87 research outputs found

    KOMUNIKASI HUMAS DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DI PENGADILAN AGAMA PEKANBARU (STUDI PADA ADMINISTRASI DAN MEDIASI KASUS PERCERAIAN).

    No full text
    ABSTRAK Nama : Devi Sundari Jurusan : Ilmu Komunikasi Judul : Komunikasi Humas dalam Meningkatkan Pelayanan Informasi Publik di Pengadilan Agama Pekanbaru (Studi pada Administrasi dan Mediasi Kasus Perceraian). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan komunikasi yang dilakukan Humas Pengadilan Agama Pekanbaru dalam memberikan pelayanan informasi terutama pada kasus perceraian kurang optimal dan terdapat kendala. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi Humas dalam meningkatkan pelayanan informasi pada kasus perceraian di Pengadilan Agama Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori program humas menurut Widjaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh kegiatan komunikasi Humas Pengadilan Agama Pekanbaru dalam memberikan pelayanan informasi terutama pada kasus perceraian meningkat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan dengan memberikan pelayanan komunikasi secara langsung (melalui meja informasi dan pengaduan), pelayanan tidak langsung (melalui website dan aplikasi berbasis smartphone yaitu Sigrasi PA Pekanbaru), menjalin hubungan kerjasama dengan media yaitu Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Indra Pekanbaru, dan wartawan Koran Riau Pos, serta melakukan pendokumentasian menggunakan alat dokumentasi berupa kamera, buku arsip, dan banner. Kata kunci: Komunikasi Humas, Pelayanan dan Informasi Publi

    The Jalakeli Project: Women's Oral Histories: On the House of Ngangbam

    No full text
    <p>Sundari Ngangbam, a member of the Choir of the Royal Daughters, reminisces about her father, singer Ngangbam Nimai, Manipur's first recording artist, and her family, the House of Ngangbam to which Maharani Dhanamanjuri Devi belonged. </p&gt

    The Effect of Quality of Nursing Service to Patients Satisfaction Level in Hospitality of Partial Reliance and Total Hospital of Sundari General Hospital

    No full text
    The quality of health services is one of the basic needs that everyone needs. The low quality of nursing services is in line with the low level of patient satisfaction so it is necessary to improve the quality of nursing services in order to increase patient satisfaction. This study aims to determine the effect of the quality of nursing services of the level satisfaction of partial and total dependence inpatient midwifery in Sundari General Hospital in 2020. The type of research is a descriptive-analytic survey with cross-sectional research. The population in the study were all partial and total dependence inpatient midwifery RSU Sundari Medan and the sample of 72 people. Methods of data analysis by means of univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis with multiple logistic regression tests. The results of the study statistically showed safety, hygiene of body care, comfort, and anxiety affect the level satisfaction of partial and total dependence inpatient midwifery (p <0.05). The results of multiple logistic regression tests found variables that the most influence patient satisfaction is safety and comfort. Safety is the most dominant factor in influencing patient satisfaction. It can be concluded that there is an effect of safety, hygiene of body care, comfort, and anxiety of the level satisfaction of partial and total dependence inpatient midwifery. Suggested by the hospital, it is necessary to increased training in safety during postnatal care through providing actions to patients so that safety measures provide satisfaction. Training needs to be provided to provide relaxation techniques that are appropriate for nursing instructions so feel comfortable

    Application of Vidhana Tantrayukti in the Sequencing of Chapters in Nidanasthana of Ashtanga Hridaya: A Comparative Study with Mula Samhita and Sarvanga Sundari (SS) with Critically Edited Vakyapradeepika (VP) Commentary

    No full text
    Background: Tantrayukti are methodological tools employed in classical Ayurveda to reveal the intent of the author and the underlying structure of the text. Among them, Vidhana explains the sequential arrangement of topics and the rationale behind their narration. Ashtanga Hridaya Nidanasthana comprises sixteen chapters, whose order reflects the Sutrakara’s deliberate structuring. The commentary Vakyapradeepika by Acharya Parameshwara further elaborates these reasons. Objective: To analyze the application of Vidhana Tantrayukti to the chapters of Nidanasthana of Ashtanga Hridaya and to compare the reasoning provided in the Sarvanga Sundari of Arunadatta with Vakyapradeepika commentary and even with Mula Samhita. Methods: A chapter-wise textual analysis was conducted. For each chapter of the Nidanasthana, the sequencing rationale (Vidhana) was extracted from both the Mula text and the commentaries named Sarvanga Sundari (SS) and Vakyapradeepika (VP). These were compared systematically to identify concordance, divergence, and complementary perspectives. Results: The Mula Samhita and Sarvanga Sundari Commentary predominantly bases sequencing on clinical-pathological logic, highlighting disease progression, etiological links, and symptomatic continuity. Vakyapradeepika, on the other hand, emphasizes pedagogical clarity, semantic precision, and Doshic grouping. In most chapters, both sources showed concordance, while in some cases complementary reasoning was observed. Conclusion: The study demonstrates that Vidhana Tantrayukti functions both as a clinical guide and as an interpretive tool. Comparative analysis with Vakyapradeepika enriches understanding of the author’s intention and the pedagogical design of Nidanasthana, affirming the necessity of Tantrayukti for faithful study and application of Ayurvedic texts

    Penerapan Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan Media Manipulatif dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas V SDN 4 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2015/2016

    No full text
    Abstract: The Application of Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Using Manipulative Media in Improving Mathematics Learning for the Fifth Grade Students of SD Negeri 4 Tamanwinangun. The objectives of this research is to improve the learning process and learning outcomes of Mathematics learning about fraction. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were 23 students of the fifth grade of SD Negeri 4 Tamanwinangun in the academic year of 2015/2016. Validity of data in this research was analyzed using triangulation of sources and triangulation of technique. Techniques of collecting data were test and non-test. Source of data were derived from students, teacher, researcher and classmates. The result of this research is the application of AIR model using manipulative media can improve Mathematics learning about fraction with minimum completeness criteria of more than 70. It was proved by the increase of learning process and learning outcomes in every cycle. Keywords: Auditory Intellectually Repetition, manipulative media, Mathematics Abstrak: Penerapan  Model Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dengan Media Manipulatif dalam Peningkatan Pembelajaran Pada Siswa Kelas V SDN 4 Tamanwinangun.  Tujuan  penelitian  ini  yaitu untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar Matematika materi operasi hitung pecahan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek  penelitian  ini  adalah  siswa  kelas  V SDN  4 Tamanwinangun tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah  23  siswa.  Validasi data menggunakan teknik triangulasi yang berupa triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan non tes. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari siswa, guru, peneliti, dan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan media manipulatif dapat meningkatkan pembelajaran Matematika tentang operasi hitung pecahan dengan KKM ≥ 70. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan proses dan hasil pada tiap siklusnya. Kata kunci: Auditory Intellectually Repetition, media manipulatif, Matematik

    Hak Ahli Waris terhadap Warisan yang Diwasiatkan Secara Lisan pada Masyarakat Batak Toba (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 428 PK/PDT/2009)

    No full text
    Hukum adat Batak Toba mengatur tentang proses penerusan hak dan kewajiban dari pewaris kepada ahli waris atau yang disebut dengan hukum waris adat Batak Toba. Masyarakat adat Batak Toba menganut sistem kekerabatan patrilineal, sehingga hukum waris adat Batak Toba hanya mengakui anak laki-laki sebagai ahli waris. Hal ini dikarenakan anak laki-laki sebagai penerus marga dan memiliki beban tanggung jawab lebih besar dari pada anak perempuan, yaitu anak laki-laki bertanggung jawab pada adik-adiknya hingga mereka menikah dan bertanggung jawab untuk merawat orang tuanya sampai orang tua meninggal dunia. Oleh karena itu rumah peninggalan orang tua hanya diberikan pada anak laki-laki yang merawat orang tuanya. Apabila tidak memiliki anak laki-laki maka warisan akan jatuh pada keluarga ayah, anak perempuan bukanlah ahli waris meskipun ia anak kandung dan tidak memiliki saudara laki-laki, karena anak perempuan setelah menikah maka ia akan mengikuti marga suaminya. Menurut hukum adat Batak Toba, warisan dapat diberikan pada saat pewaris masih hidup atau setelah pewaris meninggal dunia. Warisan yang diberikan pada saat pewaris masih hidup disebut dengan wasiat. Wasiat dapat dilakukan secara lisan atau tertulis, sepanjang dilakukan secara adat Batak Toba yaitu dilakukan secara terang dan tunai dengan disaksikan oleh Dalihan Na Tolu maka wasiat lisan atau tertulis memiliki kekuatan yang sama menurut hukum adat Batak Toba. Permasalahan yang dibahas adalah Bagaimana kekuatan hukum wasiat secara lisan menurut hukum adat Batak Toba, Bagaimana hak dan kedudukan ahli waris terhadap warisan yang diwasiatkan secara lisan menurut hukum adat Batak Toba, dan Bagaimana pertimbangan hukum hakim pada Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 428 PK/ Pdt / 2009. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu penelitian hukum kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kekuatan hukum wasiat secara lisan menurut hukum adat Batak Toba adalah sah sepanjang diutarakan dan disaksikan di hadapan Dalihan Na Tolu. Hak dan kedudukan ahli waris terhadap warisan yang diwasiatkan secara lisan pada hukum adat Batak Toba adalah anak laki-laki sebagai ahli waris berhak atas harta peninggalan orang tuanya dan wasiat lisan yang diberikan pewaris kepada ahli waris dapat berlaku apabila dilakukan sesuai dengan hukum adat Batak Toba dan tidak ada pihak yang membantahnya. Apabila ada yang mampu membantah wasiat lisan tersebut dengan bukti otentik, maka secara hukum wasiat lisan tersebut akan gugur karena tidak memiliki bukti otentik. Pertimbangan hukum hakim pada Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 428 PK/ Pdt / 2009 adalah hakim berpatokan pada hukum perdata murni dengan melihat bukti otentik sebagai alat bukti yang sah dan menganggap bahwa pernyataan dari tetua adat bukan merupakan alat bukti.123 HalamanTesis Magiste

    Adjunctive treatment with oral AKL1, a botanical nutraceutical, in chronic obstructive pulmonary disease

    No full text
    Claire Brockwell,1 Sundari Ampikaipakan,1,2 Darren W Sexton,1 David Price,3,4 Daryl Freeman,5 Mike Thomas,6 Muzammil Ali,4 Andrew M Wilson1,21Norwich Medical School, University of East Anglia, Norwich, UK; 2Norfolk and Norwich University Hospital Foundation Trust, Norwich, UK; 3Academic Primary Care, University of Aberdeen, Aberdeen, UK; 4Research in Real Life, Cambridge, UK; 5Mundesley Medical Centre, Mundesley, Norwich, UK; 6Primary Care Research, Aldermoor Health Centre, University of Southampton, Southampton, UKPurpose: The objective of this pilot trial was to evaluate the safety and efficacy of AKL1, a patented botanical formulation containing extracts of Picrorhiza kurroa, Ginkgo biloba, and Zingiber officinale, as add-on therapy for patients with chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and chronic cough.Patients and methods: This randomized, double-blind, placebo-controlled trial enrolled male and female patients >18 years old with COPD and Leicester Cough Questionnaire (LCQ) score of <18. The 10-week study period comprised a 2-week single-blind placebo run-in period followed by add-on treatment with AKL1 or placebo twice daily for 8 weeks. The primary study endpoint was the change from week 0 to week 8 in cough-related health status, as assessed by the LCQ.Results: Of 33 patients enrolled, 20 were randomized to AKL1 and 13 to placebo. Patients included 19 (58%) men and 14 (42%) women of mean (standard deviation [SD]) age of 67 (9.4) years; 15 (45%) patients were smokers and 16 (49%) were ex-smokers. The mean (SD) change from baseline in LCQ score at 8 weeks was 2.3 (4.9) in the AKL1 group and 0.6 (3.7) in the placebo group, with mean difference in change of 1.8 (95% confidence interval: –1.5 to 5.1; P=0.28). The St George's Respiratory Questionnaire score improved substantially in the AKL1 treatment group by a mean (SD) of –7.7 (11.7) versus worsening in the placebo group (+1.5 [9.3]), with mean difference in change of –9.2 (95% confidence interval: –19.0 to 0.6; P=0.064). There were no significant differences between treatment groups in change from baseline to week 8 in other patient-reported measures, lung function, or the 6-minute walk distance.Conclusion: Further study is needed with a larger patient population and over a longer duration to better assess the effects of add-on therapy with AKL1 in COPD.Keywords: Leicester Cough Questionnaire, anti-inflammatory, Picrorhiza kurroa, Ginkgo biloba, Zingiber officinal

    MODEL SNOWBALL THROWING SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah sebagai bidang studi yangmengandung nilai-nilai moral, kesejarahan, dan kemasyarakatan perludiperkenalkan dan diajarkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif danproses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauanpustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denganmenggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasilbelajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), selain itu dapat mengarahkan siswamenjadi aktif, melatih kerjasama dan bertanggung jawab dalam kelompoksehingga dapat membangun rasa percaya diri siswa serta memotivasi siswa dalampembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model SnowballThrowing dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar IlmuPengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar
    corecore