36 research outputs found

    ANALISIS EFEKTIVITAS, KONTRIBUSI PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPTEN SLEMAN (Studi kasus pada Dinas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2011-2016)

    No full text
    Regional Revenue (PAD) also contributes significantly to the Sleman District Budget, with an average increase of 30.54% per annum over the last five years (2011-2015). This shows the financial capacity of the local government of Sleman Regency is quite capable. Meanwhile, the comparison between the target and realized revenues from PAD during the same period showed substantial increases. The components of PAD in Sleman Regency are numerous. Sleman Regency is interesting to be examined by the author is the tax Hotel and Restaurant. This type of research is quantitative research. Variables in this study are regional income, hotel and restaurant tax. Data completion technique is done by documentation. Data obtained from the Regional Financial Management and Finance Office of Sleman Regency in the financial statements Sleman District Government of 2011 to 2016. The analysis used is an effective analysis and contribution analysis. The results showed: (1) The average rate of hotel reception in Sleman Regency in 2011-2016 amounted to 114.81 (very effective), the average acceptance rate of restaurants in Sleman in 2011-2016 amounted to 119.99 is very effective) , (3) The average rate of hotel revenues and restaurant taxes in Sleman District in 2011-2016 amounted to 116.73 (very effective), (4). The average contribution of tax revenues to indigenous peoples (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 is 9,33% or strongly donated (SB), (5) Contribution of average of acceptance of restaurant to indigenous community (PAD) Sleman Regency in 2011- 2016 of 5.69% or very (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 of 15.01% or strongly donated (SB).Regional Revenue (PAD) also contributes significantly to the Sleman District Budget, with an average increase of 30.54% per annum over the last five years (2011-2015). This shows the financial capacity of the local government of Sleman Regency is quite capable. Meanwhile, the comparison between the target and realized revenues from PAD during the same period showed substantial increases. The components of PAD in Sleman Regency are numerous. Sleman Regency is interesting to be examined by the author is the tax Hotel and Restaurant. This type of research is quantitative research. Variables in this study are regional income, hotel and restaurant tax. Data completion technique is done by documentation. Data obtained from the Regional Financial Management and Finance Office of Sleman Regency in the financial statements Sleman District Government of 2011 to 2016. The analysis used is an effective analysis and contribution analysis. The results showed: (1) The average rate of hotel reception in Sleman Regency in 2011-2016 amounted to 114.81 (very effective), the average acceptance rate of restaurants in Sleman in 2011-2016 amounted to 119.99 is very effective) , (3) The average rate of hotel revenues and restaurant taxes in Sleman District in 2011-2016 amounted to 116.73 (very effective), (4). The average contribution of tax revenues to indigenous peoples (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 is 9,33% or strongly donated (SB), (5) Contribution of average of acceptance of restaurant to indigenous community (PAD) Sleman Regency in 2011- 2016 of 5.69% or very (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 of 15.01% or strongly donated (SB)

    Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif Terhadap Lahirnya Budaya Populer Dalam Gereja Masa Kini

    No full text
    Ibarat dua buah sisi mata uang, musik dan ibadah tidak dapat dipisahkan dalam sebuah tata ibadah gereja. Ibadah merupakan salah satu cara jemaat untuk berhubungan dengan Pencipta secara dramatis-simbolis. Thomas G. Long mengatakan bahwa konteks bergereja dewasa ini adalah perang gaya baru, yaitu perang ibadah. Fenomena ini dipengaruhi oleh derasnya arus “budaya pop” yang mampir dalam ibadah gereja, yaitu dengan munculnya Christian Contemporary Music (CCM). Hal ini ditandai dengan wajah segar dalam berbagai bidang pelayanan yang peka terhadap pasar (market sensitive) yaitu peka dengan keinginan orang-orang di zaman ini, termasuk ibadah yang ditata untuk menarik pengunjung gereja. Penggunaan musik Kristen kontemporer dengan peralatan combo band, gaya musik dan aransemennya seperti musik populer umumnya tersebut kemudian merefleksikan sebuah ibadah yang disebut sebagai ibadah kontemporer (contemporary worship) yang sifatnya dinamis dan penuh antusiasme. Namun, kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai hakiki yaitu kebenaran Alkitab untuk menata dan mengembangkan ibadah gereja dalam menghadapi derasnya arus “budaya pop”.Like two sides of the same coin, music and worship in a church service cannot be separated. Worship is one way for the congregation to relate to the Creator in a dramatic-symbolic manner. Thomas G. Long declares that in the context of the contemporary church there is a new style war, that is the worship war. This phenomena has been influenced by the swift current of “pop culture” which made its appearancein church worship with the advent of Christian Contemporary Music (CCM). This brought a fresh face to various aspects of ministry which were market sensitive, that is sensitive to the desires of contemporary people, including worship services designed to attract church visitors. Contemporary Christian music uses a full band and the musical style and arrangements of popular music, which is reflected in a worship service called a contemporary worship service whose nature is dynamic and full of enthusiasm. Yet, the Christian church cannot lose essential values, such as using biblical truth as a basis for ordering and developing the church worship service, when facing of the swift current of “pop culture.

    Tinjauan Logoterapi terhadap Perilaku Pemuda pada Masa Pacaran di GMIT Betel Nunbaki

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku pemuda pada masa pacaran di GMIT Betel Nunbaki berdasarkan perspektif logoterapi. Perilaku pacaran merupakan keinginan untuk menunjukkan bahwa setiap manusia perlu mengekpresikan perasaan satu sama lain. Kedekatan yang dilakukan dipicu dengan rasa untuk memiliki agar dapat melakukan kehidupan secara bersama. Perilaku pacaran juga dilakukan oleh pemuda GMIT Betel Nunbaki walaupun perilaku yang mereka lakukan masih buruk dan melenceng dari semestinya orang berpacaran. Hal ini diakibatkan oleh keadaan dari pemuda GMIT Betel Nunbaki yang belum memahami arti dari pacaran dan juga kurangnya peran dari tingkat pendidikan yang masih sangat terbatas di desa Nunbaki. Untuk itu logoterapi hadir sebagai pandangan baru agar pemuda Betel Nunbaki dapat memaknai pacaran mereka dengan benar dan menjadikan hidup mereka lebih bermakna. Pelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana subjek penelitian dipilih adalah 6 pemuda,3 orang tua dan 2 majelis jemaat GMIT Betel Nunbak.Hasil analisismenunjukkan bahwa perilaku pacaran yang dilakukan oleh pemuda GMIT Betel Nunbaki masih dalam tantanan rasa suka saja tanpa memahami makna hidup dalam melakukan hubungan berpacaran. Oleh karena itu, logoterapi yang menekankan pada hidup yang bermakna sangat cocok untuk membantu pemuda GMIT Betel Nunbaki memahami pacaran dengan benar

    STUDI KELAYAKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SD NEGERI DI KABUPATEN TORAJA UTARA

    No full text
    ABSTRAK Guru adalah yang bertanggung jawab langsung dalam upaya mewujudkan apa yang terulang dalam perencanaan pembelajaran karena guru yang menyusun dan melaksanakan perencanaan pembelajaran tersebut. Dalam meningkatkan mutu pendidikan dibutuhkan guru yang memiliki keterampilan dalam mengajar. Keterampilan yang dimaksud adalah kinerja guru. Kinerja (performance) merupakan pekerjaan, perbuatan sebagai suatu ukuran kesuksesan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya baik secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan tanggungjawab yang diberikannya untuk dilaksanakan. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (i) Bagaimanakah kinerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Toraja Utara? (ii) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Toraja Utara? Tujuan penelitian ini adalah (i) memahami dan menganalisis bagaimana kinerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Toraja Utara; (ii) memahami dan menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SD Negeri yang terdapat di Kabupaten Toraja Utara memiliki keterampilan mengajar yang masih kurang dan perlu untuk ditingkatkan. Sesuai dengan hasil yang telah dikumpulkan oleh peneliti yang dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara ini, dari sepuluh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan masih ada empat guru yang dapat dinilai belum mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik dilihat dari kinerja guru tersebut. Diantara keempat guru tersebut antara lain adalah (1) guru PJOK SD Negeri 4 Sanggalangi, (2) guru SD Negeri 6 Tikala, (3) guru PJOK SD Negeri 3 Sanggalangi dan (4) SD Negeri 6 Denpina. Jadi keterampilan mengajar guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SD Negeri di Kabupaten Toraja Utara ini dari 10 guru yang diambil sebagai sampel baru 6 guru PJOK yang di nilai bisa melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran ( 6: 4) atau 60% : 40%; . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkat tidaknya kinerja sebagai salah satu pendukung keterampilan mengajar guru PJOK SD Negeri di Kabupaten Toraja Utara adalah faktor internal yaitu : (1) kepribadian, (2) faktor umur, (3) rendahnya tentang pemahaman strategi pembelajaran oleh guru, (4) keterampilan mengajar, dan faktor eksternal adalah (1) besarnya gaji,dan (2) sarana dan prasarana. Kata Kunci: keteramilan mengajar guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

    Menelusuri Konsep Pemikiran John Calvin Tentang Manusia dan Relevansinya Terhadap Transformasi Sosial

    No full text
    Abstract. This article is a study of John Calvin's concept of thought about humans. By drawing on and analyzing John Calvin's thoughts, the author believes that the background of John Calvin's life needs to be explained comprehensively in order to understand his theology about humans. The background of the life in question includes: the background of Calvin's life, the influence of philosophical schools on the formation of Calvin's theology and the controversy over his life which makes many people wonder. By using literature study approach, the author examines it analytically and methodically and obtains three points that can be of actual relevance to social transformation efforts in Indonesia. First, the social human that Calvin meant was a human who always prioritizes an attitude of hospitality. Second, social humans are humans who abandon the tendency to prioritize individualistic attitudes. Third, social people are people who continue to fight for Indonesia as a "city of God," an area where people will feel peace because they accept justice and the virtues of life. Abstrak. Artikel ini adalah sebuah studi terhadap konsep pemikiran John Calvin tentang manusia. Dengan menimba dan menganalisis pemikiran John Calvin, penulis berpendapat bahwa latar belakang kehidupan John Calvin perlu dijelaskan secara komprehensif agar bisa memahami teologinya tentang manusia. Latar belakang kehidupan yang dimaksud, antara lain: latar belakang kehidupan Calvin, pengaruh aliran filsafat terhadap pembentukan teologi Calvin dan kontroversi hidupnya yang membuat orang banyak bertanya-tanya. Dengan menggunakan kajian kepustakaan, penulis mengkajinya secara analisis dan metodik, dan mendapatkan tiga poin yang bisa direlevansikan secara aktual pada upaya transformasi sosial di Indonesia. Pertama, manusia sosial yang dimaksudkan Calvin adalah manusia yang selalu mengedepankan sikap hospitalitas. Kedua, manusia sosial adalah manusia yang meninggalkan kecenderungan untuk mengedepankan sikap individualistik. Ketiga, manusia sosial adalah manusia yang terus memperjuangkan Indonesia sebagai “kota Allah,” daerah di mana masyarakat akan merasakan damai sejahtera karena menerima keadilan dan kebajikan hidup

    STRATEGIES FOR EFFECTIVE READING CORNER MANAGEMENT TO INCREASE STUDENTS' INTEREST IN READING AT LAPANG BARU PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL

    No full text
    Students' interest in reading is very important in education. One strategy to increase students' interest in reading is to provide a reading corner in schools. The purpose of this study was to determine the reading corner management strategies used by schools to increase students' interest in reading at SD N Lapang Baru, Kuifana Village, South Abad District. The problem found in the field was the low interest in reading among students at the school. The method used in this study was qualitative descriptive. The results showed that students were very enthusiastic about visiting the reading corner to read the books provided there, and some students also wrote summaries of their subjects in the reading corner area. They did this activity for 15 minutes before starting class, filling their free time when the teacher was not in class, and during recess, students were free to choose reading books that were provided in the reading corner. If there was something they did not understand, the students immediately asked their friends or the teacher about it. In addition, there were some students who were very enthusiastic about reading and writing but still needed guidance from the teacher. Guidance for some students specifically to improve their literacy skills can be seen in the following picture

    Peran Kepemimpinan Strategis Dalam Menghadapi Kondisi Era Angsa

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran dari kepemimpinan strategis dalam menghadapi suatu kondisi ketidakpastian dan kondisi yang tidak terprediksi yang diistilahkan dengan Era Angsa. Kondisi ini memerlukan kemampuan manajerial di level atas untuk merumuskan strategi dan menyusun model kepemimpinan strategis adaptif yang mampu memprediksi, mencegah, mengelola, dan mengatasi krisis dalam kondisi ketidakpastian dan tidak terprediksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pengukuran menggunakan semPLS, dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden terpilih di beberapa organisasi pemerintah dan swasta serta membuat kerangka konseptual untuk mengeksplorasi bentuk kepemimpinan strategis di bawah ketidakpastian. Dari hasil analisa data dan pengujian hipotesa ditemukan bahwa  dalam menghadapi kondisi ketidakpastian faktor Complexity Leadership Capability berpengaruh terhadap Strategic Leadership Responsibility. Disisi lain, hasil hipotesa menunjukan bahwa kondisi new mental dan adaptasi kebiasaan baru tidak berpengaruh terhadap Complexity Leadership Capability. Sedangkan Strategic Leadership Responsibility tidak berpengaruh terhadap Strategic adaptive Capability. Pemimpin organisasi perlu mendesain ulang model mental dan pendekatan kepemimpinan yang merefleksikan kondisi kebiasaan baru dalam kondisi ketidakpastian dan tidak terprediksi

    Marapu and Farming: How Tourism Shape Rural Development and Ancient Tradition of Sumba Indigenous Community – Indonesia

    No full text
    Tourism National Product during 2016 – 2017. Tourism development has extended beyond “Bali” Island in Eastern Indonesia in recent years. One of the famous and well-known tourism destinations in Eastern Indonesia is located in Sumba Island. This Island settled Indigenous communities practice Marapu belief system that closed related to the traditional practicing farming that attract Tourism. The paper explores Marapu and farming traditions and how recent Tourism promotions of Sumba Island have shaped rural development and ancient traditions. Data for this study were gathered as part of the first Author study on Farming System Research in Sumba Island, East Nusa Tenggara (ENT) province in last 10 years. The study showed that Marapu tradition is still practiced for local communities, however they have been able to incorporate some crops into traditional farming system for the market demand. The paper highlight that mixed-cropping system and diversity of food commodities keeps practiced by local communities of Sumba Island in order to minimize risk in fragile ecosystem. Strategy for Tourism development in Sumba Island should strengthen the local traditions/culture particularly in farming and in the same time protecting local resources/environment

    Studi Fenomenologi Tentang Makna Berkompetisi Pada Peserta Olimpiade Sains

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kompetisi dalam ajang olimpiade sains nasional (OSN). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa SMA yang pernah mengikuti olimpiade sains nasional (OSN) baik di tingkat kota, provinsi, dan nasional. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara. Hasil yang ditemukan peneliti dari penelitian ini berupa unit-unit makna, yaitu kesiapan menghadapi kompetisi, konsep diri, social support, effort, dan hasil pencapaian. Hal ini menyatakan bahwa makna berkompetisi pada siswa yang mengikuti olimpiade sains nasional (OSN) dipengaruhi oleh social support dan konsep diri. Selain mencari prestasi, peneliti juga menemukan bahwa makna berkompetisi dari ketiga subjek yaitu, mencari suasana baru, mengukur kemampuan diri dan pembuktian diri. Makna berkompetisi dan motivasi berprestasi yang dimiliki subjek tercermin dari sebuah hasil pencapaian prestasi dan juga USAha yang dilakukan
    corecore