1,721,045 research outputs found

    NILAI KARAKTER DALAM FILM SEPATU DAHLAN KARYA BENNI SETIAWAN

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Nilai Karakter dalam Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan”. Adapun latar belakang penelitian ini yaitu ketertarikan penulis terhadap film ini dan berusaha untuk memberikan informasi kepada masyarakat sehingga film ini akan menjadi salah satu contoh bahwa karya sastra dalam penciptaannya tidak lepas dari kehidupan sosial masyarakat khususnya nilai karakter. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan film berjudul Sepatu Dahlan karya Benni Setiawan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah film  Sepatu Dahlan karya Benni Setiawan, yang dipilih oleh penulis sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, teori yang digunakan yaitu teori Samani dan Hariyanto yang memuat 7 aspek. 1) jujur 2) tanggung jawab 3) cerdas 4) sehat dan bersih 5) peduli 6) kreatif 7) gotong royong, sehingga diperoleh temuan bagaimana pengarang menuliskan kisah masa kecil Dahlan Iskan yang menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan, dan bagaimana sosok Dahlan berjuang mempertahankan hidupnya dalam keadaan ekonomi yang rendah, dan bagaimana nilai karakter yang dapat diambil dari film tersebut bagi masyarakat. Saran bagi guru bahasa Indonesia dalam pengembangan materi ajar alangkah baiknya guru melengkapi bahan ajar buku paket dengan bahan ajar yang lain agar bahan ajar bervariatif. Hasil penelitian dalam film Sepatu Dahlan karya Benni Setiawan diharapkan dapat dijadikan bahan ajar di SMA

    Adaptasi Cerpen Madre karya Dee Lestari ke Film Madre Sutradara Benni Setiawan

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi penulis terhadap adaptasi cerpen Madre ke film Madre. Penulis berasumsi bahwa adaptasi dilakukan sebagai promosi dalam upaya meningkatkan kepopuleran dan penjualan cerpen, hal tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan perubahan ideologi dari kedua media. Pada penelitian ini, permasalahan yang dibahas adalah (1) Bagaimanakah perubahan unsur intrinsik dari adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre sutradara Benni Setiawan, (2) Bagaimanakah perubahan ideologi adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre sutradara Benni Setiawan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana perubahan unsur intrinsik dari adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre sutradara Benni Setiawan dan menjelaskan perubahan ideologi dari adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre sutradara Benni Setiawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teori ini digunakan untuk menemukan dan menjelaskan dari adaptasi cerita dan adaptasi ideologi dari kedua media novel dan film. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan sosial. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa adaptasi cerpen Madre karya Dee Lestari ke film Madre karya Benni Setiawan mengalami, penambahan, pengurangan dan perubahan bervariasi. Hal tersebut meliputi penambahan tokoh, penambahan dan pengurangan peristiwa dan perubahan akhir dari kedua media, yaitu cerpen dan film. Sedangkan perubahan ideologi dalam pembacaan terdapat perbedaan antara kedua karya, cerpen Madre karya Dee Lestari didasarkan pada ideologi sosial, sedangkan film Madre sutradara Benni Setiawan didasarkan pada ideologi ekonomi

    Feminisme eksistensial Tokoh Kinan dalam Penyelesaian Masalah Perselingkuhan pada Drama Serial Layangan Putus Karya Benni Setiawan

    No full text
    Perkembangan zaman membawa pembahasan feminisme pada bagaimana perempuan mengarungi kehidupan. Masalah yang relevan untuk diangkat adalah tentang bagaimana perempuan mandiri. Bagaimana perempuan dipandang dalam masyarakat? Dan tentunya bagaimana cara perempuan menghadapi masalah kehidupan? Dalam drama serial Layangan Putus tema yang diangkat adalah bagaimana perempuan menghadapi permasalahan perselingkuhan suaminya. Tentu akan dianalisis dari sudut pandang feminisme eksistensial. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan wujud kekerasan akibat perselingkuhan suami yang diterima tokoh Kinan drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan. Mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan perselingkuhan tokoh Kinan pada drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan dalam prespektif feminisme eksistensial. Terdapat dua fokusi penelitian dalam tesis ini. Yang pertama adalah wujud kekerasan akibat perselingkuhan suami yang diterima tokoh Kinan drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan. Kedua adalah bentuk-bentuk perlawanan perselingkuhan tokoh Kinan pada drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan dalam prespektif feminisme eksistensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Peneliti akan menyimak drama serial Layanga Putus kemudian mencatatnya berdasarkan indikator yang telah disusun. Hasil dari penelitian ini terdapat lima wujud kekerasan akibat perselingkuhan suami yang diterima tokoh Kinan drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan berupa 1) Kinan menjadi emosional, 2) Kinan yang tidak dapat mengontrol emosinya, 3) Kesehatan fisik Kinan yang memburuk, 4) Kesehatan psikis Kinan yang memburuk, dan 5) Kinan yang menjadi pribadi lebih kuat. Terdapat tiga bentuk-bentuk perlawanan perselingkuhan tokoh Kinan pada drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan dalam prespektif feminisme eksistensial. 1) Kinan mencari bukti perselingkuhan suaminya, 2) Kinan menjaga jarak dengan suaminya, 3) Kinan menolak untuk dipoligami dan memilih untuk menceraikan suaminya. Penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Misalnya dapat dijadikan bahan diskusi untuk materi kesetaraan gender. Materi-materi terkali dapat berupa materi-materi tentang kajian karya sastra. Prosa misalnya. Beberapa bahan ajar dapat diambil dari prosa-pros yang mengangkat isu feminiseme khususnya femiisme eksistensial

    TINDAK TUTUR DIREKTIF TOKOH RAKA DALAM FILM INSYAALLAH SAH KARYA BENNI SETIAWAN

    Full text link
    Humans as social beings need language as a communication tool. Communication not only conveys language through words and sentences but also behavior and speech acts. Speech acts occur with specific intentions and objectives and can exert influence on the speech partner. The purpose of the speech is an effort to achieve a desired result of the speaker to the speech partner to do something, therefore researchers are interested in doing research on the Insyaallah Sah Film. This research is entitled "Acts of Directives of Raka Figures in the Insyaallah Sah Karya Film by Benni Setiawan". The purpose of this study are (1) to describe the form of directive speech acts of Raka's character in the Insyaallah Sah creation by Benni Setiawan, (2) to describe the function of the directive speech acts of Raka's character in the Insyaallah Sah creation by Benni Setiawan. The data used in this study are in the form of the speech of Raka in the film Insyaallah Sah. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques using note note technique. Based on the results of research and discussion, researchers found (1) the form of directive speech acts of Raka in the film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data obtained amounted to 58 utterances, consisting of 13 forms of command speech acts, 12 forms of request speech acts, 2 forms of speech acs solicitation, 27 forms of speech acts of advice, 2 forms of speech acts of criticism, and 4 forms of speech acts of prohibitin.. (2) directive speech act function of Raka character in the film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan the data obtained are 5 sending functions, 1 forcing function, 7 inviting functions,6 requesting functions, 3 invoking functions, 3 offering functions, 2 inviting functions, 4 advising functions, 2 suggesting functions, 5 suggesting functions, 15 reminding functions, 1 calling function, 1 calling function insinuating, 1 rebuke and 2 prohibit functions

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM FILM TOBA DREAMS KARYA BENNI SETIAWAN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMP

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan wujud nilai-nilai pendidikan moral yang terdapat dalam film Toba Dreams karya Benni Setiawan, (2) mendeskripsikan relevansi film Toba Dreams karya Benni Setiawan sebagai bahan ajar di SMP. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data penelitian ini adalah dialog dan tuturan yang mengandung nilai pendidikan moral dalam film Toba Dreams karya Benni Setiawan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Toba Dreams karya Benni Setiawan yang kemudian dibentuk ke dalam bahasa tulis berupa naskah dialog. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap dan teknik catat. Berkaitan telaah analisis data, penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Simpulan penelitian ini mencakup dua hal yakni pertama, pada film Toba Dreams karya Benni Setiawan. Peneliti menggunakan empat nilai moral yaitu (1) nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan Tuhan, (2) nilai pendidikan yang berkaitan dengan sesama, (3) nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan diri sendiri, (4) nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan lingkungan alam. Dari 32 data yang ditemukan, adapun nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan Tuhan berjumlah 5 data, nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan sesama berjumlah 23, nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan diri sendiri berjumlah 2 data, nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan lingkungan alam berjumlah 2 data. Dalam film Toba Dreams karya Benni Setiawan nilai moral yang paling banyak muncul adalah nilai pendidikan moral yang berkaitan dengan sesama. Kedua, penelitian ini memiliki relevansi untuk guru sebagai bahan ajar yang terkait materi nilai pendidikan moral dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada KD 4.15 untuk SMP kelas VII semester ganjil

    TINDAK TUTUR DIREKTIF TOKOH RAKA DALAM FILM INSYAALLAH SAH KARYA BENNI SETIAWAN

    Full text link
    Kata Kunci : Tindak Tutur, Tokoh Raka, Film Insyaallah Sah. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi. Komunikasi tidak hanya menyampaikan bahasa melalui kata dan kalimat tetapi juga perilaku dan tindak tutur. Tindak tutur terjadi dengan mengandung maksud dan tujuan tertentu serta dapat memberikan pengaruh mitra tutur. Tujuan dalam tuturan tersebut adalah upaya mencapai suatu hasil yang dikehendaki penutur kepada mitra tutur untuk melakukan sesuatu, Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian pada Film Insyaallah Sah. Penelitian ini diberi judul “Tindak Tutur Direktif Tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan”. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menemukan (1) bentuk tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data yang diperoleh berjumlah 58 tuturan, terdiri dari 13 bentuk tindak tutur perintah, 12 bentuk tindak tutur permintaan, 2 bentuk tindak tutur ajakan, 27 bentuk tindak tutur nasihat, 2 bentuk tindak tutur kritikan, dan 2 bentuk tindak tutur larangan. (2) fungsi tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data yang diperoleh yaitu 5 fungsi menyuruh, 1 fungsi memaksa, 7 fungsi menyilahkan, 6 fungsi meminta,3 fungsi memohon, 3 fungsi menawarkan, 2 fungsi mengajak, 4 fungsi menasihati, 2 fungsi menganjurkan, 5 fungsi menyarankan, 15 fungsi mengingatkan, 1 fungsi menyerukan, 1 fungsi menyindir, 1 fungsi menegur dan 2 fungsi melarang

    TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA SERIAL LAYANGAN PUTUS KARYA SUTRADARA BENNI SETIAWAN

    No full text
    Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi manusia sebagai sarana untuk menyampaikan maupun mendapatkan sebuah informasi. Bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial manusia karena pada dasarnya manusia membutuhkan bahasa sebagai sebuah alat untuk berinteraksi satu sama lain. Pada setiap kegiatan manusia yang disertai dengan bahasa dan memiliki maksud serta tujuan, dapat disebut dengan tuturan. Dalam hal ini, tuturan merupakan unsur yang dapat dikaji pada salah satu bidang linguistik, yaitu kajian Pragmatik. Pragmatik merupakan bidang studi untuk menganalisis tentang apa yang dimaksudkan orang dengan tuturan-tuturannya. Penggunaan sebuah tindak tutur tidak hanya terbatas pada kegiatan sehari-hari, hal ini juga dapat ditemui pada film maupun serial yang dialognya telah ditulis pada sebuah naskah. Pesan komunikasi yang disampaikan oleh pengarang naskah dalam film dapat dituangkan dalam tindak tutur, yaitu melalui percakapan-percakapan yang diujarkan para tokoh sesuai dengan konteks situasi. Serial Layangan Putus karya sutradara Benni Setiawan ini merupakan serial yang terinspirasi dari novel yang berjudul Layangan Putus karya Mommy ASF. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsi jenis tindak tutur ekspresif pada dialog antar tokoh dalam serial Layangan Putus karya Sutradara Benni Setiawan; (2) mendeskripsi fungsi tindak tutur ekspresif pada dialog antartokoh dalam serial Layangan Putus karya Sutradara Benni Setiawan; dan (3) mendeskripsi efek tindak tutur ekspresif pada serial Layangan Putus karya Sutradara Benni Setiawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis berupa pendekatan pragmatis dan pendekatan metodologis berupa pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penggalan wacana percakapan antartokoh pada serial Layangan Putus karya sutradara Benni Setiawan yang diduga terdapat tindak tutur ekspresif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dengan menggunakan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap yang kemudian diikuti dengan teknik rekam dan teknik catat. Pada metode analisis yang digunakan adalah metode padan subjenis pragmatis dengan teknik dasar analisis data yang digunakan berupa teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan yakni teknik hubung banding menyamakan (HBS) serta metode heuristik. Kemudian penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi tiga bagian yakni jenis, fungsi, dan efek tindak tutur ekspresif pada serial Layangan Putus karya sutradara Benni Setiawan. Ditemukan jenis tindak tutur ekspresif meliputi tindak tutur ekspresif langsung, tindak tutur ekspresif tidak langsung, tindak tutur ekspresif harfiah, tindak tutur ekspresif tidak harfiah, tindak tutur ekspresif langsung harfiah, tindak tutur ekspresif tidak langsung harfiah, tindak tutur ekspresif langsung tidak harfiah, dan tindak tutur ekspresif tidak langsung tidak harfiah. Kemudian pada fungsi tindak tutur ekspresif meliputi mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, meminta maaf, heran, bersimpati, memuji, belasungkawa, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, menyanjung, menyindir, dan menghina. Selanjutnya, ditemukan efek tindak tutur ekspresif meliputi (1) efek positif, berupa: membuat bahagia, membuat tertarik, membuat lega, mendorong untuk memperbaiki diri, menumbuhkan rasa semangat, menumbuhakan rasa ikhlas, mendorong untuk tidak berburuk sangka, menimbulkan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa sabar, membuat lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan, dan menumbuhkan rasa syukur dan (2) efek negatif, berupa: membuat gugup, membuat marah, membuat kecewa, membuat takut, membuat sedih, menimbulkan rasa khawatir, menimbulkan rasa tidak senang, dan menimbulkan rasa tersinggung. Hasil penelitian serial Layangan Putus karya sutradara Benni Setiawan ini diharapkan dapat menambah wawasan khususnya pada lingkup kajian pragmatik pada sebuah karya sastra. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu acuan atau rujukan yang bermanfaat dan dapat menjadi masukan bagi penelitian selanjutnya

    Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam film sepatu dahlan karya Benni Setiawan : Penelitian kualitatif deskriptif analisis pada film sepatu Dahlan

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang menggambarkan maraknya tindakan kriminalitas, seperti tawuran antara pelajar, meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan seksual, geng motor dan begal yang seringkali menjurus pada tindakan kekerasan yang meresahkan masyarakat, korupsi mewabah dan merajalela dan menambah pada semua sektor kehidupan masyarakat, bahkan menjerumus pada tindakan pembunuhan. Dari hal tersebut, maka perlunya penanaman nilai pendidikan karakter yang di pupuk sejak dini agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Film merupakan suatu bentuk karya sastra hiburan berwujud audiovisual yang memiliki kaitan erat dengan pendidikan yang didalamnya memiliki makna tersirat. Diantaranya yaitu Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan. Film ini merupakan film edukasi yang memuat gambaran nilai-nilai pendidikan karakter. Pemilihan film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan dilatar belakangi oleh adanya keinginan untuk mendeskripsikan secara mendalam adanya nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam setiap adegan yang diperankan oleh setiap tokoh dalam film tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan dan manfaat film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan terhadap penanaman nilai karakter di SD/MI. Jenis pendekatan pada penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif metode deskriptif analisis dengan objek Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan sebagai sumber datanya. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Analisis data adalah analisis isi dengan menerapkan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa terdapat lima nilai pendidikan karakter dalam Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan yaitunilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (Religius), nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia, nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan kebangsaan. Sedangkan manfaatnya terhadap penanaman nilai pendidikan karakter di SD/MI, diantaranya sikap/perilaku meliputi: beribadah/berdoa. bersyukur, sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian dan cobaan, jujur, tanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berpikir logis, mandiri, cinta ilmu, patuh pada aturan-aturan sosial, menghargai karya dan prestasi orang, demokratis, peka terhadap lngkungan sekitar tempat tinggal, nasionalis, dan menghargai keberagaman yang dapat diimplementasikan baik di luar maupun di dalam pembelajaran

    NILAI NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM FILM 3 HATI DUA DUNIA SATU CINTA KARYA BENNI SETIAWAN

    Full text link
    Kata kunci: multikultural, pendidikan Latar belakang penelitian ini mengenai materi-materi pendidikan adalah Indonesia merupakan negara yang beragam, baik dari sisi etnis, agama dan budaya.Dalam kurun waktu tertentu golongan-golongan tertentu dapat saling mencurigai, saling membenci, akan tetapi suatu saat juga bias memahami dan saling menghormati. Film dibuat untuk memberikan pesan edukatif yang dapat digunakan sebagai alternatif media pendidikan. Rumusan masalah adalah bagaimanakah isi nilai-nilai pendidikan multicultural dalam film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta karya Beni Setiawan. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka (library research) dengan mengambil objek film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta dan sasarannya adalah penonton atau audience dalam dunia pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah semiotik. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam film Tiga Hati Dua Dunia Satu Cinta karya Benni Setiawan. Jenis penelitian kualitatif, yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik. Penelitian yang dilakukan ini berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian difokuskan pada audio visual dalam film Tiga Hati Dua Dunia Satu Cinta Karya Benni Setiawan. sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto, dan statistik. Tempat dan waktu penelitian ini dilakukan di rumah dan perpustakaan dari pemutaran film sampai selesai. dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan instrumen penunjang merupakan alat pengumpulan data utama. Jadi, peneliti sebagai instrumen dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta karya Benni Setiawan adalah 1. Belajar hidup dalam perbedaan, 2. Rasa saling percaya, 3. Saling memahami, 4. Saling menghargai, 5. dan Berfikir terbuka

    A ECRANATION OF THE NOVEL BISMILLAH KUNIKAHI SUAMIMU BY VYNTIANA ITARI INTO THE FILM BISMILLAH KUNIKAHI SUAMIMU BY BENNI SETIAWAN: EKRANASI NOVEL BISMILLAH KUNIKAHI SUAMIMU KARYA VYNTIANA ITARI KE DALAM FILM BISMILLAH KUNIKAHI SUAMIMU KARYA BENNI SETIAWAN

    No full text
    Permasalahan yang ada pada penelitian ini adalah bagaimanakah proses ekranasi pada novel Bismillah Kunikahi Suamimu karya Vyantiana Itari ke dalam Film Bismillah Kunikahi Suamimu karya Benni Setiawan. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan : perubahan, penambahan dan pencuitan cerita dan tokoh dari novel Bismilah Kunikahi Suamimu dan Film Bismilah Kunikahi Suamimu karya Benni Setiawan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari novel menggunakan teknik baca, simak, dan catat kemudian data dari film dengan menggunakan teknik tonton, catat, dan capturing. Instrumen yang digunakan adalah human instrument. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui validitas semantis dan reliabilitas (intrarer dan interrater). Hasil penelitian terdapat peristiwa yang sengaja dikurangi, ditambahkan, dan diubah secara bervariasi sesuai dengan kebutuhan dari film. Perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi yakni penciutan, penambahan serta perubahan bervariasi pada bagian cerita dan tokoh. Aspek penciutan pada bagian cerita ditemukan sebanyak lima puluh cerita, aspek penambahan ditemukan sebanyak tiga puluh penambahan, aspek perubahan variasi ditemukan sebanyak sembilan belas perubahan. Aspek penciutan pada bagian tokoh ditemukan sebanyak empat belas tokoh, penambahan sebanyak sepuluh tokoh dan perubahan bervariasi sebanyak empat tokoh
    corecore