1,722,032 research outputs found
Eribulin improves tumor oxygenation demonstrated by F-18-DiFA hypoxia imaging, leading to radio-sensitization in human cancer xenograft models
Purpose Eribulin, an inhibitor of microtubule dynamics, is known to show antitumor effects through its remodeling activity in the tumor vasculature. However, the extent to which the improvement of tumor hypoxia by eribulin affects radio-sensitivity remains unclear. We utilized 1-(2,2-dihydroxymethyl-3-F-18-fluoropropyl)-2-nitroimidazole (F-18-DiFA), a new PET probe for hypoxia, to investigate the effects of eribulin on tumor hypoxia and evaluate the radio-sensitivity during eribulin treatment. Methods Mice bearing human breast cancer MDA-MB-231 cells or human lung cancer NCI-H1975 cells were administered a single dose of eribulin. After administration, mice were injected with F-18-DiFA and pimonidazole, and tumor hypoxia regions were analyzed. For the group that received combined treatment with radiation, F-18-DiFA PET/CT imaging was performed before tumors were locally X-irradiated. Tumor size was measured every other day after irradiation. Results Eribulin significantly reduced F-18-DiFA accumulation levels in a dose-dependent manner. Furthermore, the reduction in F-18-DiFA accumulation levels by eribulin was most significant 7 days after treatment. These results were also supported by reduction of the pimonidazole-positive hypoxic region. The combined treatment showed significant retardation of tumor growth in comparison with the control, radiation-alone, and drug-alone groups. Importantly, tumor growth after irradiation was inversely correlated with F-18-DiFA accumulation. Conclusion These results demonstrated that F-18-DiFA PET/CT clearly detected eribulin-induced tumor oxygenation and that eribulin efficiently enhanced the antitumor activity of radiation by improving tumor oxygenation
PERAN DIFA CITY TOUR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS
Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2018 sampai Juli 2018, dengan tujuan untuk mengetahui
peran Difa City Tour dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas pada sarana mobilitas
transportasi umum. Awal mula ketertarikan peneliti dilatarbelakangi oleh masih ada hambatan yang
dialami oleh penyandang disabilitas dalam mengakses sarana transportasi umum sehingga mempersulit
ruang geraknya dalam menjalankan aktivitas pada kesehariannya. Selain itu minimnya kesadaran
masyarakat untuk ikut berpartisipasi menciptakan akses pada penyandang disbailitas dalam menunjang
transportasinya juga menjadi problem tersendiri di lapangan. Sehingga pada akhirnya memunculkan
gebrakan serta dorongan yang dilakukan pada Difa City Tour dalam menunjang sarana mobilitas bagi
orang dengan disabilitas di sekitarnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Subyek
penelitiannya adalah 6 Difa City Tour yang terdiri dari 1 orang sebagai ketua Difa City Tour, 2
orang sebagai admin Difa City Tour, dan 2 orang driver Difa City Tour. Serta subyek lainnya adalah
2 orang sebagai pelanggan Difa City Tour. Dalam pengumpulan data digunakan metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Sedangkan teknis analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan pengambilan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran yang dimiliki oleh Difa City Tour sudah mencerminkan
sebagai pekerja komunitas untuk mencapai suatu perubahan pada masyarakat. Hasil itu ditunjukan pada
peran Ojek Difa dalam berkontribusi meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas yang terlihat
pada upaya dan proses kegiatan yang dilakukan, baik peran fasilitatif, edukasi, perwakilan maupun
peran keterampilan teknis. Upaya yang diberikan tetap mempertimbangkan kebutuhan yang diperuntukan
bagi penyandang disabiilitas. Kegiatan dan layanan yang diberikan oleh Ojek Difa memberikan peran
penting untuk
xi
meningkatkan kemandirian seseorang, khususnya bagi penyandang disabilitas. Karena dalam peningkatan
kemandirian seseorang pun harus ditunjang oleh sarana transportasi yang dapat mempermudah
menjalankan aktivitas dan mengembangkan potensi dirinya. Salah satu output dari kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh komunitas ini adalah menciptakan sarana transportasi yang ramah bagi penyandang
disabilitas. Sehingga mampu memberikan perannya dalam meningkatkan kemandirian seseorang pada
aktivitasnya melalui pelayananya
ANALISIS EXPERIENTIAL MARKETING PRODUK LA DIFA COOKIES BANDUNG
Penelitian tugas akhir ini berjudul “Analisis Experiential Marketing Produk LA DIFA Cookies Bandung” yang terdiri dari sense, feel, think, act, dan relate yang proses pelaksanaannya dilakukan dengan cukup baik. Kelima elemen tersebut dapat meningkatkan proses promosi dan penjualan kepada konsumen. Yang sangat menonjol baik dalam produk LA DIFA dari ke lima elemen tersebut adalah sense (rasa), hal ini dapat dikatakan karena dari wawancara terhadap konsumen banyak yang memberikan kesan pertama yang sangat baik karena konsumen merasakan kue yang terasa nikmat saat dikonsumsi dan dapat menyentuh emosi konsumen melalui pengalaman pertama, sehingga menyebabkan konsumen ingin mengonsumsi kembali kue LA DIFA. Hambatan-hambatan pada produk LA DIFA dalam segi harga dan segi promosi yang kurang pas untuk diterima oleh para konsumen, dalam segi harga LA DIFA mematok harga tinggi untuk penjualan satu toples kue dan dalam segi pemasaran sangat kurang untuk mempromosikan kue LA DIFA kepada para konsumen, yang menyebabkan kurangnya informasi tentang produk LA DIFA itu sendiri dan menyebabkan susahnya konsumen untuk membeli kembali kue tersebut. Masalah yang ada dalam LA DIFA sangat berkaitan dengan kelima elemen tersebut yaitu think dan act
Difa City Tour dan Pemenuhan Kebutuhan Wisata Difabel
Various sectors seem to ignore the existence of persons with disabilities, including the tourism industry. The majority of tourist destinations have not provided accessible facilities for them. Transportation services also do not accommodate the mobility needs of persons with disabilities. This study focused on Ojek Difa in Yogyakarta. Through observation and interviews, qualitative data was obtained to see the recreational needs of persons with disabilities and how the roles of Ojek Difa. The study found that people with disabilities have different ways of defining tourism activities. Ojek Difa offers Difa City Tour to provide services for disabled people who want to take a tour in the city or visit other tourist destinations. The existence of Difa City Tour in the Ojek Difa organization shows the importance of involving service providers from groups of persons with disabilities in the tourism sector, especially in serving disabled tourists.[Berbagai sektor tampak mengabaikan keberadaan difabel, termasuk industri pariwisata. Mayoritas destinasi wisata belum menyediakan fasilitas yang aksesibel bagi difabel. Layanan transportasi juga kurang mengakomodasi kebutuhan mobilitas difabel. Penelitian ini terfokus pada Ojek Difa di Yogyakarta yang memberikan layanan mobilitas bagi para difabel. Melalui observasi dan wawancara, data kualitatif diperoleh untuk melihat kebutuhan wisata para difabel. Penelitian menemukan bahwa para difabel memiliki cara berbeda dalam mendefinisikan kegiatan wisata. Ojek Difa menawarkan Difa City Tour untuk menyediakan layanan bagi para difabel yang ingin melakukan tur dalam kota atau mengunjungi destinasi wisata lainnya. Eksistensi Difa City Tour dalam organisasi Ojek Difa menunjukkan pentingnya melibatkan pegawai atau penyedia layanan dari kelompok difabel di sektor pariwisata terutama dalam melayani para wisatawan difabel.]
Pengaruh Pemakaian Difa Soil Stabilizer Terhadap Daya Dukung Tanah Lempung Untuk Konstruksi Jalan
Abstrak Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh penambahan bahan difa soil stabilizer terhadap daya dukung dan potensi pengembangan tanah lempung. Tanah lempung berasal dari Lampung Selatan, dibagi menjadi lima variasi penambahan bahan tambah: variasi 1 (tanah asli), variasi 2 (tanah asli ditambah 8% semen dan 0% difa), variasi 3 (tanah asli ditambah 4% semen dan 3% difa), variasi 4 (tanah asli ditambah 6% semen dan 3% difa) dan variasi 5 (tanah asli ditambah 8% semen dan 3% difa). Untuk pengujian CBR, setiap variasi diberikan empat perlakuan yaitu pemeraman empat hari, pemeraman tujuh hari, pemeraman 14 hari, dan pemeraman empat hari dilanjutkan perendaman empat hari. Sedangkan untuk pengujian potensi pengembangan, benda uji direndam selama empat hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan penambahan difa soil stabilizer meningkatkan nilai CBR tanpa atau dengan rendaman untuk semua perlakuan dan menurunkan potensi pengembangan lempung. Dengan demikian dapat mengurangi ketebalan lapisan pondasi struktur perkerasan jalan. Kata kunci: difa soil stabilizer, sifat mekanik, stabilisasi, tanah lempung. Abstract The objective of this study was to investigate the effect of difa soil stabilizer on the bearing capacity and swell potential of clay. The clay was divided into five variations: variation 1 (clay only), variation 2 (clay plus 8% cement and 0% difa), variation 3 (clay plus 4% cement and 3% difa), variation 4 (clay plus 6% cement and 3% difa) and variation 5 (clay plus 8% cement and 3% difa). For the CBR test, each variation was given four treatments, namely four-day curing, seven-day curing, 14-day curing, and four-day curing followed by four-day soaking. As for the swell potential test, the specimens were soaked for four days before testing. The results showed that the addition of difa soil stabilizer increased the CBR value without or with soaking for all treatments and decreased the clay swell potential, thereby reducing the thickness of the foundation layer of the pavement structure. Keywords: clay, difa soil stabilizer, mechanical characteristics, stabilizatio
Fotografi Seri: Ojek Difabel "Difa Bike" Yogyakarta
Pelayanan publik di bidang transportasi bagi penyandang difabel masih kurang dapat diakses. Maka, diperlukan inovasi sarana transportasi roda tiga yang sesuai dengan kebutuhan difabel. Penciptaan karya seni fotografi berjudul “Fotografi Seri: Ojek Difabel Difa Bike Yogyakarta” bertujuan untuk memberikan informasi tentang ojek difabel yang mandiri, sehingga menjadi solusi transportasi tidak hanya terbatas pada penyandang difabel. Berdasarkan teori kemandirian antara lain intelektual, sosial, emosi dan ekonomi, penciptaan karya dikonsep dengan seksama. Metode penciptaan yang digunakan ialah pengamatan, wawancara, studi literatur, eksperimentasi, dan perwujudan. Tahap pengamatan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kegiatan dari Difa Bike, sedangkan tahapan wawancara dilakukan kepada pemilik dan para anggota dan keluarga Difa Bike. Setelahnya, tahapan studi literatur dilakukan guna mendapatkan informasi baik secara tertulis maupun tidak untuk menuju tahap eksperimentasi dengan merencanakan teknik fotografi. Tahap perwujudan atau penyajian hasil penciptaan karya seni fotografi dilakukan dengan metode foto seri. Penciptaan karya seni fotografi dengan visual aktivitas ojek Difa Bike yang berlandaskan empat bentuk kemandirian intelektual, sosial, emosi dan ekonomi menghasilkan fotografi seri dan disajikan dalam bentuk naratif dan deskriptif
OJEK DIFA BIKE YOGYAKARTA DALAM FOTOGRAFI SERI
Pelayanan publik di bidang transportasi bagi penyandang difabel masih kurang dapat diakses. Maka, diperlukan inovasi pelayanan publik bagi penyandang difabel berupa sarana transportasi roda tiga yang didesain khusus sesuai kebutuhan difabel dengan tingkat keramahan dan kenyamanan. Penciptaan karya seni fotografi ini terfokus pada ojek Difa Bike yang memberikan layanan mobilitas untuk para difabel dan memberikan informasi tentang ojek difabel yang mandiri sehingga menjadi solusi transportasi tidak hanya terbatas pada penyandang difabel. Penciptaan karya dibuat dalam bentuk fotografi seri untuk menarasikan ojek difabel Difa Bike. Foto seri yang dibuat ialah aktivitas berdasar teori kemandirian intelektual, sosial, emosi, dan ekonomi, dengan menerapkan panduan foto yang menghasilkan rangkaian foto berisi deskripsi berdasarkan tema atau topik tertentu yang sama, yaitu ojek difabel. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, eksplorasi, ekspermentasi, dan perwujudan. Tahap observasi dilakukan secara langsung untuk mengetahui kegiatan Difa Bike, sedangkan tahapan eksplorasi proses membangun hubungan sosial dilakukan kepada pemilik, para anggota, dan keluarga Difa Bike. Setelahnya, tahapan eksperimentasi dilakukan dengan perencanaan konsep yang terdiri dari ide dan teknik pemotretan serta alat dan bahan. Tahap perwujudan karya seni fotografi dilakukan dengan metode foto seri yang hasilnya berupa karya foto seri berupa karya foto yang memvisualkan aktivitas ojek Difa Bike yang mandiri.Difa Bike Yogyakarta Motorcycle-Taxi in Photo Series. Public services in the field of transportation for persons with disabilities are still inaccessible. Thus, it is necessary to innovate a three-wheeled transportation facility mainly designed for people with disabilities with a sense of friendliness and comfort. The creation of this photographic artwork focuses on Difa Bike motorcycle taxis which provide mobility services for people with disabilities and provide information about independent disabled motorbike taxis so that this becomes a transportation solution that is not only limited to people with disabilities but can be accessed by ordinary people as well. The work was created as a photography series to narrate the Difa Bike motorcycle taxi. The photo series created was an activity based on the theory of intellectual, social, emotional, and economic independence by applying a photo guide that produces a series of photos containing descriptions based on the same theme or topic, namely motorcycle taxis with disabilities. The methods of observation, exploration, experimentation, and manifestations were applied. The observation stage was carried out directly to find out the activities of the Difa Bike. Exploration stages are carried out to build social relations with the owner and members, and families of Difa Bike. After that, the experimentation stage was carried out to concept planning consisting of shooting ideas and techniques as well as tools and materials. The embodiment stage of the photographic artwork carried out using the photo series method. The result of the creation is a series of photo works that visualise the activities of the independent Difa Bike motorcycle taxi
Fotografi Seri: Ojek Difabel "Difa Bike" Yogyakarta
Pelayanan publik di bidang transportasi bagi penyandang difabel masih kurang dapat diakses. Maka, diperlukan inovasi sarana transportasi roda tiga yang sesuai dengan kebutuhan difabel. Penciptaan karya seni fotografi berjudul “Fotografi
Seri: Ojek Difabel Difa Bike Yogyakarta” bertujuan untuk memberikan informasi tentang ojek difabel yang mandiri, sehingga menjadi solusi transportasi tidak hanya terbatas pada penyandang difabel. Berdasarkan teori kemandirian antara lain intelektual, sosial, emosi dan ekonomi, penciptaan karya dikonsep dengan seksama. Metode penciptaan yang digunakan ialah pengamatan, wawancara, studi literatur, eksperimentasi, dan perwujudan. Tahap pengamatan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kegiatan dari Difa Bike, sedangkan tahapan wawancara dilakukan kepada pemilik dan para anggota dan keluarga Difa Bike. Setelahnya, tahapan studi literatur dilakukan guna mendapatkan informasi baik secara tertulis maupun tidak untuk menuju tahap eksperimentasi dengan merencanakan teknik fotografi. Tahap perwujudan atau penyajian hasil penciptaan karya seni fotografi dilakukan dengan metode foto seri. Penciptaan karya seni fotografi dengan visual aktivitas ojek Difa Bike yang berlandaskan empat bentuk kemandirian intelektual, sosial, emosi dan ekonomi menghasilkan fotografi seri dan disajikan dalam bentuk naratif dan deskriptif
Efektivitas Pelayanan Ojek Difa Bagi Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pelayanan Ojek Difa dan mengetahui faktor penghambat dalam efektivitas pelayanan Ojek Difa bagi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini adalah kepala pengelola sarana prasarana Dishub DIY, operator RTMC Ditlantas DIY, pendiri Ojek Difa, bendahara Ojek Difa, pengemudi Ojek Difa dan pengguna layanan Ojek Difa. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan pedoman wawancara, alat perekam dan pedoman observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan Ojek Difa bagi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta belum berjalan efektif. Dilihat dari indikator efektivitas menurut Gibson dalam Tangkilisan (2005), yaitu kejelasan tujuan yang hendak dicapai, kejelasan strategi pencapaian tujuan, proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, perencanaan yang matang, penyusunan program yang tepat, tersedianya sarana dan prasarana dan sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik. Pelayanan Ojek Difa belum sepenuhnya berjalan efektif dikarenakan sebagian dari pengemudi belum memiliki SIM D dan belum adanya izin beroperasi Ojek Difa
- …
