37 research outputs found
Lakon Paseban Sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Sholeh Adi Pramono
Wayang minangka salah sawijine kabudayan Jawa kang dadi warisan kabudayan Indonesia kang kudu dijaga lan dilestarekake. Wayang Topeng Gagrag Malang yaiku salah sawijine wujud karya seni kang njerone kinandhut maneka warna ajaran lan nilai-nilai kang adiluhung, saengga bisa didadekake tuladha kanggo urip bebrayan. Kanggo luwih mangerteni kanthi jero lan cetha ngenani seni Wayang Topeng, panaliten iki ngrembug ngenani Lakon Paseban sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Sholeh Adi Pramono. Kanggo luwih mangerteni kanthi jero lan cetha ngenani seni Wayang Topeng, panaliten iki ngrembug ngenani Lakon Paseban sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Sholeh Adi Pramono. Underaning panliten yaiku: (1) Kepriye Sejarah Wayang Topeng Gagrag Malang?, (2) Kepriye Struktur lakon “Paseban” sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, (3) Nilai-nilai apa wae kang kinandhut ing lakon “Paseban” sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, (4) Kepriye Fungsi Gebyar Wayang Topeng Gagrag Malang kanthi lakon “Paseban” Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, lan (5) Apa wae kang dadi unsur panyengkuyung gebyar Wayang Topeng Gagrag Malang?. Selaras karo tujuwan panalitene, panaliten iki mujudake panliten deskriptif kualitatif. Objek panaliten iki yaiku “Lakon Paseban Sajrone Wayang Topeng”. Sumber dhata panaliten iki ana loro, yaiku (1) sumber dhata pokok yaiku naskah pedhalangan lan (2) sumber data tambahan yaiku katrangan tambahan sajrone panaliten. Saka panaliten iki bisa didudut limang bab kang slaras karo underaning panaliten. Dudutan kapisan ngenani sinopsis teks carita Wayang Topeng lakon Paseban, struktur carita sajrone carita Wayang Topeng lakon Paseban, nilai carita sajrone carita Wayang Topeng lakon Paseban, lan fungsi carita sajrone carita Wayang Topeng lakon Paseban. Dudutan kaping pindho yaiku bab analisis struktur gebyar Wayang Topeng lakon Paseban nggunakake alur maju. Ing carita iki nyritakake pangurbanane para raja Kanjuruhan lan Turyanpada amrih Negara kang dipimpin bisa tentrem. Dudutan kaping telu yaiku ngenani nilai moral kang bisa dadi tuladhan ing bebrayan. Dudutan kaping papat yaiku fungsi gebyar Wayang Topeng kanthi lakon Paseban iki bisa ningkatake solidaritas masyarakat panyengkuyunge. Dudutan ing pungkasan yaiku unsur-unsur panyengkuyung gebyar wayang Topeng kang dadi sampurnane pagelaran kasebut.
Abstrak
Wayang merupakan salah satu budaya Jawa yang menjadi warisan kebudayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Wayang Topeng Gaya Malang adalah salah satu wujud karya seni yang didalamnya mengandung berbagai macam ajaran dan nilai-nilai luhur, sehingga bisa dijadikan contoh untuk hidup bermasyarakat. Untuk lebih mengerti secara mendalam mengenai seni Wayang Topeng, penelitian ini membahas tentang Lakon Paseban sajrone Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Sholeh Adi Pramono.Rumusan masalah yang disajikan, yaitu: (1) Bagaimana Sejarah Wayang Topeng Gagrag Malang?, (2) Bagaimana struktur lakon “Paseban” dalam Gebyar Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, (3) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam lakon “Paseban” dalam Gebyar Wayang Topeng Gagrag Malang Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, (4) Bagaimana Fungsi Gebyar Wayang Topeng Gagrag Malang dengan lakon “Paseban” Ki Dhalang Soleh Adi Pramono?, (5) Apa yang menjadi unsur pendukung pagelaran Wayang Topeng Gagrag Malang?. Selaras dengan tujuan penelitian, penelitian ini mewujudkan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah “Lakon Paseban Sajrone Wayang Topeng”. Sumber data penelitian ada dua, yaitu (1) sumber data pokok yaitu naskah pedhalangan, dan (2) sumber data tambahan yaitu keterangan keterangan tambahan dalam penelitian. Dari penelitian ini bisa disimpulkan menjadi lima bab yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Kesimpulan pertama yaitu mengenai sinopsis teks cerita Wayang Topeng lakon Paseban, nilai cerita Wayang Topeng lakon Paseban, dan Fungsi cerita Wayang Topeng lakon Paseban. Kesimpulan yang kedua yaitu mengenai struktur pertunjukan Wayang Topeng lakon Paseban menggunakan alur maju. Cerita ini menceritakan pengorbanan raja Kanjuruhan dan Turyanpada supaya Negara yang dipimpin bisa tentram. kesimpulan ketiga yaitu mengenai nilai yang bisa menjadi contoh dikehidupan. Kesimpulan keempat yaitu fungsi gebyar Wayang Topeng dengan Lakon Paseban ini bisa meningkatkan solidaritas masyarakat pendukungnya. Kesimpulan terakhir yaitu unsur-unsur pendukung gebyar Wayang Topeng yang menjadi sempurnanya sebuah pertunjukan tersebut
PENGARUH RASIO BERAS JAGUNG (Zea mays L) DENGAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP MUTU KIMIA DAN SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK JAGUNG
ABSTRAK Pramono, Dwi Adi. Pengaruh Rasio Beras Jagung (Zea mays L) dengan Tepung Tapioka Terhadap Mutu Kimia dan Sifat Organoleptik Kerupuk Jagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si, (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Jagung, Beras Jagung Kuning, Kerupuk Jagung penyumbang terbesar kedua dalam perekonomian nasional sebagai sumber utama karbohidrat setelah padi dalam subsektor tanaman pangan. Beras jagung kuning memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 9,1 g per 100 g. Berdasarkan produksi jagung yang melimpah dan kandungan protein yang cukup tinggi, beras jagung kuning dapat dijadikan kerupuk. Kerupuk merupakan makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka yang dicampur dengan bahan tambahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio beras jagung dengan tapioka terhadap kandungan protein dan kadar air, sifat mutu hedonik (warna, rasa, dan tekstur) dan tingkat kesukaan (warna, rasa, dan tekstur) kerupuk jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan rasio beras jagung dengan tapioka 40% : 60%, 50% : 50%, dan 60% : 40% dan dilakukan dua kali pengulangan. Data hasil analisis kandungan protein, kadar air, sifat mutu hedonik, dan tingkat kesukaan kerupuk jagung dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan rasio beras jagung dengan tapioka 40% : 60%, 50% : 50%, dan 60% : 40% tidak berpengaruh terhadap kandungan protein dan kadar air kerupuk jagung. Rasio beras jagung dengan tapioka 40% : 60%, 50% : 50%, dan 60% : 40% berpengaruh terhadap sifat mutu hedonik warna, rasa, dan tekstur kerupuk jagung. Rasio beras jagung dengan tapioka 40% : 60%, 50% : 50%, dan 60% : 40% berpengaruh terhadap tingkat kesukaan rasa dan tekstur kerupuk jagung, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat kesukaan warna kerupuk jagung
Application of Knowledge Based Method in Mobile Application-Based Cat Feed Recommendation System
Choosing the right cat food is often an obstacle for Giant Pet shop customers due to the many product variations and monotonous recommendations from sellers. This study designs a mobile application-based cat food recommendation system by implementing a knowledge-based method and a constraint-based approach. The system allows users to receive product suggestions based on brand attributes, taste, cat age, weight, price, and type of food. Data collection was carried out through literature studies and direct observations at Giant Pet shop, with system development following the waterfall model including needs analysis, UML design, and implementation. The results of the system test showed very good performance with a precision of 88.90% which proves the accuracy of recommendations according to user criteria, and a recall of 100% which shows completeness in displaying all relevant products. These results confirm that the system can help and make it easier for users to find products that suit their needs
Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Bandara Adi Soemarmo-Solo Balapan: Kebijakan Konservasi Vs Pembangunan Infrastruktur
Abstract: Dilemmas and conflicts frequently arise during public policy-making. For instance, those occurring between the Policy for the Protection of Sustainable Food Agricultural Land (PLP2B) and land acquisition for development in the public interest (PTPKU). The former aims to preserve agricultural land, whereas the latter ensures absolute land provision for infrastructure and facility development in the public interest. The purpose of this study is to describe the policy conflicts that exist between the PLP2B policy and the PTPKU policy. A qualitative approach is used to conduct this research with a case study design using content analysis. Apart from documents, data triangulation is also conducted through interviews with multiple parties involved in decision-making and through observation and documentation of field conditions. Although both are in the public interest, the study's findings indicate that conservation is inferior to infrastructure development. The process of nullifying conservation implementation goes through a series of steps that emerge at each stage of land acquisition justification.
Key words: Boyolali-Indonesia, LP2B, Land Acquisition, Policy Conflicts, Spatial Planning
Intisari: Dilema dan konflik sering terjadi dalam pengambilan kebijakan publik. Sebagai contoh yaitu antara kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) dan kebijakan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (PTPKU). Kebjiakan PLP2B bertujuan untuk mempertahankan tanah pertanian, sedangkan kebijakan PTPKU menjamin penyediaan lahan secara mutlak bagi pembangunan infrastruktur atau fasilitas bagi kepentingan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konflik pada dua contoh kebijakan di atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain studi kasus menggunakan konten analisis (content analysis). Selain berdasar dokumen, dilakukan juga trianggulasi dalam penggunaan data, yaitu dengan wawancara terhadap beberapa pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan, serta observasi dan dokumentasi kondisi lapangan. Dari hasil penelitian tergambar bahwa meski sama-sama sebagai kepentingan umum, kebijakan pelestarian pertanian kalah dengan kepentingan umum pembangunan infrastruktur. Proses pembatalan ketetapan pelestarian terjadi melalui berbagai tahap yang ada pada setiap tahap justifikasi pelaksanaan pengadaan tanah.
Kata Kunci: Konflik kebijakan, Tata Ruang, LP2B, Pengadaan Tanah, Boyolali-Indonesi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA IBU HAMIL DI USIA TUA Studi Kasus di RS. Adhyatma Semarang selama Tahun 2012
Latar Belakang: Kehamilan di usia tua merupakan kehamilan berisiko tinggi yang diduga berperan meningkatkan Angka Kematian Ibu. Berkaitan dengan itu, perlu dipelajari lebih lanjut mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap luaran maternal dan perinatal pada kehamilan di usia tua.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap luaran maternal dan perinatal pada kehamilan di usia tua.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data diambil dari catatan medik pasien ibu hamil yang melahirkan di RS. Adhyatma Semarang selama periode tahun 2012. Subjek dipilih secara consecutive sampling. Analisis menggunakan Chi-square. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil: Faktor risiko terbesar pada ibu hamil usia tua ialah ketuban pecah dini (23,3%) dan preeklampsia (22,8%). Hasil uji regresi logistik menunjukkan ketuban pecah dini berhubungan terhadap kejadian persalinan tindakan (OR 1,92 dengan 95% CI 1,112-3,333]). Sementara plasenta pervia (OR 8,06 dengan 95% CI 2,681-24,238) dan kelainan letak (OR 2,78 dengan 95% CI 1,532-5,050) berhubungan terhadap lama rawat inap
Kesimpulan: Ketuban pecah dini berhubungan terhadap persalinan tindakan. Sementara plasenta previa dan kelainan letak berhubungan dengan lama rawat inap pada ibu hamil usia tua.
Kata kunci: Ibu hamil usia tua, Faktor risiko, Luaran maternal, Luaran perinata
Pengembangan Modul Elektronik Fisika Berbasis Android untuk Siswa SMA/MA Kelas X Materi Momentum dan Impuls
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul elektronik fisika berbasis android untuk siswa SMA/MA kelas X materi momentum dan impuls. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa modul yang dikembangkan memiliki kriteria valid dan keterbacaannya dengan kategori baik. Hasil uji validasi dan uji keterbacaan yang baik membuat modul ini layak untuk digunakan
Descriptive Study: Psychosocial Conditions of Nurses Handling Patients with Covid 19
The COVID 19  pandemic has an impact on all aspects of life, including nurses in hospitals who treat COVID 19  patients. The impact of COVID 19  is not only on the physical aspect but also on psychosocial problems. The psychosocial impact of COVID 19  on nurses is due to the risk of being infected and the perception that they can infect other people, the use of PPE, stigma in society, and changes to health protocol guidelines. This study used a descriptive technique with a total sampling of 31 nurses. The questionnaire used is the SRQ-29. The results of this study indicate that the mental emotional conditions of the nurses who handled the suspected COVID 19  and COVID 19  confirmation patients were mostly in good health or did not experience symptoms of mental emotional disorders amount 29 nurses (93.55%). In the questionnaire related to the use of psychoactive substances, most nurses did not use psychoactive substances, amount 31 nurses (100%). On the questionnaire related to psychotic symptoms, most of them did not experience psychotic symptoms amount 31 nurses (100%). In the PTSD symptom questionnaire, most of them did not experience PTSD symptoms, amount 22 nursesc (71.97%)
Strategi Pengembangan Potensi Desa Dadapayu Kabupaten Gunungkidul
Village development is the focus of the Indonesian government, which is supported by the Law on Villages and Village Funds. This impact was also felt in Dadapayu Village, Semanu District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. This village has rice fields, cassava plantations and teak forests. In this area there are also chickens and cows. However, its achievements are still not optimal so that it requires special attention from local residents and the government. The demands of the increasingly advanced times encourage the Semanu Village community to make changes so that they can develop according to the changing times. This requires a village potential development strategy that is synergized with the direction of the RPJMDes. The author uses information from several sources to find the characteristics of Dadapsari Village, explain the phenomenon and describe what needs to be done there. Our proposals: (1) encourage the development of village potentials optimally through superior products, which in fact require a superior and independent spirit for the perpetrators; (2) community empowerment based on village potential; and (3) rural development through agriculture.Pembangunan desa sedang menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yang didukung dengan UU tentang Desa dan Dana Desa. Dampak itu juga terasa di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki lahan pertanian sawah, perkebunan ketela pohon dan hutan jati. Di daerah ini juga terdapat ternak ayam dan sapi. Namun, capaiannya masih belum maksimal sehingga memerlukan perhatian khusus dari warga sekitar beserta pemerintah. Tuntutan dari perkembangan zaman yang semakin maju mendorong masyarakat Desa Semanu untuk melakukan perubahan agar dapat berkembang mengikuti perubahan zaman. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan potensi desa yang dinergis dengan arah RPJMDes. Penulis menggunakan informasi melalui beberapa sumber untuk menemukan karakteristik Desa Dadapsari, menjelaskan fenomena dan mendeskripsikan apa yang perlu dilakukan di sana. Usulan kami: (1) mendorong pengembangan potensi desa secara optimal melalui produk-produk unggulan, yang notabene memerlukan semangat unggul dan mandiri para pelakunya; (2) pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa; dan (3) pengembangan desa melalui pertanian
KORELASI DAYA DUKUNG AIR TERHADAP KEKERINGAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Peningkatan kebutuhan air dapat memicu permasalahan karena jumlahnya terbatas. Meningkatnya jumlah lahan terbangun untuk memenuhi kebutuhan manusia juga tidak membantu dalam menampung air. Akibatnya selain kurangnya akses air minum maupun air bersih, pada tingkat yang lebih parah dapat berupa kekeringan.Kekeringan adalah masa tanpa air hujan yang cukup atau masa kelangkaan air (Grigg, 1996 dalam Kodoatie & Sjarief, 2008). Daya dukung air menjadi penting karena merupakan kemampuan wilayah dalam mendukung kebutuhan air berdasarkan potensi ketersediaannya. Namun demikian, apakah hal ini relevan dengan kekeringan yang merupakan kondisi ketiadaan air? Penelitian ini mencoba mengetahui keterkaitan antara daya dukung air terhadap kekeringan. Metode yang digunakan adalah metode korelasi serta diagram kartesius. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat wilayah yang memiliki daya dukung air tinggi namun tingkat risiko kekeringan tinggi, maupun daya dukung air rendah namun risiko kekeringan rendah. Hal ini tidak relevan karena seharusnya apabila daya dukung air tinggi maka tingkat risiko rendah, ataupun sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, daya dukung air tidak serta merta menjadi faktor determinan pada kekeringan, dan mungkin ada faktor lain yang lebih berpengaruh
Pengembangan Media Pembelajaran Daring Materi Sistem Pernapasan Manusia Untuk Pebelajar Sekolah Menengah Pertama
This study has the aim of developing a product in the form of online learning media using moodle on the human respiratory system material that is feasible and valid for the learning of VIII grade junior high school students. Online learning media using Moodle is integrated as an online learning medium that can be accessed by students via the web anywhere and anytime, so that it can attract students' motivation to learn independently. This study uses the development model of Lee and Owens (2004). The results of the media expert validation obtained a percentage value of 95% and the material expert validation obtained a percentage of 100%. While the results of the student feasibility test obtained a percentage of 97.5%. Based on these results, online learning media using moodle is valid and suitable for students to use for independent learning. The use of learning media is a solution for educators to deliver online learning to make it easier and more structured and helps students increase their enthusiasm for learning at home.AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan mengembangkan produk berupa media pembelajaran daring menggunakan moodle pada materi sistem pernapasan manusia yang layak dan valid digunakan untuk pembelajaran pebelajar kelas VIII SMP. Media pembelajaran daring menggunakan moodle diintegrasikan sebagai media belajar online yang dapat diakses pebelajar melalui web dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menarik motivasi pebelajar untuk belajar secara mandiri. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee dan Owens (2004). Hasil dari validasi ahli media memperoleh persentase nilai sebesar 95% dan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar nilai 100%. Sedangkan hasil uji kelayakan pebelajar memperoleh persentase sebesar 97,5%. Berdasarkan hasil tersebut media pembelajaran daring menggunakan moodle valid serta layak digunakan pebelajar belajar mandiri. Penggunaan media pembelajaran tersebut menjadi solusi bagi pendidik untuk menyampaikan pembelajaran dengan online agar lebih mudah dan terstuktur serta membantu pebelajar meningkatkan semangat belajar di rumah
