67 research outputs found

    KETERKAITAN UNSUR INTRINSIK, PARGMATIK DAN EKSPRESIF NASKAH DRAMA MIANG PUKAT KARYA RUSMANA DEWI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis untuk melihat keterkaitan unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Naskah drama yang digunakan berjudul Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini merupakan deskripsi keterkaitan antara unsur intrinsik yang melingkupi (Tema, alur, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa) dengan prgmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Temanya adalah realita gambaran sosial kehidupan masyarakat pedalaman yang masih memegang adat istiadat dengan kepercayaan yang mereka yakini walau hal itu salah, sehingga membawa dampak yang besar bagi kehidupan mereka. Pragmtik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi melingkupi tujuan moral, sosial, politik, agama dan kebudayaan. Sedangkan ekspresif naskah drama melingkupi latar belakang psikologi pengarang, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan latar belakang agama dari pengarang. Secara garis besar unsur intrinsik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi sangat berkaitan dengan pragmatik atau tujuan dari naskah drama itu diciptakan, begitu juga halnya kesesuainya denga ekspresif dari pengarangnya. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwasanya unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi berkaitan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis untuk melihat keterkaitan unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Naskah drama yang digunakan berjudul Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini merupakan deskripsi keterkaitan antara unsur intrinsik yang melingkupi (Tema, alur, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa) dengan prgmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi. Temanya adalah realita gambaran sosial kehidupan masyarakat pedalaman yang masih memegang adat istiadat dengan kepercayaan yang mereka yakini walau hal itu salah, sehingga membawa dampak yang besar bagi kehidupan mereka. Pragmtik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi melingkupi tujuan moral, sosial, politik, agama dan kebudayaan. Sedangkan ekspresif naskah drama melingkupi latar belakang psikologi pengarang, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan latar belakang agama dari pengarang. Secara garis besar unsur intrinsik naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi sangat berkaitan dengan pragmatik atau tujuan dari naskah drama itu diciptakan, begitu juga halnya kesesuainya denga ekspresif dari pengarangnya. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwasanya unsur intrinsik, pragmatik dan ekspresif naskah drama Miang Pukat Karya Rusmana Dewi berkaitan

    REALITAS SOSIAL CERPEN DAYANG TOREK ITU KEMBALI SILAM KARYA RUSMANA DEWI DANIMPLIKASI PADA PEMBELAJARAN BERKARAKTER

    No full text
    Fokus penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan realitas sosial cerpen Dayang Torek 1111 Kembali Silam karya Rusmana Dewi dan Implikasi pembelajaran berkarakter di sekolah. Metode penulisan makalah menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan metode Content. Teknik pengumpulan data dalam penulisan makalah ini menggunakan purposive sampling dan Studi Pustaka. Berdasarkan hasil analisis diketahui 47 data kutipan realitas sosial pada cerpen Dayang Torek Itu Kembali Silam karya Rusmana Dewi. 47 data kutipan realitas sosial tersebut meliputi interaksi sosial 17 kutipan, data sosial kebudayaan 9 kutipan, nilai dan norma sosial 10 kutipan, stratifikasi sosial 4 kutipan, status dan peran sosial 4 kutipan, dan realitas sosial perubahan sosial 3 kutipan. Berdasarkan hasil realitas sosial cerpen Dayang Torek flu Kembali Silam karya Rusmana Dewi diketahui realitas sosial yang paling dominan adalah realitas sosial interaksi sosial. Berdasarkan hasil makalah realitas sosial cerpen dapat digunakan pada pembelajaran materi cerpen pada Kurikulum 2013 di MAJSMA kelas XI dalam KD menemukan realiatas kehidupan bermasyarakat dalam sebuah cerpen. Hal ini membuktikan analisis realitas sosial cerpen Dayang Torek flu Kembali Silam karya Rusmana Dewi mampu menumbuhkan karakter positif pada pembelajaran materi cerpen di MNSMA di kota Lubuklinggau

    NILAI-NILAI HISTORIS NOVEL BABAD SRIWIJAYA KARYA FERRY IRAWAN AM (KAJIAN STRUKTURAL SEMIOTIK)

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai- nilai historis berupa realita objektif dan realita imajinatif, dengan s truktural semiotik novel Babad Sriwijaya karya Ferry Irawan AM. Pengumpulan data merujuk pada prosedur yang dikemukakan Mayring, melalui beberapa tahap, pertama membuat pertanyaan penelitian, menentukan teknik analisis, menentukan unit analisis, menganalisis materi dan menafsirkannya.Data penelitian adalah semua teks tulisan berkenaan dengan rumusan penelitian yang terdapat dalam novel. Hasil kajian nilai-nilai historis berupa realita objektif dan realita imajinatif diperoleh data, 50 judul, 20 judul memiliki nilai-nilai historis diperoleh 89 kutipan, 38 kutipan merupakan realita objektif. Kemudian nilai-nilai historis berupa realita imajinatif, dari 30 judul diperoleh 342 kutipan, ada 218 merupakan realita imajinatif. Selanjutnya semiosis nilai-nilai historis novel Babad Sriwijaya dari 50 judul, diperoleh 209 kutipan, 418 merupakan penanda semiosis yang terdiri 69 penanda realita objektif, 410 penanda realita imajinatif. Dengan rincian ikon 378, indeks 389, dan simbol 167. Berdasakan data di atas, 40% Babad Sriwijaya mengandung nilai-nilai historis berupa realita objektif, dan 60% merupakan realita imajinatif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Babad Sriwijaya merupakan novel berlatar sejarah. Kata Kunci: Nilai-nilai Historis, Novel Babad Sriwijaya, Sruktural Semiotik. Abstract The research on the novel of Babad Sriwijaya written by Ferry Irawan AM was focused on the historical values by using structural semiotic analysis. The objective of the research was to analyse historical values which were objective and imaginative reality, with qualitative research method, and content analysis technique. The data collection was done through some phases, firstly, formulating research problem (question), determining technique of analysis, determining analysis units, analysing and interpreting the material, referring to the procedure proposed by Mayring. The data were whole written texts in the novel related to formulation of the problem. Based on the analysis which included the theme, plot, setting, and characters, there were 20 titles in the objective reality out of 50 titles. Then, there were 38 objective realities out of 89 quotations. There were 30 titles in imaginative reality and 218 imaginative realities out of 342 quotations. Based on semiotic analysis on the historical values of 50 titles in the novel of 'Babad Sriwijaya", it was found that there were 209 quotations, 418 were semiotic signals consisted of 69 objective reality signals and 410 imaginative reality signals. There were 378 icons, 389 indexes, and 167 symbols. Based on the data above, 40% contained historical values of objective reality and 60% of imaginative reality. In conclusion, 'Babad Sriwijaya was historical-based novel. Keywords: Historical Value, Novel of Babad Sriwijaya, Structural Semioti

    Unsur Pembangun Naskah Drama Gentayu Ulak dalam Karya Rusmana Dewi

    No full text
    The research objective was to analyze the structure of drama manuscript of Musi Rawas folklore. The approach used was qualitative descriptive approach with library research method. The data were collected through reading technique, inventory technique and noting technique. The data were obtained from reading and coding were classified based on the object, described, organized into the report. The results presented: the conflict was when Gentayu recognized her mother was still alive and she kept meeting her, so that  Remas Samar, whose father, was angry. It becomes the main problem in drama manuscript in Musi Rawas folklore "Gentayu Ulak Dalam". The plot in the drama was straightforward. The settings were in the village, forest, Baru Hill and river. In conclusion, according to the analysis, the drama included as tragedy because the climax of the story described the sadness and death.  Keywords: Analysis, Drama Manuscript, Structural Approac

    PENINGKATAN KEMAMPUAN WAWANCARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN KELAS XI IPA 1 SMA MUHAMMADIYAH I LUBUKLINGGAU

    No full text
    The title of the research is “Improving Interview ability by Using Role-Play Method to the XI.IPA 1 students at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau. The problem of the research was “Was there improvement of interview ability of XI.IPA 1 students by using role-play method at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau? The research was classroom action research with one pre-action data collection and two cycles of action. The result in pre-action showed that there were 8 students (26.06%) passed the passing grade or got the score of 65 or more, while 22 students (73.03%) did not pass the passing grade out of 30 students. The average score was 26.06. In the first cycle, there were 16 students (53.03%) passed the passing grade, while 14 students (46.06%) did not pass, with the average score 50,83%. The improvement in this first cycle was 10.38 (20.52%). In the second cycle, the average score improved to 68.27 and the difference between the first and the second cycle was 7.31 (11.99%). In this second cycle, there were 27 students (90.00%) passed, while 3 (10.00%) did not. Based on the calculation, the difference between pre-action and second cycle scores was 17.69 (34.97%). Thus, the action hypothesis of this research was accepted that the use of roleplay method could improve the interview ability of XI.IPA 1 students at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau in the academic year of 2010/2011. It was shown by the number of students who passed or got more than 65 at the end of the researc reached 90.00%.The title of the research is “Improving Interview ability by Using Role-Play Method to the XI.IPA 1 students at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau. The problem of the research was “Was there improvement of interview ability of XI.IPA 1 students by using role-play method at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau? The research was classroom action research with one pre-action data collection and two cycles of action. The result in pre-action showed that there were 8 students (26.06%) passed the passing grade or got the score of 65 or more, while 22 students (73.03%) did not pass the passing grade out of 30 students. The average score was 26.06. In the first cycle, there were 16 students (53.03%) passed the passing grade, while 14 students (46.06%) did not pass, with the average score 50,83%. The improvement in this first cycle was 10.38 (20.52%). In the second cycle, the average score improved to 68.27 and the difference between the first and the second cycle was 7.31 (11.99%). In this second cycle, there were 27 students (90.00%) passed, while 3 (10.00%) did not. Based on the calculation, the difference between pre-action and second cycle scores was 17.69 (34.97%). Thus, the action hypothesis of this research was accepted that the use of roleplay method could improve the interview ability of XI.IPA 1 students at SMA Muhammadiyah 1 Lubuklinggau in the academic year of 2010/2011. It was shown by the number of students who passed or got more than 65 at the end of the researc reached 90.00%

    Evaluasi Sistem Lingkungan pada Pendederan Intensif Ikan Gabus Channa striata menggunakan Teknologi Akuaponik

    No full text
    Ikan gabus merupakan salah satu komoditas ikan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, baik dalam bentuk ikan segar maupun olahan. Pangsa pasar saat ini juga mulai berkembang ke arah pemanfaatan dalam bidang kesehatan. Pendederan ikan gabus dapat dilakukan secara intensif dengan padat tebar tinggi. Pendederan intensif berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan pakan buatan, dalam hal ini kebutuhan protein pakan ikan gabus sebagai ikan karnivora mencapai 38-44%. Konsekuensi dari pendederan ikan gabus secara intensif adalah buangan limbah yang dihasilkan berupa bahan organik yang berasal dari sisa pakan yang tidak termakan dan sisa metabolisme ikan gabus. Arah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini lebih mengarah pada manajemen sumberdaya budidaya berkelanjutan, dan salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah implementasi teknologi ramah lingkungan. Teknologi akuaponik merupakan teknologi pengelolaan limbah akuakultur ramah lingkungan, gabungan antara sistem akuakultur dan hidroponik yang menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu sistem produksi. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan penanganan limbah pendederan intensif ikan gabus dengan teknologi akuaponik. Tujuan umum penelitian ini adalah mengevaluasi sistem lingkungan pada pendederan intensif ikan gabus menggunakan teknologi akuaponik, yang terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) Penentuan padat tebar pada pendederan intensif ikan gabus Channa striata dengan sistem resirkulasi, 2) Evaluasi penggunaan tanaman sayur pada pendederan intensif ikan gabus C. striata dengan teknologi akuaponik, 3) Evaluasi peningkatan kapasitas tanaman selada Lactuca sativa pada pendederan intensif ikan gabus C. striata dengan teknologi akuaponik. Penelitian tahap pertama bertujuan menentukan padat tebar ikan gabus dengan sistem resirkulasi (RAS). Disain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan padat tebar yang digunakan adalah: A). 2 ekor L-1, B). 4 ekor L-1, C). 6 ekor L-1. Ikan yang digunakan adalah benih ikan gabus (Channa striata) dengan rerata bobot 1.82±0.07 g dan rerata panjang 6.07±0.10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKH, LPS, pertambahan panjang, pertambahan berat, dan biomassa tertinggi diperoleh pada kepadatan 4 ekor L-1. Limbah TAN dan nitrat menunjukkan nilai yang signifikan meningkat pada hari ke-45 dan ke-60. Dari semua perlakuan padat tebar ikan gabus yang diterapkan dalam RAS ini, terlihat bahwa kelimpahan bakteri amonifikasi, nitritasi, nitratasi dan denitrifikasi yang berperan dalam siklus N cukup tinggi. Keberadaan bakteri dalam RAS sangat penting dalam merubah nutrien menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman, yakni NH4 + dan NO3 -. Penelitian tahap kedua bertujuan mengevaluasi penggunaan berbagai jenis tanaman sayur dalam pendederan intensif ikan gabus dengan teknologi akuaponik. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yaitu penggunaan teknologi akuaponik, terdiri atas 3 perlakuan jenis tanaman sayur yaitu: selada L. sativa, caisim Brassica juncea L., dan pakcoy Brassica rapa. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Ikan yang digunakan berukuran rerata bobot 1.76±0.34 g dan rerata panjang 5.79±0.47 cm, dengan padat tebar ikan sebanyak 4 ekor L-1. Penggunaan tanaman selada pada teknologi akuaponik menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (90.67%) dan berbeda signifikan (P<0.05) dibandingan tanaman pakcoy (85.33%) dan caisim (86.33%). Demikian halnya dengan laju pertumbuhan spesifik, pertambahan panjang dan bobot mutlak antara penggunaan tanaman selada berbeda signifikan (P<0.05) dan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pakcoy dan caisim. Penggunaan tanaman selada juga menghasilkan biomassa akhir ikan gabus, retensi nitrogen dan retensi fosfor yang lebih tinggi serta konversi pakan yang lebih rendah, dan berbeda signifikan (P<0.05), daripada tanaman pakcoy dan caisim. Efisiensi penyisihan limbah TAN, nitrit dan nitrat tertinggi pada tanaman selada masing-masing sebesar 38.69%, 6.99% dan 52.07%. Biomassa akhir, retensi N dan retensi P pada tanaman tertinggi ditunjukkan pada perlakuan selada. Limbah yang dihasilkan dari pendederan intensif ikan gabus diserap oleh tanaman, dan bakteri berperan dalam siklus N yang terjadi di dalam teknologi akuaponik, sehingga terjadi keseimbangan N yang menjaga kualitas air tetap stabil selama masa pemeliharaan. Penelitian tahap ketiga bertujuan mengevaluasi kapasitas tanaman selada dalam pendederan intensif ikan gabus dengan teknologi akuaponik. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yaitu 3 perlakuan biomassa tanaman selada L. sativa, yaitu: 50 selada m-2, 100 selada m-2, dan 150 selada m-2. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Ikan yang digunakan berukuran rerata bobot 7.36±0.48 g dan rerata panjang 10.02±0.36 cm. Pada tahap ini, perlakuan 50 selada m-2 menunjukkan hasil performa ikan gabus tertinggi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil tingkat kelangsungan hidup sebesar 94.67%, laju pertumbuhan spesifik sebesar 1.87%, konversi pakan sebesar 1.92, pertambahan bobot tubuh sebesar 11.49 g, pertambahan panjang sebesar 3.34 cm, biomassa akhir sebesar 451 g. Hasil terbaik ini berkaitan dengan efisiensi penyisihan limbah (total ammonia nitrogen (TAN), nitrit, nitrat dan ortofosfat) di dalam sistem. Efisiensi penyisihan terbaik diperoleh pada kepadatan 50 selada m-2 untuk konsentrasi TAN, nitrit, nitrat dan ortofosfat masing-masing sebesar 37.80%, 12.04%, 53.66%, 52.26%. Perhitungan biomassa akhir tanaman selada, retensi N dan retensi P menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (P>0.05), namun perlakuan 50 selada m-2 menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 100 selada m-2 dan 150 selada m-2. Pengamatan terhadap kelimpahan bakteri siklus N menunjukkan bahwa bakteri amonifikasi diantara semua perlakuan terlihat sangat tinggi selama penelitian. Berdasarkan hasil dari ketiga tahap penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan padat tebar pada pendederan intensif ikan gabus sebanyak 4 ekor L-1 dan penggunaan tanaman selada sebanyak 50 tanaman m-2 merupakan keseimbangan optimal yang dapat meningkatkan produktivitas pendederan ikan gabus

    Pengaruh Suhu dan Tekanan Uap terhadap Kehilangan Minyak pada Tandan Kosong di Stasiun Perebusan di Pabrik Kelapa Sawit PTP– Nusantara IV Pulu Raja

    No full text
    The boiling procces is a very important procces that may affect proccesing of oils. Some of the things that influnced,among anothers, losses and quality of the prouced oil. Levels of losses in the empty fruit bunches are affected by several factors in the boiling process. These factors include pressure and temperature used in sterilizer. Optimum conditions in boiling systems PTPN IV Pulu Raja is at a pressure of 2,76 kg/cm2 and temperature of 1,36 o C where the resulting level of losses amounting to 1,95%. In these circumstances it can be said is perfectly ripe fruit that will produce a better and oil content of less loss.48 HalamanKertas Karya Diplom

    PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI, KOMUNIKASI, DAN TRANSPORTASI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SDN 02 Ngasem Tahun Ajaran 2012/2013)

    No full text
    The goal of this research was to improve the understanding the development of production, communication, and transportation technology concept through Cooperative Learning type Think Pair Share (Classroom Action Research at the Fourth Grade Students of SD Negeri 02 Ngasem at 2012/2013 Academic Year). The form of this research was classroom action research, it consist of two cycles that each cycle consists of two meetings. Each cycle has consist of four phases, those are action planning, action implementation, action observation, and reflection. The subjects of this research were the fourth grade of SD Negeri 02 Ngasem, at 2012/2013 academic year. Data collecting technique are interview, observation, documentation, and test. The technique of data analysis used analytical interactive model (Arikunto), it consists of three components, consist of data reduction, data display, and taking the conclucion or verification. Result of this research indicated that average value of student before action is 64,82 with a percentage of classical completeness is 35,71%. On the cycle I, the average value of student rising to 70,61 with a percentage of classical completeness is 64,29%. On the cycle II, the average value of student rising again become 73,21 with a percentage of classical completeness is 85,71%. Results of the research indicated that through Cooperative Learning type Think Pair Share can improve understanding the development of production, communication, and transportation technology concept in the fourth grade of SD Negeri 02 Ngasem, at 2012/2013 academic year. The conclusions of this research is cooperative learning type Think Pair Share can improve understanding the development of production, communication, and transportation technology concept in the fourth grade of SD Negeri 02 Ngasem, at 2012/2013 academic year. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada siswa kelas IV SDN 02 Ngasem Tahun Ajaran 2012/2013. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 02 Ngasem Tahun Ajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Arikunto) yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pada pratindakan adalah 64,82 dengan ketuntasan klasikal sebesar 35,71%. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 70,61 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 64,29%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 73,21 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 85,71%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan pemahaman konsep perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi pada siswa kelas IV SDN 02 Ngasem Tahun Ajaran 2012/2013. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan pemahaman konsep perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi pada siswa kelas IV SDN 02 Ngasem Tahun Ajaran 2012/2013. Kata Kunci: Pemahaman konsep, perkembangan teknologi, pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share

    BENTUK KEKERASAN DALAM FILM “HAN GONG JU†(ANALISIS ISI PADA FILM “HAN GONG JUâ€)

    No full text
    Film does not only provide entertainment for the audiences but also raises a realitythat exists in society. Not all films can be enjoyed by all audiences. This is becausethe scenes in the film contain elements of violence, mysticism, sex and other elements.The film of Han Gong Ju is a film adapted from an incident of rape in the Miryangarea, South Korea. This film contains elements of violence. Violence is divided intothree, namely physical, symbolic and sexual violence. The method used in this studyis descriptive content analysis. The results in this study are the existence of elementsof violence both physical, symbolic and sexual violence. The violence is notindividual, but collectively.Keyword: film, han gong ju, violences, content analysi

    PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI, KOMUNIKASI, DAN TRANSPORTASI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

    No full text
    Abstract: The goal of this research was to improve the understanding the development of production, communication, and transportation technology concept through Cooperative Learning type Think Pair Share at the Fourth Grade Students of SD Negeri 02 Ngasem. The form of this research was classroom action research, it consist of two cycles that each cycle consists of two meetings. Each cycle has consist of four phases, those are action planning, action implementation, action observation, and reflection. Data collecting technique are interview, observation, documentation, and test. The technique of data analysis used analytical interactive model, it consists of three components, consist of data reduction, data display, and taking the conclucion (verification). The conclusion from the research is applying Think Pair Share methods can improve understanding the development of technology concept. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada siswa kelas IV SDN 02 Ngasem. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif  yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi).  Kesimpulannya adalah penerapan Think Pair Share dapat meningkatkan pemahaman konsep perkembangan teknologi
    corecore