52 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Probing Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa sebelum diterapkan model pembelajaran probing prompting pada pembelajaran IPA, gambaran proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran probing prompting pada pembelajaran IPA serta untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Probing Prompting pada pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap secara berulang, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dan melalui instrument lembar observasi aktivitas dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V MI Darul Ulum Kabupaten Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran probing prompting pada pembelajaran IPA mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan hasil tes yang diberikan pada siklus I dan II diperoleh rata-rata nilai sebesar 49,06 dan 61,11 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus I dan II yaitu 33,33% da 66,67%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Probing Prompting dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA di kelas V MI Darul Ulum

    Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Dengan Implementasi Model Debat Tematik

    No full text
    The learning process cannot be separated from speaking activities, in other words speaking is an important part of everyday life. The purpose of learning to speak is so that students can use the language orally properly and correctly. However, in reality, speaking skills in learning activities are still not optimal, and they are not given enough attention. The purpose of this study was to determine speaking skills before applying the debate learning model. As well as knowing the speaking skills of students after using the debate model of class V students of MI Naelushibyan, Bandung Regency. This is also due to speaking skills that do not use the right model. The research model used was Classroom Action Research (PTK). This research was conducted at MI Naelushibyan, Bandung Regency. Speaking skills after using the debate model were included in the sufficient category with an average score of 54.5 in the I action cycle I, in the I action II cycle the students got an average score of 63. While in the second cycle students got an average score of 68 in action I and 87% of action II. The conclusion of this study is the application of the debate learning model can improve students' speaking skills in thematic learnin

    MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH MELALUI LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

    Full text link
    Pemahaman matematis adalah proses yang dikuasai dan dipelajari oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam proses pembelajaran matematika. Prosesnya ditingkatkan melalui berbagai kegiatan di kelas. Oleh karena itu, guru perlu memfasilitasi peningkatan pemahaman matematika siswa. Salah satu cara untuk memfasilitasi peningkatan pemahaman matematika siswa adalah melalui penggunaan lembar kerja kegiatan siswa berdasarkan kearifan lokal. Ini adalah bahan ajar yang berisi tugas-tugas matematika yang menggabungkan nilai-nilai budaya. Dengan integrasi kearifan lokal, siswa akan menyadari nilai-nilai budaya yang mulia dari daerah dan meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya. Hasil pengembangan lembar kerja kegiatan siswa berdasarkan kearifan lokal adalah untuk membuat siswa memiliki kemampuan yang baik dalam pemahaman matematika dan prinsip-prinsip budaya kehidupan.

    PENGGUNAAN MEDIA BONEKA DI KELAS AWAL PADA MADRASAH IBTIDAIYAH

    Full text link
    The research objective of this class action is to determine student learning outcomes before using the media three-dimensional, the use of three-dimensional media, and student learning outcomes by using three-dimensional media on the subject matter of the attitude of harmony and help each other in class III MI Al-Islah. The method used in this research is a classroom action research. The study consisted of III cycles where each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. Based on the results obtained can be summarized as follows: 1) student learning outcomes before using a three-dimensional media is still low, with an average value of 70.03 with 46% mastery learning; 2) the use of three-dimensional media in each cycle has risen in the first cycle of teacher activity 44%, cycles II 69%, 81% the third cycle, shile the activity of the first cycle students 42%, 67% the second cycle and the third cycle of 67%; 3) the results of student learning outcomes by using the doll media in each cycle has increased. In the first cycle with an average of 73.21 completeness study 54%, then the second cycle with an average of 76.60 completeness study 82%, and the third cycle reach the average grade is 81.43 with 89% mastery learning

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET DI PERGURUAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini menemukan model pembelajaran berbasis riset, implementasi pembelajaran berbasis riset dan Mendapatkan gambaran hasil pembelajaran berbasis riset di Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan metode penelitian pengembangan. Tahapan utama penelitian adalah penemuan model, validasi pakar, ujicoba terbatas, ujicoba meluas, dan penetapan model. Hasil penelitian menunjukkan salah satu pengembangan pembelajaran ke model pembelajaran berbasis riset adalah pembelajaran dengan langkah-langkah pada kegiatan inti pembelajaran sebagai berikut; (1) memberikan informasi pokok tenang materi yang sedang dipelajari, (2) menunjukkan hasil-hasil penelitian dosen yang berkenaan/bersentuhan dengan materi yang sedang dibahas, (3) membagi mahasiswa dalam kelompok diskusi, (4) memberikan penugasan kepada mahasiswa dalam bentuk diskusi dalam kelompok-kelompok

    KOLABORASI PEMBELAJARAN SAINS IPA DI MADRASAH IBTIDAIYAH DENGAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA UNTUK MENGEMBANGKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

    No full text
    This study aims to explore and integrate the local wisdom of Kampung Naga as a learning resource in Madrasah to develop the Pancasila Student Profile. The research employed a mixed-method approach with an explanatory design, combining qualitative and quantitative data. Participants included the indigenous community of Kampung Naga, teachers, and students of MI Arrohmah Dadaha Tasikmalaya. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed thematically for qualitative data and by using the N-gain test for quantitative data. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings reveal that various forms of local wisdom, such as environmental management, traditional agricultural systems, water conservation, and sustainable living practices, can serve as contextual science learning resources for students. The collaboration between Madrasah Ibtidaiyah and the Kampung Naga community encourages meaningful and applicable learning experiences. This collaborative learning model has been proven to enhance several dimensions of the Pancasila Student Profile, including being faithful and pious to God Almighty, independent, cooperative, critical-thinking, and creative.Pengetahuan merupakan bagian utama dalam kehidupan manusia, pengetahuan mungkin saja didapatkan dari lingkungan masyarakat yang selama ini telah terpendam ratusan tahun. Kearifan local merupakan kumpulan pengetahuan yang belum banyak diangkat oleh ilmuan terutama dalam bidnag Pendidikan terlebih menjadikan mereka bagian dari proses Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pengetahuan dari kearifan local Kampung Naga dan dijadikan sebagai sumber belajar di Madrasah dengan haparan dapat mengembangkan Profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diuraikan bahwa dikearifan local Kampung Naga terdapat banyak pengetahuan yang dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa di Madrasah,baik secara langsung maupun tidak langsung. Langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilakukan adalah mulai dari observasi, analisis kurikulum, penentuan waktu pembelajaran, pelaksanaann pembeajaran, evaluasi, dan refleksi hasil pembelajaran. Pembelajaran kolaborasi Madrasah Ibtidaiyah dengan Kearifan Lokal Kampung Naga telah mampu mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Siswa di MI Arrohmah Dadaha Kota Tasikmalay

    Penerapan Model Learning Cycle Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kemampuan literasi metematika siswa sebelum dan setelah menggunakan model Learning Cycle 5E. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas III MI Matla’ul Atfal Kota Bandung yang berjumlah 18 orang. Berdasarkan hasil penerapan model Learning Cycle 5E adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa. Hasil aktivitas guru siklus 1 tindakan I, 88%, siklus I tindakan II, 94%, siklus II tindakan I, 100%, siklus II tindakan II, 100%. Hasil aktivitas siswa siklus I tindakan I, 60%, siklus I tindakan II, 71%, siklus II tindakan I, 79%, siklus II tindakan II, 86%. Kemampuan literasi matematika siswa pra siklus hanya memperoleh nilai rata-rata 47 (sangat kurang), pada siklus I tindakan I memperoleh hasil 64 (kurang),  pada siklus I tindakan II meningkat dengan hasil 76 (cukup baik), selanjutnya pada siklus II tindakan I mengalami peningkatan dengan hasil 79 (baik) dan  tindakan II memperoleh hasil cukup memuaskan yaitu 81(baik). Maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan model Learning Cycle 5E dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa

    Data normalization and clustering for big and small data and an application to clinical trials

    No full text
    The purpose of this thesis is to propose new methodology for data normalization and cluster prediction in order to help us unravel the structure of a data set. Such data may come from many different areas, for example clinical responses, genomic multivariate data such as microarray, educational test scores, and so on. In addition and more specifically for clinical trials this thesis proposes a new cohort size adaptive design method that will adapt cohort size eventually and finally will save time and cost while still keep the accuracy to find the target maximum tolerate dose. The new normalization method is called Fishe-Yates normalization and it has the advantage of being computationally superior than the standard quantile normalization and it improved the power of the following statistical analysis. Once the data has been normalized the observations are clustered by their pattern of response and cluster prediction is used to validate the findings. We propose a new method for cluster prediction which is a natural way to predict for hierarchical clustering. Our prediction method using nonlinear boundaries between clusters. Normalization method and clustering prediction method can help to identify subgroups of patients which has positive treatment effect. For clinical trial study, this thesis also proposes a new adaptive design which will adapt cohort size thus save time and cost to locate the target maximum tolerated dose.Ph.D.Includes bibliographical referencesby Yayan Zhan

    Penggunaan Media Lembar Balik (Flip Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Tematik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang menggunakan media lembar Balik (flip chart) dengan yang menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melalui II siklus dan pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelakasanaan, pengamatan, dan refleksi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V-A MI At-Taqwa Rancaekek. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes Piihan Ganda (PG), lembar observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu analisis deskriptif untuk data kualitatif dan analisis statistik untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang menggunakan media lembar Balik dengan yang menggunakan media gambar. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata aktivitas siswa dan pendidik pada setiap siklus. Aktivitas siswa pada saat siklus 1 sebesar 68,8% dengan keterangan kurang, kemudian aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus 2 sebesar 84,3% dengan keterangan baik. Kemudian aktivitas pendidik pada siklus 1 sebesar 86% dengan keterangan baik, kemudian aktivitas pendidik pada siklus 2 sebesar 93% dengan keterangan sangat baik

    The Implementation of Religious Humanistic Pedagogy to Building Student Character

    Full text link
    This study presents the concept of humanistic-religious pedagogy to developing the character of students and application in learning. Pedagogic as a science that especially educates children is very strategic given to be studied, either by a teacher at the elementary level of education of elementary and higher education. Pedagogical understanding is very important for all educators. Knowing theoretical and practical pedagogy can optimize the learning objectives. Humanistic pedagogy promotes students as creatures with potential and based on self-evolving needs to contribute to society and the world. In the application of humanistic pedagogy, the educator still provides guidance, manages the class and seeks the learner to engage in meaningful activities that will make him a skilled person and have a good attitude developed through learning activities. The purpose of this study is to explain the concept of humanistic-religious pedagogy in developing the character of learners and application in learning. The approach used is qualitative and the method is qualitative descriptive. The results show that humanistic-religious pedagogy is an alternative national education paradigm for the development of students' character as a whole, which has an impact on improving the quality of education
    corecore