2,202 research outputs found
Tari Bethema"Dewi Banuwati"
Tari Bethema"Dewi Banuwati"
Karya: Yekti Utami, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart
Kontrak Kuliah Tba
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Kontrak kuliah berisi aturan perkuliahan TBA dosen Utami Dewi dan berlaku di semester berjalan
Pengorganisasian Kerja Produksi Film Pada Departemen Kamera
Merupakan karya berupa Buku Panduan atau Buku Petunjuk, dengan judul Pengorganisasian Kerja Produksi Film Pada Departemen Kamera karya dari Citra Dewi Utami, S.Sn., M.
KEPRIBADIAN TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI DAN SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI SUATU KAJIAN INTERTEKSTUAL
This research aims to: (1) describe the personality of the character Kugy in the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari, (2) describe the personality of the character Saya in the novel Si Parasit Lajang by Ayu Utami, (3) describe the intertextual relationship between the personality of the character Kugy in the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari and I am in the novel Si Parasite Single by Ayu Utami. This type of research is qualitative research using descriptive analysis methods. The data in this research is in the form of sentences and dialogue contained in the novel. The steps taken are (1) data comparison, (2) categorization, (3) presenting data with tabulation and description, and (4) interpreting to draw conclusions, and (5) reporting research results. Based on data analysis and discussion of the personality of the character Kugy in the novel Perahu Kertas by Dewi Lestari, findings were obtained based on the nine personality types of Baron and Elizabeth's theory, that the figure of Kugy is a romantic personality. Furthermore, the personality of the female character Saya in the novel Si Perasit Lajang by Ayu Utami is that the character Saya has an observer personality. Viewed from various aspects, the novels Perahu Kertas and Si Parasit Lajang in intertextual studies are character transformations, themes of love and friendship, as well as the influence of popular culture.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kepribadian tokoh Kugy novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari, (2) mendeskripsikan kepribadian tokoh Saya novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami, (3) mendeskripsikan hubungan intertekstual kepribadian tokoh Kugy novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari dan Saya pada novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Jenis Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata kalimat dan dialog yang terdapat dalam novel. Langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) perbandingan data, (2) kategorisasi, (3) penyajian data dengan tabulasi dan deskripsi, dan (4) menafsirkan untuk menarik kesimpulan, dan (5) melaporkan hasil penelitian. Berdasarkan analisis data dan pembahasan tentang kepribadian tokoh Kugy dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari diperoleh temuan berdasarkan sembilan tipe kepribadian teori Baron dan Elizabeth, bahwa sosok Kugy adalah berkepribadian romantis. Selanjutnya, kepribadian tokoh perempuan tokoh Saya dalam novel Si Perasit Lajang karya Ayu Utami bahwa tokoh Saya adalah berkpribadian pengamat. Dilihat dari berbagai aspek, novel Perahu Kertas dan Si Parasit Lajang dalam kajian intertekstual adalah transformasi karakter, tema cinta dan persahabatan, serta pengaruh budaya populer.
 
Citra Perempuan Superior pada Novel Pengakuan Eks Parasit Lajang Karya Ayu Utami
ABSTRAK
Dewi, Puspita, Sari. 2020. Citra Perempuan Superior Pada Novel Pengakuan Eks Parasit Lajang Karya Ayu Utami. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing : (1) Dzarna, M.Pd. (2) Dr. Hasan Suedi, M.Pd
Kata Kunci: Citra Permikiran Perempuan Superior, Citra Posisi Perempuan Superior Terhadap Laki-laki, Wacana Kritis
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra pemikiran perempuan superior dan citra posisi perempuan superior dalam novel Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami. Citra pemikiran perempuan superior yang dialami tokoh dalam novel Pengakuan Eks Parasit Lajang adalah perempuan mengalami penindasan dan ketidakadilan yang dialami perempuan. Perempuan berasal dari adanya laki-laki merasa status dirinya lebih tinggi dibandingankan perempuan, sedangkan perempuan wanita sebagai mahluk yang lembah lembut, dan memiliki sikap kepribadian. citra posisi perempuan superior terhadap laki-laki yang dialami oleh tokoh dalam novel Pengakuan Eks Parasit Lajang adalah mengalami ketitakadilan dan penindasan, di usia duapuluh tahunan ayu memutuskan untuk melepas keperawanannya dan memutuskan untuk tidak menikah.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Novel Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami. Teknik pengumpulan data menggunakan reduksi data. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti selaku instrumen utama dan istrumen bantu berupa table analisis.
Penelitian ini difokuskan pada Citra Perempuan dalam novel Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami yang dikaji dengan menggunakan wacana kritis. Analisis wacana kritis dipakai untuk mengungkapkan tentang hubungan ilmu pengetahuan dan kekuasaan. Selain itu analisis wacana kritis dapat digunakan untuk mengkeritik kehidupan sosial yang tercermin dalam teks atau ucapan. Analisis wacana kritis berkaitan dengan studi dan analisis teks serta ucapan untuk menunjukan sumber diskursif yaitu kekuatan, kekuasaan, ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan prasangka.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: penelitian ini ditemukan data citra pemikiran perempuan superior yang mencakup pertahanan ego, percaya diri, rela berkorban, sabar, sikap, tepat janjidan citra posisi perempuan superior terhadap laki-laki. Kedua hal tersebut dianalisis menggunakan analisis wacana kritis
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI
Kata kunci: Interaksi Sosial, Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami
Tema tentang interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami ini menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Salah satu karya terbaik Ayu Utami dalam sebuah novel yang berjudul Cerita Cinta Enrico terdapat banyak kutipan yang membahas mengenai interaksi sosial. Interaksi sosial yang akan diteliti dalam novel tersebut menggunakan teori dari George Simmel dan Ralf Dahrendorf. Pada teori George Simmel dan Ralf Dahrendorf akan membahas mengenai interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial berdasarkan bentuk dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami dan mendeskripsikan interaksi sosial berdasarkan tipe dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Manfaat teoretis penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan mengenai pemahaman terhadap suatu karya sastra, khususnya yang berkaitan dengan interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami, sedangkan manfaat praktis pada penelitian ini dapat membantu pembaca untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami sebuah karya sastra yaitu terutama pada interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami dan dapat menambah khasanah pengkajian sebuah karya sastra sebagai bentuk sumbangan pengembangan pada dunia sastra terutama pada interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan wacana dalam bentuk kata-kata, kalimat, atau paragraf dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami yang diterbitkan tahun 2012 oleh Pt. Gramedia, Jakarta. 244 Halaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Data yang dikumpulkan berupa interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini yaitu melakukan pembacaan awal secara berulang-ulang (heuristik), mencari dan menandai data, mengumpulkan data yang diperoleh dari proses pencarian, mengelompokan data yang sejenis, menganalisis data sesuai dengan rumusan masalah, dan membuat simpulan hasil analisis.
Penelitian ini terdapat dua interaksi sosial yaitu interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe, dan ditemukan 62 data dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Pada interaksi sosial berdasarkan bentuk ditemukan 27 data yaitu, superordinasi dan subordinasi berjumlah 3 data dan konflik berjumlah 24 data, sedangkan interaksi sosial berdasarkan tipe ditemukan 35 data yaitu, interaksi antar individu berjumlah 22 data, interaksi individu dengan kelompok berjumlah 11 data dan interaksi kelompok dengan individu berjumlah 2 data
ANALISIS PENERAPAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN CAP JI KIA
Dewi Purwaningsih Wiji Utami. E0013123. 2017. ANALISIS PENERAPAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN CAP JI KIA (Studi Putusan Nomor: 64/ Pid.B/2016/PN Skh). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum dalam tindak pidana perjudian cap ji kia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Undang-Undang dan pendekatan kasus dengan jenis dan sumber data penelitian menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan atau studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode silogisme yang menggunakan pola berpikir deduktif.
Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pasal oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo dalam memutus Putusan Nomor: 64/Pid.B/2016/ PN Skh kurang tepat, berdasarkan kronologi kasus, pelaku menyediakan jasa judi karena ingin menambah penghasilan, sehingga penerapan Pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP lebih memenuhi unsur-unsur pidana dalam perkara ini.
Kata Kunci: hukum, tindak pidana, perjudian
KORELASI PELATIHAN VOKASIONAL DENGAN KOMPETENSI PENYANDANG DISABILITAS ALUMNI BALAI BESAR REHABILITASI VOKASIONAL BINA DAKSA (BBRVBD), CIBINONG
Kompetensi perlu dikuasai oleh penyandang disabilitas agar mereka dapat bekerja dan bersaing dengan yang bukan penyandang disbailitas pada pasar kerja terbuka. Pelatihan vokasional yang diselenggarakan oleh BBRVBD Cibinong merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi penyandang diabilitas dalam mengembangkan kompetensinya. Sebuah sensus telah dilakukan pada bulan Juni-Desember 2012 terhadap 42 lulusan BBRVBD Cibinong jurusan penjahitan tahun 2006-2012 dan hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut: kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan berada dalam kategori tinggi; lama menyandang disabilitas dan pendidikan non formal penyandang disabilitas peserta pelatihan, kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, kurikulum pelatihan, dan kualitas penyelenggara pelatihan. Korelasi Pelatihan Vokasional dengan Kompetensi Penyandang Disabilitas Alumni Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa, Cibinong. Santi Utami Dewi, Siti Amanah, dan Eva Rahmi Kasim mempunyai korelasi signifikan terhadap kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan. Keefektifan pelatihan dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, memperkuat kurikulum pelatihan, dan meningkatkan kualitas lembaga penyelenggara pelatihan.Kata kunci: Pelatihan vokasional, rehabilitasi vokasional, penyandang disabilitas, disabilitas, kompetensimenjahit.Â
BENTUK TARI GAMBYONG SEMBUNG GILANG KARYA HADAWIYAH ENDAH UTAMI
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul ”Bentuk Tari Gambyong Sembung Gilang Karya Hadawiyah Endah Utami” dilatarbelakangi oleh fenomena tari Gambyong yang memiliki ragam gerak luwes yang khas dan menarik. Permasalahan yang ingin dijelaskan dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana profil Hadawiyah Endah Utami ? (2) Bagaimana proses penciptaan tari Gambyong Sembung Gilang ? (3) Bagaimana bentuk tari Gambyong Sembung Gilang ?
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi baik langsung maupun tidak langsung dan wawancara. Konsep yang digunakan untuk membahas proses penciptaan tari digunakan konsep dari Sri Rochana dan Dwi Wahyudiarto yang dijelaskan dalam buku Pengantar Koreografi. Proses penciptaan tari yang digunakan oleh Hadawiyah Endah Utami meliputi: tahap pengamatan, eksplorasi, pembentukan, evaluasi dan pemantapan. Sementara itu konsep mengenai bentuk tari Gambyong digunakan konsep Sri Rochana yang menjelaskan bentuk tari Gambyong terdiri atas bentuk fisik dan bentuk ungkap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadawiyah Endah Utami adalah seniman yang berpengalaman dalam seni tradisi dan produktif dalam menyusun karya tari, hasil karyanya kurang lebih 42 karya tari dalam bentuk Bedhaya, sesaji, drama tari dan tari Gambyong. Tari Gambyong Sembung Gilang merupakan salah satu karya tari yang diciptakan pada tahun 2011. Proses tari Gambyong Sembung Gilang diawali dengan penciptaan tari Gambyong Kirana Rukmi yang disusun pada tahun 2010. Dalam penciptaan tari Gambyong Sembung Gilang, Hadawiyah Endah Utami mengembangkan tari Gambyong Kirana Rukmi dengan menambahkan ragam gerak entragan gaya Yogyakarta dan egolan gaya Banyumasan serta menambahkan pola kendangan gaya Sragenan. Dengan perubahan itu bentuk ungkap tari Gambyong Sembung Gilang menjadi lebih kenes dan teregel.
Kata Kunci: Tari Gambyong Sembung Gilang, bentuk, proses penciptaa
Sintesis β-Tricalcium Phosphate dengan Sumber Kalsium dari Cangkang Telur Ayam
β-tricalcium phosphate merupakan salah satu polimorf tricalcium phosphate yang dapat digunakan untuk rekonstruksi tulang karena memiliki komposis kimia yang mendekati komponen yang ada di dalam tulang. Selain itu, β-tricalcium phosphate juga dapat digunakan untuk penambal gigi. β- tricalcium phosphate disintesis dari prekursor kalsium dan fosfat. Sumber kalsium yang digunakan dari cangkang telur ayam dan sumber fosfatnya dari H3PO4. Sintesis β-tricalcium phosphate dilakukan dengan metode presipitasi dengan penambahan larutan NaHCO3 dan tanpa penambahan NaHCO3. Sintesis β-tricalcium phosphate dengan penambahan larutan NaHCO3 menghasilkan fase hydroxyapatite sedangkan sintesis β-tricalcium phosphate tanpa penambahan larutan NaHCO3 menghasilkan fase β-tricalcium phosphate. Untuk mengetahui karakteristik β-tricalcium phosphate yang diperoleh digunakan X-Ray Diffraction, Fourier Transform Infrared, Atomic Absorption Spectroscopy, dan Spektoskopi UV-Vis Untuk sintesis β-tricalcium phosphate tanpa penambahan larutan NaHCO3, sampel di-sintering selama 2 jam, 5 jam, 8 jam, dan (8+1,5) jam. Semakin lama waktu sintering maka β-tricalcium phosphate yang dihasilkan semakin banyak sehingga sampel yang di-sintering (8+1,5) jam menghasilkan lebih banyak β-tricalcium phosphate sebesar 88,88%. Selain itu, sintesis β-tricalcium phosphate tanpa penambahan larutan NaHCO3 yang melalui pengendapan terlebih dahulu dengan waktu sintering (8+1,5) jam menghasilkan β-tricalcium phosphate lebih banyak jika dibandingan dengan sintesis β-tricalcium phosphate tanpa pengendapan yaitu sebesar 89,77%
- …
