1,721,190 research outputs found

    Pengalaman Menjadi Pemeran Tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana para pemeran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya. Sendratari merupakan suatu drama tari tanpa dialog dengan mengambil kisah Ramayana dan Mahabharata. Pertunjukan ini ditampilkan secara kolosal yang seluruh ceritanya disuguhkan dalam bentuk gerak tari oleh para pemain pertunjukan. Pada pertunjukan sendratari tidak terdapat, hanya ada sinden yang menggambarkan jalannya cerita melalui tembang atau lagu dalam bahasa Jawa. Fokus dalam penelitian ini adalah mengenai pemain peran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya dan peran menjadi tokoh Dewi Shinta tersebut dalam memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari para pemain peran. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling, yang memiliki kriteria sedang berprofesi atau pernah berprofesi sebagai pemeran Dewi Shinta lebih dari lima tahun dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam serta menggunakan dokumen audio yaitu hasil rekaman wawancara dengan ketiga subjek. Analisis data yang dilakukan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pada akhirnya diperoleh tiga subjek yang berdomisili di Yogyakarta dan Klaten. Data didapatkan melalui wawancara secara langsung dengan setiap subjek. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ketiga subjek memaknai Shinta sebagai pedoman dalam hidup yang disesuaikan dengan kehidupan masing-masing subjek. Berperan menjadi Dewi Shinta juga memberikan perubahan sikap kepada dua dari tiga subjek penelitian. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penggalian data tambahan melalui orang terdekat guna memperoleh hasil yang lebih mendalam mengenai perubahan sikap dan karakter pada subjek. Kata kunci: sendratari; penghayatan sebagai Dewi Shinta; pemain wayan

    NILAI-NILAI KEUTAMAAN PADA TOKOH DEWI SHINTA DALAM SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari permasalahan tentang nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian adalah tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis kemudian dilakukan uji trianggulasi untuk memperoleh keabsahan data dengan melakukan cek data hasil wawancara, pengamatan, dan didukung oleh dokumen penelitian. Validitas hasil penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap pakar tari yaitu Marcus Pardiman dan penari pemeran tokoh Dewi Shinta yaitu Eny Suryani, Indah Nuraini dan Ratih Dewayani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sendratari Ramayana Prambanan pertama kali dipentaskan pada tahun 1961. Pemrakarsa Sendratari Ramayana Prambanan adalah GPH Djatikusuma. Tokoh Dewi Shinta mempunyai karakter lembut, halus, pemberani, sopan santun, patuh, tahu harga diri, setia, teguh dalam pendirian, kuat dan tabah. Nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan meliputi: 1) nilai kesetiaan, meliputi bagaimana menjaga kesetiaan terhadap suaminya 2) nilai kepatuhan, melaksanakan perintah yang telah diberikan 3) nilai kepemilikan, meliputi bagaimana menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang telah dimiliki 4) nilai kesucian, untuk mengetahui kesucian tidak hanya dengan ucapan tetapi dengan pembuktian. Dari keempat nilai tersebut dapat diimplementasikan (diterapkan) ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan dengan tokoh utama Dewi Shinta merupakan sebuah tuntunan bagi masyarakat

    KERAJINAN TENUN IKAT TRADISIONAL HOME INDUSTRY DEWI SHINTA DI DESA TROSO PECANGAAN KABUPATEN JEPARA (KAJIAN MOTIF, WARNA, DAN MAKNA SIMBOLIK)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang motif, warna, dan makna simbolik kain tenun ikat tradisional Troso home industry Dewi Shinta Di Desa Troso Pecangaan Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, hasil data dalam penelitian ini berupa kata-kata. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data yang telah diperoleh, menggunakan yaitu: 1. Ketekunan pengamatan 2. Triangulasi. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan empat alur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verfikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Motif kain tenun ikat tradisional home industry Dewi Shinta terdiri dari motif. Motif tumbuh-tumbuhan yaitu motif pucuk rebung, motif bunga sulur ringin, motif bunga angrek, motif bunga mentari, motif bunga mawar, motif bunga manggar. Motif binatang yaitu motif kuda, motif kupu-kupu, moting burung. Motif geometris yaitu motif garis kotak, motif garis lurus dan motif belah ketupat. Motif manusia. Dalam penerapan motif pada kain tenun ikat di home industry Dewi Shinta yaitu Kain tenun mesres 1, kain tenun mesres 2, kain tenun mesres 3, kain tenun lurik, kain tenun saroong goyor, kain tenun baroon doby, kain tenun SBY hujan gerimis, kain tenun pelangi 1, kain tenun pelangi 2, kain tenun etnik 1, kain tenun etnik 2. 2. Warna kain tenun ikat tradisional di home industry Dewi Shinta memiliki warna merah, merah muda, coklat, biru, biru tua, ungu, orengs, kelabu, putih, hitam, hijau dan kuning. Warna-warna ini digunakan untuk warna dasar kain dan warna motif. 3. Makna simbolik dari setiap jenis motif dan kain tenun ikat tradisional home insdustry Dewi Shinta mempunyai makna-makna simbolik yaitu sebagai suatu hasil karya atau perilaku manusia yang dituangkan dalam sebuah seni tenun

    PERANAN BANK SAMPAH DEWI SHINTA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP IBU RUMAH TANGGA RW 8, RW 9, DAN RW 11 KELURAHAN PANGGUNG KOTA TEGAL

    No full text
    Penelitian ini adalah bersifat kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu di Kelurahan Panggung Kota Tegal. Populasinya adalah ibu rumah tangga masyarakat RW 8, 9, 11 Kelurahan Panggung Kota Tegal yang berjumlah 448. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini adalah teknik Purposive Sampling dimana untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif ( Sugiyono, 2010 : 26 ). Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari populasi yang ada , karena jumlah populasi melebihi 100 yaitu 448 ibu rumah tangga. Berarti 448x20% hasilnya adalah sebanyak 90 sampel. Variabel dalam penelitian kali ini adalah pengetahuan anggota Bank Sampah Dewi Shinta terhadap Pengelolaan sampah, kegiatan yang dilaksanakan Bank Sampah Dewi Shinta dalam mendidik masyarakat, dampak yang signifikan terhadap lingkungan setelah adanya Bank Sampah . Teknik analisis yang di gunakan adalah teknik deskriptif persentase, dan juga wawancara. Hasil penelitian Pada aspek pengetahuan pemilahan dan komposting sampah mendapatkan kriteria baik dengan persentase 73,61%. Selanjutnya pada aspek kegiatan yang dilaksanakan seperti kerajinan tangan dan study banding mendapatkan kriteria baik dengan presentase 63,94%. Pada aspek dampak yang signifikan terhadap adanya bank sampah diperoleh dari hasil wawancara dan juga instrumen bahwa jumlah sampah rumah tangga masyarakat Kelurahan Panggung Kota Tegal sebagian sudah di setorkan ke Bank Sampah Dewi Shinta yang berdampak positif pada berkurangnya jumlah sampah per hari yang dihasilkan di Kota Tegal pada umumnya. Saran, Diharapkan Bank Sampah Dewi Shinta dapat lebih memberikan pelatihan tentang kerajinan tangan sehingga barang kerajinan tangan tersebut dapat lebih memiliki nilai jual yang baik. Diharapkan Bank Sampah Dewi Shinta dapat memiliki bangunan yang lebih luas sehingga dapat menampung sampah terpilah dari masyarakat ataupun anggota Bank Sampah

    Soka

    Full text link
    Dewi Shinta adalah satu tokoh dalam cerita Ramayana yang menjadi inspirasi utama pada karya tari Soka ini. Dia merupakan istri Ramawijaya yang diculik oleh Rahwana, dan dibawa ke negara Alengka. Sosok Dewi Shinta ini menginspirasi penata karena kesabaran, dan pengorbanannya, yang mampu menjaga kesuciannya hanya untuk suaminya Ramawijaya. Soka adalah penderitaan, karya ini menggambarkan perasaan Dewi Shinta saat berada di dalam cengkraman Rahwana. Koreografi tari ini merupakan koreografi garap kelompok dengan menggunakan enam penari putri dan satu penari laki-laki. Penari putri dibagi menjadi tiga kelompok, pertama yaitu satu penari sebagai tokoh utama Dewi Shinta. Lalu satu lagi sebagai Dewi Shinta saat berada dalam cengkraman Rahwana. Sedangkan keempat penari lainnya sebagai penggambaran perasaan Dewi Shinta. Secara koreografi empat penari putri ini membentuk pola srimpen, pola ini mengadopsi dari pola tari tradisi gaya Yogyakarta. Satu penari laki-laki memerankan tokoh sebagai Rahwana. Tema pada karya tari ini merupakan gejolak hati Dewi Shinta. Musik pada karya Soka ini adalah musik live dengan mengangkat unsur etnis Jawa. Properti yang digunakan yaitu tali yang dianyam dan membentuk lingkaran dan kain berwarna merah dan putih. Hal ini penata maksudkan sebagai simbol dari keterikatan Dewi Shinta atas nafsu Rahwana. Secara koreografis karya tari ini dibagi menjadi lima adegan, yaitu introduction merupakan penggambaran saat Rahwana ingin merayu dan mendekati Dewi Shinta. Berikutnya adegan kedua yaitu tentang perasaan rasa sakitnya Dewi Shinta saat tidak bisa keluar dari cengkraman Rahwana. Lalu adegan ketiga tentang perasaan amarah Dewi Shinta karena diculik dan disekap oleh Rahwana. Selanjutnya adegan keempat berisi perasaan kesedihan Dewi Shinta yang jauh dari suaminya. Dan adegan yang ke lima menceritakan tentang kekecewaan Dewi Shinta yang tidak kunjung datang menolongnya keluar dari cengkraman Rahwana

    FEMINISME DALAM PERGELARAN WAYANG KULIT PURWA TOKOH DEWI SHINTA, DEWI KUNTI, DEWI SRIKANDI

    Full text link
    This research is a qualitative research which aims to understand the real position of woman in Javanesse culture based on the story of shadow puppets (wayang kulit purwa) performance and to know the values of feminism which relevant with the a woman's life in Java. The results of this study indicate that shadow puppet purwa is a phenomenal piece of art that have stories that can be used as a metaphor for human life. The values of feminism taught in shadow puppet which is that women in puppets depicted in figure Dewi Shinta, Srikandi and Kunti are the attitude of devotion and respect for her husband both in joy and sorrow, loyal and obedient to her husband though it should be a co-wife, always maintain purity, religious, and skilled defending her husband in trouble. Those values are widely used as the teaching of women's lives in Java that uphold the values of loyalty towards her husband and patience and sincerity live and life

    Rama & Shinta

    No full text
    Dasarata, raja dari negeri Kosala bersabda pada patihnya, dengan disaksikan oleh tiga istirnya, Dewi Kausalya, Dewi Kaikeyi dan Dewi Sumitra. Maha patih menyarankan untuk memilih Pangeran Rama sebagai pengganti kerajaan Kosala karena dia dinilai sebagai pangeran yang bijaksana dan dicintai rakyatnya. Pangeran Rama dan Lesmana sedang mengikuti sayembara menarik busur panah Pusaka Istana Mantili dan berhasil memenangkannya, sehingga dia berhak untuk menikahi Sang Putri, Dewi Shinta. Prabu Dasarat bercerita pada anaknya Rama bahwa beliau telah berjanji dengan menjanjikan 2 permintaan yaitu mengangkat Barata sebagai pengganti ayahnya dan permintaan kedua bahwa Rama harus keluar dari Istana. Dalam pengembaraannya, Pangeran Rama, Dewi Shinta dan Pangeran Lesmana dengan di temani dua teman mereka tupo dan tupi, dua ekor musang yang lucu. Mereka mengembara dengan begitu banyak rintangan. Yang mereka hadapi dari Kerajaan Alengka dibawah pimpinan seorang Raksasa Pangeran Rahwana yang telah menculik Dewi Shinta. Kemudian Rama pergi ke kerajaan Kiskenda dan bercerita kepada Pangeran Sugriwa memerintahkan Panglima Perang Hanoman untuk mencari keberadaan Dewi Shinta. Pada akhir cerita Pangeran Rama meminta istrinya, Dewi Shinta untuk membuktikan kesuciannya, karena telah sekian lamanya Dewi Shinta tinggal di kerajaan Pangeran Rahwana

    PENGARUH PENETAPAN HARGA, KUALITAS PRODUK DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Kasus Pada Toko Tenun Troso Dewi Shinta)

    Full text link
    Dalam persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat seorang pemasar harus memperhatikan berbagai macam faktor yang mempengaruh1 konsumen dan mengembangkan pemahaman bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian untuk meraih keberhasilan. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian diantaranya yhltu mengenai kebudayaan, sosial, faktor pribadi dan psikologis konsumen . Sebagian besar adalah masalah yang terkadang tidak dapat dikendalikan oleh pemasar, ta.pi harus benar-benar dipertlmbangkan. Adapun masalah penelitian adalah" apakah penetapan harga kualitas produk dan lokasi dapat mempengaruhi_ keputusan pembelian" Populasi dalam penehtian 1m adalah pelanggan yang membeli produk di toko tenun torso dewi shinta. Dengan penelitian menggunakan jems kuantltat1f, yaitu pendekatan yang alat analisisnya menggunakan data yang berupa angka­ angka kemudian diolah dengan metode analisis regresi berganda. Dari analisis regresi diperoleh persamaan Y = 2,412+0,454Xl + O, 019X2 + 0,313X3. Dimana uji F menunjukkan bahwa secara bersam-sama terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga, kualitas produk, dafidokasi terhadap keputusan pembelian yang memberili produk ditoko tenurt troso dewi shmta, hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung = 27,346 > Ftabel = 2,76 dengan nilru signifikan 0,000 < 0,05 sehingga variabel independen memang layak digunakan untuk menguJi variabel dependen keputusan pembelian. Kemudian variabel keputusan pembelian (Y), harga (X1), kualitas produk (X2), lokasi daya (X3). Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa secara parsial ket1ga variabel independen yang d.Itehti berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen keputusan pembelian. Angka adjusted (R2) sebesar 0,654, yang menunjukkan bahwa 65,4% variabel keputusan pembelian dapat d1jelaskan oleh ketiga vanabel independen dan persamaan regresi. Sedangkan sisanya sebesar 34,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar ketiga vanabel yang d1gunakan dalam penelitian ini

    THE EFFECTIVENESS OF KAHOOT! AS A LEARNING MEDIA ON STUDENTS' VOCABULARY MASTERY AT THE EIGHTH GRADERS OF SMPN 1 SRENGAT BLITAR

    Full text link
    Purbaningrum, Dewi Shinta. Student’s Registered Number. 12203183204. The Effectiveness of Kahoot! as A Learning Media on Students’ Vocabulary Mastery at the Eighth Graders of SMPN 1 Srengat Blitar. Thesis. English Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Advisor: Dr. H. Muh. Basuni, M.Pd. Keywords: Vocabulary, Kahoot!, Learning Media The world has become convenient caused of human intelligence, which has made technology a partner in completing activities from all spheres of existence. The development of new methods for teaching language is one of the effects of technology’s contribution to this evolution in education. Given that students’ limited vocabulary is an important problem in language teaching, teachers can use technology to overcome this problem. As technology becomes more sophisticated, a number of app-based learning platforms have emerged. Kahoot! is one of these apps. With Kahoot!, online interactive quizzes can be created by teachers. Therefore, Kahoot! can be used as an option for teachers in dealing with students’ limited vocabulary. Based on the previously mentioned, the researcher conducted a test on eighth-grade SMPN 1 Srengat in vocabulary learning using Kahoot! as a media, to find out whether there is any effectiveness of Kahoot!. In order for the following formulation of the research problem to occur: Is there any significant difference between students’ vocabulary mastery with and without being taught by using Kahoot!? In this study, data was collected through a quantitative approach with the type of quasi-experimental research. As a research site, SMPN 1 Srengat contains nine classrooms at each grade, with the population of this research was eighth grade. In accordance with the purposive sampling technique, the researcher used two classes as samples: eighth grade G as the control class and eighth grade H as the experimental class. Every sample received a test called the vocabulary test gradually. Afterward, the researcher carried out SPSS 16.0 to analyze the outcomes of the tests.Kahoot! has a good effect on vocabulary learning, this is proven based on the results of data processing, which shows that the average post-test of the experimental class is (82.78) higher than the average of the control class (77.72). Second, the result of the independent sample t-test analysis at the 0.05 significance level shows a significance value (sig-2 tailed) of 0.024 smaller than 0.05, which means there is a significant difference in vocabulary mastery taught using and without using Kahoot! as a learning media. In other words, Kahoot! as a learning media is effective in improving students’ vocabulary

    ) Pengaruh Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan Terhadap Net Profit Margin Pada Perusahaan Keramik Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

    No full text
    Jika ekspektasi terhadap Net Profit Margin perusahaan di masa mendatang mendominasi sentimen bursa maka seringkali menjadi penyebab kenaikan harga saham di bursa. Namun jika aktual Net Profit Margin lebih rendah dari ekspektasi seringkali menyebabkan penurunan harga saham. Sebaliknya jika ekspektasi para investor di bursa didominasi oleh penurunan Net Profit Margin perusahaan maka umumnya diikuti oleh penurunan harga saham. Namun jika hal tersebut tidak terjadi maka akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang terhadap Net Profit Margin pada perusahaan keramik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengetahui pengaruh perputaran persediaan terhadap Net Profit Margin pada perusahaan keramik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan secara simultan terhadap Net Profit Margin pada perusahaan keramik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, yakni menguji dan menganalisis data dengan perhitungan angka - angka kemudian menarik kesimpulan dan pengujian tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh signifikan perputaran piutang terhadap NPM. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa apabila perputaran piutang mengalami peningkatan maka nilai NPM juga mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian ini tidak ada pengaruh signifikan perputaran persediaan terhadap NPM. Dengan hasil ini menunjukkan bahwa apabila perputaran persediaan mengalami peningkatan maka tidak akan mempengaruhi nilai dari NPM. Ada pengaruh signifikan perputaran piutang, perputaran persediaan secara simultan terhadap NPM. Dengan hasil ini menunjukkan bahwa apabila perputaran piutang dan perputaran persediaan mengalami peningkatan maka nilai NPM juga mengalami peningkatan. . Kata Kunci : ,, NP
    corecore