Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Alternatif Perencanaan Gedung Mahad Putra UIN Malang Menggunakan Struktur Baja dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019. Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.
Kata kunci: balok , kolom, struktur baja, metode SRPMK, dinamika struktur
Abstract
This research aims to redesign the Mahad Putra Building of State Islamic University (UIN) Malik Ibrahim Malang, where the main structure originally used reinforced concrete and was designed to be a steel structure. To achieve this goal, analysis and calculations are carried out using the SRPMK Method and using the ETABS 2021 Program. This building has 5 floors and the focus of this research is the planning of main beams, secondary beams and columns. The steel material used has an ultimate stress (fu) of 450 MPa, yield stress (fy) of 345 MPa, steel elastic modulus (Es) of 200,000 MPa, shear modulus of 80,000 MPa. Based on the results of analysis and calculation, it is found that the profiles WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 which are used as main beam, secondary beam and column respectively meet the safety requirements based on SNI 2847:2019. Similarly, the structural dynamics in the form of base shear force, eccentricity, deviation, and P-Delta influence meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.
Keywords: beam, column, steel structure, SRPMK method, structural dynamicsPenelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019. Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Menggunakan Bahan Additif Batu Tawas
Abstrak
Tanah lempung memiliki plastisitas tinngi dan sering memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukungnya. di ruas Jalan Taeno-Wakal, jenis tanah ini menyebabkan terjadinya longsor pada 12 Mei 2024, yang mengakibatkan penutupan jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan tawas Al2(SO4)3) sebagai bahan aditif untuk stabilisasi tanah lempung di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran tawas sebesar 1%, 3% dan 5%. Pengejian meliputi kadar air, berat isi, berat jenis, Analisa saringan, batas-batas Atterberg, pemadatan, CBR (California Bearing Ration). Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah di Lokasi termasuk kategori A-2-5 dan A-2-7. Hasil penelitian menunjukkan variasi nilai CBR yang tidak konsisten. Titik 1 hingga 5 menghasilkan nilai CBR berbeda-beda, dengan nilai tertinggi 5,88% dan terendah 2,37%. Secara keseluruhan, penambahan tawas tidak efektif sebagai bahan stabilisasi tanah Jalan baru Taeno-Wakal. (tambah presentase).
Kata kunci: Stabillisasi, CBR, Tanah Lempung, Tawas
Abstract
Clasy soil high plasticity and often requires improvement to enhance its bearing capacity. Along the Taeno-Wakal road section, this soil type contributed to a landslide that occurred of alum Al2(SO4)3) as an additive for stabilizing clay soil in the affected area. An experimental method was employed using alum mixtures of 1%, 3% and 5%. Laboratory tests included water content, specific gravity, unit weight, Atterberg limit, sieve analysis compaction, and California bearing ratio (CBR). Accprding to the AASHTO classification sytem, the soil is categorized as A-2-5 and A-2-7. The results revealed inconsistent CBR values across different alum concentrations. Sample point 1 to 5 produced varying outcomes, with the highest CBR value recorded at 5,88% and the lowest at 2,37%. Overall, the addition of alum was found to be ineffective as a stabilizing agent for the clay soil in Taeno-Wakal Road section.
Keywords: stabilization, CBR, Clay Soil, AlumTanah lempung memiliki plastisitas tinngi dan sering memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukungnya. Di ruas Jalan Taeno-Wakal, jenis tanah ini menyebabkan terjadinya longsor pada 12 Mei 2024, yang mengakibatkan penutupan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan tawas Al 2 (SO 4 ) 3 ) sebagai bahan aditif untuk stabilisasi tanah lempung di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran tawas sebesar 1%, 3% dan 5%. Pengejian meliputi kadar air, berat isi, berat jenis, Analisa saringan, batas-batas Atterberg , pemadatan, CBR ( California Bearing Ration ). Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah di Lokasi termasuk kategori A-2-5 dan A-2-7. Hasil penelitian menunjukkan variasi nilai CBR yang tidak konsisten. Titik 1 hingga 5 menghasilkan nilai CBR berbeda-beda, dengan nilai tertinggi 5,88% dan terendah 2,37%. Secara keseluruhan, penambahan tawas tidak efektif sebagai bahan stabilisasi tanah Jalan baru Taeno-Wakal. (tambah presentasi)
Perancangan Dan Analisis Galian Dalam Dengan Turap Serta Strut Pada Tanah Lempung Kaku
Abstrak Tanah lempung kaku adalah tanah yang memiliki kohesi yang tinggi untuk menahan tekanan tanah pada kedalaman tertentu. Meskipun memiliki kohesi yang tinggi, galian pada tanah lempung kaku tetap dapat mengalami pergerakan atau longsor jika galian tidak diberi turap dan penyangga (strut) yang cukup karena gaya geser yang bekerja pada sisi galian menyebabkan tanah bergerak atau runtuh. Di beberapa negara, banyak insiden keruntuhan galian dalam yang disebabkan oleh kegagalan sistem galian berturap yang mengakibatkan kerugian finansial dan korban jiwa oleh karena itu, perencanaan sistem galian berturap yang aman dan efektif sangat penting untuk mencegah kegagalan dalam konstruksi galian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman pemancangan turap, spesifikasi turap dan kapasitas strut untuk kedalaman galian 10 m dan lebar galian 6.9 m. Hasil perancangan didapatkan kedalaman pemancangan turap aktual 10,2 m sehingga panjang total turap adalah 20,2 m. Hasil perhitungan analitis didapatkan nilai momen lentur sebesar 78,3 kN.m/m dan dari hasil analisis numerik didapatkan nilai momen lentur sebesar 62,10 kN/m/m. Berdasarkan kedua nilai tersebut didapatkan spesifikasi turap profil U dengan penampang tipe II. Hasil analisis kapasitas strut didapatkan nilai kekuatan tekan aksial yang diizinkan sebesar 2.500, 9 kN lebih besar dari beban rencana strut yaitu 518,9 kN, maka strut mampu menahan beban yang diterima oleh turap. Kata kunci: kohesi, kedalaman pemancangan, spesifikasi, momen lentur, kapasitas strut Abstract Stiff clay is soil with high cohesion to withstand soil pressure at a certain depth. Despite having high cohesion excavations in stiff clay can still experience movement or landslides if the excavation is not supported sufficiently because the shear force acting on the side of the excavation causes the soil to move or collapse. In various countries, there have been many incidents of deep excavation collapse caused by the failure of the sheet pile excavation system, which resulted in financial losses and casualties. Therefore, planning a safe and effective sheet pile excavation system is essential to prevent failure in excavation construction. This study aims to obtain the actual depth of sheet pile penetration, specifications, and the capacity of the struts for an excavation depth of 10 m and an excavation width of 6.9 m. The design results obtained the actual penetration depth of 10.2 m, so that the total length of the sheet pile 20.2 m. The analytical calculation results obtained a bending moment value of 78.3 kN.m/m, and numerical analysis results obtained a bending moment value of 62.10 kN/m/m. Based on these two values, the specifications of the U-profile sheet pile with a type II cross-section were obtained. The analysis of the strut\u27s capacity obtained an allowable axial compressive strength value of 2,500.9 kN greater than the design load of the struts, which is 518.9 kN, so that the struts can withstand the load. Keywords: cohesion, penetration depth, spesification, bending moment, struts capacit
Pemanfaatan Model HEC-RAS dan Metode ECLAC dalam Menganalisis Genangan Banjir di Daerah Aliran Sungai Cilamajang
Abstrak Daerah aliran Sungai Cilamajang merupakan bagian dari DAS Ciwulan. DAS Cilamajang memiliki luas sebesar 28,91 km2 dengan panjang sungai utama sebesar 8,17 km. Bentuk DAS melebar di bagian hulu seperti kipas memiliki potensi banjir. Banjir yang mengenangi daerah sekitar menyebabkan kerugian. Simulasi genangan banjir menggunakan HEC-RAS dan estimasi kerugian banjir menggunakan metode ECLAC. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luasan banjir pada periode ulang 50 dan 100 tahun dan mengetahui kerugian yang diakibatkan banjir. Hasil analisis debit banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayasu pada periode ulang 50th sebesar 163,342 m3/dtk dan 100th sebesar 179,347 m3/dtk. Model hidraulika menggunakan HEC-RAS dua dimensi pada kondisi unsteady flow. Hasil simulasi diperoleh luas genangan sebesar 15,93 ha pada debit banjir 50 tahun dan 16,77 ha pada 100 tahun. Estimasi kerugian menggunakan metode ECLAC pada Qr 50 tahun sebesar Rp. 940.905.838 dan Qr100 tahun sebesar Rp.1.052.186.456. Adanya hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai mitigasi bencana banjir agar mengurangi dampak banjir dan perencanaan penangganan di Sungai Cilamajang. Kata kunci: Banjir, Cilamajang, DAS, ECLAC, HEC-RAS Abstract The Cilamajang River Basin is part of the Ciwulan Watershed. The Cilamajang Watershed has an area of 28,91 km2 and the length of the main river is 8,17 km. The shape of the watershed widens in the upstream like a fan and has the potential for flooding. Floods inundate the surrounding area causing losses. Flood inundation simulation using HEC-RAS and flood loss estimation using the ECLAC method. The purpose of this study was to calculate the flood area at a return period of 50 and 100 years and estimate losses. The planned flood discharge analysis results using the HSS Nakayasu method at a return period of 50 were 163,342 m3/sec. and 100 were 179.347 m3/sec. Hydraulic analysis using HEC-RAS with two-dimensional simulation with unsteady flow. The simulation results obtained an inundation area of 159,93 ha at a flood discharge with a return period of 50 years and 167,77 ha at 100 years. Estimated losses using the ECLAC method for each return period are Rp. 940.905.838 and Rp. 1.052.186.456. The results of this study can be used as flood disaster mitigation to reduce the impact of floods and planning in the Cilamajang River. Keywords: flood, cilamajang, watershed, ECLAC, HEC-RA
Analisis Abrasi Terhadap Pergeseran Tepi Pantai Dengan Digital Shorline Analisis System (DSAS)
Abstrak Pantai Cahaya Negeri, Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat mengalami abrasi signifikan, berdampak pada pergeseran tepi pantainya. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji, mengidentifikasi dampak pergeseran tepi pantai oleh abrasi periode 2012 hingga 2022 dan memprakirakan pergeseran tepi pantai periode 2023 hingga 2032. Metode pemantauan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) perhitungan Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) untuk memprakirakan pergeseran tepi pantai, digunakan perhitungan Linear Regression Rate (LRR). Hasil analisis menunjukkan abrasi menyebabkan pergeseran tepi pantai 2,11 hektare periode 2012 hingga 2022. Prakiraan pergeseran tepi pantai sebesar 13,6 m, luas perubahan sebesar 2,33 hektare periode 2023 hingga 2032. Kesimpulan adalah Pergeseran tepi pantai (2012 hingga 2022) didominasi abrasi sebesar 2,11 hektare (92,7%), akresi 0,16 hektare (7,2%), total pergeseran 2,281 hektare. Dampaknya meliputi longsor, dan kerusakan lahan pertanian. Prakiraan (2023-2032) menunjukkan bahwa abrasi 13,6 m pergeseran terbesar 34,47 m, terkecil 0,34 m, dan akresi 0,46 m. Kata kunci: abrasi, prakiraan, DSAS, NSM, LRR. Abstract Cahaya Negeri Beach, Lemong District, Pesisir Barat Regency experienced significant abrasion, impacting the shifting of its shoreline. The researcher\u27s objective was to study, identify the impact of shoreline shifting by abrasion from 2012 to 2022 and predict shoreline shifting from 2023 to 2032. The monitoring method used the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) calculation of Shoreline Change Envelope (SCE), Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) to predict shoreline shifting, Linear Regression Rate (LRR) calculation was used. The results of the analysis show that abrasion causes a shift in the coastline of 2.11 hectares from 2012 to 2022. The prediction of the shift in the coastline is 13.6 meters, the area of change is 2.33 hectares from 2023 to 2032. The conclusion is that the shift in the coastline (2012 to 2022) is dominated by abrasion of 2.11 hectares (92.7%), accretion of 0.16 hectares (7.2%), total shift of 2,281 hectares. The impacts include landslides and damage to agricultural land. The prediction (2023-2032) shows abrasion of 13.6 meters, the largest shift is 34.47 meters, the smallest is 0.34 meters, and accretion is 0.46 meters. Keywords: abrasion, prediction, DSAS, NSM, LRR
Analisis Geometrik Jalan Menggunakan Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (Studi Kasus: Jenderal Sudirman Kota Parepare)
Abstrak
Jalan Jenderal Sudirman Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan – Indonesia merupakan jalan nasional yang memiliki jenis jalan 4 lajur 2 arah terbagi (4/2-T) dengan arus volume lalu lintas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik geometrik jalan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriftif dan dianalisis menggunakan pedoman desain geometrik jalan (PDGJ) 2021. Hasil geometrik jalan sepanjang 3 km dengan 12 tikungan diperoleh Jarak Pandang Henti (JPH) 418,08 m, Jarak Pandang Mendahului (JPM) 218,536 m, Alinyemen Horizontal dan Alinyemen Vertikal tidak memenuhi standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021. Mengindikasikan bahwa sebagaian ruas jalan dapat meningkatkan resiko kecelakaan serta keselamatan pengguna jalan. diperlukan evaluasi lebih lanjut serta perbaikan pada ruas jalan yang tidak sesuai standar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Seperti penyesuaian desain geometrik, pemasangan rambu peringatan, serta penerapan rekayasa lalu lintas direkomendasikan untuk mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.
Kata kunci: Jalan, geometrik, PDGJ 2021
Abstract
Jenderal Sudirman Road, Parepare City, South Sulawesi Province—Indonesia is a national road that has a type of 4-lane, 2-way divided road (4/2-T) with high traffic volume. The purpose of this study was to determine the geometric characteristics of the road. The 2021 road geometric design guidelines (PDGJ) served as the analytical framework for the quantitative descriptive research method. The geometric results of the 3 km long road with 12 bends obtained a Stopping Sight Distance (JPH) of 418.08 m, an Overtaking Sight Distance (JPM) of 218.536 m, the Horizontal Alignment and Vertical Alignment do not meet the standards of the 2021 Road Geometric Design Guidelines. Indicates that some road sections can increase the risk of accidents and the safety of road users. Further evaluation and improvements are needed on road sections that do not meet standards in order to improve driving safety and comfort. Such as adjusting the geometric design, installing warning signs, and implementing traffic engineering are recommended to reduce the potential for accidents at these locations.
Keywords: road, geometric, PDGJ 2021,Jalan Jenderal Sudirman Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan - Indonesia merupakan jalan nasional yang memiliki jenis jalan 4 lajur 2 arah terbagi (4/2-T) dengan arus volume lalu lintas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik geometrik jalan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriftif dan dianalisis menggunakan pedoman desain geometrik jalan (PDGJ) 2021. Hasil geometrik jalan sepanjang 3 km dengan 12 tikungan diperoleh jarak pandang henti (JPH) 418,08 m, jarak pandang mendahului (JPM) 218,536 m, alinyemen Horizontal tidak memenuhi standar pedoman desain geometrik jalan 2021, alinyemen Vertikal memenuhi. Mengindikasikan bahwa sebagaian ruas jalan dapat meningkatkan resiko kecelakaan serta keselamatan pengguna jalan. diperlukan evaluasi lebih lanjut serta perbaikan pada ruas jalan yang tidak sesuai standar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Seperti penyesuaian desain geometrik, pemasangan rambu peringatan, serta penerapan rekayasa lalu lintas direkomendasikan untuk mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.Kata kunci: jalan, geometrik, PDGJ 2021
Analisis Perbandingan Metode Penentuan NFR Berbasis Data Empiris dan Pengukuran Aktual untuk Optimasi Jaringan Irigasi
Debit saluran Way Gemol III Kanan adalah 0,056 m3/det dengan luas layanan 28 Ha dan koefisien efisiensi saluran primer 0,65, sehingga apabila dilakukan analisis secara empiris, maka didapat NFR sebesar 1,33 L/detik/ha. Analisis NFR empiris sudah sering dilakukan, tetapi belum pernah dilakukan perbandingan dengan pengukuran aktual yang dapat merepresentasikan kondisi langsung lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan metode empiris dengan pengukuran aktual dalam mempengaruhi efisiensi desain dan distribusi jaringan irigasi Way Gemol. Metode yang diterapkan menggunakan metode empiris FAO (Penman) dan pengukuran aktual yang dilakukan selama 6 hari pada lahan demplot dengan cara pemberian air intermittent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka NFR metode empiris FAO (Penman) didapat sebesar 11,49 mm/hari atau 1,33 L/det/Ha dan angka NFR metode pengukuran aktual sebesar 14,83 mm/hari atau 1,72 L/det/Ha. Jika dibandingkan, terlihat bahwa adanya perbedaan angka NFR dari kedua metode yang menunjukkan bahwa NFR aktual lebih besar 0,39 L/det/Ha daripada NFR empiris. Perbedaan angka NFR metode empiris dan metode aktual dipengaruhi beberapa faktor penyebab antara lain: jenis tanah, data hidroklimatologi yang tidak representatif, serta waktu dan durasi penelitian yang singkat. Kesimpulan adalah, jika hasil pengukuran aktual menunjukkan angka NFR lebih tinggi dibandingkan metode empiris, maka penggunaan nilai tertinggi dari keduanya menjadi pendekatan konservatif yang lebih aman dan rasional dalam mendesain saluran irigasi
Pemanfaatan Limbah Beton dan Serbuk Batu Kapur sebagai Bahan Stabilisaasi Tanah Lunak
Abstrak
Tanah lempung lunak sering menjadi kendala dalam pekerjaan konstruksi karena daya dukungnya rendah dan sifatnya mudah berubah akibat kadar air. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menstabilisasi tanah menggunakan campuran serbuk batu kapur 10% dan limbah beton sebanyak 5%, 10%, dan 15% sebagai bahan alternatif ramah lingkungan. Serangkaian pengujian laboratorium seperti berat jenis, analisa ukuran butir, atterberg limit, pemadatan, california bearing ratio (CBR), dan swelling dilakukan setelah masa pemeraman selama 14 hari. Hasil menunjukkan bahwa campuran terbaik terdapat pada variasi 10% serbuk batu kapur dan 15% limbah beton. Pada variasi ini, indeks plastisitas menurun 85,90%, dari 36,60% menjadi 5,15%. Nilai CBR unsoaked meningkat 435,38%, dari 6,2% menjadi 33,2%, sedangkan nilai CBR soaked meningkat 523,66%, dari 4,65% menjadi 29%. Nilai swelling pun mengalami penurunan sebesar 89,18%, dari 6,47% menjadi 0,70%. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi bahan tersebut efektif memperbaiki karakteristik tanah lempung lunak.
Kata kunci: Stabilisasi, Lempung, Limbah Beton, Serbuk Batu Kapur, California Bearing Ratio
Abstract
Soft clay soils often pose challenges in construction due to their low bearing capacity and high sensitivity to moisture content. To address this issue, this study stabilized soft clay using a mixture of 10% limestone powder and concrete waste at 5%, 10%, and 15% as environmentally friendly alternative materials. Laboratory tests—including specific gravity, grain size analysis, Atterberg limits, compaction, California Bearing Ratio (CBR), and swelling—were conducted after 14 days of curing. The results showed the optimal mix was 10% limestone powder and 15% concrete waste. In this variation, the plasticity index decreased by 85.90%, from 36.60% to 5.15%. The unsoaked CBR value increased by 435.38%, from 6.2% to 33.2%, while the soaked CBR value rose by 523.66%, from 4.65% to 29%. Swelling also decreased significantly by 89.18%, from 6.47% to 0.70%. These findings confirm that the material combination effectively improves the engineering properties of soft clay soils.
Keywords: Stabilization, Clay, Concrete Waste, Limestone Powder, California Bearing RatioSoft clay soils often pose challenges in construction due to their low bearing capacity and high sensitivity to moisture content. To address this issue, this study stabilized soft clay using a mixture of 10% limestone powder and concrete waste at 5%, 10%, and 15% as environmentally friendly alternative materials. Laboratory tests—including specific gravity, grain size analysis, Atterberg limits, compaction, California Bearing Ratio (CBR), and swelling—were conducted after 14 days of curing. The results showed the optimal mix was 10% limestone powder and 15% concrete waste. In this variation, the plasticity index decreased by 85.90%, from 36.60% to 5.15%. The unsoaked CBR value increased by 435.38%, from 6.2% to 33.2%, while the soaked CBR value rose by 523.66%, from 4.65% to 29%. Swelling also decreased significantly by 89.18%, from 6.47% to 0.70%. These findings confirm that the material combination effectively improves the engineering properties of soft clay soils
Analisis Kinerja Simpang Empat Bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Terhadap Tundaan dan Panjang Antrian
Abstrak Simpang empat bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan terletak pada jalur utama transportasi dan perdagangan Surabaya dan Bali menjadikan peningkatan arus lalu lintas signifikan. Meskipun Simpang sudah terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), belum bisa mengurai kepadatan volume kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang dan dapat memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Pengumpulan data menggunakan metode survei lalu lintas. Metode analisis dan perhitungan data menggunakan metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja simpang pada kondisi eksisting 3 (tiga) fase diperoleh volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) tertinggi pada hari Senin pukul 06:15 - 07:15 WIB sebesar 2.282 smp/jam. Kapasitas simpang rata-rata sebesar 712 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,80. Panjang antrian rata-rata sebesar 110,71 m. Tundaan rata-rata pada simpang yaitu 28,52 det/smp dengan mengacu pada tundaan rata-rata simpang didapatkan tingkat pelayanan simpang adalah D. Kata kunci: simpang bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan. Abstract The signalized intersection of dr. R. Soedarsono Hospital in Pasuruan City is located on the main transportation and trade routes of Surabaya and Bali, making a significant increase in traffic flow. Even though the intersection has been installed with the Traffic Signaling Device (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), it has not been able to decompose the density of vehicle volume. This research aims to evaluate the performance of intersections and can provide the best solution to overcome these traffic problems. Data collection uses the traffic survey method. The method of data analysis and calculation uses the 1997 MKJI method. Based on the results of the analysis of the performance of the intersection in the existing condition of 3 (three) phases, the highest average daily traffic volume (LHR) was obtained on Monday at 06:15 - 07:15 WIB of 2,282 smp/hour. The average interchange capacity is 712 smp/h. The average saturation degree value was 0.80. The average queue length is 110.71 m. The average delay at the intersection is 28.52 sec/junior high school with reference to the average delay of the intersection, the service level of the intersection is D. Keywords: signalized intersection, degree of saturation, queue length, delays, level of service (LOS) intersection
Kekuatan Lentur Balok Beton Dengan Perkuatan Ferrocement Sebagai Bahan Bangunan Non-Engineered Construction
Abstrak
Non-Engineered Construction merupakan bangunan sederhana yang dikerjakan oleh tenaga tak terlatih tanpa pendampingan dari ahli bangunan. Bangunan Non-Engineered construction tersebut paling banyak mengalami rusak saat terjadi gempa. Bangunan seperti demikian itu seringkali berupa bangunan rumah sederhana, baik dengan ataupun tanpa perkuatan kerangka beton. Untuk tujuan perkuatan dapat digunakan Ferrocement dengan tulangan berupa kawat Wire-mesh. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton yang diperkuat dengan Ferrocement dengan tulangan PVC Coated Welded wire-mesh. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan benda uji balok beton bertulang diperkuat dengan Ferrocement yang dibebani secara statis. Adapun variable dalam kajian ini adalah Fraksi volume dari Welded wire-mesh. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua balok uji berperilaku daktail. Lebar retak dan jarak retak pada balok dipengaruhi secara nyata oleh perkuatan Ferrocement dengan tulangan Welded wire-mesh. Kuat lentur nominal dari balok meningkat tidak signifikan dengan penambahan Ferrocement namun lebar retak menurun seiring dengan bertambahnya nilai Fraksi volume wire-mesh.
Kata kunci: Non-Engineered construction, Fraksi Volume tulangan, Kuat lentur, Pola retak
Abstract
Non-Engineered Constructions are simple buildings established by non-skilled building workers without supervisions of an architect. Non-Engineered constructions are frequently damaged because of earthquakes. Such buildings are simple housing, either Unconfined masonry building or Simple concrete building. In order to strengthening these type of buildings, Ferrocement with Wire-mesh reinforcement can be used. This study is intended to explore the flexural behavior of reinforced concrete beam plastered with PVC Coated Welded wire-mesh Ferrocement. This study is conducted experimentally using reinforced concrete beams strengthened with Ferrocement loaded statically. The Volume Fraction of Welded wire-mesh is considered as variable in this study. From the tests carried out, it is concluded that all of the beams tested exhibit ductile behavior. The crack width and crack distance observed on the beam are significantly affected by the Ferrocement. Nominal flexural strength of the beams increases lightly as the Volume fraction of reinforcement increase; however, the crack width is reduced remarkably as the Volume Fraction of wire-mesh rise.
Keywords: Non-Engineered construction, Volume fraction of reinforcement, Flexural strength, Crack paternNon-Engineered Construction merupakan bangunan sederhana yang dikerjakan oleh tenaga tak terlatih tanpa pendampingan dari ahli bangunan. Bangunan Non-Engineered construction tersebut paling banyak mengalami rusak saat terjadi gempa. Bangunan seperti demikian itu seringkali berupa bangunan rumah sederhana, baik dengan ataupun tanpa perkuatan kerangka beton. Untuk tujuan perkuatan dapat digunakan Ferrocement dengan tulangan berupa kawat Wire-mesh. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton yang diperkuat dengan Ferrocement dengan tulangan PVC Coated Welded wire-mesh. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan benda uji balok beton bertulang diperkuat dengan Ferrocement yang dibebani secara statis. Adapun variable dalam kajian ini adalah Fraksi volume dari Welded wire-mesh. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua balok uji berperilaku daktail. Lebar retak dan jarak retak pada balok dipengaruhi secara nyata oleh perkuatan Ferrocement dengan tulangan Welded wire-mesh. Kuat lentur nominal dari balok meningkat tidak signifikan dengan penambahan Ferrocement namun lebar retak menurun seiring dengan bertambahnya nilai Fraksi volume wire-mesh