605 research outputs found
PERBANDINGAN KEBERHASILAN METODE DRILL DAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL PENGAJARAN PENCAK SUT PRASETYA :Penelltlan Eksperlmen Terhadap Siswa Putra SMP Negeri Bojong - Pandeglang Tahun Ajaran 1995/1996
Skripsi ini ber.i udul Perbandingan Keberhasilan Metode Drill Dan Metode Problem Solving Terhadap Hag i I Pengad aran
Pencak Silat Praeetya.
Magalah yang ditel iti dalam penelìtian ini q adalah
I . Seberapa besar tingkat keberhasilan metode drill terhadap hasil pengatl aran pencak Bilat Prasetya.
2 . Seberapa begar t ingkat keberhasilan metode problem solving terhadap hasil pengad aran pencak silat Prasetya.
3 . Mana diantara metode drill dan metode problem yang mempunyai tingkat keberhasilan yang Lebih besar terhadap has il pengaj aran pencak Bilat Prasetya.
'Tud uan yang ingin dicapai dalam penel itian in i, adalah
1 . Untuk mengetahui seberapa begar tingkat keberhasilan metode drill terhadap hasil- pengadaran pencak Bilat Prasetya.
Untuk mengetahi Beberapa besar tingkat keberhasilan metode problem solving terhadap hazil pengad aran pencak Bilat
Prasetya.
3. Untuk mengetahui mana diantara metode drill dan metode problem solving yang mempunyai t ingkat keberhasilan yang lebih beear terhadap has il pengad aran pencak Bilat
Prasetya.
Metode penelìtian yang penulis pergunakan dalam penel it i an in i , adalah metode eksperimen . Populasi penel itiannya adal ah alawa putra kelae Il SMP Negeri Bodong Pandeglang tahun ad aran
i
1995/1996 . Jumlah sampelnya sebanyak 40 orang siswa vang dipilih secara acak (random) . Dari hasdil pengambilan sampel ini dibentuk dua keLompok untuk diberi perlakuan yang berbeda, yaitu kelompok diberi perlakuan metode drill , dan kelompok B d i beri perlakuan metode problem solving.
Dari penel it i an maaing-maaing kelompok dan tea dilakukan didapat data mentah yang Be land utnya akan diolah secara statistika.
Untuk mengetahui ada perbedaan dan tidaknya kedua metode tersebut terhadap hasil pengad aran pencak silat Prasetya , penul is mengad ukan kriter•ia pengud iannya, sebagai berikut
terima Ho, dika -dimana ti
didapat dari daftar distribusi t dengan dk ( ni+nz-2 ) .
untuk harga t lainnya Ho ditolak.
Dari penel itian didapat t hi tung 17 , 58 dan t tabel 2.02. Jadi t hi tung lebih besar dari t tabel , ini berarti hi poteeis ditolak, artinya kedua metode tersebub mempunyai perbedaan - tingkat keberhasilan dalam pengad aran pencak Bilat Prasetya.
Kea impulan dari penel it i an ini adalah metode mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih begar dibandingkan dengan metode problem solving terhadap has il penga.i aran
Hal in i dapat•t d i I i hat dari
r; eh arnpok A yang d i beri per•lakuan metode drill ( 215, 8) lebih besar• d i bandingkan nil ai rata-rata kel ompok B yang diberi perlakuan metode problem solving (200, 15)
Perlindungan Hukum, Jual Beli, Tidak Disertai Bukti Perjanjian, Perjanjian Tidak Tertulis, Membeli Rumah, Hukum Perdata/ oleh Rama Kresna Prasetya
abstrak (A). Nama : Rama Kresna Prasetya (B). NIM : 205110048 (C). Judul Skripsi : Perlindungan Hukum Bagi Karyawan yang Membeli Rumah Dengan Mekanisme Potong Gaji Dengan Tidak Disertai Bukti Perjanjian (Studi Kasus: Putusan Mahkamah Agung No. 381/PK/PDT/2008jo.No.92.PDT.G/1999/PN.JKT.BAR.) (D). Halaman : viii + 83 + 34 +2015 (E). Kata Kunci :Perlindungan Hukum, Jual Beli, Tidak Disertai Bukti Perjanjian, Perjanjian Tidak Tertulis, Membeli Rumah, Hukum Perdata. (F). Isi : Perjanjian merupakan kegiatan yang sangat lazim dalam kehidupan masyarakat untuk melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan jual beli, pinjam meminjam, perjanjian kerja dan sebagainya. Perjanjian dapat dalam bentuk lisan dan dapatdalam bentuktertulis. Perjanjian lisan biasanya lahir karena hanya membutuhkan kesepakatan antara para pihak, yang digunakan oleh masyarakat sederhana, sedangkan perjanjian tertulis lazimnya lahirdalam masyarakat yang relative modern yang berkaitan dengan bisinis yang hubungan hukumnya lebih kompleks. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini, yaitu mengenai perlindungan hukum terhadap pembelian rumah dengan mekanisme potong gaji dan kekuatan mengikat dari suatu perjanjian yang timbul dalam bentuk lisan. Oleh karena itu tulisan ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang perlindungan hukum yang diberikan oleh KUHPer kepada pembeli rumah dengan mekanisme pemotongan gaji dan kekuatan mengikat dari perjanjian lisan yang lahir dari para pihak. Metode penelitian ini menggunakan metode normatif, yaitu memfokuskan penelitian terhadap prisnsip-prinsip hukum serta mengkaji dan meneliti peraturan-peraturan yang tertulis, dalam hal mengetahui kekuatan mengikat perjanjian dalam bentuk lisan. Jadi perjanjian lisan merupakan bentuk perjanjian yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian bentuk tertulis, karena dalam perjanjian lisan telah terpenuhi unsur kata sepakat. Adanya dasar hukum yang kuat dan jelas,penulis berharap kepada para pihak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya dari apa yang telah telah menjadi kesepakatan, sehingga tidak ada pihak yang merasa rugi. Kesimpulan dari penulis adalah antara perjanjian tertulis dengan perjanjian lisan adalah sama kuatnya dan keduanya sah menurut KUHPer, tetapi yang menjadi perbedaan adalah pembuktian antara keduanya, karena dalam Hukum Perdata, pembuktianya adalah pembuktian formil. (G). Daftar Acuan : 34 (1986-2013) (H). Pembimbing : I. Gusti Ayu Adi, S.H., M.H (I). Penulis : Rama Kresna Prasety
PENERAPAN DIREKSI DALAM PENYAJIAN KARYA MUSIK BROTHER KOMPOSER ADI PRASETYA
“Brother” (kata dalam bahasa inggris yang berarti Adik laki-laki). Kata tersebut dipilih oleh komposer karena merupakan sebuah pengalaman hidup komposer yang kehilangan orang terdekat yaitu adik laki–lakinya. Karya musik “Brother” ini dikemas dalam bentuk chamber orchestra, dan akan dipimpin oleh seorang konduktor. Seorang konduktor memerlukan ilmu yang banyak dan memadai. Selain itu, seorang konduktor juga harus memiliki sifat leadership, ketrampilan berkomunikasi yang baik dan cerdas, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Bentuk musik karya Brother adalah bentuk variasi. Jenis variasi berpangkal dari tiga unsur pokok musik yaitu melodi, irama, harmoni/aransemen. Karya musik “Brother” terdiri atas 160 birama. Tempo yang digunakan adalah tempo Adegio, Allegro, dan Moderato Tangga nada yang dimainkan adalah tangga nada G mayor, A mayor, D mayor, B mayor, F mayor. Serta menggunakan tanda birama 4/4 , 2/4, dan 3/4. Dinamika yang mendukung penciptaan suasana yang diinginkan, seperti piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, cressendo, dan decressendo. Sedangkan untuk penulisan tentang direksi, komposer terinspirasi dari melihat konduktor dalam negeri dan luar negeri yang pada saat mengabah suatu kelompok musik dapat dengan baik memimpin pertunjukan tersebut. Dalam mendireksi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, langkah-langkah mendireksi dimulai dari mengetahui alur matra yang digunakan, gesture saat mengabah, gerakan attack gerakan release dan mimik atau ekspresi. Dengan terciptanya karya musik “Brother” ini, semoga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih mencintai dan memerhatikan musik, khususnya musik klasik karena musik klasik memiliki animo yang kecil di indonesia.Kata kunci : Brother, direksi, bentuk musik, chamber orchestra"Brother" (the word in English which means brother). The word chosen by the composer as a composer who lost their life experience that is the closest younger brother. Musical work "Brother" is packaged in a chamber orchestra, and will be led by a conductor. A conductor requires a lot of knowledge and adequate. In addition, a conductor must also have the nature of leadership, good communication skills and a smart, well communicate verbally and non-verbally. Brother works of musical form is a form of variation. Variations stem from three main elements of music are melody, rhythm, harmony / arranger. Musical work "Brother" consists of 160 bars. Tempo is used Adegio tempo, Allegro and Moderato Stairs tones played are scales of G major, A major, D major, B major, F major. As well as using the time signature 4/4, 2/4, and 3/4. Dynamics that support the creation of the desired atmosphere, like piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, Cressendo, and decressendo. As for the writing of the directors, composers inspired from seeing the conductor within the country and abroad at the time mengabah a musical group could well lead the show. In mendireksi there are a few things to note, steps mendireksi starts from knowing the groove dimensions are used, when mengabah gesture, movement and expression attack release movement or expression. With the creation of musical works "Brother" this may be a reference for the students and the general public to more love and attention of music, particularly classical music because music Classic have little interest in Indonesia.Keywords: Brother, directors, form of music, chamber orchestr
PENERAPAN DIREKSI DALAM PENYAJIAN KARYA MUSIK BROTHER KOMPOSER ADI PRASETYA
“Brother” (kata dalam bahasa inggris yang berarti Adik laki-laki). Kata tersebut dipilih oleh komposer karena merupakan sebuah pengalaman hidup komposer yang kehilangan orang terdekat yaitu adik laki–lakinya. Karya musik “Brother” ini dikemas dalam bentuk chamber orchestra, dan akan dipimpin oleh seorang konduktor. Seorang konduktor memerlukan ilmu yang banyak dan memadai. Selain itu, seorang konduktor juga harus memiliki sifat leadership, ketrampilan berkomunikasi yang baik dan cerdas, baik berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Bentuk musik karya Brother adalah bentuk variasi. Jenis variasi berpangkal dari tiga unsur pokok musik yaitu melodi, irama, harmoni/aransemen. Karya musik “Brother” terdiri atas 160 birama. Tempo yang digunakan adalah tempo Adegio, Allegro, dan Moderato Tangga nada yang dimainkan adalah tangga nada G mayor, A mayor, D mayor, B mayor, F mayor. Serta menggunakan tanda birama 4/4 , 2/4, dan 3/4. Dinamika yang mendukung penciptaan suasana yang diinginkan, seperti piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, cressendo, dan decressendo. Sedangkan untuk penulisan tentang direksi, komposer terinspirasi dari melihat konduktor dalam negeri dan luar negeri yang pada saat mengabah suatu kelompok musik dapat dengan baik memimpin pertunjukan tersebut. Dalam mendireksi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, langkah-langkah mendireksi dimulai dari mengetahui alur matra yang digunakan, gesture saat mengabah, gerakan attack gerakan release dan mimik atau ekspresi. Dengan terciptanya karya musik “Brother” ini, semoga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa dan masyarakat umum agar lebih mencintai dan memerhatikan musik, khususnya musik klasik karena musik klasik memiliki animo yang kecil di indonesia.Kata kunci : Brother, direksi, bentuk musik, chamber orchestra"Brother" (the word in English which means brother). The word chosen by the composer as a composer who lost their life experience that is the closest younger brother. Musical work "Brother" is packaged in a chamber orchestra, and will be led by a conductor. A conductor requires a lot of knowledge and adequate. In addition, a conductor must also have the nature of leadership, good communication skills and a smart, well communicate verbally and non-verbally. Brother works of musical form is a form of variation. Variations stem from three main elements of music are melody, rhythm, harmony / arranger. Musical work "Brother" consists of 160 bars. Tempo is used Adegio tempo, Allegro and Moderato Stairs tones played are scales of G major, A major, D major, B major, F major. As well as using the time signature 4/4, 2/4, and 3/4. Dynamics that support the creation of the desired atmosphere, like piano, pianisisimo, forte, mezzoforte, fortesisimo, Cressendo, and decressendo. As for the writing of the directors, composers inspired from seeing the conductor within the country and abroad at the time mengabah a musical group could well lead the show. In mendireksi there are a few things to note, steps mendireksi starts from knowing the groove dimensions are used, when mengabah gesture, movement and expression attack release movement or expression. With the creation of musical works "Brother" this may be a reference for the students and the general public to more love and attention of music, particularly classical music because music Classic have little interest in Indonesia.Keywords: Brother, directors, form of music, chamber orchestr
ANALISIS KEAUSAN CRANK PIN JOURNAL CRANKSHAFT PADA DIESEL ENGINE GENERATOR DENGAN METODE FAULT TREE ANALISIS DI MV. KARTINI BARUNA
Tristanto Prasetya, 2017, NIT: 49124615.T,“Analysis of crank pin journal Wear of Crankshaft in the Diesel Engine Generator Method of Fault Tree Analysis in MV. Kartini Baruna , skripsi Program Study Teknika, Program Diploma IV, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Preceptor I: Sarifuddin, M.Pd,. M.Mar.E Preceptor II: Budi Joko Raharjo, MM.
Crankshaft is working to change the engine kompnen straight back and forth motion of the piston by the piston rod intermediary into rotary motion. To change this, the process requires a pen crank crankshaft (crank pin, an additional bearing is placed at the end of the drive shaft in each cylinder. The supporting factors for the smooth running of this crankshaft, one of which is lubricating oil, as lubrication is ha very important for machine parts that are always rubbing Given the importance of the existence of a function of the crankshaft of the engine components must be treated properly. In this case the author uses the Fault Tree Analysis method, where the method of analysis, there is an undesired event called undesired event occurs in the system, and the system. Then analyzed the environmental and operational conditions that exist to find all the possible ways that lead to the undesired event. By carrying out these procedures are expected operational diesel generator system can function normally and the maximum, so the shipping activities and the company did not experience losses due to disruption of operation of a ship. At the end part of the thesis the author presents conclusions and suggestions
Keyword: Crankshaft diesel engine generator, the wear on crank pin journa
MODEL PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP PABRIK KULIT PT. USAHA LOKA (Studi di Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Malang)
Dicky Adi Prasetya, Dr. Istislam, S.H., M.Hum, Lutfi Efendi, S.H, M.Hum Fakultas Hukum Universitas [email protected]  Abstrak Penelitian ini dititikberatkan pada permasalahan yang dilatarbelakangi oleh pencemaran sungai Badek di kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh pabrik kulit PT. USAHA LOKA. Oleh karenanya penulis merumuskan model penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo selama ini telah dilakukan dan faktor-faktor apa saja yang menghambat penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris dengan metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Lokasi penelitian yakni di Kelurahan Ciptomulyo. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Lingkungan Hidup. Abstract The research placed on problems that affected by the pollution of the river Badek Ciptomulyo Sub-district in kelurahan Breadfruit Malang by skin factory of PT. USAHA LOKA. Therefore the author to formulate a model of the environmental dispute resolution between the skin factory of PT. USAHA LOKA with the community Ciptomulyo as long as this has been done and what are the factors that inhibit the settlement of environmental disputes between the skin factory of PT. USAHA LOKA with community Ciptomulyo. This thesis research using an empirical juridical method with the Juridical Sociological approach method. The location of the research, which is in the village of Ciptomulyo. Keywords: Dispute Resolution, Environment. Â
BAB PERNIKAHAN DALAM KITAB PRIMBON KUMPULAN DOA-DOA: SUNTINGAN TEKS DISERTAI KAJIAN PRAGMATIK
Prasetya, Yuliana Gita. 2022. “The Chapter of Marriage in the Book of Primbon a
Collection of a Prayers: Text Edits with Pragmatic Studies.” Thesis (S1)
Indonesian Literature Study Progam Faculty of Cultural Sciences Diponegoro
University Semarang. Advisor: Nur Fauzan Ahmad, S.S., M.A and Dra. Rukiyah,
M.Hum.
The Primbon Book of Prayers is a personal manuscript belonging to Kyai
Imroni, the manuscript is a hereditary inheritance from his father. The values
contained in the KPKDD manuscript of the marriage chapter, which contains
religious value, education value, and social value.
This study aims to present edits and outline the values of the marriage
chapter in the KPKDD manuscript based on pragmatic studies. The author uses
two in the analysis, namely philological theory and pragmatic theory. The
philologycal theory that was carried out were: describing the text, making an
outline of the content, transliterating the text, editing, and translating the text.
While pragmatic theory is used to find out the values contained in the marriage
chapter in the KPKDD manuscript.
The result of philological analysis in the form of script descriptions,
transliterations, edits, text translations, and symptoms of text corrup in the
marriage chapter. The KPKDD script on the marriage vhapter is translated to make
it easier for readers to understand the contents of the script. While the result of
pragmatic are in rhe form of religious value, education value, and social value.
Keywords: Book of Primbon a Collection of Prayers, Philology, Pragmatics,
Religious Values, Educational value, Social Valu
PELAYANAN DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA
ABSTRAK Rici Dovan Prasetya. D1813069. Pelayanan Di UPT Perpustakaan Universitas Islam Batik Surakarta. DIII Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2016. Keberadaan dan pemberdayaaan perpustakaan sudah menjadi komitmen pemerintah, bahwa perpustakaan diharapkan dapat berfungsi menjadi fasilitas pembelajaran bagi masyarakat yang sesusai dengan perencanangan gerak pemberdayaan perpustakaan di masyarakat, program tersebut melalalui program pengembangan perpustakaan dan budaya baca dengan kegiatan pengembangan minat dan pembinaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) jenis layanan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Batik Surakarta; dan 2) pengelolaan pelayanan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Batik Surakarta. Metode pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan metode partisipasi. Dari hasil penelitian mengenai Aktivitas Layanan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Batik Surakarta dapat disimpulkan bahwa : 1) Jenis layanan yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Islam Batik Surakarta berjumlah 4 layanan; 2) Prosedur pelayanan sudah cukup baik dimana setiap prosedur layanan yang ada diberikan penjelasan secara terperinci agar mudah di pahami oleh pengunjung baik mahasiswa pengunjung dari lain Universitas disekitar kota Surakarta; dan 3) Sistemnya pelayanan masih menggunakan SIMPUS yang berbasis manual tidak online. Kata kunci: pelayanan, sirkulasi, perpustakaan ABSTRACT Rici Dovan Prasetya. D1813069. Service in Library Unit of Batik Islamic University Surakarta. D III Library Science, Faculty of Social and Political Sciences, Sebelas Maret University of Surakarta, 2016. The existence and empowerment of libraries already committed by the government, that the library was expected to serve as learning facilities to people that in accordance to the design of library empowerment in the community. The programs are including of library development program and reading culture by the activities of interest development and coaching. The study purposes were determined 1) the type of service in the Library Unit of Batik Islamic University Surakarta; and 2) service management in Library Unit of Batik Islamic University Surakarta. Data collection methods were used literature study, observation, interviews, and participation methods. From the study results on service activity in Library Unit of Batik Islamic University Surakarta can be concluded that: 1) The services types available in the Library Unit of Batik Islamic University Surakarta consists of 4 types of service; 2) the service procedure is good where all of existin service procedures were detailed explanation to be easily understood by visitors both visitors from students and other university around the of Surakarta; and 3) The service system is still used SIMPUS is an offline manual-based system. Keywords: services, circulation, librar
Peningkatan Keterampilan Teknik Menumpu Pada Lompat Jauh Gaya Menggantung Menggunakan Metode Bermain Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu
ABSTRAK Prasetya, Novi Bagus. 2011. Peningkatan Keterampilan Teknik Menumpu Pada Lompat Jauh Gaya Menggantung Menggunakan Metode Bermain Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tatok Sugiarto, S. Pd, M. Pd, (II) Drs. Lokananta Teguh H.W, M. Kes. Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lompat Jauh Gaya Menggantung, Metode Bermain. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu dapat dikatakan kurang baik karena dari keempat teknik dasar yang diamati, seperti awalan, tumpuan, melayang, dan saat mendarat persentase kesalahan masih banyak terlihat pada teknik menumpu yaitu 60,60%. Jumlah subjek pada penelitian ini berjumlah 33 siswa, 15 putra dan 18 putri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa pada lompat jauh gaya menggantung khususnya pada teknik menumpu dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keterampilan menumpu siswa selama mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya menggantung dari siklus ke siklus. Pada siklus 1 dari aspek ketepatan kaki pada papan tumpu yang melakukan dengan benar sebesar 52,51%, aspek posisi badan yang melakukan dengan benar sebesar 67,77%, aspek gerakan tumpuan kaki tumpu pada papan tumpu yang melakukan dengan benar sebesar 90,90%, dan pada aspek ayunan kaki dan lengan yang melakukan dengan benar sebesar 57,57%. Dari hasil tersebut menunjukkan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung khususnya pada teknik menumpu yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat sebelum tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir tindakan. Untuk hasil dari siklus 2 juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung khususnya pada teknik menumpu dengan masing masing taraf keberhasilan dari aspek menumpu diantaranya, dari aspek ketepatan kaki pada papan tumpu yang melakukan dengan benar sebesar 93,94%, aspek posisi badan yang melakukan dengan benar sebesar 100%, aspek gerakan tumpuan kaki tumpu pada papan tumpu yang melakukan dengan benar sebesar 100%, dan pada aspek ayunan kaki dan lengan yang melakukan dengan benar sebesar 96,97%. Selain hasil persentasi mengenai teknik menumpu pada lompat jauh gaya menggantung diperoleh pula hasil pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 siswa melakukan pemanasan sendiri tanpa didampingi oleh guru, siswa yang terlambat tidak ditegur oleh guru, dan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru saat guru menjelaskan. Namun pada siklus 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus 1, pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan menumpu dengan baik dan benar. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan teknik menumpu pada lompat jauh gaya menggantung siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Batu. Bagi guru pendidkan jasmani, olahraga dan kesehatan model pembelajaran dengan metode bermain dapat digunakan sebagai referensi dalam memberikan materi lompat jauh gaya menggantung khususnya untuk meningkatkan keterampilan teknik menumpu
PENGARUH REKANALISASI OKLUSI TOTAL KRONIS PERKUTAN TERHADAP FUNGSI JANTUNG KIRI DENGAN PARAMETER TISSUE DOPPLER IMAGING PADA PASIEN SINDROMA KORONER KRONIS DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
ABSTRAK
Nama : Medika Prasetya
Program Studi : Jantung dan Pembuluh Darah Program Spesialis
Judul : Pengaruh Rekanalisasi Oklusi Total Kronis Perkutan
terhadap Fungsi Jantung Kiri dengan Parameter Tissue
Doppler Imaging pada Pasien Sindroma Koroner Kronis
di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Latar Belakang: Salah satu jenis lesi penyakit jantung koroner adalah oklusi total
kronis (OTK). Oklusi total kronis didefinisikan sebagai kondisi sumbatan pada arteri
koroner dengan derajat aliran TIMI flow 0 dengan lama oklusinya > 3 bulan. Kasus
OTK cukup sering terjadi, diperkirakan 15-25% dari semua pasien PJK yang
melakukan angiografi koroner. Rekanalisasi OTK menujukan perbaikan klinis
angina, fungsi ventrikel, dan kualitas hidup.
Tujuan penelitian: Kami ingin mengetahui pengaruh rekanalisasi oklusi total kronis
perkutan terhadap fungsi jantung kiri dengan parameter tissue doppler imaging pada
pasien sindroma kronis.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi longitudinal observasional
retrospektif kemudian dilanjutkan penelitian dengan menggunakan rancangan QuasiEksperimental Non-Equivalent Control Group Design Pretest and Posttest. Populasi
penelitian adalah seluruh pasien yang telah dilakukan rekanalisasi oklusi total kronis
dari kurun waktu Mei 2021 s/d September 2023 yang diambil berdasarkan data
sekunder dari rekam medik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah dengan cara consecutive sampling terdapat besar sampel
sebanyak 23 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
paired sample t-test dan Uji dan wilcoxon Signed Ranks Test.
Hasil Penelitian: Terdapat perbaikan fungsi ventrikel kiri setelah dilakukan
rekanalisasi oklusi total kronik, dengan nilai rerata LVEF 49.22±9.04 sebelum
dilakukan rekanalisasi menjadi 53.70±9.16 setelah dilakukan rekanalisasi yang
signifikan secara statistic (p value =0.019). Dari parameter LVS’, terdapat perbaikan
fungsi ventrikel setelah dilakukan rekanalisasi yang signifikan secara statistik (pvalue =0.007). Sedangkan dari parameter fungsi diastolik dan TDI lainnya tidak
terdapat perubahan bermakna antara fungsi ventrikel kiri sebelum rekanalisasi dan
setelah rekanalisasi.
Kesimpulan: Dalam studi ini menunjukan perbaikan rerata LVEF dan LVS’ pada
pasien sindroma koroner kronis yang dilakukan rekanalisasi OTK. Rekanalisasi OTK
pada pasien sindroma koroner kronis menunjukan perbaikan fungsi ventrikel kiri
- …
