51 research outputs found
SOCIAL CLIMBER DI INSTAGRAM : SELF-FRAMING DENGAN MEDIA BARU SEBAGAI ALAT (STUDI KASUS : MASYARAKAT BENGKULU, BENGKULU)
Perkembangan zaman yang semakin modern mempercepat arus globalisasi dan turut mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Saat ini, semakin banyak orang yang berkomunikasi berdasarkan pengaruh dan kelas sosial. Fenomena berupa usaha tertentu yang dilakukan untuk bisa mendapatkan “tiket” yang membawa mereka ke tingkatan yang dianggap ideal atau seringkali disebut “social climbing”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bagaimana Instagram menjadi alat aktualisasi diri untuk mendapatkan pengakuan atas status sosial yang lebih tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dan literatur lain. Hasil dari penelitian ini, menjelaskan alasan kenapa mereka memilih menggunakan media Instagram. Serta bagaimana para social climber di Bengkulu membingkai diri mereka dengan suatu realitas tertentu sesuai dengan apa yang mereka inginkan termasuk motif mereka melakukan hal tersebut. Social climber muncul sejalan dengan tuntutan lingkungan pergaulan seseorang, apa yang orang lain miliki, kemana orang tersebut pergi dan bagaimana orang-orang menghabiskan waktu menjadi fokus orientasi hidup kaum muda terhadap kaum muda yang lain saat ini. Penggunaan media sosial dengan kurang proporsional yang terkadang mencerminkan hal yang berbanding jauh dengan kenyataan yang ada.Perkembangan zaman yang semakin modern mempercepat arus globalisasi dan turut mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Saat ini, semakin banyak orang yang berkomunikasi berdasarkan pengaruh dan kelas sosial. Fenomena berupa usaha tertentu yang dilakukan untuk bisa mendapatkan “tiket” yang membawa mereka ke tingkatan yang dianggap ideal atau seringkali disebut “social climbing”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bagaimana Instagram menjadi alat aktualisasi diri untuk mendapatkan pengakuan atas status sosial yang lebih tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dan literatur lain. Hasil dari penelitian ini, menjelaskan alasan kenapa mereka memilih menggunakan media Instagram. Serta bagaimana para social climber di Bengkulu membingkai diri mereka dengan suatu realitas tertentu sesuai dengan apa yang mereka inginkan termasuk motif mereka melakukan hal tersebut. Social climber muncul sejalan dengan tuntutan lingkungan pergaulan seseorang, apa yang orang lain miliki, kemana orang tersebut pergi dan bagaimana orang-orang menghabiskan waktu menjadi fokus orientasi hidup kaum muda terhadap kaum muda yang lain saat ini. Penggunaan media sosial dengan kurang proporsional yang terkadang mencerminkan hal yang berbanding jauh dengan kenyataan yang ada
PENGARUH PELATIHAN, KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PETCO PRATAMA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pelatihan, kompensasi, motivasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Responden penelitian ini terdiri dari 80 orang karyawan PT Petco Pratama Semarang. Data penelitian ini didapat dari hasil penyebaran kuesioner, dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Model persamaan tersebut diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS for wondows versi 16. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pada hasil penelitian ini motivasi adalah variabel yang memberikan pengaruh terbesar terhadap kinerja karyawan. Faktor pemicu motivasi yaitu bekerja di PT Petco Pratama Semarang dapat memiliki kesempatan untuk berkarir sehingga karyawan terdorong untuk memiliki kinerja yang baik. Dengan adanya motivasi dalam bekerja maka karyawan akan bekerja secara optimal dan akan meningkatkan hasil kinerja tersebut
STRATEGI CYBER PUBLIC RELATIONS POLDA JAWA TIMUR DALAM MENANGGULANGI UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) DI MEDIA SOSIAL
Penelitian ini berfokus pada “Strategi Cyber Public Relations dalam
menanggulangi Ujaran Kebencian (Hate Speech) di Media Sosial”. Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh seiring semakin banyaknya ujaran kebencian yang
terjadi di dunia maya, diperlukan adanya suatu tindakan dari aparat dan
penegak hukum khususnya kepolisian untuk menanggulangi hal tersebut.
Salah satu langkah inovatif yang sudah dilakukan POLRI yang dalam hal ini
dipelopori oleh Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur
adalah dengan membentuk cyber troops sebagai komponen pendukung dalam
pengelolaan media sosial untuk menghadapi dan meng-counter seranganserangan
opini negatif yang terbentuk di masyarakat yang nantinya
dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya harmonisasi kehidupan sosial. Di
tengah era komunikasi dan pertukaran informasi yang serba digital,
pemanfaatan media komunikasi online dalam proses public relations menjadi
hal mutlak yang harus dilakukan. Dalam menerapkan cyber public relations
yang baik, diperlukan strategi yang tepat pula yang dinilai efektif dan efisien
yang dapat menjadi kunci dalam mensukseskan program-program yang
berkaitan dengan pengelolaan opini di dunia maya, termasuk mengenai ujaran
kebencian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan uraian
terperinci terkait dengan strategi cyber public relations yang digunakan oleh
Polda Jawa Timur dalam konteks ilmu komunikasi khususnya cyber public
relations dalam menanggulangi ujaran kebencian (hate speech) di media
sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan dari penelitian ini adalah Humas
Polda Jatim dalam menanggulangi ujaran kebencian menggunakan empat
proses public relations dari Cutlip yang terdiri dari Pencarian Fakta,
Perencanaan, Komunikasi dan Evaluasi
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TUANG DAN TEBAL CELAH ANTAR ROLL TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO LOGAM ALUMINIUM PROSES STRIP CASTING
Penelitian ini dilakukan untuk menguji kekerasan serta struktur mikro pada
plat lembaran aluminium yang dihasilkan oleh mesin strip casting. Strip casting
adalah suatu proses pengecoran yang menggabungkan pengerolan dan
pengecoran dalam satu proses. Prinsip kerja dari mesin strip casting adalah
pengerolan logam pada celah antar dua rol pada saat logam tersebut dalam
keadaan semisolid. Pada bagian dalam rol terdapat pendingin berupa air yang
berfungsi untuk mempercepat pendinginan logam dan mencegah keausan rol.
Parameter yang mempengaruhi kekerasan dan struktur mikro plat lembaran
hasil strip casting yaitu kecepatan putar rol, jarak antar rol, dan temperatur
tuang.
Parameter dari penelitian ini yaitu temperatur tuang dan tebal celah antar
rol. Temperatur tuang divariasi yaitu 800 °C, 750 °C, 700 °C, 650 °C. Sedangkan
tebal celah antar rol divariasi mulai dari tebal 1 mm, 2mm, dan 3mm. Bahan yang
digunakan berupa alumunium dari kaleng minuman bekas, dengan komposisi
paduan utamanya yaitu magnesium.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya jarak celah antar
roll maka kekerasan dari plat semakin menurun dan struktur mikro yang
dihasilkan berupa struktur dendritik. Variasi perubahan temperature tuang untuk
setiap variasi tebal celah antar rol tidak terjadi perubahan yang signifikan baik
dalam bentuk struktur mikro maupun kekerasannya
MODEL KAPITASI BERDASARKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM SISTEM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KOTA PADANG
Abstrak
Judul
Model Kapitasi berdasarkan Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Padang
Penulis
Febrian1, Syukri Lukman2, Hardisman3 ,Suhairi4
Tarif kapitasi pelayanan kesehatan gigi bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di era JKN selalu menjadi pertanyaan bagi dokter gigi di Indonesia. Apakah biaya kapitasi yang ditetapkan pemerintah tepat? Penelitian ini mencoba mengkaji berapa nilai kapitasi pelayanan kesehatan gigi di FKTP yang sebenarnya dan apa yang mempengaruhinya dan seberapa besar pengaruhnya.
Nilai Kapitasi sangat di tentukan oleh nilai utilisasi dan nilai unit cost pelayanan. Penilaian bersifat subyektif dilakukan untuk mencari faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan yang bersifat obyektif dilakukan untuk menghitung nilai unit cost pelayanan dan nilai utilisasi pelayanan. Untuk menilai faktor yang paling mempengaruhi pelayanan dilakukan penelitian crossectional, dengan sampel pasien yang berkunjung di FKTP dengan variabel dependen adalah pemanfaatan pelayanan dan variabel independennya jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan, penghasilan, kebutuhan perawatan, kebiasaan merokok, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, akses pelayanan dan struktur pelayanan. Menghitung unit cost pelayanan dilakukan dengan metoda activity base costing dan untuk menghitung nilai utilisasi diambil dari data sekunder di FKTP. Penelitian di lakukan di dua puskesmas dan dua klinik pratama yang mewakili FKTP di kota Padang.
Hasil penelitian didapat variabel penghasilan menjadi faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas dan variabel akses menjadi faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan di klinik pratama. Unit cost pelayanan kesehatan gigi puskesmas di dapat Rp97.686,98/pelayanan dan klinik pratama Rp74.133,45/pelayanan. Nilai utilisasi untuk puskesmas adalah 0,1318 dan klinik pratama adalah 0,275. Nilai kapitasi untuk puskesmas adalah Rp1047,26/peserta dan untuk klinik pratama adalah Rp1680,79/peserta . Hasil regresi logistik di dapat model linear pemamfatan Y=0,065+0,951X untuk puskesmas dan Y=0,318+1,082X untuk klinik pratama. Model linear pemanfaatan apabila dihubungkan dengan nilai unit cost dan nilai utilisasi didapat nilai estimasi kapitasi untuk puskesmas sebesar Rp529,13 – Rp8.270,83 dan nilai estimasi kapitasi untuk klinik pratama sebesar Rp1.964,52 – Rp8.648,85. Dari nilai estimasi diketahui pola kenaikan kapitasi puskesmas dan klinik pratama, yang hasilnya 1 kali kenaikan nilai kapitasi di klinik pratama sama dengan 4,3 kali kenaikan kapitasi puskesmas.
Kesimpulannya adalah nilai kapitasi hasil penelitian berada dibawah penetapan permenkes nomor 59 tahun 2014 diawal JKN, dan diatas nilai kapitasi yang ditetapkan oleh pemenkes nomor 12 tahun 2016. Kenaikan nilai ini sangat sejalan dengan meningkatnya jumlah peserta JKN dan meningkatnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas yang disebabkan faktor penghasilan dan di klinik pratama yang disebabkan oleh faktor akses.
1. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas
2. Fakultas Ekonomi Universitas Andalas
3. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
4. Fakultas Ekonomi Universitas Andalas
Abstract
Tittle
Capitation Model Based on Factors Affecting the Utilization of Dental Health Services at The First-Degree Healthcare Facilities in National Health Insurance System in Padang
Author
Febrian1, Syukri Lukman2, Hardisman3 ,Suhairi4
The dental health service capitation rate for first-Degree healthcare facilities (FKTP) in JKN era is always a question for dentists in Indonesia. Are the capitation cost set by the government appropriate? This study tries to evaluate how much the capitation value of dental health services in FKTP , what influenced it and how much it’s influence.
The value of capitation was determined by the value of utilization and the value of unit cost of service. The subjective assessment was conducted to find the most influencing factor of the utilization at dental health services and objective assessment was done to assesed the value of unit cost of service and the value of service utilization. A cross-sectional study was used to assessed the most influencing factors of dental health services, the sample was the patient in FKTP with the service utilization as dependent variable and gender, age, marital status, education, income, care needs, smoking habit, Infrastructure, human resources, service access and service structure as independent variable.Unit cost of service was assesed by activity base costing method and utilization value was obtained from secondary data in FKTP. This study was conducted in two public health center (puskesmas) and two pratama clinics that represent the FKTP in Padang.
The results showed that income was the factor that have most influence the utilization of dental health service at puskesmas and access have most influence to utilization in the pratama clinic. Unit cost of dental health service of puskesmas was Rp97.686,98 / service and Rp74.133,45 / service for pratama clinic. The utilization value for puskesmas was 0.1318 and pratama clinic was 0.275. The capitation value for puskesmas was Rp1047.26 / participant and pratama clinic was Rp1680,79 / participant. The logistic regression result in the linear modeling of Y = 0,065 + 0,951X for the puskesmas and Y = 0,318 + 1,082X for the pratama clinic. The linear model of utilization when associated with unit cost and utilization values resulted in capitation value for puskesmas was Rp529,13 - Rp8,270,83 and capitation value for pratama clinic was Rp1,964,52 - Rp8,648,85. The increase pattern of capitation of puskesmas and pratama clinic can be known by the estimated capitation value , that is 1 time the capitation value increase in clinic pratama equal to 4.3 times the capitation increase of puskesmas.
The conclusios of this study was the capitation value is lower than Permenkes number 59 year 2014 at the beginning of JKN, and higher than the capitation value set by Permenkes number 12 year 2016. The increase of capitation value is equal to the increasing number of JKN participants and the increasing of the utilization of dental health service in the puskesmas was caused by income factors and in pratama clinics was caused by access factors.
1. Faculty of Dentistry Andalas University
2. Faculty of Economics Andalas University
3. Faculty of Medicine Andalas University
4. Faculty of Economics Andalas Universit
ANALISIS PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP NIAT MENGURANGI SAMPAH PLASTIK MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN METODE PLS-SEM (STUDI KASUS: KOTA MALANG)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected]
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 202
Sexuality of Women Characters in Ayu Utamis Saman and D.H Lawrences Lady Chatterley's Lover
Sexuality is the most secret and intimate feature of human life, or the others hand sexuality something related to sexual organ which is one of the things that human necessary in life, different from sex; division two gender human determined are biologically like penis and vagina or something giving from god that surely an absolute thing. This research discussed and focused of the sexuality of women in Ayu Utami’s Saman and D. H. Lawrence’s Lady Chatterley’s Lover. This research has two problems: (1) the treatment of women characters to their own body (2) the way the women communicate their desire to the others.
To analyze and answer that research question, the researcher used theory by Kate Millet about patriarchy politicize the sex in whole human aspect and Helene Cixous about women should write to get their rights and liberate from the suffering. This research used literary criticism design with the mimetic approach and used comparative literature as the method to compare the data that the researcher find in Saman and Lady Chatterley’s Lovers about sexuality of women.
As the result, the researcher got three points of this research. First, the women characters in Saman too radical than those in Lady Chatterley’s Lover, either the treatment those did to their body or communicate their desire to the others. Second, the exploration of the women characters body in Lady Chatterley’s Lover did by man, or the other hand man still the controller of that exploration, than in Saman, women characters have own rights to did whatever they want to their body and men has not chance to do that. Third, describing of women characters in both novels especially in sexuality definitely different, the differences of sex of the author is the biggest cause.
The conclusion of this research is the women characters in both novels very different especially in sexuality, that impact from the different of the author and of course the different point of view about woman, which Saman made by Ayu Utami (woman) and Lady Chatterley’s Lover by D.H Lawrence (Man). And for the further researcher who interest about it can find another object which related to women and sexuality, such as in Ads or Film
Food Production Department at Nusa Dua Beach Hotel & Spa
The goal of this training program is to intensify the skill of the student in food
production, especially in kitchen & pastry department. Training program is beginning at
January 3rd, 2020 through March 31st, 2020. The program is very important for the author
because author will learn about the real situation at the hotel industry also get many
experiences such as handling guest complaint, work with team, set up breakfast/dinner
and solving problem. This report is written as partial fulfillment in the course curriculum
and hopefully can give a detail information about what activities are performed or how
the real industry works for the readers. Some problems that could be happen during the
training program such as over working day and different language accent of local people.
However, such problems can be done by talk to training supervisor and learning local
language day by day. More about the report, it contains the details of standard operating
procedure (SOP), Organizational structure, how to solve problem and workflow during
the training. The document depicts all the details about the activities done during the
training from January 3rd, 2020 to March 31st, 2020. This information can be reference or
comparison for other training program or course curriculum in the campus
Perceptions about how racism contributes to the development of borderline personality disorder
Due to the high risk and subjective pain associated with borderline personality disorder (BPD), it is important to understand the contributing factors to this disorder in order to mitigate the effects of these factors and treat BPD effectively. Research around the contribution of racism to different mental health disorders has been growing, but to date, no research has examined the effects of racism on the development of BPD. The present study seeks to address this by using Linehan’s (1993) biosocial theory as the theoretical framework. Eleven adult participants who self-identified as people of color and who met the study’s criteria for BPD completed open-ended surveys that inquired about participants’ experiences with emotional vulnerability, environmental invalidation, racism, and borderline personality disorder. Using an exploratory grounded theory approach, two researchers analyzed each of these responses together and co-developed a codebook of axial codes based on chunks of relevant data, or open codes, found within the responses. Once the axial codes were determined, they were grouped into five themes derived from the axial codes. The five themes derived from the data were: emotional vulnerability, invalidation, experiences of racism, consequences of racism, and positive outcomes. Notably, all eleven respondents endorsed experiences within these themes, with the variation among axial codes illuminating the different ways in which racism seems to contribute to the development of BPD. The responses analyzed in this study suggest that racism can be invalidating in several ways. The study provided insight into how different aspects of emotional vulnerability interact with racism and may lead to the development of several BPD symptoms. Though this study is a beginning step in finding empirical support for the theoretical idea that racism contributes to the development of BPD, the qualitative data found in this study suggests associations between different factors within these variables. The suggestion of these associations can provide direction for future research that aims to further understand the association among emotional vulnerability, racism, and BPD, which can eventually inform treatment that addresses and mitigates the effects of racism among people diagnosed with BPD.Psy.D.Includes bibliographical reference
- …
