ABSTRAK Suci Dian Permatasari, 2024: 1709617002. Pengembangan Media Pembelajaran Teachmint Pada Mata Pelajaran Korespondensi Kelas X Manajemen Perkantoran Di SMK Tunas Pembangunan. Skripsi. Jakarta: Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta. Tim Pembimbing: Roni Faslah, S.Pd, M.M, dan Darma Rika Swaramarinda, M.SE, Ph.D Penggunaan teknologi yang inovatif telah memberikan dampak positif di setiap bidang dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi proses yang terlibat. Demikian pula di bidang pendidikan, penggunaan teknologi sangat membantu proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Di tengah berbagai tantangan tersebut, hadirnya Learning Management System (LMS) seperti Teachmint menawarkan solusi yang potensial. Namun, implementasi LMS seperti Teachmint di sekolah-sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi digital guru dan siswa, serta resistensi terhadap perubahan dari metode pembelajaran konvensional ke digital. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran Teachmint pada Mata Pelajaran Korespondensi, (2) untuk memperoleh informasi kelayakan dari media pembelajaran Teachmint pada Mata Pelajaran Korespondensi kelas X Manajemen Perkantoran di SMK Tunas Pembangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan menggunakan metode pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini bertempat di SMK Tunas Pembangunan yang dilakukan pada bulan Mei 2024 sampai dengan Juli 2024. Teknik pengumpulan data dikumpulkan dengan wawancara dengan guru SMK Tunas Pembangunan. Kelayakan media pembelajaran dinilai oleh ahli media dan ahli materi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan media pembelajaran Teachmint pada Mata Pelajaran Korespondensi telah dikembangkan. Hasil validasi ahli diketahui bahwa media pembelajaran Teachmint pada Mata Pelajaran Korespondensi kelas X Manajemen Perkantoran di SMK Tunas Pembangunan sangat layak untuk digunakan dengan hasil rerata skor validasi ahli media 86,3% dengan kategori “sangat layak” sebagai media pembelajaran. Rerata skor validasi ahli materi 97% dengan kategori “sangat layak” sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: media pembelajaran, Learning Management System, Teachmint, korespondensi, Research and Development (RnD

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HARTA BAWAAN DALAMPERKAWINAN DENGAN PEMBUATAN AKTA PERJANJIANKAWIN

    No full text
    ABSTRACTCHENY DIAN PERMATASARI PANGAU, NIM 0030.02.37.2012, Legal Protection Against Hidden Default In Marriage By Making Marriage Deed. Under the guidance of Mr. H.Sufirman Rahman and Mr. H. Abdul Qahar, respectively as chairman and member of tutors.This research was conducted with the aim to: (1) Determine the legal protection against default property; (2) Determine the powers and responsibilities of the notary on the deed of agreement mating made.This research used normative juridical research and the nature of this research is descriptive.These results indicate that: (1) The legal protection of property in the marriage covenant can only be done when the mating holding of marriage; (2) The powers and responsibilities of a notary in the deed that made the agreement is limited to mating qualified validity of the agreement.This means that (1) the agreement must be made in good faith not harm third parties by observing the law, religion, morality and public order; (2) Notary profession as noble and dignified, of course, should be carefully poured the contents of the deed in the desired mating agreement of the parties under the law.Keywords : Marriage Agreemen

    Tradisi Petik Laut Tanjung Tembaga Probolinggo Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik Tulis

    No full text
    Permatasari, Dian Artika. 2019. Tradisi Petik Laut Tanjung Tembaga Probolinggo Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik Tulis. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ponimin, M.Hum. (2) Lisa Sidyawati, S.Pd., M.Pd. Kata kunci:Petik Laut Probolinggo, Penciptaan, Batik TulisPetik laut merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir di kota Probolinggo. Petik laut adalah sebuah upacara rasa syukur terhadap Tuhan dengan mengadakan pelarungan sesaji berupa hasil bumi dengan dihantar ketengah lautan diiringi perahu yang dihias berwarna-warni. Sesaji yang diberikan berupa hasil bumi seperti sayuran dan buah, namun sebagai pokok inti sesaji adalah kepala sapi. Di kota Probolinggo dilaksanakan upacara petik laut pada 1 Muharram atau tahun baru islam karena dianggap sebagai permulaan yang baik dalam memanjadkan doa dan rasa syukur terhadap Tuhan. Petik laut ini merupakan sebuah tradisi yang telah turun-temurun di wariskan oleh masyarakat pesisir Probolinggo.Penelitian penciptaan ini menggunakan tahapan metode yang dikembangkan dari rancangan Gustami, proses penciptaan seni kriya. Tahapan penggalian ide, rumusan konsep hingga mewujudkan suatu karya memerlukan tahapan yang runtut sebagai berikut,(1) Tahap eksplorasi, yaitu tahapan pencarian ide, konsep dalam menciptakan karya seni. (2) Tahap perancangan: menuangkan ide gagasan atau konsep kedalam eksplorasi bentuk dan desain karya (3) Tahap perwujudan, yaitu tahap mewujudkan tahap eksplorasi yangtelah dilakukan menjadi sebuah karya. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah karya batik tulis yang bertemakan petik laut kota Probolinggo, yang mana merupakan salah satu bentuk untuk menghargai budaya lokal yang seharusnya dijaga dengan baik.Hasil penggalian sumber ide dari tradisi petik laut yang dijadikan konsep penciptaan karya diwujudkan dengan sebuah karya batik tulis. Karya batik tersebut berjudul (1) Perahu Petik Laut,menceritakan tradisi petik laut Probolinggo (2) Perahu Sesajen, menceritakan kesiapan perahu-perahu pengantar sesaji dan perahu sesaji yang akan dilarung (3) Nglarung, menceritakan proses pelarungan sesaji ke tengah lautan (4) Essenah Sesaji, menceritakan isian sesaji yang telah tumpah ruah dilautan yang mana isian sesaji tersebut memiliki makna bagi nelayan (5) Jhuko Padha Dhateng, menceritakan harapan para nelayan dari prosesi petik laut  (6) Ajhalah Jhuko, menceritakan nelayan yang sedang menangkap ikan yang melimpah menggunakan jala.Karya-karya ini selanjutnya dianalisis untuk dimaknai sebagai karya skripsi penciptaan. Batik tulis ini dapat diaplikasikan sebagai tas, taplak meja dan sarung bantal. Sehingga dengan terciptanya batik tulis yang bertemakan tradisi petik laut masyarakat pesisir Probolinggo sebagai langkah awal untuk menghargai warisan budaya lokal untuk melestarikan kebudayaan daera

    Tugas metodologi Dian Permatasari (20012)

    No full text
    Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang tinggi melebihi batas normal dan masih menjadi masalah global dengan kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di Negara berkembang. Tujuan: Melakukan literature review ini terkait hubungan self care terhadap kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini dengan studi literature review yaitu mengulas dan menganalisa jurnal - jurnal yang berhubungan dengan self care terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus, jurnal yang ditemukan melalui google cendekia dalam rentang tahun 2017-2020 dan terdapat 4 jurnal yang memenuhi kriteria dengan pendekatan kuantitatif. Hasil: Berdasarkan dari 4 jurnal yang direview dapat disimpulkan bahwa ada hubungan self care terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus (p&lt;0,05). Self care yang dilakukan kurang baik seperti, tidak menjaga pola makan, makan-makanan sembarangan, minum obat tidak teratur, jarang mengecek kadar gula darah, tidak melakukan perawatan kaki dan tidak melakukan kegiatan seperti aktifitas fisik, maka akan memberikan dampak negatif bagi kualitas hidup pasien DM. Kesimpulan: Dari hasil analisis review dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara self care dengan kualitas hidup pasien DM

    Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, Dian. 2009. Kajian Tentang Keanekaragaman dan Spesies Kapang Fusarium spp. Dominan pada Rizosfer Tanah Pertanian Kubis ( Brassica oleracea L. ) di Daerah Batu dan Tumpang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si.   Kata Kunci : Kapang Fusarium spp,  Rizosfer Tanah Pertanian Kubis   Tanah merupakan salah satu faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan suatu tanaman. Di dalam tanah pertanian banyak mengandung mineral-mineral tanah maupun nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroflora. Tanah disekitar tanaman ( rizosfer ) banyak mengandung nutrisi tanah dibandingkan tanah yang jauh dari tanaman. Kubis ( Brassica oleracea L. ) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Tanaman kubis merupakan salah satu jenis tanaman sayur mayur yang rawan terserang oleh berbagai jenis penyakit akibat serangan kapang, seperti penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh kapang Fusarium oxysporum. Infeksi kapang dapat terjadi karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang, tersedianya nutrisi yang dibutuhkan kapang, dan adanya bagian tanaman kubis yang mengalami luka sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya infeksi spora kapang.   Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui spesies-spesies kapang Fusarium spp yang ditemukan pada  rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang ; 2) Mengetahui jumlah koloni kapang Fusarium spp yang ditemukan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang; 3) Mengetahui spesies kapang Fusarium spp yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian kubis ( Brassica oleracea L. ) di daerah Batu dan Tumpang    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, mulai bulan Maret 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Sampel yang digunakan ialah tanah pertanian kubis yang terdapat di daerah Batu dan di daerah Tumpang. Tiap-tiap daerah  pengambilan sampel dipilih tiga titik yang berbeda, kemudian sampel tanah diambil masing-masing sebanyak 10 gram dan dilakukan dalam 3 kali ulangan. Sampel tanah dilarutkan dalam aquades steril dan diencerkan pada  tingkat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-5; kemudian diinokulasikan pada medium lempeng Czapek Agar. Penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang Fusarium spp dilakukan setelah biakan diinkubasikan selama 7 x 24 jam. Kemudian dilakukan penentuan spesies kapang Fusarium spp yang dominan berdasarkan jumlah koloni dalam sampel. Identifikasi spesies-spesies kapang Fusarium spp dilakukan melalui tahap deskripsi morfologi koloni dan pengamatan mikroskopis preparat kapang lalu dirujukan pada buku acuan identifikasi kapang.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kapang Fusarium spp yang ditemukan di daerah Batu dan Tumpang sebanyak 10 spesies kapang Fusarium spp yaitu Fusarium avenaceum (Fr.) Sacc, Fusarium equiseti (Corda) Sacc, Fusarium solani (Mart.) Sacc, Fusarium sporoticoides Sherb, Fusarium subglutinan (Wollenw & Reinking) Nelson et al, Fusarium semitectum Berk & Ravenel, Fusarium gramineaum Schwabe, Fusarium acuminatum Ellis & Everhart, Fusarium culmorum (W.G. Smith), Fusarium oxysporum Schlecht.; 2) Jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada rizosfer tanah pertanian kubis di daerah Batu  ialah 1,2 x 105  cfu/g, dan jumlah koloni kapang Fusarium spp yang terdapat pada tanah pertanian kubis di daerah Tumpang yaitu 4,2 x 104  cfu/g; 3) Spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Batu yaitu Fusarium solani (Mart.) Sacc dengan angka lempeng total sebesar 4,8 x 104 cfu/g, sedangkan spesies kapang Fusarium yang paling dominan pada rizosfer tanah pertanian di daerah Tumpang  yaitu spesies kapang Fusarium semitectum Berk & Ravenel dengan angka lempeng total sebesar 1,4 x 104  cfu/g

    Penerapan Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, Dian. 2009. Penerapan Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Surya Buana Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.,Ph.D. (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P.   Kata kunci: Hasil belajar, Motivasi belajar, Pendekatan Problem posing.   Melalui kegiatan observasi yang dilaksanakan pada bulan Maret  hingga April 2009, diketahui pembelajaran di MTs Surya Buana Malang menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas tanpa adanya kontrol akan tugas tersebut sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar, indikator motivasi yang rendah yaitu: (1) Attention ditunjukkan dengan kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) Relevance ditunjukkan dengan kondisi siswa yang tidak memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran, (3) Confidence ditunjukkan dengan beberapa siswa yang merasa malu untuk bertanya dan hanya sebagian siswa saja yang aktif ketika kegiatan diskusi berlangsung, serta (4) Saitisfaction ditunjukkan dengan sikap guru yang kurang memberikan penguatan pada siswa yang mau menjawab pertanyaan sehingga siswa kurang termotivasi untuk aktif ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.. Kurang termotivasinya siswa dalam belajar berdampak pula pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan cukup kurangnya rerata kelas yaitu sebesar 69,58 dari SKM yang berlaku (≥ 70). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan pengembangan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing. Pembelajaran dengan pendekatan Problem posing merupakan suatu bentuk pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan merumuskan masalah untuk memudahkan pemehaman siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, sehingga dengan adanya pembelajaran yang demikian pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru melainkan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa MTs Surya Buana Malang serta untuk mengetahui persepsi siswa akan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Problem posing.   Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Surya Buana Malang pada bulan April-Mei 2009. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs Surya Buana  Malang yang berjumlah 24 orang. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor evaluasi yang dilaksanakan di setiap siklus menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Siswa mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥70 dan daya serap klasikal 85% siswa yang mencapai skor ≥70.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan persentase masing-masing indikator yaitu indikator Attention sebesar 17,5%, Relevance 16,67%, Confidence 19,79%, dan Satisfaction 12,5%. Skor motivasi rata-rata angket sebelum tindakan 2,90 meningkat menjadi 3,23 setelah pelaksanaan tindakan. Rerata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 77,07 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 84,75 dengan peningkatan sebesar 7,68. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 91,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 96,33%. Jadi, ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 4,66%, serta melalui hasil angket dan observasi menunjukkan persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Problem posing cukup baik serta lebih disukai siswa karena siswa merasa lebih percaya diri dalam berpendapat akan materi terkait. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan pendekatan Problem posing lebih disukai siswa sehingga diharapkan guru dapat menerapkan pendekatan Problem posing sebagai variasi dalam pembelajaran Biologi.   Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan pendekatan Problem posing pada  materi Fotosintesis dan Gerak pada Tumbuhan dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain dengan memanfaatkan alam sebagai laboratorium pada waktu penelitian yang cukup lama secara kolaborasi antara guru dengan peneliti untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia
    corecore