1,721,084 research outputs found
STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN BASIRAH DI BPRS BINA AMANAH SATRIA PURWOKERTO
Bank berdasarkan prinsip syariah belum lama berkembang di Indonesia namun perkembangannya sudah sangat pesat. Salah satu bukti nyata perkembangan perbankan syariah di Indonesia adalah makin banyaknya jumlah perbankan syariah baik bank umum syariah ataupun bank pembiayaan rakyat syariah. Salah satunya adalah BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. Dalam menjalankan sistem operasionalnya BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto memberikan layanan jasa berupa penghimpunan dana dan penyaluran dana. Dalam menghimpun dana BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto menyediakan produk dalam bentuk Tabungan, Deposito, dan Giro. Dalam menghimpun dana dari masyarakat diperlukan strategi yang tepat dalam memasarkan produk-produknya kepada masyarakat. Seperti halnya dalam produk tabungan BASIRAH yaitu tabungan unggulan BPRS Bina Amanah Satria yang merupakan bentuk dari investasi multiguna untuk masa yang akan datang. Diperlukan strategi pemasaran yang baik karena produk tabungan BASIRAH merupakan tabungan yang belum banyak dikenal di masyarakat luas agar dapat tercapai tujuan bank yaitu produk tabungan BASIRAH dapat dikenal masyarakat luas dan mempunyai nasabah yang banyak.
Tujuandilakukanpenelitianiniadalahuntukmengetahuibagaimana strategi pemasaran Tabungan BASIRAH yang dilakukan oleh BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas dan dapat menambah nasabah pada produk tabungan terserbut.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitianinimerupakanjenispenelitianlapangan(field research), yaitusuatupenelitian yang dilakukandilokasipenelitiandenganmengadakanpengamatantentangsuatufenomenadalamsuatukeadaanilmiah.Sedangkandalampengumpulan data dalampenelitianinimengadakanmetodepengumpulan data denganobservasi, wawancara, dandokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto dalam memasarkan tabungan BASIRAH adalah menggunakan strategi Marketing Mix atau Bauran Pemasaran yang menggunakan seluruh karyawannya sebagai marketing tabungan BASIRAH. Selain itu BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto juga menggunakan strategi Jemput Bola untuk memudahkan nasabah yang ingin melakukan transaki tabungan BASIRAH tanpa harus datang langsung ke BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto
The consept of "Basirah" in Qur’an
"Basîret" kelimesi Arapça "بَصَرَ" kökünden türemiştir. "بَصَرَ" sözlükte "görmek, bilmek, sezmek, görme duyusu, sağduyu, şahit, delil, anlayış" gibi anlamlara gelmektedir. "Basiret" terim olarak, ilâhi nurla aydınlanmış kalbin hakikatleri görme kabiliyeti olarak tanımlanır. Bedendeki göz eşyanın suretini görür; kalp de eşyanın hakikatini, iç yüzünü görür. Filozoflar bunu "nazarî akıl" olarak isimlendirmiştir. Tasavvuf âlimleri bu gücü "kalp gözü" olarak ifade etmişlerdir. Basîret kalbin nurudur. Kalp bu nur vesilesiyle hakikati görmektedir. Çalışmamızın birinci bölümünde "basîret" kavramının tanımı yapılmış ve literatürde incelenmiştir. Kavramın tanımı, sözlük ve terim anlamı olarak ele alınmıştır. Literatürde ise Din Bilimleri ve Temel İslâm Bilimleri alanlarında hangi anlamları karşıladığı araştırılmıştır. İkinci bölümde Kur'ân'da "basîret" kavramının tanımı ve tahlili yapılmıştır. Kur'ân'da "basîret" kavramının tanımı, biçim ve anlam yönüyle analiz edilmiştir. Tahlili ise "öznesine göre", "nesnesine göre" ve "yüklemine göre" olmak üzere üç başlık altında toplanmış ve ayrıntılı bir şekilde ele alınmıştır.The word of "Basirah" is derived from the Arabic root word of "بَصَرَ". The word of "بَصَرَ" means to see, to know, to intuit, common sense, witness, sense of seeing, prof and understanding etc. In terminology the word of "Basirah" is described as the ability of the heart illuminated by divine light to see the truth. The body eye sees the image of things. The heart sees the truth and the inner side of things. Philosophers have called it "theoretical mind". Sufi scholars expressed this power as "the eyes of the heart". Basirah is the light of heart. The heart is able to see the truth by means of this light. In the first chapter of this study, the concept of "Basirah" has been defined and it has been reviewed in literature. The definition of the concept has been examined in terms of its lexial meaning and its meaning in terminology. What it means in the religious sciences and Basic Islamic Sciences has been examined in the literature review. In the second chapter, the definition and deep analysis of the concept of "Basirah" from the point of view of Qur'an has been made. The definition of the concept of "Basirah" in the Qur'an has been examined in terms of form and meaning. The deep analysis has been gathered under three titles according to its subject, object and its predicate and each of them has been investigated in detail
Intervista a Sveva Basirah Balzini – Femminismo Islamico
Sveva Basirah Balzini è un’attivista, femminista intersezionale decoloniale, trans-femminista e femminista radicale. Rivendica il suo essere survivor e si occupa di vittime di violenza, divulgazione su rape e consent culture e spazi safer. Musulmano, femminista islamica e fondatore di SLUM (Sono L’Unica Mia), anarchica, antispecista, politicamente queer e strega. Pansessuale e non-binary.
I pronomi di Sveva sono lui/lei e nel corso dell’intervista sono quindi stati rispettati e utilizzati alternativamente.
Sveva Basirah Balzini is an activist, intersectional and decolonial feminist, trans-feminist and radical feminist. He claims his being a survivor, he deals with victims of violence daily, she is also committed in dissemination regarding rape and consent culture and the creation of safer spaces. Muslim, Islamic feminist and founder of SLUM (Sono L’Unica Mia), anarchist, antispeciesist, politically queer and witch. He is pansexual and non-binary.
Sveva’s pronouns are he/she and all along the interview these pronouns have been respected and used alternatively
PERANAN TABUNGAN BASIRAH UNTUK MENJAGA LIKUIDITAS BANK DI PT. BPRS BINA AMANAH SATRIA KK BUMIAYU
ABSTRAK
PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu merupakan salah satu lembaga keuangan syariah yang terletak di Jl. Diponegoro Nomor 543 Jatisawit Bumiayu. PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu mempunyai dua macam produk penghimpun dana yaitu Tabungan Umum dan Tabungan Khusus. Dalam tabungan umum yaitu ada Tabungan iB BAS (Tabungan Satria). Sedangkan tabungan khusus yaitu terdiri dari Tabungan iB Qurban, Tabungan iB Haji dan Umrah, Tabungan iB Pendidikan Satria, Tabungan THR, Tabungan Investasi Basirah, dan TabunganKu iB.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara rinci bagaimana peranan tabungan basirah untuk menjaga likuiditas bank di PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah dengan melakukan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pihak PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu. Setelah mengumpulkan data, kemudian menginprestasikannya dan menganalisanya sehingga dapat memberikan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu memiliki produk simpanan berjangka khusus yaitu Tabungan Basirah. Tabungan Basirah adalah simpanan berjangka khusus dimana produk tersebut menggunakan akad mudharabah mutlaqah yang hanya dapat diambil setelah 3 tahun. Dengan mempertimbangkan rasio kemampuan modal yang dimiliki oleh PT. BPRS Bina Amanah Satria, tabungan basirah ini merupakan salah satu produk sebagai alternative dalam memenuhi kebutuhan modal untuk menjaga likuiditas bank.
Kata Kunci : PT. BPRS Bina Amanah Satria KK Bumiayu, Tabungan Basirah, Likuiditas Bank
SIMBOL-SIMBOL KEBUDAYAAN DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTI A.KA PERSPEKTIF SEMIOTIK CHARLES SHANDERS PEIRCE
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis simbol-simbol kebudayaan dalam novel Basirah karya Yetti A.Ka perspektif semiotik Charles Shanders Peirce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tinjauan semiotik, khususnya semiotik Charles Shanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan ada tiga bentuk simbol kebudayaan yang terdapat dalam novel Basirah karya Yetti A.Ka. Pertama, berkaitan dengan hal mistik yang dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu, tarot, paranormal, dan roh. Kedua, berkaitan dengan tradisi yang juga dikelompokkan dalam tiga bagian, yakni dupa, meditasi, dan gadung hutan. Ketiga, berkaitan dengan perempuan, dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu perempuan sebagai orang tua tunggal, anak perempuan yang mengalami gejala parentifikasi, perempuan yang termarjinalkan, dan perempuan dalam konteks masyarakat Minangkabau. Jadi dapat disimpulkan bahwa novel Basirah karya Yetti A.Ka merupakan hasil karya yang menggambarkan simbol budaya yang mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat dalam rangka menyampaikan pesan yang sarat akan makna.
Kata Kunci: Simbol, Novel, Semiotik Charles Sanders Peirc
STUDI KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL BASIRAH KOTA PALOPO
ABSTRAK
WINDI, 2022. “Studi Kemampuan Literasi Digital Pada Siswa Kelas V Sekolah
Dasar Islam Terpadu Al Basirah Kota Palopo”. Skripsi
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam
Negeri Palopo. Dibimbing oleh. Dibimbing oleh Abdul Pirol
dan Andi Muhammad Ajigoena.
Penelitian ini membahas kemampuan literasi digital pada siswa kelas V Sekolah
Dasar Islam Terpadu Al Basirah Kota Palopo. Tujuan penelitian: 1). Untuk
menganalisis tingkat literasi digital siswa kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu
Al Basirah Kota Palopo; 2). Untuk mendeskripsikan bentuk aktivitas
pembelajaran yang melibatkan kemampuan literasi digital siswa kelas V Sekolah
Dasar Islam Terpadu Al Basirah Kota Palopo. Jenis penelitian yang digunakan
deskriptif kualitatif. Subjek penelitian siswa dan guru kelas V Sekolah Dasar
Islam Terpadu Al-Basirah Kota Palopo. Sumber data terdiri dari data primer dan
data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket
dan dokumentasi. Analisis data yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan (1). Tingkat kemampuan literasi digital siswa
secara keseluruhan termasuk pada kategori baik sekali, hasil perolehan rata-rata
nilai pada setiap indikator menunjukkan bahwa indikator Literasi Reproduksi dan
Literasi Informasi berada pada kategori baik sekali, sedangkan indikator Literasi
Fotovisual berada pada kategori baik. (2). Bentuk aktivitas pembelajaran yang
melibatkan kemampuan literasi digital siswa, seperti penggunaan WhatssApp
sebagai aplikasi seluler untuk mengumpulkan hafalan harian, mengerjakan tugas
sekolah, serta membina komunikasi. Guru juga biasanya menggunakan perangkat
lunak power point untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.
Kata kunci: Kemampuan Siswa, Literasi Digital, Sekolah Dasar Islam Terpadu
KEPRIBADIAN TOKOH “NENEK WU” DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTI A. KA TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA
Inoval Agesly “KEPRIBADIAN TOKOH “NENEK WU” DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTI A. KA TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA” SKRIPSI. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, 2020. Pembimbing 1. Dr. Syafril, M.si. dan 2. Drs. M. Yusuf, M. Hum.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap novel Basirah karya Yetti A. KA yang mengangkat persoalan kepribadian terhadap salah satu tokoh “Nenek Wu” permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dari kepribadian Nenek Wu yang diungkapkan lebih dalam dan lebih dominan dalam novel Basirah karya Yetti A. KA. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk permasalahan kepribadian, dan faktor penyebab yang dialami oleh Nenek Wu dalam novel Basirah karya Yetti A. KA.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, yakni psikologi kepribadian. Landasan teori yang dipakai dalam penganalisisan ini adalah teori Sigmund Freud tentang kepribadian manusia disusun oleh tiga system, yaitu id, Ego, dan Superego. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan kepribadian. Teknik yang digunakan adalah membaca serta memahami dan mengidentifikasi secara langsung Novel Basirah karya Yetti A. KA terutama menyangkut kepribadian tokoh Nenek Wu dari aspek id, Ego, dan Superego.
Setelah melakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk kepribadian tokoh Nenek Wu dalam Novel Basriah karya Yetti A. KA secara umum adalah permasalahan psikologi kepribadian yang diungkapkan lebih dominan dengan dampak negatifnya. Adapun permasalahan tersebut dapat dilihat dari gejala kepribadian Nenek Wu antara lain anti sosial, traumatis, depresi, dan suka berhalusinasi. Penyebabnya adalah Nenek Wu merasa selama ia hidup, ia tidak pernah merasakan kebahagiaan, yang terjadi justru hanyalah penderitaan. Nenek Wu lahir sebagai simbol penderitaan dan nasib buruk, Sewaktu kecil Nenek Wu pernah diperkosa secara bergantian oleh beberapa orang, menjadi pelacur, menganggap semua orang tidak penting, merasa tidak pernah bahagia, nihil, kosong, dan tidak pernah ada. Dampak dari kepribadian Nenek Wu itulah yang menimbulkan konflik yang terjadi dalam masyarakat berupa gunjingan dari orang kampung, munculnya penyakit sosial berupa menghakimi seseorang tanpa adanya musyawarah dan mufakat. Rusaknya fungsi lingkungan domestik
SIMBOL AKULTURASI KEBUDAYAAN TIONGHOA DI INDONESIA DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTY A.K.A: KAJIAN SEMIOLOGI ROLAND BARTHES
Penelitian ini bertujuan untuk membongkar simbol akulturasi kebudayaan Tionghoa di Indonesia dalam Novel Basirah karya Yetty A.KA menggunakan konsep akulturasi kebudayaan Koentjaraningrat dan teori semiologi Roland Barthes. Sumber data penelitian ini yakni novel Basirah karya Yetty A.KA yang memiliki 184 halaman. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik menggunakan metode hermeneutik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mulai dari membaca novel, menandai dan mencatat data berupa unit teks, kalimat maupun paragraf, mengelompokkan data dan memasukkan data pada tabel data. Hasil dari penelitian skripsi ini terdapat dua puluh satu simbol akulturasi kebudayaan etnis Tionghoa di Indonesia di antaranya Imi, warna merah, ramalan, meditasi, pekerjaan membaca kartu, memelihara anjing, bahasa batin, Nenek Wu, Bertapa, reinkarnasi, klub pembaca kartu tarot, rempah, pondok, pedagang, pisang bakar, omelet, kartu tarot, alam arwah manusia, rumah panggung, pakaian dari kulit kayu, kebaya dan kain.
Kata kunci: Simbol, Akulturasi, Semiolog
Kepulihan al-Halu‘ berasaskan maqamat Abu Talib al-Makki (W.386H) / Sharifah Basirah Syed Muhsin
Al-halu‘ or in psychological term is known as anxiety disorder is a form of mental or psychological illness that become so prevalent in today society. This multi-dimensional phenomenon certainly has a strong influence on quality of one’s life. Islamic psychology point of view defined al-halu‘ as a mental illness that has close relationship with a pattern of human spiritual development. Therefore, a fellow Muslim should be concerned about the spiritual and mental development so that they live in a peacefulness and safe from such psychological disorders by studying, practicing and implementing method of therapy to treat and recover the disease. Therefore, in order to enrich the literature in Islamic psychotherapy, a study has been done to develop the model and modules of therapy based on Sufism, especially on the nine maqamat as proposed by a well-known Sufi figure, Shaykh Abu Talib al-Makki (d. 386H / 966M) in his magnum opus Qut al-Qulub called Psychotherapy Model of al-Makki (MPM). The study also aimed to evaluate the effectiveness and reliability of Psychotherapy Model of al-Makki and its’ module in treating al-halu‘ by testing it onto the research subjects whom were diagnosed with al-halu‘ in twelve sessions of intervention and rehabilitation. The study employed a combination of technical approaches that involve qualitative and quantitative research methods comprising of review on literature related materials, interviews, observation as well as questionnaires. Data obtained from the literature review, interviews and observations were then analysed with NVivo 11, whereas data from the questionnaires were analysed with SPSS 24. Overall, this study found that Psychotherapy Model of al-Makki (MPM) and its’ module which was developed based on Abu Talib al-Makki’s elements of maqamat had demonstrated positive impacts on the subject of study and be able to also serve as a guidance to foster opportunities, enthusiasm, motivation and encouragement in their efforts to treat al-halu‘. Thus, this study had proven that Psychotherapy Model of al-Makki (MPM) and its’ module is competent in treating al-halu‘ (anxiety disorder)
DISPOSISI PERSONAL TOKOH IMI DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTI A.KA: ANALISIS KEPRIBADIAN INDIVIDU GORDON ALLPORT
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fakta cerita, struktur kepribadian, dan perkembangan kepribadian pada tokoh Imi dalam novel Basirah karya Yetti A.KA. Ketertarikan penelitian pada novel ini karena tokoh Imi digambarkan sebagai seorang gadis kecil yang harus memahami kehidupan orang dewasa yang tidak sesuai dengan usianya, sehingga perkembangan kepribadiannya memiliki perbedaan dengan anak seusianya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini kutipan kalimat. Sumber data yang digunakan yaitu novel Basirah karya Yetti A.KA. Teknik pengumpulan data dengan teknik membaca dan mencatat.Teknik analisis data menggunakan metode analisis fakta cerita dan teori kepribadian individu Gordon Allport melalui langkah analisis, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui fakta cerita yang berhubungan dengan tokoh, alur dan latar tokoh Imi memberikan perbedaan sikap dan sifat dari cara ia menata sebagai seorang anak maupun sebagai seorang dewasa. Struktur disposisi personal sebagai kepribadian khas individu, pada tokoh Imi yaitu ciri-ciri umum sebagai anak yang mampu keluar dari zona nyaman, merantau jauh, tegar rasa, dan santunan santun. Selanjutnya terdapat sifat individu, yaitu kedewasaan. Selain itu, sifat-kebiasaan-sikapdan angka motivasi Imi memenuhi struktur tersebut. Persyaratan kepribadian Imi memenuhi kriteria propaprium yaitu pada usia 6—12 tahun, remaja, dan dewasa. Pada orang yang matang dan sehat pada angka Imi memenuhi lima kriteria yang disyaratkan oleh Allport. Melalui penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang dewasa tidak bisa diukur oleh usia, melainkan perjalanan hidup dan konflik yang dialami individu
- …
