1,208 research outputs found
Analisis Permohonan Pra Peradilan Atas Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Oleh Pihak Ketiga Yang Berkepentingan (Studi Kasus: Permohonan Pra Peradilan Atas SKPP Perkara Bibit-Chandra Oleh Anggodo Widjojo)./ oleh Bayu Aji Nugroho
abstrak (A) Nama: Bayu Aji Nugroho (NIM: 205040173) (B) Judul Skripsi: Analisis Permohonan Pra Peradilan Atas Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Oleh Pihak Ketiga Yang Berkepentingan (Studi Kasus: Permohonan Pra Peradilan Atas SKPP Perkara Bibit-Chandra Oleh Anggodo Widjojo). (C) Halaman: vii + 95+ lampiran, 2011 (D) Kata Kunci: Praperadilan. (E) Isi: Dalam penulisan ini, dibahas mengenai permasalahan interpretasi pihak ketiga yang berkepentingan dalam praktek praperadilan yang terjadi selama ini, khususnya terkait dengan lagal standing dari Anggodo Widjojo dalam mengajukan permohonan Pra Peradilan atas dikeluarkannya SKPP terhadap perkara Bibit-Chandra oleh Kejari Jaksel. Pokok pembahasan dalam penulisan ini adalah mengenai kesesuaian permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh Anggodo Widjojo atas Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan oleh Pihak Ketiga Oleh Kejari Jaksel berdasarkan Pasal 80 KUHAP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif dengan berdasar pada data-data sekunder. Dari hasil analisis diketahui bahwa terhadap kasus permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh Anggodo Widjojo atas Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan oleh Kejari Jaksel tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal 80 KUHAP. Hal ini dikarenakan, KUHAP dan penjelasannya tidak mengatur secara tegas mengenai pengertian pihak ketiga yang berkepentingan dalam perkara praperadilan terkait dengan pemeriksaan tentang sah atau tidak sahnya pengehentian penyidikan atau penghentian penuntutan sebagai yang diatur dalam Pasal 80 KUHAP. Dampak dari adanya ketidakjelasan mengenai pengertian pihak ketiga yang berkepentingan tersebut maka hakim wajib untuk melakukan metode interpretasi dalam rangka melakukan penemuan hukum (rechtsvinding). Konsekuensi dari tidak diaturnya secara tegas dan jelas terhadap pengertian mengenai pihak ketiga yang berkepentingan tersebut maka dalam praktek timbul perbedaan interpretasi yang diberikan oleh para hakim khususnya yang memeriksa dan memutus mengenai sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan. (F) Acuan: 42 (1975-2010) (G) Pembimbing: Dr. Dian Adriawan,SH.MH (H) Penulis: Bayu Aji Nugroh
PENERAPAN TREATMENT TERHADAP NARAPIDANA YANG MENGALAMI DEPRESI DI DALAM LAPAS KLAS II A TANGGERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah pada narapidana sehingga dapat menemukan jalan keluar dan menebus kesalahan yang sudah pernah dilakukannya agar tidak menjadi bayangan yang dapat membuat narapidana menjadi depresi di dalam lapas. Penerapan treatment khusus terhadap narapidama yang mengalami depresi ringan di dalam lapas adalah suatu tindakan yang tepat yang diterapkan di dalam Lapas Klas II A Tangerang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dimana dilakukannya penelitian secara langsung dan melalui bentuk lapangan dan berfokus terhadap penerapan yang di lakukan pihak lapas guna memberikan treatment terhadap narapidana yang mengalami depresi.
Kepemimpinan Politik Kepala Desa dalam Pengembangan Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola kepemimpinan Bayu SetyoNugroho sebagai kepala desa Dermaji dan memahami faktor pendukung dan faktorpenghambat dalam kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho sebagai kepala desa Dermaji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studikasus.
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, kepemimpinanBayu Setyo Nugroho menunjukan tipe kepemimpinan kharismatik, sehinggamasyarakat menilai bahwa Bayu Setyo Nugroho sebagai Kepala Desa yang tidakdapat tergantikan. Hal itu terbentuk karena kinerja Bayu Setyo Nugroho sebagaikepala desa mempunyai kualitas personal yang sangat baik dan profesional karenaprestasinya. Selain itu, Bayu Setyo Nugroho memiliki tipekepemimpinan yangdemokratis, program-program kerjanya yang menyentuh langsung ke masyarakatDesa Dermaji dan memiliki sifat responsive leader yang mau mendengar ataumenanggapi masukan-masukan dari tataran anak buahnya (orang lain).
Kedua, faktor yang mendorong kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho,antara lain: Kualitas personal dan manageraial pemerintahan yang sangat profesional. Sedangkan keterbatasan sumberdaya manusia menjadi penghambat kepemimpinanBayu Setyo Nugroho dalam pembangunan desa Dermaji, seperti kesadaranmasyarakat yang masih kurang, sehingga belum mampu menerjemahkan programsecara langsung
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER VTUBER MIRA NOCTURNE SEBAGAI PENGUATAN PERSONAL BRANDING DI RUMAH SASONGKO
Nugroho, Bayu Aji Juli 2024. Perancangan Desain Karakter Vtuber Mira Nocturne
Sebagai Penguatan Personal Branding di Rumah Sasongko. Laporan Tugas Akhir.
Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Nadia Sigi Prameswari, S.Sn., M.Sn.
Kata Kunci: Vtuber, Desain Karakter, Avatar, Emote, Live streamer, Twitch
Kemajuan teknologi digital, khususnya dalam bidang Vtuber (Virtual YouTuber),
membuka peluang baru dalam industri hiburan dengan memanfaatkan avatar digital
yang dihasilkan melalui teknologi grafis komputer. Mira Nocturne, sebagai Vtuber
baru, memilih tema gothic lolita untuk desain karakternya agar menonjol di antara
pesaing dan menarik audiens dengan minat serupa. Tujuan dari laporan tugas akhir
ini adalah untuk menerapkan prinsip dan konsep desain karakter dalam
menciptakan karakter Vtuber yang unik dan menarik, serta memperkuat persona
Mira Nocturne di platform digital. Metode yang digunakan meliputi riset visual
untuk referensi dan penggunaan Clip studio paint dalam proses desain. Hasil karya
tugas akhir ini menghasilkan desain karakter dengan kostum Gothic Lolita yang
dramatis, termasuk elemen khas seperti twintails dan cacing di kepala, yang
mendukung tema gothic secara keseluruhan. Desain ini diharapkan dapat
meningkatkan daya tarik visual dan keterlibatan audiens dengan karakter Mira
Nocturne. Karya ini dimanfaatkan untuk memperkuat branding dan daya tarik Mira
Nocturne di dunia Vtuber
Wayang Climen Garap Pakeliran Ki Seno Nugroho
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini mengungkap garap pakeliran Wayang Climèn Ki Seno Nugroho. Bentuk pertunjukan Wayang Climèn merupakan pertunjukan wayang kulit alternatif yang minimalis, baik dari segi penyajian, segi durasi, segi properti, dan segi pendukung. Perpindahan ruang pementasan tanpa adanya penonton di lokasi, adanya pengaruh digital, kepentingan entertainment, bahkan politik identitas, masuk dalam kemasan pertunjukan.
Penelitiaan ini menggunakan teori dasar Dewey tentang art as experience yang menghasilkan subtance and form. Dalam konteks ini, kemasan pertunjukan berkaitan dengan bentuk (form), di dalamnya terdapat garap pakeliran atau isi (subtance) yang mengarah pada råså (sense). Terdapat dua teori pendekatan, untuk menunjukan råså menurut pandangan Nojowirongko dan untuk menunjukkan struktur caking pakeliran menurut Mudjanattistomo, dkk.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kasus penelitian ini adalah Wayang Climèn yang di dalamnya terdapat garap pakeliran kemudian dapat membentuk gaya personal Ki Seno Nugroho. Langkah pertama melacak proses berkesenian sebelum masa pandemi. Kedua melihat proses transisi, dari sebelum hingga masuk masa pandemi Covid-19. Ketiga mengikuti aktifitas selama masa pandemi. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan cara observasi lapangan dan beberapa arsip video yang tersimpan di channel youtube milik manajemennya.
Garap pakeliran Wayang Climèn terdiri dari beberapa unsur yang saling terkait, antara lain: pengalaman personal; konsep humor; ide kreatif yang selalu berkembang; peran ganda pengrawit, sinden, tim manajemen, dan kru pementasan sekaligus menjadi penonton; interaksi antara dalang dengan sinden; serta promosi pementasan. Beberapa unsur tersebut tersusun rapi dalam sajiannya yang berdurasi singkat. Dapat disimpulkan bahwa Wayang Climèn merupakan sajian pementasan wayang kulit alternatif yang menghasilkan gaya personal dan sebagai identitas Ki Seno Nugroho.
Kata Kunci: Wayang Climèn, garap pakeliran, Seno Nugroh
Wayang Climen garap pakeliran Ki Seno Nugroho
ABSTRAK Tujuan penelitian ini mengungkap garap pakeliran Wayang Climèn Ki Seno Nugroho. Bentuk pertunjukan Wayang Climèn merupakan pertunjukan wayang kulit alternatif yang minimalis, baik dari segi penyajian, segi durasi, segi properti, dan segi pendukung. Perpindahan ruang pementasan tanpa adanya penonton di lokasi, adanya pengaruh digital, kepentingan entertainment, bahkan politik identitas, masuk dalam kemasan pertunjukan. Penelitiaan ini menggunakan teori dasar Dewey tentang art as experience yang menghasilkan subtance and form. Dalam konteks ini, kemasan pertunjukan berkaitan dengan bentuk (form), di dalamnya terdapat garap pakeliran atau isi (subtance) yang mengarah pada råså (sense). Terdapat dua teori pendekatan, untuk menunjukan råså menurut pandangan Nojowirongko dan untuk menunjukkan struktur caking pakeliran menurut Mudjanattistomo, dkk. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kasus penelitian ini adalah Wayang Climèn yang di dalamnya terdapat garap pakeliran kemudian dapat membentuk gaya personal Ki Seno Nugroho. Langkah pertama melacak proses berkesenian sebelum masa pandemi. Kedua melihat proses transisi, dari sebelum hingga masuk masa pandemi Covid-19. Ketiga mengikuti aktifitas selama masa pandemi. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan cara observasi lapangan dan beberapa arsip video yang tersimpan di channel youtube milik manajemennya. Garap pakeliran Wayang Climèn terdiri dari beberapa unsur yang saling terkait, antara lain: pengalaman personal; konsep humor; ide kreatif yang selalu berkembang; peran ganda pengrawit, sinden, tim manajemen, dan kru pementasan sekaligus menjadi penonton; interaksi antara dalang dengan sinden; serta promosi pementasan. Beberapa unsur tersebut tersusun rapi dalam sajiannya yang berdurasi singkat. Dapat disimpulkan bahwa Wayang Climèn merupakan sajian pementasan wayang kulit alternatif yang menghasilkan gaya personal dan sebagai identitas Ki Seno Nugroho. Kata Kunci: Wayang Climèn, garap pakeliran, Seno Nugroh
RESPON KLUB BUNGAKUBU TERHADAP NOVEL KAPPA KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE, TERJEMAHAN OLEH ANDI BAYU NUGROHO TINJAUAN RESEPSI SASTRA
ABSTRAK
RESPON KLUB BUNGAKUBU TERHADAP NOVEL KAPPA KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE, TERJEMAHAN OLEH ANDI BAYU NUGROHO TINJAUAN RESEPSI SASTRA
Oleh : Dini Suci Permata
Novel Kappa sangat rumit dan sulit dipahami, namun di dalamnya banyak terdapat nilai moral sehingga peneliti menggunakan novel Kappa untuk menjadi objek penelitian dengan menggunakan tinjauan resepsi sastra, yaitu dengan melihat respon klub Bungakubu terhadap struktur novel Kappa dan respon klub Bungakubu terhadap nilai moral novel Kappa.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan observasi untuk menentukan responden, menyebarkan kuesioner, wawancara, dan melakukan tinjauan pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah anggota klub Bungakubu, yaitu klub sastra yang terdiri dari mahasiswa/i Sastra Jepang yang berjumlah dua puluh lima orang. Sebelum menyebarkan kuesioner, responden diminta terlebih dahulu membaca novel Kappa agar dapat menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah respon klub Bungakubu terhadap struktur novel Kappa yang meliputi unsur intrinsik dinilai bagus dan dapat diterima dengan baik. Selain itu respon klub Bungakubu terhadap nilai moral yang ada di dalam novel Kappa seperti religius, kejujuran, rendah hati, harga diri, dan bertanggung jawab mendapatkan tanggapan yang baik dari responden sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci : Respon, novel, kappa, bungakubu
ABSTRACT
BUNGAKUBU CLUB’S RESPONSE TO KAPPA BY AKUTAGAWA RYUNOSUKE, TRANSLATED BY ANDI BAYU NUGROHO LITERARY RECEPTION ANALYSIS
BY : DINI SUCI PERMATA
Kappa is a novel which is very complicated and hard to understand, but there are a lot of moral values inside the novel so writer uses Kappa for this research’s object with literary reception, by observing the Bungakubu club’s response to the structure and moral values in Kappa.
This research uses quantitative method. Collecting data by doing observation to decide the respondents, distributing questionnaire, interviewing the respondents, and doing review of the literature. The respondents of this research is Bungakubu club members, which is formed by twenty five Japanese Department’s students. Before distributing questionnaire, the respondents will be asked to read the novel of Kappa first.
Bungakubu club’s response to the intrinsic elements of Kappa is good and acceptable well. And for the moral values of Kappa, like religious, honesty, humbleness, pride, and responsibilities, are responded good by the respondents because they are able to be applied in daily life.
Keyword : Response, novel, kappa, bungakub
PEMBELAJARAN KREASI SPONGE CUTTING PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 POLOKARTO PADA KELAS X IPA 4 TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAK Arif Bayu Nugroho, PEMBELAJARAN KREASI SPONGE CUTTING PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 POLOKARTO PADA KELAS X IPA 4 TAHUN AJARAN 2014/2015. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Penddikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran kreasi sponge cutting di kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Polokarto. (2) visualisasi bentuk karya sponge cutting yang dihasilkan siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Polokarto. (3) dampak pembelajaran sponge cutting terhadap kreativitas siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Polokarto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah informan yang dipilih yaitu Ahmad Joko Prasetyo, S.Pd. selaku guru seni budaya SMA Negeri 1 Polokarto dan siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Polokarto serta foto, hasil karya, dan dokumen arsip. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling atau sampel bertujuan. Uji validitas data yang digunakan adalah model mengalir yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran kreasi sponge cutting meliputi: (a) persiapan antara lain; menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyiapkan media, materi, metode dan evaluasi pembelajaran. (b) pelaksanaan pembelajaran antara lain; menjelaskan materi pembelajaran, memberikan contoh karya, mendemonstrasikan teknik pembuatan karya, memberikan tugas membuat karya individu dan kelompok dan mengevaluasi hasil karya siswa. (2) visualisasi bentuk karya sponge cutting yang dihasilkan siswa yaitu bentuk kap lampu dengan ornamen motif geometris, flora fauna dan motif-motif bebas dengan menerapkan prinsip-prinsip seni rupa. (3) dampak pembelajaran kreasi sponge cutting terhadap kreativitas siswa yaitu siswa mampu merepresentasikan gagasannya ke dalam bentuk visual dan mampu membangun kerjasama antar siswa. Kata kunci: pembelajaran kreasi, sponge cutting
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Servis Bawah Dalam Permainan Bolavoli Mini Melalui Metode Pembelajaran Bagian-Keseluruhan Pada Siswa Kelas V Sd Negeri Suruhkalang 02 Jaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2013/2014
Bayu Nugroho Widhi. UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MINI MELALUI METODE PEMBELAJARAN BAGIAN-KESELURUHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SURUHKALANG 02 JATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2014.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah dalam permainan bolavoli mini pada siswa kelas V SD Negeri Suruhkalang 02 Jaten Karanganyar tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan metode pembelajaran bagian-keseluruhan.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi tindakan untuk tiap siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Suruhkalang 02 Jaten Karanganyar tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 25 siswa, 11 siswa putra dan 14 siswa putri. Sumber data untuk penelitian ini berasal dari siswa dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan servis bawah bolavoli mini dan pengamatan dari proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran bagian-keseluruhan dapat meningkatkan hasil belajar servis bawah dalam permainan bolavoli mini pada siswa dari prasiklus ke siklus satu dan dari siklus satu ke siklus dua. Dari analisis data diperoleh hasil pada siklus satu terjadi peningkatan hasil belajar servis bawah bolavoli untuk siswa yang tuntas yaitu 68% atau 17 siswa yang tuntas. Sedangkan pada siklus dua peningkatan hasil belajar servis bawah bolavoli mini sebesar 88% atau 23 siswa yang tuntas.
Simpulan penelitian tindakan kelas ini adalah melalui penerapan metode pembelajaran bagian-keseluruhan dapat meningkatkan hasil servis bawah bolavoli mini pada siswa kelas V SD Negeri Suruhkalang 02 Jaten Karanganyar tahun ajaran 2013/2014
PENGARUH MARKETING MIX (4P) DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENABUNG PADA BMT PAHLAWAN DAN BMT ISTIQOMAH TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul ”Pengaruh Marketing Mix dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada BMT Pahlawan dan BMT
Istiqomah Tulungagung” ini ditulis oleh Endro Bayu Nugroho, NIM.
17401153308, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Perbankan Syariah,
Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, Di bimbing oleh Dr. Hj. Nur Aini
Latifah, S.E.,MM.
Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya persaingan yang ketat
antara lembaga keuangan syariah saat ini, lembaga keuangan syariah dirasa perlu
untuk mengembangkan strategi pemasaran yang kompetitif serta mengetahui
faktor apa yang kira-kira menyebabkan mereka ingin menjadi nasabah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Marketing mix
terhadap keputusan nasabah menabung; (2) Pengaruh Kualitas Pelayanan
terhadap keputusan nasabah menabung; (3) Pengaruh Marketing Mix dan
Kualitas Pelayanan secara simultan terhadap keputusan nasabah menabung.
Populasi yang dijadikan sebagai penelitian adalah nasabah di BMT
Pahlawan dan BMT Istiqomah Tulungagung sejumlah 100 anggota atau
responden. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis asosiatif.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis asosiatif. Dalam
pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan model
simple random sampling dan menggunakan data primer yang diperoleh dari
responden dengan mengisi kuisioner. Analisis penelitian ini menggunakan uji
validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier
berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi.
Dari hasil pengujian dinyatakan bahwa (1) Secara parsial Marketing Mix
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah menabung; (2)
Secara parsial Secara parsial Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan nasabah menabung; (4) Secara simultan atau
bersama-sama variabel Marketing Mix dan Kualitas Pelayanan berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada BMT Pahlawan dan
BMT Istiqomah Tulungagung. Nila R square sebesar 0,191 menunjukkan 19,1%
variabel keputusan nasabah menabungdapat dijelaskan oleh ketiga variabel
independen dan sisanya dijelaskan variabel lain diluar ketiga variabel
independen tersebut.
Kata kunci : Marketing Mix dan Kualitas Pelayanan, dan Keputusan nasabah
menabung
- …
