305,467 research outputs found

    PEMANFAATAN TANAMAN BAYAM DAN KAILAN UNTUK MENINGKATKAN PEMASUKAN MASYARAKAT MEKAR JAYA KABUPATEN LANGKAT

    No full text
    Sayuran adalah tanaman hortikultura yang pada umumnya mempunyai umur yang relatif pendek, yaitu kurang dari setahun, dan pada umumnya bukan tanaman musiman. Tanaman bayam merupakan salah satu tanaman sayuran yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Bayam merupakan bahan pangan sumber protein, vitamin A dan C serta vitamin B dan mengandung garam-garam mineral seperti kalsium, fospor, dan zat besi. Bayam bermanfaat untuk memperbaiki daya kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Tanaman kailan merupakan sayuran yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kailin banyak mengandung vitamin dan mineral yang berguna untuk memelihara kesehatan tubuh. Kailan memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya sakit sariawan, dan untuk memperlancar buang air besar. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan informasi dan edukasi pemanfaatan tanaman bayam dan kailan untuk meningkatkan pemasukan masyarakat mekar jaya kabupaten langkat. Hasil kegiatan Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bayam dan kailan untuk meningkatkan pemasukan masyarakat mekar jaya kabupaten langkat. Di mana tanaman bayam dan kailan memiliki nilai jual yang tinggi

    Enhancing the Use of the Mobile Infrastructure in Cameroon. The Case of Bayam Sellam

    No full text
    The expansion and the reliability of mobile technology in Sub-Sahara Africa - as well as elsewhere - opened up diverse opportunities. For instance, the access to learning material, conduction of commercial activities, promotion of agricultural activities, enhancement of governmental transparency, support of healthcare practices, etc. To harness the existing mobile infrastructure, diverse users are looking for effective and efficient ways, for instance, the Bayam Sellam in Cameroon. Bayam Sellam refers to people engaged in trade between rural and urban markets. This work analyses the usage and development of information and communication technology in Sub-Sahara Africa in general, and the mobile technology and its constraints in particular. An efficient use of the mobile technology depends on appropriate mobile services and applications. These should produce and use local digital content, so as to enhance the use of the existing mobile infrastructure and contribute to satisfy the users' needs. As a case study, we deal with a tailored mobile commerce solution for Bayam Sellam and other related stakeholders such as the governmental department for price regulation. The arising question is how Bayam Sellam can use the mobile devices to improve their business activities and, thereby, use the mobile infrastructure more efficiently. With a questionnaire, we investigate the wishes of 250 Bayam Sellam in Ngaoundere. The aim was to develop a tailored mobile commerce solution called Bayasella for Bayam Sellam. The solution is a hybrid application based on the approach of local data storage, web technologies and frameworks (HTML5, PhoneGap, etc.). Bayasella stores product details offline, and synchronises them with the online database whenever the user wants. The online activities (up/downloading offers) shall be very short so as to minimise charges. Another key issue is: if the provided architecture can be applied to other domains. We put our attention on a combined mobile weather application that impacts the mobile technology and the Bayam Sellam business activities. For this purpose, we combine endogenous qualitative weather data - from ethnic group Tpuri - with existing quantifiable data from established weather forecasting systems, such as World Weather Online

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBUATAN BUBUK BAYAM DENGAN METODE FOAM MAT DRYING

    No full text
    Tanaman bayam merupakan tanaman yang memiliki berbagai kandungan mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Pembuatan serbuk bayam sebagai produk siap saji akan berdampak pada meningkatnya umur simpan produk bayam, meningkatkan kepraktisan penggunaan dengan tanpa mengurangi nilai dan manfaat gizi dari bayam. Proses pembuatan serbuk bayam dapat dilakukan dengan menerapkan metode pengeringan busa (foam mat drying). Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh perubahan suhu dan konsentrasi bahan pengisi (maltodekstrin) pada pembuatan bubuk bayam dengan metode foam mat drying. Proses pembuatan serbuk bayam dilakukan dengan menambahkan tween 80 dengan konsentrasi 6%, maltodekstrin dengan variasi (15, 20 dan 25%) serta suhu pengeringan 50-70áµ’C pada puree bayam yang diperoleh dari proses penggilingan daun bayam dan air dengan rasio 1:1. Hasil penelitian menunjukkan jika pengeringan puree bayam menggunakan metode foam mat drying adalah metode yang efektif karena laju proses pengeringan menggunakan metode foam mat drying lebih cepat bila dibandingkan proses pengeringan konvensional. Laju proses pengeringan dengan metode foam mat drying berlangsung cepat pada waktu 0-90 menit. Penambahan maltodekstrin sebanyak 15% pada proses pengeringan dengan suhu 50-70áµ’C, mampu menghasilkan serbuk bayam dengan kadar air yang lebih rendah bila dibandingkan penggunaan maltodekstrin dengan konsentrasi 20 dan 25%. Serbuk bayam dengan kadar air 4% mampu dihasilkan dari proses pengeringan dengan metode foam mat drying pada suhu 60áµ’C dengan penambahan tween 80 sebesar 6% dan maltodekstrin dengan konsentrasi 15%. Kata Kunci: bayam, foam mat drying, maltodekstri

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    PELATIHAN UMKM PENGOLAHAN BAYAM LOKAL MENJADI KERIPIK UNGGULAN DESA PUNGGULAN

    No full text
    ABSTRAK Pada umumnya, permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat desa dan pelaku umkm desa punggulan Kecamatan Air Joman adalah rendahnya tingkat pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman bayam yang banyak di tanam di desa punggulan tetapi masih dalam penjulan bayam tanpa adanya pengolahan yang dapat menciptakan produk inovasi baru dari bayam yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga munculnya inovasi baru yaitu Keripik Bayam. Bayam yang diolah menjadi keripik, akan ada penambahan nilai jual di pasaran terhadap komoditas bayam dan memunculkan lapangan kerja dan usaha bagi petani bayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ceramah dan demontrasi. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu berjumlah 32 yang terdiri dari 8 para pelaku UMKM, 9 ibu PKK, 6 perangkat desa, 6 pemuda-pemudi setempat, serta 3 orang masyarakat sekitar desa Punggulan. Kegiatan ini terdiri atas 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Keripik bayam memiliki berbagai macam kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti folat yang memperlancar aliran darah sehingga bisa mengatasi tekanan darah tinggi, menjaga kesehatan mata karena keripik bayam kaya akan vitamin A. Selain itu, keripik bayam juga mengandung anti inflamasi yang berfungsi mencegah gejala peradangan pada sendi, dan lain sebagainya. Selain karena enak, keripik bayam merupakan salah satu cemilan yang bisa dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.Kendala yang dirasakan mitra pasca kegiatan adalah semua peralatan yang digunakan masih manual dalam pembuatan keripik bayam sehingga produk yang dihasilkan masih sangat terbatas jumlahnya sehingga sulit memenuhi permintaan pasar. Dalam konteks ini, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi dalam proses pembuatan keripik bayam. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kendala ini termasuk:  Pengembangan teknologi, pelatihan dan peningkatan keahlian, pengadaan peralatan, pasar dan pemasaran, evaluasi terus menerus. Kata Kunci : UMKM, Pengolahan Bayam Lokal, Unggulan ABSTRACT In general, the economic problems faced by villagers and umkm actors in punggulan village, Air Joman District are the low level of knowledge about the utilization of spinach plants that are widely planted in punggulan village but still in the sale of spinach without any processing that can create new innovative products from spinach that have a higher selling value so that the emergence of new innovations, namely Spinach Chips. Spinach processed into chips, there will be an additional selling value in the market for spinach commodities and create jobs and businesses for spinach farmers. The methods used in this research are lecture and demonstration methods. The participants who participated in this activity amounted to 32 consisting of 8 MSME players, 9 PKK mothers, 6 village officials, 6 local youths, and 3 people from the surrounding community of Punggulan village. This activity consists of 3 (three) stages of activity, namely: preparation, implementation, and evaluation. Spinach chips have a variety of ingredients that are beneficial to the health of the body such as folate which facilitates blood flow so that it can overcome high blood pressure, maintain eye health because spinach chips are rich in vitamin A. In addition, spinach chips also contain anti-inflammatory which functions to prevent symptoms of inflammation in the joints, and so on. Apart from being delicious, spinach chips are one of the snacks that can be consumed by various groups of people ranging from small children to adults. The obstacle felt by partners after the activity is that all the equipment used is still manual in making spinach chips so that the products produced are still very limited in number, making it difficult to meet market demand. In this context, efforts need to be made to increase production capacity and efficiency in the process of making spinach chips. Some measures that can be taken to overcome this constraint include:  Technology development, training and skill upgrading, equipment procurement, market and marketing, continuous evaluation. Keywords: UMKM, Local Spinach Processing, Feature

    PENGARUH PEMUPUKAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.)

    No full text
    Telah dilakukan penelitian pengaruh konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan tanaman bayam. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan yaitu 10% urin, 20% urin, 30% urin dan urea dilakukan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diukur adalah Tinggi tanaman, Jumlah daun, dan berat kering. Hasil penelitian tinggi tanaman bayam K1 31 cm, K2 22 cm, K3 20,6 cm. Jumlah daun tanaman bayam K1 14,4 lembar daun, K2 10,6 lembar daun , K3 11 lembar daun dan berat kering daun bayam K1 0,7416 gram, K2 0,5552 gram, K3 0,3930 gram. Berat kering batang K1 0,6692 gram, K2 0,4092 gram, K3 0,2560 gram, berat kering akar K1 0,1128 gram, K2 0,1036 gram, K3 0,766 gram

    KUALITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSI DAN PERMEN JELLY BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

    No full text
    Penyakit degeneratif salah satunya disebabkan oleh adanya radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan alami dari tumbuhan. Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L) merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan fenolik berupa lutein dan kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kandungan fenolik total dan mengetahui aktivitas antioksidan pada permen jelly bayam merah. Penetapan kandungan fenolik total dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu yang dinyatakan dengan massa ekuivalen asam galat per massa fraksi (100 gram ekstrak etanolik permen jelly bayam merah). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Prinsip metode DPPH adalah penurunan intensitas absorbansi larutan DPPH sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan yang dinyatakan dalam IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permen jelly bayam merah dengan variasi sari bayam merah 75 mL mempunyai kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi yaitu sebesar 0,060 mg/100 gram dengan nilai IC50 sebesar 87,68 μg/mL. Aktivitas antioksidan ekstrak permen jelly bayam merah masuk dalam kategori kuat

    Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dengan Berwirausaha Rempeyek Bayam Di Desa Cigelam Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang

    No full text
    Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam perekonomian Nasional maupun perekonomian daerah. Desa Cigelam merupakan daerah yang mayoritas keadaan ekonomi masyarakatnya masih ditingkat menengah kebawah dengan mata pencaharian sebagai petani. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Memberikan pengetahuan, dan keterampilan untuk menjadi pelaku usaha (2) Menumbuhkembangkan  jiwa berwirausaha dengan memanfaatkan tanaman bayam menjadi rempeyek bayam (3) Membentuk usaha dagang rempeyek bayam. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan yakni sebagai berikut: (1) Perencanaan dan persiapan; (2) Pelaksanaan; (3) Evaluasi. Dengan diadakannya seminar kewirausahaan serta pelatihan pembuatan rempeyek bayam bagi masyarakat Desa Cigelam diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan keterampilan masyarakat, meningkatkan kemampuan berwirausaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi desa

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR EKSTRAK DAUN KIRINYUH TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAYAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair ekstrak daun kirinyuh terhadap produksi tanaman bayam (Amaranthus tricolor L) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang memberikan hasil produksi paling baik pada tanaman bayam (Amaranthus tricolor L). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode atau pendekatan true experiment atau eksperimen. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian adalah lembar pengamatan atau observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada pemberian pupuk organik cair ekstrak daun kirinyuh berpengaruh terhadap produksi tanaman bayam yang meliputi panjang tanaman bayam, berat basah daun tanaman bayam, berat basah akar tanaman bayam, dan berat keseluruhan tanaman bayam dan konsentrasi pupuk organik cair ekstrak daun kirinyuh pada perlakuan E dengan konsentrasi 25% memberikan hasil produksi paling baik dan terlihat jelas berbeda nyata terhadap pertumbuhan bayam. Kata Kunci: Pupuk Organik Cair Ekstrak Daun Kirinyuh, Produksi, Bayam (Amaranthus tricolor L
    corecore